OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
TERNYATA MARIA ISTRINYA BRAM


__ADS_3

" Yakin tidak mau di tambah lagi "


" Iya, sudah cukup,, Maria sudah lapar kita langsung ke restoran ya mas "


" Baiklah, kalau butuh lagi seperti tadi jangan sungkan ya sayang, aku punya stok banyak buat kamu. "


" Apanya? "


" Vitamin cinta ! "


" Gombal,, "


" Serius lho bukan gombal, bahkan ada vitamin yang bisa di suntik juga " Menatap manja ke arah Maria.


" Mass,, udah ah jalan ! "


" He he ya sayang jangan ngambek gitu,, "


Sekarang Bram dan Maria langsung menuju ke restoran dimana Rendi sudah menunggu, Hanya butuh waktu 10 menit mereka sudah sampai ke tempat.


" Itu mas si Rendi, sudah duduk di sebelah sana, Yuk ah mas cepat cacing Maria sudah mau transmigrasi karena belum dapat makanan "


" Ha ha bisa aja kamu, cacing mas juga sudah lama nggak pulang kerumah, jadi dia belum sempat makan juga. "


" Maksudnya mas? "


" Iya,, mas cuma punya satu cacing, cuman cacing mas itu sudah gedek jadi gak cengeng lagi, kadang kalau sudah bangun tapi nggak ada makanan ya bobok lagi dia, ha ha ha "


" Ah, mas mesum ! " Cubit Maria di pinggangnya Bram.


" Ha ha biarin ! " Bram langsung menggapai tangan Maria dan berjalan ke arah Rendi.


Rendi saja senyam-senyum melihat tingkah Bram dan Maria. Rendi bangun dari tempat duduknya dan menarik kursi untuk mempersilahkan Maria.


" Silahkan nyonya Bram, kami siap melayani " Tersenyum sambil membungkuk dengan tangan kanan diletakkan Antara lipatan perut dan tangan kiri di belakang punggungnya.


" Ah Rendi sudahlah nggak usah basa-basi dari tadi aku sudah lapar "


" Ya tuh si Rendi cari muka sama kamu Maria, gue tapok nanti Lo Ren" jawab Bram singkat langsung duduk di sampingnya Maria.


" Ha ha santai bro ! santai,, " jawab Rendi sambil cengar-cengir .


" Tau tuh mas "


" Nyonya sama tuan mau dipesan apa "


" Iya mas kamu mau pesan apa " Tanya Maria nggak sabaran karena sudah lapar.


" Seperti biasa sayang, si Rendi sudah tau menu andalan ku apa "


" Oke siap ! kamu Maria mau makan apa ? "


" Aku ikut mas Bram saja ! "


" Serius? "


" Iya serius, cepat ya Ren aku lapar "


" Laksanakan, lima menit ya "

__ADS_1


Rendi langsung menuju kedapur untuk mengambil makanannya sendiri tanpa menunggu pelayan.


" Mas,, "


" Iya sayang,, kenapa? "


" Sepertinya aku harus pulang ke kos dulu deh, aku harus pamit ke Santi dan mengambil barang-barang ku "


" Tidak usah, biar si Rendi saja yang urus ! pokoknya kamu langsung ikut ke rumahku."


" Benaran bisa "


" Cuman minta izin dan ambil barang kamu kan ? tenang saja su Rendi itu bisa di andelin apa saja "


" Baiklah, kalau begitu Maria jadi merasa tenang mas, karena jika Maria sendiri yang pamit sama Santi, Maria bingung bagaimana cara menjelaskannya sama dia "


" Iya sayang mas mengerti " Bram menatap kasihan terhadap Maria.


" Tut.. Tut... Tut... gue sudah datang nih, sudah cukup ya ngmong gue " Rendi datang dengan membawa menu yang belum pernah di lihat oleh Maria.


" Wah,, itu apa Ren,, kok gedek gitu "


" Nahh,, inilah menu kesukaan suami kamu Maria, khusus dengan ukuran yang besar mereka harus selalu siap stok buat Bram, kalau tidak restoran ini bisa gulung tikar sama dia "


" Rendi tolong ya kamu jaga bicara kamu sedikit, aku tidak suka kalau kamu menyebutkan Bram sebagai suamiku, dan mimpiku juga tidak setinggi itu, aku mau tinggal dirumahnya Bram karena aku lagi butuh pekerjaan walaupun itu sebagai pembantu "


" Apa? " Sahut Rendi dengan nada terkejut.


" Apanya yang apa,,? " Jawab Maria.


" Kamu kan,, "


" Bentar lagi juga bakalan datang,, " Kini Rendi sudah paham apa maksudnya Bram.


" Mas kenapa kamu suka sama makanan ini sih, ini namanya apa,, Mirip udang ya, cuman ukurannya super jumbo? " Tanya Maria sambil menatap hidangan didepannya dengan serius tanpa mengedip sedikit pun.


" Serius kamu tidak tau " Tanya Bram tidak percaya.


" Iya mas Maria nggak tau "


" Iyalah Bram, kan baru hampir satu bulan Maria di kota,, mana mungkin dia tau, apalagi di kampung kami tidak ada makanan yang seperti ini "


" Pantas saja,, ini namanya lobster sayang " Jelas Bram sambil tersenyum, karena Melihat tingkah Maria yang masih menatap lobster itu tanpa berkedip sedikit pun.


" Lobster ya mas, rasanya gimana? "


" Yasudah kamu coba sekarang ya biar tau bagaimana rasanya? "


" Iya mas "


Bram mengambil lobsternya dengan tangannya sendiri dan di patahkan menjadi dua bagian.


" Biar aku saja " Pinta Rendi pada Bram.


" Tidak usah Ren makasih, buka mulut kamu Maria biar aku suapin " Bram menyodorkan daging lobster itu yang mirip dengan daging kepiting ke depan Maria.


Untuk pertama kali Maria makan lobster dan Rasa lobster itu langsung cocok di lidahnya.


" Ya ampun mas enak sekali "

__ADS_1


" Kamu suka kan sayang ? " Tanya Bram manja hingga membuat Rendi ikut baperan melihatnya.


" Mungkin gue nggak harus di sini Bram "


" Kenapa lho? " Tanya Maria.


" Jiwa jomblo gue meronta-ronta. " Jawab Rendi sambil dengan wajah sok sengsara.


" Udah Ren nggak usah banyak ngomong, makan aja dulu nanti gue habisin ni sama Maria "


" Hah iya,, iya ! gitu amat? " sahut Rendi.


Bram memperhatikan Maria begitu serius menikmati hidangan lobster tersebut.


" Pedas Ya mas? " Tanya Maria sambil ngos-ngosan karena kepedasan.


" Tidak kok sayang biasa saja "


Bram melihat bibir Maria sudah memerah dan bergetar karena kepedasan. Jiwanya seketika terpancing ingin mencium bibir cantiknya Maria, Untungnya mereka lagi di tempat ramai apalagi ada Rendi disana, hingga Bram mengurungkan niatnya untuk menyicipi bibir Maria yang sedang kepedasan.


" Mas, halo kenapa bengong " Ia melambaikan tangannya ke wajah Bram yang terlihat bengong menatapnya.


" Tidak sayang, kamu makan saja lagi "


" Nggak ah mas lidah Maria sudah tidak sanggup, ini terlalu pedas "


" Nggak papa Bram biar gue yang habisin, kalau nggak habis sekalian gue bawa pulang buat nanti malam "


" Rendi,, Rendi ! Waktu lo ngomong gitu seakan-akan kan lo nggak ada uang, mana gaji lo yang 7 juta itu perasaan selalu gue bayar tiap bulan, Uang itu jangan di perenakkan dalam lemari nggak beranak dia "


" Gue tabung Bram mau beli rumah "


" kalau itu sih bagus " sahut Bram kembali.


" Kalian lanjut aja ngmongnya, Maria mau ke toilet sebentar ya mas "


" Iya sayang hati-hati ya "


" Heu eum mas, cuman sebentar kok "


Ketika Maria sudah jauh dari hadapan mereka, Rendi pun mulai membuka pertanyaan yang dari tadi sudah di pendamnya.


" Bram ! "


" kenapa ? "


" Lho serius belum jujur sama Maria? "


" Kenapa ? "


" Belum saatnya "


" Tapi kan kasian sama Maria kalau dia tidak tau siapa dia sebenarnya "


" Gue juga kasian, Cuman gue harus mikirin kesehatan mama juga "


" Serius lo mau mau jadiin Maria sebagai pembantu dirumah, padahal dia kan istri lo sendiri "


" Cuman itu cara yang terbaik biar gue bisa dekat dengan Maria istri gue, ya,, walaupun Maria harus berfikir kalau dia hanya Simpanan gue saja, dan hanya sebagai pelampiasan nafsu gue doang, tidak apa-apa,, yang penting gue bisa selalu pantau dia dan menjaga dia dengan sebaik mungkin "

__ADS_1


__ADS_2