OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Flashback pernikahan Bram dan Maria (part5)


__ADS_3

" Nak Rendi, apa benar yang dikatakan sama teman kamu itu, bapak tidak salah dengar kan? " Tanya ayahnya Maria pada Rendi untuk memastikan apakah benar yang ia dengar barusan, Karena ia seakan belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bram.


" Ia pak benar, Bram ini teman Rendi dari kota pak, dia sudah menaruh hati pada Maria, Karena itulah dia ingin melamar Maria langsung pada bapak." Ucap Rendi untuk lebih meyakinkan ayahnya Maria.


" Bukan bapak mau menolak, bahkan lamaran ini seharusnya tidak pernah terjadi nak Rendi. Nak Bram bapak minta maaf ya? " Ucap pak slamat dengan wajah yang seakan ada sedikit penyesalan.


" Maaf pak, boleh saya tau kenapa lamaran ini seharusnya tidak terjadi? " Tanya Bram penasaran tapi masih dengan sikap santainya.


" Iya pak apa Maria sudah punya tunangan? " Tambah Rendi yang juga sama penasarannya dengan Bram.


" Bukan sudah punya tunangan nak Rendi, Maria malah sudah punya suami, dia sudah menjadi istri orang. "


" Apa? kenapa Maria tidak pernah menceritakannya padaku pak." Tanya Rendi yang terkejut bukan kepalang.


Bram juga sangat terkejut mendengar pernyataan dari ayahnya Maria tersebut, bahkan hatinya sedikit merasa terluka dan kecewa, karena Bram sudah terlanjur jatuh hati sama Maria pada pandangan pertama.


Padahal Bram sangat berharap bisa memiliki Maria gadis yang menurutnya Sangat cantik itu sebagai istrinya meski hanya satu malam saja, walaupun setelah malam itu Maria tidak ingin terikat lagi dengan Bram ia tetap akan menerima keputusan itu, apa boleh buat Bram seketika merasa pasrah dengan apa yang ia dengar barusan, tapi ia tidak pernah mau menunjukkan kelemahannya ataupun rasa kecewanya didepan orang lain.


" Iya nak Rendi nak Bram, bapak minta maaf jika sudah mengecewakan kalian, Maria memang sudah menikah satu bulan yang lalu." Ayahnya Maria semakin terlihat merasa menyesal karena harus menolak lamaran dari pemuda yang terlihat sangat tampan mapan dan baik dimatanya.


" Tidak masalah pak jangan minta maaf." Ucap Bram singkat tanpa terlihat sedikitpun kecewa.


" Ya ampun Maria kenapa dia nggak pernah cerita sih? kalau dia cerita sama gue lho kan nggak harus capek-capek kemari Bram, Ahh !teledornya gue, gue minta maaf sama lho Bram? "


Rendi merasa bersalah dan menyesal terhadap Bram, ia langsung minta maaf pada Bram dengan perasaan yang sangat tidak enak.

__ADS_1


" Santai Ren gue nggak ada masalah, Terimakasih ya pak waktunya, saya mohon pamit dulu. " Ucap Bram dengan sikap yang terlihat sudah sangat mengikhlaskan, dan tidak berharap lagi pada Maria.


" Nak Rendi Nak Bram ini minum dulu." Datang ibunya Maria sambil membawakan 3 gelas teh hangat, ia langsung meletakkan satu persatu gelas itu didepan Rendi dan Bram, dan satu lagi untuk suaminya pak Slamat.


" Wah Bu, teh nya agak sedikit panas ini tidak bisa langsung kami minum, kalau harus nunggu tehnya dulu nanti kami bisa telat pulang ke kota, terimakasih Bu tidak apa-apa lain kali saja kami kembali lagi, kami mau langsung pamit pulang ya." Ucap Rendi dengan tingkahnya yang sudah tidak karuan, bukannya Rendi bersikap jahat dan ia juga tidak berniat untuk menolak hidangan itu, hanya saja perasaan Rendi sudah campur aduk, takut dan merasa bersalah terhadap Bram yang mungkin sudah kecewa.


Padahal Bram sudah sangat ikhlas dan tidak mempermasalahkan hal itu lagi, Bram sudah terlihat santai kembali tanpa sedikitpun terlihat kecewa.


" Lho kok terburu-buru seperti itu nak Rendi nak Bram, tidak baik lho menolak jamuan orang." Ibunya Maria sangat merasa heran dengan sikap Rendi yang langsung pamit pulang.


" Tidak Rendi kita minum dulu, lagian udaranya sangat dingin pasti bikin hangat kalau minum teh ini, terimakasih ya Bu? " Bram tidak mengikuti ajakan Rendi untuk langsung pamit pulang, ia bahkan terus duduk disana sambil menikmati teh hangat itu pelan-pelan.


" Nah seperti itu kan senang ibu dengarnya." Ucap ibunya Maria dan langsung berdiri didekat suaminya .


" Benar pak, dia baik-baik saja disana Rendi juga selalu bertemu dengan Maria, oh iya pak kalau Rendi boleh tau Maria menikah dengan siapa ya? " Tanya Rendi yang sangat penasaran.


" Dengan anaknya Haji Rahman yang punya peternakan sapi itu. kamu pasti kenalkan karena anak laki-lakinya haji Rahman cuman satu" Ucap Ayahnya Maria seakan ada hal lain yang masih banyak ingin dia ceritakan.


" Oh ya sangat kenal, bukannya dia baru saja bebas setelah di tangkap karena pemakai obat-obatan terlarang?" Tanya rendi dengan wajah yang masih tidak percaya, Bram pun sedikit merasa terkejut, terlihat dari tatapannya Bram yang berubah dari tadinya santai menjadi lebih serius.


Mendengar pertanyaan Rendi, ibunya Maria langsung menangis tersedu-sedu seakan sangat tidak rela dengan pernikahan anaknya.


" Iya nak Rendi, benar yang kamu bilang itu."


Jawab ibunya Maria sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


" Buk,, dia kan sudah berubah seperti bapaknya haji Rahman, sudah sering kemesjid dan sebentar lagi dia juga mau umrah, jadi tidak ada yang harus dikhawatirkan lagi. " Ucap ayahnya Maria untuk membuat istrinya lebih tenang.


" Tetap saja pak, Maria sangat tidak suka sama dia, kalau nggak seperti itu mana mungkin Maria kabur kekota tepat setelah ijab kabul itu selesai. " Jawab ibu Maria yang masih larut dalam tangisannya.


" Jangan dibahas lagi ya Bu, Maria pasti akan pulang pada suaminya." Ucap ayah Maria dengan nada pasrah.


" Pulang kata ayah? ayah masih berharap Maria untuk pulang pada suaminya, apa ayah tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, bahkan mereka sudah menyumpahi Maria yah." ucap ibu Maria dengan matanya yang terlihat semakin sembab karena tangisannya.


" Bu tenang ya Bu, ini belum sampai 2 bulan, Maria pasti akan pulang." Ucap ayah Maria lagi.


" Apapun yang terjadi ibu sudah tidak rela kalau Maria harus menjadi bagian dari keluarga itu. " Ucap ibunya Maria dengan nada sedikit mempertegas kan.


" Maaf Bu, kenapa Maria bisa kabur ya? dan apa yang mereka katakan terhadap Maria? " Tanya Rendi dengan wajahnya yang sudah sangat penasaran.


" Ayahnya Maria memiliki hutang 30 juta untuk biaya pengobatannya pada haji Rahman, dan itu sudah sangat lama tidak sanggup kami bayar, tiba-tiba istri haji Rahma yang sombong dan galak itu mengancam kami akan memenjarakan ayah, kecuali ayah mau menikahkan anak laki-lakinya haji rahman yang baru keluar dari penjara itu dengan Maria." Jelasnya panjang lebar.


" Setelah ijab kabul Maria kan langsung kabur, jadi si nenek lampir itu bilang kalau Maria tidak kembali dalam 2 bulan maka anak laki-lakinya dan Maria resmi bercerai, kalau bagi ibu lebih baik Maria tidak usah kembali dulu biar mereka bercerai, soal ayah jika harus masuk penjara biar ibuk yang gantikan." Ibunya Maria kembali menangis tersedu-sedu mengingat nasib anak perempuannya itu.


" Izinkan saya menyelesaikan permasalahan itu. " Ucap Bram tiba-tiba secara singkat padat jelas dan sangat tegas.


**Halo readers ku semuanya, aku sayang kalian, lov u buat kalian semuanya..


wah apa yang akan terjadi nih jika Bram sudah turun tangan, jangan lupa ditebak ya? terimakasih untuk semua komentar kalian..


Author pamit dulu ya, salam hangat dari author kalian Elvi, semoga malam kalian menyenangkan,, see you**.

__ADS_1


__ADS_2