
" Ngapain kamu disini? " Maria memegang handuk di badannya dengan kuat.
" Ternyata selama ini kamu sudah membohongi semua orang yang ada di rumah ini ya Maria?" Melajukan langkahnya perlahan ke arah Maria.
" Jangan macam-macam mang Jo keluar dari kamar ku ! " Teriak Maria.
" Teriak saja, siapa yang akan mendengar kamu? bi Yam sudah aku kunci kamarnya dari luar, dan kamar nyonya berada jauh didepan, apalagi nyonya sedang sakit, pasti dia hanya akan tidur-tidur cantik saja diranjangnya, sedangkan Mikha dan bi Ita sudah pulang kerumah, ha ha aku sudah lama menunggu situasi ini." Mang Jo sengaja melangkah dengan sangat pelan sambil menikmati pemandangan indah di hadapannya.
" Apa kamu belum merasa puas setelah menyakiti bi Yam tadi malam, hah ! " Bentak Maria lagi.
" Awalnya niatku hanya ingin merasakan kenikmatan bersama Yam, tau-taunya setelah aku lihat kamu tadi malam, akhirnya aku jadi berubah pikiran, ha ha ha padahal aku hampir saja ketipu dengan penyamaran wajah jelek kamu maria, tapi karena aku tidak bisa menahan diri setelah melihat dada kamu yang besar dan bulat itu akhirnya aku memutuskan kemari untuk menikmatinya walaupun kamu berwajah jelek, dan betapa aku merasa sangat beruntung ketika aku memperhatikan gadis jelek menjelma menjadi bidadari setelah ia melepaskan gigi palsunya. " Menatap ke arah Maria dengan tatapan yang sangat nakal.
" Kamu nggak waras ya mang Jo ! " Teriak Maria sambil memundurkan langkahnya.
" Aku lebih tidak waras lagi saat melihat penampilan kamu yang seksi dengan kulit putih dan mulus itu, kedua dada kamu sangat besar pasti rasanya sangat kenyal kan Maria, apakah bawahnya juga seperti itu? " Mang Jo mulai mengeluarkan lidah lalu memutarkan lidahnya itu di sepanjang pinggir kedua bibirnya.
" Kurang ajar kamu mang Jo, awas kalau kamu berani menyentuhku, kamu akan tau nanti akibatnya ! " Bentak Maria sambil terus memundurkan langkahnya mendekati Kamar mandi.
" Ayolah Maria,, kita nikmati sama-sama ya? punya mang Jo sangat besar dan kuat Maria, mang Jo janji bisa memuaskan nafsu kamu " langkah mang Jo semakin mendekati Maria dengan kedua tangannya yang seakan ingin menerkam sesuatu.
" Mang Jo aku mohon jangan sakiti aku ya mang, aku mohon mang Jo, apa kamu tidak kasian sama aku? kamu itu seumuran dengan ayah ku. " Kini Maria mulai meminta dengan suara yang agak melemah karena merasa takut, tangan kanannya terus memegang ikatan handuk yang menutupi tubuhnya, dengan tangan kiri yang mencoba meraih gagang pintu dari belakang.
" Kemari sayang, aku tidak akan menyakiti kamu, aku malah akan memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk kamu, Kemari Maria kemari lah. " Mang Jo terlihat semakin menggila karena sudah tidak tahan.
" Mang Jo apa kamu tidak punya anak gadis?" Tanya Maria untuk mengecoh mang Jo , agar fikiran mang Jo tidak lagi terlalu fokus terhadapnya, sehingga tangan kirinya Maria memiliki sedikit waktu untuk membuka gagang pintu kamar mandi di belakangnya dengan perlahan.
" Aku punya gadis cantik Maria, bukankah lebih baik aku menikmati tubuh indah kamu itu dari pada aku menikmati anak gadisku sendiri? kemari lah Maria,, coba ini lihat punya mang Jo sudah minta keluar dari tadi, lihat Maria betapa besarnya dia, apa kamu tidak ingin mencicipinya? " Mang Jo langsung membuka resletingnya, hingga membuat barang pusakanya yang besar dan sudah mengeras itu timbul sendiri keluar dari resletingnya, penampakannya menjulur seperti pohon tumbang ke arah Maria.
__ADS_1
" Dasar laki-laki tua sialan, menjijikkan ! " Bentak Maria sambil langsung membuka pintu kamar mandi dan menutupnya kembali.
Sialnya Maria baru menyadari kalau kamar mandi itu sudah rusak kuncinya, iya langsung mencoba untuk menahan pintu itu dari dalam dengan tenaga penuh menggunakan tubuhnya.
" Buka Maria ! cepat buka kalau kamu tidak ingin aku kakasari kamu seperti bi Yam tadi malam."
Teriak mang Jo sambil terus menggedor-gedorkan pintu didepannya.
Maria tidak mau mengatakan apapun lagi, ia terus diam sambil menahan pintu itu sekuat mungkin, rasanya hati Maria sudah mau meledak karena ketakutan.
" Buka Maria ! buka ! " Karena sudah tidak sabar mang Jo mendobrak pintu itu dengan dengan tubuhnya.
" Auw ! " Pintu itu roboh seketika hingga membuat tubuh Maria yang menahannya terhempas ke lantai.
Kini mang Jo berjalan cepat kearah Maria, tangannya langsung menjambak rambut Maria sekuat tenaganya ia kesal merasa di permainkan, Dengan dagu yang terangkat karena rambutnya di Jambak, Maria terus menatap benci ke arah mang Jo.
" Kamu tidak tau kan aku ini siapanya tuan muda Bram? " Tanya Maria serius.
" Memangnya pembantu seperti kamu siapanya tuan? Oh iya aku paham sekarang, jadi ternyata tuan muda sudah membawa simpanannya kemari dengan menyamar menjadi pembantu. "
" Mau aku ini pembantu atau istrinya, apa kamu seberani itu untuk menyentuh wanita milik majikan kamu sendiri? " Tanya Maria tegas dengan wajah yang masih menahan rasa sakit karena jambakan mang Jo.
" Ya jelas aku tau kamu ini bukan istrinya makanya aku berani, istrinya tuan muda itu non Mikha, kamu hanya sekedar wanita murahan yang bersedia menyamar untuk menjadi pembantu, supaya apa? supaya kamu bisa merebut tuan muda Bram dari non Mikha, iya kan ! " Menarik rambut Maria lebih kuat.
" Kamu salah besar, mas Bram akan menghabisi kamu kalau dia tau perbuatan bejat kamu terhadap ku. "
" Kamu yang akan lebih dulu dihabisi sama nyonya dan no Mikha kalau mereka tau siapa kamu sebenarnya Maria. " Kini mang Jo mulai menatap kearah dadanya Maria yang hampir terlihat sebagian di balik handuknya.
__ADS_1
" Kurang ajar kamu mang Jo, jangan menatap kearah ku seperti itu, jangan berfikir untuk menodaiku mang Jo kalau kamu masih ingin hidup " Ancam Maria.
" Masih ingin hidup? Wanita selemah ini ingin mengancam ku,, kamu tau Maria? Tuan muda Bram itu tidak akan peduli lagi sama kamu setelah aku menikmati tubuh indah kamu ini " Mang Jo mengelus pipi Maria perlahan dengan jari kasarnya.
" Enyahkan tangan kotor itu dari wajah ku mang Jo " Maria mulai menjerit keras karena merasa jijik dengan jari kasarnya mang Jo.
" Non Maria,, non Maria kenapa, apa yang sedang terjadi sama non? Siapa sih yang sudah mengunci pintu kamar ku dari luar ! " Teriak bi Yam dengan keras yang baru saja terbangun dari tidurnya sambil menarik-narik pintu yang terkunci dari luar.
" Bi,, tolong Maria bi? Mang Jo mau,, " Mang jo langsung membungkam mulut Maria memakaikan tangannya, hingga membuat Maria tidak bisa memanggil bi Yam lagi.
" Sini Maria lepaskan " Mang Jo langsung menarik paksa handuk Maria hingga terlepas dari tubuhnya.
" Eum,, Eum,, Eum,, Eum,, Eum " Maria terus berteriak dengan mulutnya yang sudah tertutup tangan Mang Jo.
" Ahh Maria, aku sudah tidak sabar " Tangan mang Jo sudah memegang barang pusakanya dengan kuat kearah Maria.
" Kurang ajar ! " Teriak seorang laki-laki dari belakang mang Jo.
*** **Halo para readers ku yang setia? bagaimana perasaan kalian dengan episode kali ini? ikut marah nggak nih dengan perlakuan mang Jo terhadap Maria? ngomong-ngomong
kalian tau nggak sih siapa yang baru saja datang untuk menolong Maria dari mang jo?
Dan kira-kira apa ya yang akan terjadi dengan mang Jo selanjutnya? kok Bram belum pulang juga sih??
Untuk kalian yang sudah mau berkomentar buat ngasih pendapat terimakasih sebanyak-banyaknya, karena komentar kalian sudah membuat author lebih semangat.
Terimakasih juga sudah mengikuti kisah Maria hari ini, salam dari author kalian yang paling manis dan kece Elvi Ya Ya,, see you semoga hari kalian menyenangkan**.
__ADS_1