
Hujan turun semakin deras hingga membuat tubuh Maria terasa begitu kedinginan, Ia bahkan tidak punya apapun untuk menyelimuti tubuh yang sudah kedinginan itu, hanya bermodalkan bantal untuk menutupi bagian depan tubuhnya, Maria mencoba membukakan pintu untuk Bram dengan posisi ia berdiri dibelakang pintu tersebut.
" Maria, aku tau kamu didalam tolong bukakan pintu sayang "
" Iya mas sebentar ! "
Pintu sudah terbuka tapi Bram tidak melihat Maria, Bram langsung masuk kedalam kamar itu, disaat mata Bram sedang mencari keberadaan Maria, ia di kejutkan dengan suara pintu yang tertutup kembali.
Bram pun membalikkan badannya, iya begitu terkejut dan senang melihat penampilan Maria.
" Maria, untuk apa di tutupi dengan bantal itu, tidak usah malu lagi sama aku, sini bantalnya aku simpan saja " Bram menarik bantal dari tangan Maria dan ia lemparkan ke atas kasur.
"Mas jangan menatapku seperti itu. " Maria berusaha menutupi tubuh yang sangat indah itu dengan kedua tangannya.
" Aku tidak bisa untuk tidak terus menatap mu Maria. "
" Tapi kan mas,, "
" Tolong lepaskan tanganmu itu Maria aku mohon "
" Tapi aku merasa malu dengan cara mas menatapku seperti itu, seakan-akan mas ingin menerkamku. " Maria pun melepaskan kedua tangannya hingga semuanya terpangpang jelas.
" Memang aku ingin menerkam kamu Maria " Bram terus berdiri memperhatikan tiap keindahan lekukan tubuh Maria.
Maria memang memiliki tubuh yang sangat indah, dengan dua dada bulat dan besar, jangan tanya bagian bawahnya yang juga terlihat tebal bagaikan roti burger.
Bram sudah sangat tidak bisa menahan diri ingin menjamah ketiga-tiganya.
" Maria, sayang? " Bram mulai melajukan langkahnya.
" Tapi mas kamu tidak memakai pengaman, dan aku tidak ingin hamil. "
" Maria kan aku sudah mengatakannya, aku ingin memiliki keturunan dari kamu " Langkah Bram semakin mendekati Maria.
" Tapi kan ! "
" Maria, tidak ada tapi-tapi kamu itu istriku, jadi kamu harus melayani ku "
" Hah, apa mas? apa kamu mabuk,, bagaimana bisa kamu mengatakan kalau aku adalah istri kamu sedangkan kita belum pernah menikah, apa segampang itu juga ketika tanpa alasan kamu mengaku kalau Mikha bukan istri kamu lagi"
" Sayang , tatap mataku baik- baik dan cium aroma tubuhku, apakah aku sedang mabuk? kamu istriku Maria,, aku bersumpah kamu istriku, nanti akan kuceritakan semuanya setelah aku kembali dari luar kota, untuk malam ini tolong layani aku Maria, tolong layani suami kamu ! "
" Benarkah mas ? " Tanya Maria bingung.
" Ia sayang ku, kemarilah anggap malam ini bagian dari bulan madu kita " Bram berdiri tegak menunggu Maria untuk mendekatinya.
__ADS_1
Dengan kedua tangan yang masih menutupi tubuhnya Maria berjalan perlahan mendekati Bram. Bram hanya memakai baju tidur itu tanpa memakai yang lain di dalamnya.Kini Bram mulai membuka bajunya, ia memakai baju tidur yang bisa langsung ia buka hanya dengan melepaskan ikatan tali dari pinggangnya.
Maria selalu terpesona dengan penampilan tubuh Bram yang polos, dadanya yang bidang juga kekar membuat Maria tidak sanggup menahan diri.
" Mas ? " Maria langsung memeluk Bram dari depan.
" Mas " Maria hanya bisa terus memanggil Bram dengan suara lirih karena begitu menikmati pelukannya, ia merasakan ada sesuatu yang mulai mengeras.
" Adapa sayang ? "
" Tubuh mas begitu hangat "
" Yang bawah juga sangat hangat kan " Sambil di elus-eluskan pada Maria.
" Iya mas hangat dan keras " Kini suara Maria semakin terdengar lirih dan menggoda.
" Coba kamu rasakan Maria dia sudah tidak tahan lagi untuk segera beraksi, Maria,, bibir mu yang mungil dan bulat ini selalu membuatku ingin mengigitnya " Bram langsung mencium bibir Maria dengan sesekali mengulumnya.
" Mas? " Suara lirih menikmati ciuman bibir Bram.
" Iya sayangku Coba panggil lagi "
" Mas "
" iya sayangku "
" Sudah tidak tahan kan sayang sama aku juga, malam ini aku ingin mendengarkan nyanyian dari mulut mungilmu itu sambil aku menggoyangkan pinggulku dengan perlahan, kamu mau kan sayang bernyanyi dengan suara yang indah untukku."
" Aku akan terus bernyanyi untuk mas, agar mas terus menggoyangkan pinggul mas untuk Maria dengan perlahan "
Mendengar ucapan Maria yang begitu menggoda Bram langsung mengangkat Maria ketempat tidur dan di baringkannya perlahan. Bram mencium tubuh Maria satu persatu, iya mulai mendaratkan ciuman hangatnya itu dengan begitu teratur dan perlahan tanpa ada jarak.
" Mas? " Suara yang melirih
" Iya sayangku panggil aku sepuasnya, tidak akan ada yang mendengar malam ini "
Semakin hasrat mereka menggebu semakin deras pula hujan diluar.
" Mas aku masih takut, pelan ya? "
" Iya sayang, akan aku pelankan aku tidak ingin menyakiti kamu, aku ingin kita sama-sama bisa menikmatinya".
" Mas? "
" Iya sayangku ! panggil saja sebanyak kamu mau dan sekeras mungkin tidak akan ada yang mendengar dan aku akan terus menjawabnya, saat kamu memanggil ku seakan-akan aku sedang mendengarkan nyanyian yang membuat hasrat ku bergetar sehingga pinggulku juga terus ikut bergoyang mengikuti irama dan tidak bisa berhenti sayang ku"
__ADS_1
" Benarkah mas " Tanyanya lirih.
" Iya sayang ku ! "
" Akan Maria panggil sebanyak Maria mau ya?"
" Kamu sanggup untuk terus bernyanyi sayangku? jika aku juga terus menggoyangkan tubuhku tanpa bisa berhenti bagaimana "
" Tidak apa mas teruskan saja "
" Baiklah sayang ku " cium Bram di pipinya.
" Mas ! mas ! " lirih.
" Sayang,, ! "
" Mas ! "
" Oh sayang ku ! "
" eeummmm mas ! "
Maria terus memanggil-manggil Bram karena ke enakan. semakin lama ia semakin memanggil Bram dengan Suara yang semakin keras, bahkan sampai membuatnya menjerit-jerit.
" Mas Bram,, ! " suaranya yang keras hanya terdengar di kamar saja, karena hujan deras menutupinya dari luar.
Semakin Maria menjerit-jerit semakin Bram melakukan aksinya dengan lancar Karena ia sangat suka mendengar jeritan Maria. Tubuh Bram mengayun-ayun dan bergelombang seperti ombak dilautan sehingga membuat mata Maria terbelalak bagaikan orang yang lagi tersedak buah karena begitu menikmatinya.
Mereka terus berciuman, kini bulir-bulir keringat mulai keluar dari kedua tubuh yang sedang larut dalam kenikmatan, Maria terus mengangkat dagunya sambil memejamkan mata "
" Mas,, sudah mas, sudah! "
" Iya sayang tunggu ya "
" Heu eu mas,, " Jawab Maria lirih.
" Sayang,,? Sudah sayangku ! " Teriak Bram.
" Iya mas, heu eum,, "
" Terimakasih ya sayang ku? " Bram memeluk Maria dengan tubuh yang sudah tidak berdaya.
Mereka pun berpelukan dengan begitu erat sambil memejamkan matanya, Kini hanya terdengar hembusan nafas mereka berdua yang memburu di barengi dengan suara hujan.
Mereka terlelap Sambil melepaskan rasa lelah, sudah 2 jam Bram tertidur dalam pelukan Maria, dan sekarang ia terbangun tepat jam 12 malam, Bram melepaskan Maria secara perlahan dari pelukannya agar ia tidak terbangun, Kini Bram sudah berdiridi sampaing ranjang itu dan memakaikan kembali baju tidurnya.
__ADS_1
Bram melihat kearah Maria yang tertidur pulas tanpa sehelai kain pun, iya pun meninggalkan Maria sendirian dan keluar dari kamar tersebut. Selang beberapa menit Bram sudah kembali ke kamar Maria dengan membawa selimut miliknya, lalu ia menyelimuti tubuh Maria yang sudah kedinginan itu dan mencium keningnya, Kini Bram berdiri disamping Maria sambil terus menatapnya.