OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
Apakah sikap Dimas sudah benar?


__ADS_3

" Non maria, tolong bukakan pintu untuk bibi sebentar, ada kuncinya kan itu diluar " Bi Yam langsung menghentikan Maria ketika ia mau keluar untuk menyusul Dimas dan mang Jo.


" Ah iya bi, ini kuncinya masih ada di pintu, bi Yam gimana? sudah sehat kan bi. " Maria langsung membukakan pintu bi Yam yang sudah di kunci oleh mang Jo itu.


" Tadi apa yang terjadi sama non, non tidak apa-apa kan? " Dengan wajah yang sangat khawatir bi Yam memegang lengan Maria sambil memeriksa tubuh Maria untuk memastikan kalau ia baik-baik saja.


" Mang Jo bi, ceritanya sangat panjang,, nanti Maria ceritain ya, Maria mau keluar nyusul anaknya bi Ita dulu, bibi tolong jenguk tante sebentar ya dikamarnya? "


" Ya ampun mang Jo itu ! Yasudah non sekarang non kesana aja dulu, bibi juga mau langsung jenguk nyonya. " Bi Yam belum tau penyamaran Maria, karena Maria keluar sudah lengkap dengan aksesoris penyamarannya lagi.


Dengan langkah yang sangat terburu-buru Maria langsung keluar menyusul Dimas.


kini yang mengetahui penyamaran Maria, mang Jo, Rendi, Dimas , Bram dan Maria sendiri.


Dari jauh Maria menghampiri Dimas yang terlihat masih memegang leher bajunya mang Jo, Dimas sedang berbicara dengan kedua satpam penjaga pintu masuk yaitu pak Kasim dan pak Budi dengan wajah yang sangat kesal.


" Benaran kami tidak tahu menahu soal si Jo ini, Kami tidak sedikitpun menaruh curiga terhadapnya, karena dia pekerja disini juga, apalagi tuan muda sendiri yang menunjukkan dia sebagai supir pribadi nyonya. " Jelas pak Kasim yang lebih tua umurnya daripada mang Jo.


" Iya,, saya juga tidak curiga sama si Jo, karena dia sudah biasa sering masuk kedalam rumah untuk mengambil kopi, sedangkan kami tidak pernah masuk kedalam rumah, kalau mau kopi ya,, harus nunggu diantar sama bi Yam dulu kemari, lagian tugas kami memeriksa orang yang mau masuk kedalam rumah, bukan memeriksa orang yang sudah ada di dalam rumah. " Jelas pak budi yang lebih muda dari mang Jo.


" Iya Dimas, mereka tidak bersalah kok karena mereka sudah menjalankan tugas mereka dengan baik. " Jelas Maria yang sudah dari tadi mendengar penjelasan mereka.


" Apapun ceritanya rumah sebesar ini harus di tingkatkan lagi keamanannya, mau itu di luar atau didalam rumah, apa kamera CCTV nya hanya untuk kawasan luar saja. " Tanya Dimas pada kedua satpam itu.


" Iya, karena,, " Belum habis pak Kasim berbicara, omongannya langsung di potong sama Maria.


" Sudah-sudah, nanti masalah itu pak Kasim dan pak Budi bicarakan saja sama tuan muda Bram ya, biar keamanannya bisa ditingkatkan lagi. " Ucap Maria.


" Maria ! kamu lihat saja tidak akan lama lagi nyonya dan non Mikha pasti akan tau penyamar,, AuUhgh ! " Dimas langsung menonjok mang Jo di perutnya ketika mang Jo mau mengatakan soal penyamaran Maria.


" Diam kamu ! " Bentak Dimas sambil menarik mang Jo kembali menuju ke pinggir Jalan, Disana terlihat ada sebuah taxi yang baru saja berhenti menunggu Mereka.


Pak Kasim dan Pak Budi saling bertatapan karena bingung dengan perkataan mang Jo yang tidak begitu mereka pahami.


" Pak Kasim, Pak Budi, kenapa bengong? " Tanya Maria pada mereka untuk memastikan apakah mereka akan tau dan curiga dengan penyamarannya setelah mereka mendengar perkataan mang Jo.


" Ah tidak non, kami tidak habis fikir saja, kok bisa-bisanya ya Si Jo kelakuannya seperti itu. " Ujar pak Kasim.


" Maria cepat kemari ! " panggil Dimas dari dalam taxi.


" Yasudah ya pak? Maria kesana dulu. " Maria Langsung berjalan setengah berlari menuju kearah taxi.

__ADS_1


" Maria kamu masuk saja kedepan karena kamu juga harus kekantor polisi sebagai saksi dan korban. " Suruh Dimas pada Maria, sedangkan dia dan mang Jo duduk di kursi bagian belakang.


" Iya ! " Sahut Maria singkat sambil masuk dan langsung duduk di bagian depan taxi.


Sesampainya Mereka di kantor polisi, Dimas dan Maria Langsung membuat laporan terhadap mang Jo, Mang Jo di lapor dengan tuduhan pelecehan yang dilakukan terhadap bi Yam dan Maria.


Polisi langsung memeriksa mereka satu persatu, pertama Maria sebagai korban, Dimas sebagai saksi, dan mang Jo sebagai tersangka.


" Terimakasih saudari Maria, dan saudara Dimas, untuk sementara kalian boleh menunggu diluar, Karena kami akan melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka yang bernama Piyan Taijo. " Ucap salah satu polisi setelah memeriksa Dimas dan Maria.


Sedangkan mang Jo duduk agak jauh dari mereka, dengan tangan terborgol sambil menundukkan wajahnya yang lebam dan masih berdarah karena pukulan Dimas.


" Baik pak, terimakasih banyak. " Ucap Dimas sambil bersalaman dengan polisi tersebut.


" Oh iya, kalau bisa secepatnya kami ingin memeriksa Korban yang satunya lagi, atas nama Darsiyam. "


" Baik pak akan kami usahakan untuk membawa bi Yam nanti malam. " Jawab Maria.


" Yasudah kalian boleh menunggu diluar " Ucap polisi itu dengan gerakan tangannya yang mempersilahkan Maria dan Dimas untuk menunggu di luar ruang interogasi.


Kini Dimas dan Maria duduk berdampingan atas kursi panjang diluar ruangan tersebut dengan jarak satu meter.


" Dimas,, Terimakasih ya? " Ucap Maria pelan sambil menundukkan wajahnya, Mungkin Maria malu dengan penyamarannya di hadapan Dimas.


" Aku cinta sama mas Bram ! " Jawab Maria singkat tanpa bertele-tele.


Dan ya,, spontan hati Dimas merasa sesak seakan paru-parunya bocor sehingga membuatnya sulit bernafas.


" Hhhhmmmmm, iya,, aku mengerti ! tapi kamu tidak harus menjadi pembantu seperti ini kan ? " Tanya Dimas setelah melepaskan tarikan nafasnya yang panjang.


" Banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan Dimas, jangan bahas itu lagi aku mohon ! " Pinta Maria dengan wajahnya yang sudah menatap Dimas.


" Baiklah ! tapi aku juga mohon sama kamu Maria, tolong izinkan aku untuk selalu menjaga kamu mulai dari sekarang. "


" Dimas,, ! "


" Eeesstt ! sebentar,, aku belum habis ngomong. Maria,, aku berjanji tidak akan menggangu hubungan kamu dan Bram, Aku hanya akan menjaga kamu selama aku belum melihat bukti pernikahan antara kamu dan Bram dengan mata kepala ku sendiri,dan satu lagi,, sebelum kamu juga belum punya anak dari Bram, maka sebelum kedua hal itu terjadi, aku belum bisa melepaskan kamu begitu saja pada Bram karena aku tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu, kamu mengerti kan maksudku Maria? " Tanya Dimas tulus dengan penjelasannya.


" Iya,, " Jawab Maria singkat sambil mengangguk pelan kepalanya didepan Dimas.


Maria tidak ingin lagi sikapnya selalu membuat Dimas terluka, apalagi Dimas sudah berjanji untuk tidak menggangu hubungannya dengan Bram, fikir Maria tidak masalah kan jika Dimas meminta izin untuk menjaganya, lagian tadi memang Dimas lah yang sudah menyelamatkannya dari mang Jo, Maria tidak sanggup berfikir jika Dimas tidak datang tepat waktu.

__ADS_1


" Dimas, bukannya tadi kamu mau pulang untuk mengantarkan hp ibu kamu bi Ita, kan itu sangat penting? " Tanya Maria terkejut.


" Tidak, itu alasanku saja, sebenarnya aku kerumah itu untuk menemui kamu. "


" hah yang benar? memangnya kamu mengetahui posisi aku dari siapa,, lagian kan kamu tidak bisa mengenali wajah ku " Tanya Maria heran seakan tidak percaya.


" Iya serius, waktu ibu pulang kerumah, tanpa sengaja dia mengatakan kalau ibu meninggalkan bi Yam dengan Maria dirumah majikannya, aku sangat terkejut mendengar nama kamu Maria, wanita yang sudah aku cari berhari-hari tidak ketemu, jadi tadi pagi langsung saja aku cek sendiri kerumah itu, apakah benar Maria yang ibu maksud adalah kamu? " Jelas Dimas santai.


" Trus setelah kamu melihatku tadi pagi wajahku memang tidak bisa kamu kenali kan? " Tanya Maria lagi.


" Sangat bisa, makanya aku kembali lagi kerumah itu, aku ingin menanyakan lagi apakah kamu benar istrinya Bram, kalau benar kenapa kamu harus jadi pembantu seperti ini? " Jelas Dimas pada Maria.


" Yang jadi pertanyaanku bagaimana bisa kamu mengenaliku karena wajahku sudah berubah drastis. " Maria benar-benar tidak habis fikir.


" Karena aku Cinta kamu Maria, aku sudah menghafal semua yang ada pada tubuh kamu, bahkan aku tau bagaimana bentuk kuku disemua jari-jari kamu itu, apalagi ketika aku memandang tatapan indah dari mata itu, semuanya bisa aku kenali karena aku mencintai kamu. "


" Dimas? "


"Aku tidak akan meminta kamu untuk menerima cintaku Maria, aku hanya menjelaskan saja, yasudah aku mau beli minum dulu buat kita, sudah haus kan? "


" Iya ! " jawab Maria kembali dengan singkat.


Dimas berlalu pergi dari hadapan Maria untuk mencari minum di seberang jalan, sedangkan Maria hanya bisa duduk kembali sambil menundukkan kepalanya karena memikirkan segala hal yang baru saja iya alami.


" Maria? " Panggil laki-laki dengan suara yang tidak asing di telinganya.


" Bram? " Sontak saja Maria langsung bangun dan memeluk Bram dengan erat.


" Iya sayang, kamu tidak apa-apakan? " Tanya Bram sambil membenamkan wajah Maria didanya.


" Aku tidak apa-apa, Oh iya mas,, aku minta maaf tidak sengaja memeluk kamu diluar sini." Maria langsung melepaskan pelukannya dari Bram sambil mengusap air matanya yang mulai mengalir perlahan.


" Tidak sayang peluk saja, kamu itu milikku Maria, cintaku,, pujaan hatiku, begitupun aku sebaliknya. " Jelas Bram sambil menarik pinggang Maria kembali dalam pelukannya.


" Mas,, aku sangat takut, aku tidak tau bagaimana hidupku kedepannya jika mang Jo berhasil menodaiku. " Ucap Maria sambil menangis tersedu-sedu dalam pelukan Bram.


Semua orang disana, polisi maupun polwan-polwan cantik menatap heran keatas Bram dan Maria, mereka melihat pemandangan yang sangat aneh, bagaimana tidak Laki-laki modis yang terlihat super kaya dan sangat tampan itu memeluk erat wanita biasa-biasa saja yang berwajah jelek dengan penuh cinta.


Bahkan Dimas pun terdiam mematung di ujung sana, jauh dibelakang Bram dan Maria ketika melihat pemandangan itu, ia merasa cemburu tapi tidak berhak untuk cemburu.


*** Halo readers ku tersayang? Author minta maaf ya pada kalian karena author telat up, tolong maklumin author yang sedang sakit, tapi langsung author tebus dengan episode yang lebih panjang kok, terimakasih sudah memaklumi.

__ADS_1


Readers ku semuanya Bagaimana pendapat kalian soal Dimas yang sangat mencintai Maria?


Oh iya, soal Bram ceritain tentang pernikahannya dengan Maria author up nanti malam ya, doakan author semoga cepat sehat, terimakasih atas semua komentarnya, salam cinta dari author kalain Elvi Ya Ya, see you,, semoga hari kalian menyenangkan.


__ADS_2