
"Hai Maria,, kok masih seperti itu penampilannya?" Bram tersenyum lebar ketika ia melihat Maria mendekati meja Makan.
" Eum, iya tuan. Maksud tuan gimana ya?" Maria jadi salah tingkah dan gugup. Bram bangun dari kursinya dan berjalan ke Arah Maria.
" Mah, kenalin. Maria ini adalah mantu mama yang sebenarnya." Bram memegang kedua bahu Maria.
" Apa? Maria mantu mama,, bagaimana bisa? nggak mungkin bram, iya maksud mama itu,," Keluar pertanyaan yang beruntun dengan suara yang terbata-bata.
"Bram tau, mama itu tidak bisa percaya bahwa Maria adalah istri Bram. Pasti mama bertanya-tanya kan, kapan Bram nikahin Maria ? "
"Bukan itu Bram ! Soal bagaimana kamu menikahi seorang wanita tanpa seizin mama itu bisa mama baca alurnya. karena seumur hidup, mama sudah sering menyaksikan bagaimana cara seorang laki-laki menikah diam-diam. Hanya saja mama belum mengerti apa alasan kamu memilih Maria."
"Pasti mama mau bilang Maria itu sangat jelek kan mah? jadi kok bisa Bram mau nikahin dia. Ini Bram tunjukin ya mah." Bram mulai melepaskan rambut palsu hingga membuat rambut asli Maria jatuh terurai.
"Apa ini Bram" Ia sangat terkejut melihat pertunjukan anaknya. Sedangkan Maria hanya bisa berdiri dan diam dengan apa yang dilakukan oleh Bram.
" Mah, maafin Bram. Bram ngelakuin ini semua untuk mendapatkan kebahagiaan Bram yang sudah hilang." Ia melanjutkan dengan melepaskan kacamata Maria. kecantikan dari mata Maria juga mulai terlihat.
"Ia, mama mengerti. Tapi, apa mesti Maria memakai itu semua untuk menyembunyikan dirinya dari mama."
" Harus ma, mana mungkin mama mau menerima Maria disaat Mikha masih disamping mama, iya kan?" Sudah sampai ditahap terakhir, Bram kini melepaskan gigi palsu Maria. Dan ya, Maria terlihat begitu cantik dan ayu.
"Ia sih, maafin mama ya karena mama sudah menyakiti perasaan kamu. Tapi kamu bisa mengerti mama kan Bram, Mama bela-belain Mikha karena mama fikir yang dikandung sama dia itu pasti anak kamu. Ternyata mama salah, Mama mulai ragu saat Mikha sering menghilang dari rumah, apalagi ketika kamu keluar kota. Mama salah karena mama tidak pernah mau mendengarkan kata-kata kamu dulu, padahal kamu sering mengatakan kalau yang dikandung Mikha itu anak orang lain. Mama juga semakin bisa membaca keburukan mikha ketika mama sakit, tidak pernah sekalipun dia khawatir dan memperdulikan mama. Lain halnya dengan Maria, walaupun dia baru beberapa hari disini tapi dia sangat tulus melayani mama. Sebenarnya mama memang merasa Maria adalah gadis yang sangat baik. Mama sangat bahagian karena kamu bisa memilih wanita yang baik menjadi menantu mama. Maria,, mulai hari ini kamu sudah menjadi anak perempuan mama ya nak? jadi mulai detik ini kamu harus manggil dengan sebutan mama jangan tente lagi." Ia berjalan perlahan mendekati Maria lalu memeluknya dengan penuh cinta. tidak perlu banyak pertanyaan lagi kini ia sudah menerima Maria menjadi menantunya.
"Makasih ya ma? Maria sangat bersyukur karena mama bisa menerima Maria."
Prookk!!
prookk!!
prookk!!
Mikha datang sambil tersenyum licik dan bertepuk tangan dengan begitu keras.
"Bagus ! Bagus ! pemandangan yang sangat menakjubkan. Jadi kalian sudah resmi menjadi keluarga yang bahagia sekarang."
"Setelah menculik ku, kamu masih punya nyali untuk kemari?" Suara Bram terdengar begitu tegas, tapi bibirnya tersenyum puas.
"Apa?" Mamanya kembali terkejut.
"Dengar ya! Aku kemari bukan lagi untuk tinggal disini."
"Untuk mengambil semua barang kamu kan? silahkan ! sebelum polisi datang meringkus kamu." Tegas Bram kembali.
"Hei Dengar, aku kemari tidak hanya untuk mengambil barang, tapi untuk mengambil semua hak ku juga. Aku menginginkan perusahaan papaku kembali, kamu tau Bram? ayah dari anak ini harus memiliki usaha untuk menghidupinya nanti."
" Dengar kan ma? dia baru saja mengaku kalau anak itu bukan anakku."
" Iya, anak itu memang bukan anak kamu. Ada laki-laki lain yang lebih mencintai aku, daripada kamu yang taunya hanya nyakitin aja." Mario mulai melangkahkan kakinya menuju kemeja makan.
"Baguslah, aku akan siapkan cek 5 milyar untuk mengantikan perusahaan papa kamu yang sudah bangkrut, jika kamu tidak mau menerimanya dan berharap mendapatkan lebih, maka kamu harus siap menempuh jalur hukum." Bram kembali menegaskan.
" Ka Mario?" Suara Maria yang memanggil nama laki-laki tampan, yang baru saja berdiri disamping Mikha membuat semua orang terkejut.
Bram dan mamanya benar-benar dibuat mematung.
" Apaan sih kamu Maria? ini suami ku Mario. Aku sudah menikah dengannya 3 bulan yang lalu, hati-hati ya kamu jangan sampai salah mengenali orang!" Teriak Mikha dengan begitu kencang.
" Maria, kamu kenapa Disni?" Tanya Mario kembali.
__ADS_1
" Apa, kalian berdua?" Mikha terlihat sangat bingung.
Maria langsung berlari memeluk Mario dengan begitu kuat.
" Kak Mario kemana aja? Maria sengaja kekota karena nyariin kakak."
"Maafin aku ya maria? aku terpaksa ngelakuin semua ini untuk ayah kita, aku gunakan wajahku untuk menikahi wanita kaya, aku fikir setelah itu aku bisa dapat uang buat pengobatan ayah. Ternyata semuanya berjalan tidak lancar karena aku sudah menikahi istri orang Maria , aku tau perbuatan ini salah makanya mulai saat itu aku sudah tidak berani memberikan kabar kekampung." Ia menangis sambil memeluk Maria.
"Iya kak aku mengerti." Maria pun ikut menangis.
"Hei sudah lepasin !" Mikha menarik Maria dengan kencang hingga terlepas dari pelukan Mario.
"Mikha !" Teriak Mario dengan begitu marah.
" Apa hah, apa? Kamu tidak mau anak ini. Kalau kamu masih menginginkan anak kamu, ikut denganku sekarang juga. Oh iya Bram, aku mau uang itu kamu transfer aja." Mikha akhirnya menarik lengan Mario dan bergegas pergi dari sana.
"Maria? maafin kakak ya?" Ucap Mario terakhir kali sebelum akhirnya mereka bergerak pergi dari sana.
Maria menangis tersedu-sedu, lalu Bram mendekatinya.
"Sudah sayang, jangan ditangisi lagi ya? percayalah, aku akan membawa Mario Kembali ke kamu." Ia langsung memeluk Maria.
"Iya nak, percayalah sama suami kamu Bram. Dia pasti akan melakukan apa yang sudah dia katakan." Jelas mamanya Bram.
" Nggak papa mas, ma. Itu sudah pilihan kak Mario demi anaknya."
"Yasudah, kalau gitu sekarang kita makan ya sayang ya? yuk ma kita makan dulu."
Bram, Maria dan mamanya. Kini mereka makan dimeja makan yang sama untuk pertama kalinya sebagai sebuah keluarga. Sedangkan Mikha dan Mario bergegas pergi dari rumah itu setelah mengambil semua barang Mikha.
"Maria, Sekarang kamu kekamarku dan ambilkan kotak kecil didalam lemari yang paling atas ya. Aku punya hadiah istimewa untuk kamu."
"Iya ma, yasudah mas Maria ambilkan dulu ya." Maria berjalan dengan senyuman diwajahnya.
Sedangkan Bram masih menunggu diluar, ia menunggu hinggap beberapa menit lamanya tapi Maria belum keluar juga. Akhirnya Bram pun menyusulnya kedalam.
" Aku tau pasti dia sedang menungguku didalam kamar." Ia tersenyum dengan hati yang sudah tidak sabaran.
"Maria? sayang,, kamu kenapa?" Maria menangis sambil membenamkan wajahnya diantara kedua lutut.
"Sayang, kenapa kamu menangis? Katakan, apa ada yang salah?" Bram mengangkat wajah Maria perlahan.
" Mas, ternyata kamu sangat mencintai mantan kamu Elena, seharusnya aku tidak hadir dalam kehidupan kamu. Terimakasih untuk kadonya."
"Sayang, apa sih maksud kamu."
Bram langsung menggeledah lemari untuk mencari kado yang ingin dikasih untuk Maria.
"Ini sayang kadonya, cincin ini.."
"Bukan kotak kecil itu mas, kotak besar yang ada dibagian lemari paling bawah."
Dengan cepat Bram langsung mengobrak abrik lemari paling bawah untuk mengambil kotak yang dimaksudkan oleh Maria.
" Hah, ini sayang maksud kamu."
" Iya, itu sebenarnya cincin untuk Elena kan, didalam kotak itu ada foto elena yang sedang memakaikan cincin yang mau kamu kasih barusan. Dan dibalik foto itu tertulis bahwa kamu sudah bersumpah tidak akan mencintai wanita lain selain Elena. " Maria mulai meneteskan air matanya.
" Maria maafkan aku, aku akan menjelaskan semuanya, tapi kamu harus janji untuk tetap mempercayaiku." Bram memeluk Maria sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
" Coba mas jelaskan, aku nggak habis fikir bisa-bisanya mas mau ngasih cincin itu, seperti nggak ada cincin lain aja. Apa secinta itu mas sama Elana, kenangan sama Elena pun masih mas simpan, padahal kita sudah menikah."
"Tidak sayang, aku tidak berniat untuk menyimpan kotak itu lagi. Sudah dua tahun lamanya aku lupa dengan kotak itu. Dan cincin ini milik mama, awalnya mama nyuruh aku ngasih cincin ini sama Mikha, tapi aku ngasihnya sama Elena, setelah Elena tau aku jadi nikah sama Mikha, dia langsung ngembaliin cincin itu dan akhirnya dia keluar negri. Kamu percaya kan?" Bram semakin mengeratkan pelukannya.
"Iya aku percaya, tapi mas harus janji. Kalau misalkan Elena pulang dari luar negeri, mas tidak akan tergoda lagi sama dia."
"Janji, yasudah pake ini ini dulu sebagai tanda janjinya." Bram tersenyum bahagia sambil memakaikan cincin ditangannya Maria.
" Makasih ya mas."
" Iya sayang, Percaya pada suamimu ini." Bram mengecup kening Maria dengan penuh cinta.
Tiba-tiba hp Bram berdering, ia langsung mengangkat telvonnya itu dan memperbesar volume speaker hpnya.
"Halo,, dengan siapa?"
" Halo selamat sore, apakah benar anda mengenal wanita yang bernama Mikha?" Terdengar seperti suara polisi.
" Iya benar, ada apa ya?"
" Saudari Mikha dengan seorang laki-laki temannya baru saja mengalami kecelakaan, bisakah anda datang kemari?"
"Oh iya bisa."
"Baiklah, kami akan mengirim lokasinya lewat google maps. Terimakasih dan selamat sore"
Ucap polisi itu dan akhirnya menutup telvon.
" Mas? Mikha kecelakaan ya, berarti kak Mario mas !" Maria merasa sangat khawatir dan kembali menangis.
" Tidak apa-apa sayang, kita kesana sekarang ya?"
"Iya mas."
Maria dan Bram langsung menuju ke lokasi tempat Mikha kecelakaan, dan disana sudah ada banyak polisi.
Mikha dibawakan kerumah sakit, ia keguguran dengan wajahnya yang terluka parah, yang paling sialnya lagi Mikha ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan.
Sedangkan Mario seluruh badannya hanya lecet terkena pecahan kaca mobil.
"Mas,," Maria menangis dengan perasaan yang begitu sedih melihat keadaan kakak kembarnya.
"Sudah sayang, jangan menangis lagi. Semuanya akan baik-baik saja."Bram kembali menarik tubuh Maria kedalam pelukannya. Ia memeluk Maria dengan begitu kuat.
TAMAT
Halo readers ku tercinta.. Author hadir dengan novel terbaru yang berjudul, GAIRAH MERTUA TIRIKU.
Terimakasih ya karena kalian sudah mengikuti kisah Maria sampai tamat.
Terimakasih juga untuk semua doa kalian, jerih payahku rasanya terbayar sudah setelah kalian menyemangati ku dengan doa-doa.
Jadi gini, salah satu temanku mengatakan, rahasia agar kita sukses di noveltoon itu,, kita harus upload tiap hari nggak boleh ada yang bolong-bolong.
Mengingat kalian begitu baik dan selalu menyemangati author...
SUDAH AUTHOR PUTUSKAN,,
demi kalian yang suka dengan karya author, maka author akan kembali berjuang di noveltoon dengan karya terbaru.
__ADS_1
author akan berusaha meraih mimpi author dengan cara upload tiap hari, mohon dukungannya, silahkan mengikuti author untuk mendapatkan cerita terbaru yang berjudul. GAIRAH MERTUA TIRIKU.