OMaria Istri Rasa Simpanan

OMaria Istri Rasa Simpanan
BRAM CURI WAKTU KE KAMAR MARIA


__ADS_3

" Maria,, " Dengan menatapnya tajam Bram langsung masuk ke kamar Maria dan menutup pintu.


" Mas jangan ! nanti kalau mereka tau mas disini bagaimana? "


" Tenang sayang, mereka tidak akan tau " Bram langsung memeluk erat tubuh Maria.


Bram langsung beraksi dengan begitu ganas, ia mulai menjamah seluruh leher Maria dengan ciumannya.


" Duhh mas jangan dulu ! Aku bahkan baru sampai dirumahnya mas dan baru saja merebahkan tubuhku sebentar"


" Iya sayang biar aku yang merebahkannya kembali " Tanpa melepaskan pelukannya dari Maria, Bram membawa Maria melangkah mundur menuju ke ranjang.


" Mass bentar mas,, tolong dengarin Maria dulu " Dengan langkahnya yang terus mundur mengikuti langkah Bram.


" Iya sayang ngmongnya di ranjang saja ya? " Bram masih terus melangkah mundur sambil memeluk Maria.


" Aku mohon jangan dulu mas, aku bahkan belum sempat mandi "


" Tidak apa sayang " Sambil memeluk Maria dengan kuat Bram langsung merebahkan tubuh mereka berdua keranjang.


Maria masih lengkap dengan pakaiannya begitu juga dengan Bram yang masih memakai baju kaos dan celana pendek.


" Tidak apa sayang hanya sebentar tidak akan lama ". Ucap Bram dengan suara yang sudah terdengar berat karena sulit bernafas.


" Iya mas, tapi,, " Jawab Maria dengan suara lirih.


" Tolong Maria jangan menolakku, aku sudah sangat merindukanmu, lagian besok aku mau keluar kota untuk seminggu, karena ada tugas yang harus aku selesaikan disana "


" Yasudah mas lakukan saja, tapi seingatku baru tadi malam kita melakukannya dan sekarang mas sudah ingin lagi ya " Maria merasa sangat heran dengan sifat Bram yang terlihat sangat bernafsu padanya.


" Apa hanya ini satu-satunya alasan Bram membawaku untuk tinggal dirumahnya, benarkah aku hanya pelampiasan nafsunya saja, padahal aku sudah sangat mencintainya,


perasaanku sudah sangat nyaman bila terus di sampingnya, jika memang benar dia hanya ingin melampiaskan nafsunya padaku, berarti aku tidak lebih dari sekedar sampah, yang siap ia buang kapan saja jika sudah tidak bisa di pergunakan lagi ". ( Suara hati Maria )


" Iya sayang memang baru tadi malam, apa tidak boleh kalau sekarang aku ingin melakukannya lagi, sebenarnya kamu merasa keberatan ya Maria, kalau keberatan tidak apa-apa aku tidak akan memaksa".


" Aku tidak keberatan mas " Jawab Maria dengan sejujurnya karena Maria memang sangat mencintai Bram.


Kini Maria mulai menikmati permainannya, ia menarik pundak Bram lalu mencium bibirnya Bram, Mereka sangat menikmati ciuman itu bahkan sampai membuat nafas mereka ngos-ngosan.


" Maria maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa menahan diri setiap melihat tubuh indah kamu, apalagi kamu sudah menjadi istriku alasan itu terus mendorong nafsuku bergelora seperti ini, dan aku selalu ingin melakukannya tanpa sungkan dan merasa bersalah, Maria seharusnya pernikahan kita tidak seperti ini, aku ingin kita menikmati bulan madu kita seperti orang lain" ( suara hati Bram )

__ADS_1


" Mas jangan di buka semuanya ya "


" Iya sayang ku " Bram kembali mencium bibir Maria tanpa ampun.


Sembari mereka berciuman mesra tangan Bram juga melanjutkan aksinya.


" Mas,, " kedua tangan Maria kembali memeluk erat pundaknya Bram, dan Maria mulai memejamkan kedua matanya.


" Kenapa sayang masih takut? "


" Sedikit mas,, " Maria mulai menggeliat ia sudah siap di gagahi oleh Bram.


" Tenang sayang aku belum mulai kok, sebentar ya aku kunci dulu pintunya "


" Heu eu mas cepat "


" He he kamu sudah pengen juga ya "


Maria hanya mengangguk dengan Nafasnya yang sudah tidak teratur.


" Iya mas cepat "


Setelah mengunci pintunya rapat-rapat dengan cepat Bram kembali lagi ke ranjang.


" Iya mas kenapa? " Jawab Maria dengan suara lirih dan sudah tidak berdaya.


" Bisa tidak kita melakukannya dengan santai dan lebih lama, bisa ya,, ? "


" Nanti keburu ada yang datang gimana dong mas "


" Tidak akan ada yang datang Maria, mereka semua lagi ada pekerjaannya masing-masing, kali ini aku benar-benar ingin menikmatinya Maria. "


" Baiklah mas sesuka hati mas saja " Jawab Maria dengan tersenyum manja dan langsung menarik pinggangnya Bram dengan begitu kuat.


Saat Bram sudah bersiap.


" Maria ! " Panggil bi ita dari luar.


" Duhh mas, itu siapa ya yang manggil ? " Bisik Maria didepan wajahnya Bram.


" Itu bi Ita sayang, ngapain ya di manggil kamu? "

__ADS_1


" Maria kamu ada di dalam? cepat keluar non Mikha memanggil kamu katanya ada yang sangat penting, sebaiknya kamu cepat-cepat kekamarnya, kalau memang kamu tidak mau dapat masalah dari dia " Teriak bi ita dengan suara yang membentak dan langsung pergi dari kamar Maria.


" Dapat masalah apa? dasar wanita tidak tau diri si Mikha itu, apa dia sudah lupa siapa dia sebenarnya, jika dia berani berulah di luar batas dan mengganggu kamu, aku tidak akan segan-segan mengusir dia dari rumah ini " Bram terlihat marah dan begitu serius dengan ucapannya.


" Maksudnya gimana mas, kok mas bisa Setega itu mengusir dia yang sedang mengandung anaknya mas "


" Jika pun Mikha itu benar mengandung, maka seratus persen aku bisa menjamin anak di kandungannya itu bukan anakku "


" Mas yakin, memangnya ada buktinya "


" Bagaimana aku tidak yakin karena aku tidak pernah sekalipun menyentuh dia, untuk menikmati tubuhnya saja tidak pernah terlintas di pikiranku ku, bahkan aku merasa sangat jijik " Bram terlihat benar-benar marah ketika membahas Mikha.


" Bagaimanapun juga dia masih berstatus sebagai istri mas "


" Bukan Maria dia bukan istriku lagi ! "


" Hah yang benar mas, bagaimana ceritanya "


" Panjang ceritanya sayang aku tidak ingin membuang waktuku bersama kamu hanya untuk membahas dia, nanti kalau sudah ada waktu yang pas baru aku menceritakannya ya sayang, sekarang aku ingin melanjutkan permainan kita bolehkan " Bram langsung menghujankan kembali ciumannya di tubuh Maria.


Maria tidak mau melanjutkan permainan itu, dengan lembut iya menolak tubuh Bram dari atasnya.


" Mas, aku minta maaf ya, sekarang aku mau ke kamar Mikha dulu, aku tidak mau dia marah dan tambah membenciku karena belum kekamarnya "


" Tidak usah sayang biarkan saja dia memarahi kamu jika memang dia ingin mendapatkan masalah "


" Bukan seperti itu ceritanya mas,, " Jawab Maria dengan suara lembut dan manja hingga membuat Bram merasa sangat gemas akan sikapnya "


" bagaimana juga sayang? " Tanya Bram sambil mencubit hidungnya Maria.


" Gini lho mas, kalau Maria tidak kekamarnya Mikha,, bisa-bisa nanti dia yang akan kemari, kalau dilihat dari perawakan Mikha sih dia bukan hanya akan memanggilku dari luar seperti bi ita tadi, bahkan bisa jadi pintu kamar juga akan di dobraknya mas, dan bagaimana jika tante juga akan kemari karena mendengar ada keributan, apa jadinya nanti kalau mereka tau mas disini, aku juga tidak mau dapat masalah dengan Mikha mas, padahal aku dirumah ini baru sebentar belum sampai satu jam. "


" Kamu memang sangat pandai Maria " Bram langsung mencium dahi Maria dengan penuh cinta.


" Yasudah ya mas, aku kekamarnya Mikha dulu " Dengan tersenyum manis terhadap Bram Maria langsung keluar menuju ke kamar Mikha.


Dengan Berhati-hati Bram juga ikut keluar dari kamarnya Maria.


" Permisi,, " Maria langsung masuk kekamarnya Mikha.


Mikha sengaja tidak menutup pintunya karena lagi menunggu Maria datang, dan Maria langsung melihat Mikha dedepannya, ia sedang bersandar di atas ranjang dengan tangan yang memegang handphone.

__ADS_1


Ketika Mikha melihat Maria, matanya langsung melotot dengan kejam dan terlihat sangat marah.


" Hei Maria ! kurang ajar ya kamu ! "


__ADS_2