
" Bi Yam,, gimana keadaan bi Yam? " memegang lengan bi Yam yang masih bobo.
" Eumm iya non, bibi merasa pusing tidak tau kenapa? " Mencoba membuka matanya yang berat.
" Duh bi, rasanya panas sekali. " Memegang dahinya bi Yam.
" Iya kah non, memangnya sekarang sudah jam berapa? " Mencoba bangun dari baringannya dengan badan yang masih terasa sangat berat.
" Sudah jam 6 subuh, maaf ya bi,, apakah luka bibi disana masih terasa sakit? " Tanya Maria khawatir.
"Eumm rasanya seperti ada yang lecet non, lumayan sakit sih. "
" Itu pasti karena di paksa masukkan bi. "
" Memangnya kalau di paksa sama mau sendiri itu sakitnya beda ya non? "
" Beda bi,, kalau pertama ngelakuinnya memang dua-duanya sakit sih, tapi kalau kita ngelakuin itu karena ada rasa suka maka sakitnya itu jadi berkurang karena ada rasa enaknya juga. " Jelas Maria dengan wajah sedikit merona sambil membayangkan permainannya dengan Bram.
" Yasudah non bibi mau kedapur dulu ya? " Mencoba berdiri dari duduknya dengan badan yang gemetar.
" Tidak bi, bibi istirahat ya? biar Maria saja kedapur lagian memasak itu kan sudah jadi tugasnya Maria. " Jelas Maria sambil memapah tubuhnya bisa Yam untuk kembali tidur.
" Tapi non, bi Ita juga nggak ada lhon non nanti non Maria sendirian aja di luar gimana?"
" Tenang bi yam itu sudah biasa, kampung Maria itu dekat sama hutan dan Maria sudah biasa di hutan sendirian nyari kayu buat masak, jadi mana takut lagi kalau harus sendirian dirumah sebesar dan sebagus ini, mang jo juga nggak akan ngapa-ngapain Maria kok bi karena Maria jelek begini, apalagi ada nyonya sama Mikha, jadi aman bi ya? Sekarang bibi istirahat aja." Kembali menyakinkan bi Yam.
" Nyonya pasti lagi istirahat di kamar karena kurang sehat, sedangkan non Mikha nggak ada dirumah non, pokoknya non akan sendirian diluar kalau nggak ada bibi. "
" Nggak papa bi tenang aja, tapi non Mikha kemana ya bi?" Tanya Maria heran.
" Dia keluar dari tadi malam dan sampai sekarang belum pulang non, kalau tuan muda Bram pergi dia selalu seperti itu,, tiba-tiba hilang gitu aja siang atau malam, waktu nyonya nanya dia kemana dia selalu jawab kalau dia itu pulang kerumah orang tuanya dekat sini. "
__ADS_1
" Oh gitu yasudah nggak papa,, Maria mau masak dulu ya bi, sekarang bibi istirahat aja? "
" Iya non terimakasih ya? " Ucap bibi sambil membaringkan tubuhnya kembali.
" Sama-sama bi ! "
Maria pun berlalu pergi menuju kedapur, ia mengambil sayur apa saja yang ada disana untuk dimasak, setengah jam kemudian ia membawa sup sayur dan nasi masakannya itu ke kamar bi Yam.
" Bi, ini nasi putih sama sop sayurnya ? ada Maria bawa air putih juga yang banyak, minum sampai habis ya bi biar tenaga bibi cepat pulih? " Meletakkan semuanya diatas meja disamping ranjang bi Yam.
" Iya non terimakasih banyak ya? " Dengan tubuh yang masih terbaring lemah akibat permainannya mang Jo.
" Yasudah bi Maria kekamar Tante sebentar ya? mungkin disana nanti Maria akan sedikit lama. "
" Iya non tidak apa-apa. "
Maria pun berlalu pergi dari kamar bi Yam, ia menuju kedapur untuk mengambil masakannya yang sudah di siapkan untuk mamanya Bram, Dengan sangat berhati-hati agar tidak tumpah bawaannya itu, Maria melangkah perlahan menuju kekamar mamanya Bram.
" Permisi,, Tante, apa boleh Maria masuk? " Panggilan Maria tidak ada yang menjawab.
" Masuk saja Maria, pintunya tidak terkunci." Dengan suara yang sangat karena keadaannya yang semakin melemah.
" Ya ampun tante,, Tante belum sembuh ya? " meletakkan makanan yang ia pegang ke atas meja dan langsung memeriksa dahi mamanya Bram.
" Tidak tau Maria, rasanya tubuh tante samakin melemah. " Sahut mamanya Bram dalam posisi terlentang di atas ranjang dengan wajah yang semakin pucat dan berkeringat.
" Bagaimana ini badan tante masih sangat panas, apa obat yang di beli bi Yam kemarin tidak manjur ya? "
" Tidak tau Maria. " Suara yang serak.
" Tante harus kerumah sakit dulu, bagaimana caranya ini? " Tanya Maria panik.
__ADS_1
" Nggak papa Maria Tante dirumah saja ,, lagian Mikha pasti nggak ada dirumah jadi tidak ada yang bisa anterin Tante kerumah sakit, kalau harus pergi sama mang Jo lebih baik tante sakit saja disini berhari-hari. "
" Kenapa begitu,, bukannya mang Jo supir pribadinya Tante? "
" Ia Maria, baru satu bulan Bram jadiin mang Jo sebagai supir pribadi tante, dan baru satu hari tante di antar sama mang Jo hati tante sudah dibuat sama dia nggak nyaman. "
" Alasannya Tante? "
" Mang Jo genit sekali Maria, tatapannya itu ketante terasa berlebihan dan sangat tidak wajar, tante nggak suka sama tingkahnya dari semenjak itu Tante nggak mau lagi di antar sama dia. "
"Pantesan kelakuannya seperti itu, Bram harus tau kelakuan mang Jo sama mamanya sendiri, terlebih lagi tadi malam mang Jo sudah memperkosa bi Yam. " (Suara hati maria)
" Yasudah nggak usah bahas mang Jo lagi tante makan dulu ya sekarang? " Menyuapi mamanya Bram.
" Maria,, apa Mikha sudah pulang. " Sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
" Belum tante mungkin sebentar lagi, Nanti kalau non Mikha sudah pulang tante diantar sama non Mikha saja kerumah sakit ya? "
" Biasanya Mikha tidak pulang secepat itu Maria, kalau sudah pulang kerumah orang tuanya paling kurang 2 sampai 3 hari dia menginap disana, Ya tidak apa-apa sih tante maklumin, karena kalau dirumah ini dia pasti bosan karena sendirian nggak ada teman, Bram juga nggak pernah peduli sama Mikha, Entah apa yang harus tante lakukan agar Bram berubah jadi sayang sama Mikha. "
" Sudah tante, sekarang Tante istirahat dulu,, nanti kalau tante sudah sembuh baru mikirin hal itu lagi ya? " Kembali menyuapi mamanya Bram.
" Iya Maria terimakasih ya,, Bi Yam kemana ya, kok hari ini belum kedengaran suara dia? biasanya pagi-pagi dia sudah ketawa kencang sambil godain bi Ita. "
" Bi Yam lagi kurang sehat tante jadi Maria suruh bibi untuk istirahat saja." Menyodorkan air minum untuk diminum oleh mamanya Bram.
" Tante jangan banyak fikiran ya, biar Tante cepat sembuh? " kembali memberikan suapan nasi untuk mamanya Bram.
" Iya tante usahain, terimakasih Maria kamu sangat perhatian sama tante, oh iya Maria ini ada obat punya tante kamu kasih saja sama bi Yam ya biar dia cepat sembuh. "
" Baik tante, Maria keluar sebentar ya mau mengambil es batu dulu buat mengompres biar demamnya tante cepat menurun. "
__ADS_1
" Iya nak. " Sahut mamanya Bram yang masih tidur terlentang di atas ranjang.
Maria pun berlalu pergi dari kamar mamanya Bram untuk kembali menuju kedapur dan mengambil es batu, betapa terkejutnya dia saat ia melihat tubuh seorang laki-laki yang tidak asing baginya berdiri di disana.