One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ awal kehidupan baru ]


__ADS_3

Hari ini begitu inda tidak tau apa yang terjadi di luar sana, mungkin saja nanti akan terjadi hal yang penuh air mata dan darah, dan mungkin juga akan mengubah hidup seseorang.


Jika hal itu terjadi, siapa dia dan apa yang akan mengubah hidupnya. Mungkin nanti kita akan mengetahuinya.


Suatu hari di tempat yang sama sekali tidak ada penduduk, di sana terlihat seorang gadis yang lagi tertidur. Dia adalah karakter utama dalam cerita ini, gadis itu bernama Miclara, dia sedang dalam masalah.


Miclara Pov


Enta kenapa aku bisa ada di tempat yang asing bagiku, padahal kemaren malam saat aku tidur, aku sedang ada di kamarku, tapi sekarang saat aku sudah bangun, aku malah ada di tempat ini.


tempat ini sangat asing bagiku, aku ingin kembali ke rumahku tapi aku tidak tau jalannya, bahkan sekarang aku tidak tau ada di mana, aku hanya berharap ada yang membawaku pulang.


setelah beberapa saat aku terus berjalan, akhirnya aku melihat beberapa orang sambil menaiki kudanya berjalan kemari, akupun langsung melambaikan tangan agar mereka berhenti.


Dan untunnya mereka melihat ku dan berhenti, aku langsung berlarih ke arah mereka dan mengatakan masalah ku.


"siapa kau, kenapa kau bisa ada ditempat seperti ini" ucap salah satu dari mereka


"aku tidak tau, saat aku bangun aku sudah ada di tempat ini, aku mohon pada kalian untuk membawaku pulang"


"jangan dengarkan dia, dia mungkin berbohong" ucapnya padaku dengan rasa curiga


"tidak! aku tidak berbohong" ucapku berusaha penyakinkan mereka


" jadi kau hanya ingin kembali ke rumah mu kan?" Ucap orang itu


"iya"


" kalau begitu ayok naik" dia lalu mengijinkan aku untuk menaiki kudanya


" apa kau akan mempercayainya" ucap temannya yang ada di belakangnya


"mungkin dia memang ingin pulang, apalagi dia cuma sendiri di sini, tidak mungkin kan kita meninggalakannya" ucapnya pada rekannya


"yang kau katakan itu benar"


"kenapa masih belum naik, ayok!"


"te-terimakasi" ucapku sambil berjalan mendekat ke arah mereka


Setelah itu akupun naik ke kuda salah satu dari mereka berempat, walaupun aku sedikit takut, tapi mau bagaimana lagi, jika aku masih tetap ada di sini sampai malam, bisa-bisa ada hewan buas yang memakanku. untuk saat ini aku akan percaya pada mereka, walaupun aku sedikit takut.


Beberapa saat kemudian*


malam pun tiba dan aku sudah mengenal jalan yang kita lalui, jalan ini adalah jalan menuju rumahku, aku tidak salah telah mempercayai mereka, mereka benar-benar telah mengantarku dengan selamat.


Setelah itu aku sudah bisa melihat rumah ku dari kejauhan, aku pun memintah mereka untuk berhenti karna aku sudah tiba di rumahku.


"berhenti, itu adalah rumahku" ucapku pada mereka


"benarkah?" Tanya orang yang membawaku

__ADS_1


"iya, aku tidak mungkin tidak mengenal rumahku sendiri" ucapku


"kalau begitu cepat turun!" Ucap seorang perempuan yang dari awal sudah tidak menyukaiku


"kenapa kamu marah-marah terus" akupun menjawab kata-katanya dengan suara yang tegas.


Setelah itu aku pun turun, aku benar-benar tidak suka padanya yang terus saja membentakku.


"terimakasih, apa kalian tidak mau mampir dulu" ucapku sopan pada mereka kecuali perempuan itu


"tidak terimakasih, kami akan langsung pergi"


Mereka semua kemudian pergi, dan aku membungkuk hormat pada mereka, kemudian aku berbalik dan berjalan ke arah rumahku.


Tapi saat aku sudah ada di depan rumah ku, aku saat terkejut karna rumahku sudah hampir hancur seperti perna ada pertarungan di dalam. Aku pun langsung masuk ke rumahku, dan melihat ayah dan ibu


"Ayah.... Ibu... di mana kalian" ucapku memanggil mereka


Aku terus mencari mereka dan aku mengecek ke kamar mereka, saat aku memasuki kamar orang tuaku, aku benar-benar terkejut melihat keadaan orang tuaku yang terkapar di lantai dengan tubuh yang penuh darah.


"ayah ibu!! ada apa ini, kenapa kalian seperti ini" aku lalu menghampiri mereka


Aku saat itu benar-benar tidak tau harus melakukan apa, aku tidak tau apa yang terjadi hingga membuat orang tuaku seperti ini.


"huhuhu~ kalian kenapa bisa sampai seperti ini, aku tidak punya siapapun lagi sekarang, kenapa kalian meninggalakanku"


Kematian mereka membuat hatiku terpukul, aku cuman bisa menangis dan menangis, saat ini aku sangat tidak berdaya.


Aku lalu menutup waja ibu dan ayah dengan kain, kemudian aku kembali ke kamarku untuk membereskan barang-barangku.


Sebelum aku pergi, aku kembali melihat ibu dan ayahku untuk terakhir kalinya.


"ibu ayah, aku akan menemukan orang yang telah melakukan ini pada kalian, tolong lindungi aku dari atas sana"


Aku lalu berdiri dan berjalan menuju pintu kamar orang tuaku.


"aku pergi, ayah ibu"


Setelah itu aku pun pergi, aku berharap ada orang yang menemukan ibu dan ayahku dan kemudian memakamkannya, dengan begitu hatiku akan tenang.


"Aku Miclara akan mencari mereka yang telah menghancurkan keluargaku, aku tidak akan memaafkan mereka, walaupun aku harus kehilangan nyawahku" ucapku dengan yakin pada diriku sendiri.


Aku kemudian pergi ke suatu tempat yang tidak ku ketahui, tapi aku yakin nanti aku pasti bisa membalaskan dendam ini.


Semoga nanti aku bertemu dengan orang yang bisa membantuku sampai semuanya selesai.


Pov End


Mau bagaimana lagi hal ini sudah terjadi, dia cuman bisa menerimahnya walaupun sangat menyakitkan, suatu hari nanti dia pasti akan menemukan keadilan bagi keluarganya. Usahanya tidak akan mengecewakannya, kehilangan keluarga memang sakit, tapi yang lebih menyakitkan adalah, membiarkan orang yang telah melakukan semua ini pergi dengan bebas tampa masalah.


Di tempat yang berbeda di sana terlihat beberapa orang yang pergi ke arah yang sama, tiga di antaranya sepertinya adalah pengawal yang menjaga orang di depan mereka.

__ADS_1


Orang itu yang akan membantunya membalasakan dendam, namanya adalah aamon paxley dia adalah seorang pangeran. Mungkin sekarang mereka masih belum bertemu, tapi nanti pertemuan mereka sungguh tidak terduga.


Aamon Pov


Namaku adalah aamon paxyel, aku adalah seorang pangeran yang akan meminpin kerajaan saat sudah waktunya. Sekarang aku berusaha untuk mencari adikku yang lagi-lagi kabur dari istana, dia begitu suka mencari masalah, tapi sayangnya aku begitu menyayanginya, jadi aku tidak perna marah padanya.


Sejak kepergian kedua orang tua kami, adikku selalu pergi dari istana, dia juga sudah berubah menjadi dingin dan tak perduli dengan yang lain.


Aku sebagai pewaris kerajaan hanya bisa membiarkan adikku itu melakukan apa yang dia mau, selama hal itu tidak membahayakannya.


Tiba-tiba saat aku mau pergi mencari adikku, ada yang memanggilku dari belakang, dia adalah salah satu pengawal yang mengikutiku.


"Yang mulia sebaiknya pangeran kembali saja, biar kami bertiga yang mencari yang mulia pangeran" ucapnya padaku


"Tidak, aku yang akan mencarinya" akupun menolak mereka


"Tapi yang mulia an-"


"Cukup! Sebaiknya kalian pergi saja! jangan mengganguku! Apa kalian ingin mati!!" ucapku dengan tegas, karna aku tidak suka diikuti oleh orang yang tidak kusuka


"Ma-maafkan kami yang mulia, kami tidak akan menganggu yang mulia lagi" mereka bertiga lalu meminta maaf padaku


Aku tidak memperdulikan mereka, aku melanjutkan mencari keberadaan adikku yang umurnya tidak jauh dariku.


Beberapa saat kemudian*


Saat aku ada di bawa pohon besar, aku tidak sengaja melihat segerombolan orang yang berkumpul melihat sesuatu, aku yang penasaran pun pergi ke tempat itu untuk melihat hal yang mereka lihat.


"A-anda mau kemana yang mulia pangeran?"ucapnya pertanya padaku


Tentu saja aku tidak memperdulikan mereka, aku aamon paxley tidak perduli pada orang yang tidak berguna.


Waktu itu aku berubah pikiran dan langsung berbalik dan tidak pergi ke tempat segerombolan itu, aku lebih memilih mencari adikku.


Beberapa saat kemudian*


Hari ini sudah sore, aku masih belum menemukan keberadaan adikku yang nakal itu, aku sudah mulai lelah, sepanjang hari aku cuman kesana kesini untuk mencari orang yang bahkan tidak perduli pada keluarganya.


Tapi mau bagaimana lagi, aku begitu menyayanginya, bahkan aku sampai menganggapnya sebagai anak kecil walaupun umurnya 3 tahun lebih muda dariku. Dia selalu ku anggap seperti anak kecil, karna saat dia masih kecil dia selalu nurut padaku dan selalu mengikutiku.


Saat kematian orang tua kita, dia jadi berbeda. Karna sudah malam, aku menyuruh pengawalku yang masih mengikutiku untuk membuah api, agar malam ini tidak ada hewam buas yang mendekat.


Mencari seseorang itu begitu susah bagiku, jika nanti berhasil menemukannya, aku harus mengurusnya biar dia tidak pergi lagi.


Karna aku sudah lelah, akupun terlelap dan tidak memikirkan apapun lagi.


Pov End


Memang sangat melelahkan jika mencari seseorang yang kita tidak tau dimana, mungkin Miclara nanti juga akan merasakannya.


Bagaimana rasanya kita karus mencari orang yang bahkan kita tidak tau mereka ada di mana. Berusaha sekuat tenaga dan tidak perna menyerah adalah kunci keberhasilan untuk hal yang mustahi akan terjadi.

__ADS_1


_______________________________________________


Bersambung....


__ADS_2