One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ 'Tunggu aku!' ]


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu di tempat yang berbeda


Saat aamon dan gusion memutuskan untuk membantu miclara balas dendam, aamon tidak akan menyadari masalah yang akan mereka alami jika dia meninggalkan para pengawal yang di utus ketua untuk mengikutinya.


Jika mereka kehilangan jejak aamon, mereka pasti akan kembali dan mengatakannya pada para ketua. Para ketua akan melakukan cara apapun agar mereka bisa menemukan aamon dan gusion, walaupun harus mengorbankan nyawa seseorang. Jika ada yang mengganggu tugas mereka, mereka akan memberi pelajaran pada orang itu.


Bagaimana jika mereka melihat miclara bersama dengan aamon dan gusion, apa mereka akan menyakiti miclara. Aamon dan gusion malaupun mereka pangeran, mereka tidak bisa membantah para ketua itu. Mereka hanya bisa mengikuti apa yang para ketua itu inginkan.


Di saat itu juga beberapa pengawal yang di utus para ketua kerajaan paxley pergi untuk mencari pangeran mereka. Mereka semua pergi ke tempat yang berbeda, ada yang keselatan, keutara, ke atas dan ke bawa:v. Hingga saat ini para pengawal masih terus mencari keberadaan aamon dan gusion.


Saat ini aamon dan gusion beserta miclara sudah melanjutkan perjalanan, mereka tidak tau akan ada masalah yang akan menimpah mereka. Mereka hanya mengobrol dan tertawa-tawa.


" kalian ini kenapa merahasiakan identitas kalian padaku?" Tanya miclara sambil berjalan di samping mereka


" aku tidak kepikiran memberitaumu tentang identitas kami" ucap aamon


" tapi kan jika kalian mengatakan padaku, aku bisa sedikit lebih sopan, kalian adalah pangeran tapi aku terus memanggil kalian dengan nama kalian" ucap miclara


" tidak usa pikirkan hal itu" ucap aamon sambil


mengelus kepala miclara


" gusion, eh! Matsudku yang mulia~ kenapa kau mau kembali, bukannya kau tidak ingin pulang?" Ucap miclara pada gusion


" jangan memanggilku begitu, aku kembali karna ingin saja, setelah itu mungkin aku akan pergi lagi" ucap gusion sambil menyilangkan tangan


" aku tidak akan membiarkan kau pergi, jangan bermimpi jika kau bisa pergi dari genggamanku" ucap aamon


" hemp!"


" hihihi, kalian ini mau bertengkar lagi" ucap miclara terkeke melihat tingka dua saudara itu


" jangan tertawa, jika tidak aku akan menjentik dahimu lagi" ucap aamon sambil mencubit pipi miclara


" aduh.. jangan mencubitku" ucap miclara sambil memegang pipinya, gusion mengabaikan mereka dia berjalan sedikit lebih cepat.


Mereka berdua melangkah lebih cepat juga


" kenapa buru-buru?" Tanya aamon


" tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin mendengar obrolan kalian" ucap gusion

__ADS_1


Aamon lalu mendekati gusion dan membisikan sesuatu


" apa kau tidak suka melihat aku dekat dengan miclara" bisik aamon


" kau!!"


" yasudah kalau kau mau cepat kembali, aku sebenarnya masih ingin jalan-jalan, apa kau mau ikut miclara" ucap aamon


" tidak aku tidak mau jalan-jalan, aku ingin cepat² melihat istana kalian" ucap miclara tersenyum manis


" baiklah"


Kemudian gusion tidak sengaja melihat segerombolan orang yang berlari ke arah mereka dan dia tau siapa mereka. Gusion lalu berhenti dan menyuruh mereka berdua berhenti.


" ada apa?" Tanya aamon


" apa kau lihat itu" ucap gusion sambil menunjuk ke arah depan


" itu!" Aamon terkejut melihat hal di depannya


" kenapa?" Tanya miclara khawatir


" sepertinya para ketua itu yang menyuruh mereka mencari kita" ucap aamon


" k-kenapa ada banyak orang yang kesini, mereka juga memakai baju yang sama" ucap miclara


" mereka adalah para pengawal kerajaan paxley yang di utus para ketua untuk mencari kami" ucap gusion


" j-jadi mereka akan membawa kalian" ucap miclara


" tapi kau tenang saja, kau juga akan ikut dengan kami" ucap gusion.


Para pengawal itu lalu mengerumuni aamon dan gusion beserta miclara, lalu salah satu pengawal itu berbicara.


" akhirnya kami menemukanmu yang mulia" ucap pengawal tersebut sambil membukuk hormat kepada aamon dan gusion


" kami disini akan membawa anda kembali, tolong jangan membantah dan ikut dengan kami" ucapnya


" apa para ketua yang menyuruh kalian?" Tanya aamon walaupun dia sudah mengetahui jawabannya


" iya yang mulia" ucap pengawal tersebut

__ADS_1


" baiklah, kami akan pergi" ucap aamon


" terimakasi yang mulia"


Aamon dan gusion beserta miclara pergi dengan di ikuti para pengawal dari belakang, namun saat mereka mau beranjak pergi, salah satu pengawal menarik tangan miclara.


" ah!" ucap miclara saat ada yang menarik tangannya


" apa yang kau lakukan!" Ucap aamon tegas


" kami hanya akam membawa yang mulia kembali tampa orang asing yang ikut" ucapnya


" dia adalah teman kami, jadi kami ingin membawanya bersama kami" ucap gusion


" maaf, tapi kami hanya menjalankan perintah" ucap pengawal itu dengan sopan


Pengawal yang menarik tangan miclara mendorong miclara hingga dia terjatuh dan mereka kemudian meninggalkannya.


" aamon, gusion..." ucap miclara sambil melihat kedua teman-temannya di bawa oleh segerombolan pengawal kerajaan.


" lepaskan aku! aku tidak mungkin meninggalkannya di sini sendirian" ucap aamon berusaha untuk pergi dari sana


" maaf yang mulia, ini perintah ketua" mendengar kata 'ketua' aamon langsung diam dan melangka pergi


" MICLARA TUNGGU AKU!!! AKU AKAN SEGERA KEMBALI!!!..." teriak aamon ke arah belakang agar miclara mendengarnya, kemudian mereka pergi.


" aku, aku akan menunggumu aamon" ucap miclara yang sudah bangkit dari duduknya sambil melihat ke arah aamon dan gusion yang sudah hampir tidak terlihat.


Kemudian miclara berjalan tampa tujuan dia mengigat perkataan ibu dan ayahnya di mimpinya. Dia akhirnya mengerti kenapa mereka mengatakan hal itu, dia juga akan melakukan apa yang mereka katakan padanya yaitu 'tidak menyerah'.


Akhirnya miclara menemukan sebuah desa yang sangat kecil, tapi itu sudah membuatnya lega karna hari sudah malam jadi dia tidak akan bermalam di hutan. Miclara lalu pergi ke salah satu rumah yang adalah sebuah kedai. Dia lalu memasukinya untuk mengisi perutnya, dia merasa sedih harus berpisah dengan mereka tapi dia percaya mereka akan menjemputnya nanti.


Kemudian pesanan miclara tiba dan setelah itu dia memakan makanan yang dia pesan, setelah selesai miclara pergi ke sebuah tempat untuk ia gunakan sebagai tempat bermalam.


" uangku sudah tinggal sedikit, bagaimana nanti aku harus makan" ucap miclara sambil menghitung uangnya yang tinggal sedikit


" sebaiknya aku istirahat agar nanti aku bisa mencari uang dan bisa bertahan sebelum mereka menjemputku" ucap miclara


Miclara lalu menaruk kembali uangnya dan dia lalu mencari tempat yang nyaman untuk ia gunakan sebagai tempat tidur. Saat ini miclara ada di sebuah rumah yang tidak ada penghuninya, sebelum dia memasuki rumah ini, dia bertanya dulu pada orang-orang yang dia temui. Setelah dia tau bahwa rumah ini tidak ada penghuninya, dia lalu memasukinya dan akan menjadinnya sebagai tempat bermalam.


_______________________________________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2