One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Kepergian floryn ]


__ADS_3

Aamon yang sudah ada di meja makannya langsung memulai sarapannya yang tadi di tunda. Tapi rasa kesalnya semakin menjadi-jadi ketika di ruang makan ini sudah tidak ada miclara lagi. Saat dia bertanya pada pelayan yang masih disana, pelayan itu bilang bahwa miclara dan floryn sudah selesai sarapan dan pergi ke taman.


Aamon langsung menyelesaikan sarapannya dengan cepat dan ingin segera menyusul mereka. Setelah makanan di meja makan telah ia makan, aamon langsung bergegas pergi ke tempat miclara.


Taman yang saat ini di tempati miclara dan floryn sudah tidak sama seperti saat pertama kali miclara mengunjunginya. Di sana di buat rumah kaca khusus untuk miclara dan floryn jika ingin menanam bunga.


Dan sekarang mereka berdua juga sedang melihat-lihat bunga yang mereka tanam, namun ada satu bunga yang terlihat tidak terselamatkan. Floryn merasa sedih ketika melihat bunga yang mereka tanam bersama malah layu, apalagi dia begitu paham cara merawat bunga dengan baik.


Tapi ketika melihat bunga yang dia tanam seperti itu membuatnya merasa sedih, dia merasa telah salah merawat bunga itu.


" tidak usah sedih floryn, nanti kita tanam bunga yang lain lagi" ucap miclara


" tapi kak, aku tidak perna salah dalam merawat bunga, tapi kenapa bunga ini malah layu" ucapnya


" tidak papa, mungkin bunga ini memang tidak akan tumbu seperti yang lain, ini bukan salahmu" ucap miclara


" kak miclara kau benar, mungkin bunga ini memang tidak akan tumbu walaupun kita terus berusaha menyelamatkannya" ucap floryn


" jadi kita lebih baik menanam bunga lagi dan membuat taman ini dipenuhi dengan bunga yang kita tanam" ucap miclara


" iya"


Bunga yang tadi layu mereka cabut dan menggantinya dengan bunga yang baru, mereka juga menanam di tempat yang lain. Hingga hari mulai siang dan mereka masih ada di tanam, namun enta kenapa aamon masih tidak mengejar mereka padahal tadi pagi dia sampai buru-buru untuk menyusul mereka.


Ketika miclara dan floryn mengisi tenaga setelah selesai menanam bunga, ada dua pelayan yang berjalan ke arah mereka. Pelayan-pelayan itu langsung mengatakan alasan mereka menghampiri miclara dan floryn.


" yang mulia putri, kami ingin menyampaikan sesuatu" ucapnya


" ada apa?" Tanya miclara


" yang mulai aamon sekarang sedang pergi ke kerajaan moniyan untuk membicarakan sesuatu dengan bangsawan moniyan. Yang mulia menyuruh kami untuk mengatakannya kepada anda karna sekarang yang mulia aamon sudah berangkat" ucap palayan itu


" tapi kenapa dia tidak mengatakannya secara langsung padaku, apa dia begitu terburu-buru" ucap miclara


" kami tidak tau, yang mulia aamon hanya menyuruh kami untuk mengatakan kepergiannya kepada anda" ucap pelayan itu


" kapan dia akan pulang?" Tanya miclara


" yang mulia aamon bilang bahwa dia akan kembali dalam beberapa minggu" ucapnya


" apa! Kenapa begitu lama, kenapa aamon tidak mengatakannya secara langsung padaku" ucap miclara


" kalian bisa pergi" ucap floryn pada dua pelayan itu


" kak mungkin kak aamon begitu terburu-buru hingga tidak bisa mengatakannya secara langsung" ucap floryn


" aku harus menemuinya, aku berharap dia masih belum pergi" ucap miclara lalu dia pergi dari taman itu


Dia berlari ke arah kamarnya dan langsung membuka pintu kamarnya ketika dia sudah sampai. Tapi disana tidak ada orang yang dia cari, dia semakin merasa bahwa aamon memang tidak ingin mengatakan kepergianya secara langsung.


Tidak mungkin hanya karna terburu-buru sampai membuatnya tidak menemui miclara terlebih dahulu. Miclara merasa kecewa dan duduk di ranjangnya, dia tidak bisa berhenti meneteskan air mata karna kecewa aamon tidak menemuinya.

__ADS_1


Miclara menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya agar dia bisa menangis sejadi-jadinya. Namun dari arah kamar mandinya, ada satu orang yang sedari tadi terus mengintip dirinya. Orang itu karna sudah tidak bisa terus sembunyi langsung menghampiri miclara.


Dia lalu duduk di samping miclara tampa miclara sadari karna dia masih menangis dengan menutup wajahnya. Namun pintu yang tadi tertutup mulai terbuka dan menampakan seorang gadis, saat dia melihat seseorang di samping miclara dia langsung mengerti dan kembali menutup pintu itu.


Orang yang tadi duduk di samping miclara langsung memeluknya agar dia berhenti menangis. Dan miclara langsung memperlihatkan wajahnya dan menatap orang di sampingnya, saat dia mengetahui orang yang memeluknya itu.


Dia langsung marah dan mendorongnya hingga dia tertidur di ranjangnya. Orang itu adalah aamon, dengan waja tidak bersalah dia tersenyum sambil melihat waja miclara yang masih marah.


Dia lalu duduk dan kembali memeluk miclara, namun miclara seperti tidak mau aamon peluk, dia langsung berdiri dan menghapus air matanya.


" apa yang sebenarnya terjadi! bukannya kau sudah pergi!" ucap miclara


" ya aku hanya mengerjaimu saja, siapa sangka kau akan menangis seperti anak kecil" ucapnya tampa merasa bersalah


" jadi kau hanya pura-pura saja agar bisa melihatku menangis seperti ini!" Ucap miclara


" aku hanya ingin memberimu sedikit pelajaran" ucap aamon yang sudah berdiri menghadap miclara


" kenapa?" Tanya miclara berharap mendapatkan jawaban


" siapa suruh kau tidak menungguku dan pergi bersama gadis itu, apa kau tau aku sampai sarapan sendiri di sana dan kau malah pergi meninggalkanku" ucap aamon


" hanya karna itu kau mengerjaiku seperti ini" ucap miclara


" ya tentu saja, aku ingin memberimu sedikit pelajaran karna tidak menungguku" ucap aamon


" aku pergi karna aku pikir kau akan makan bersama gusion, jadi aku dan floryn langsung pergi ke taman setelah selesai" ucap miclara sambil mengubah pandanganya


" tapi aku tidak suka jika kau terus bersama gadis itu dan mengabaikanku bahkan sampai tidak melakukan apa yang aku minta, lebih baik mulai sekarang kau menjauh darinya dan terus bersamaku" ucap aamon


" tetap saja aku tidak mau melihatmu terus bersamanya ketika aku masih ada, mungkin jika aku ada urusan kau bisa bersama gadis itu semaumu tapi jika aku tidak memiliki urusan lebih baik kau bersamaku dan jangan pergi kemanapun tampa meminta ijin dariku dulu" ucap aamon


" baiklah sayang, aku akan melakukan apa yang kau minta, jadi jangan mengerjaiku lagi ya aku sedih" ucap miclara


" aku sebenarnya tidak tega melihatmu menangis seperti tadi, tapi aku juga harus tetap memberimu sedikit pelajangan" ucap aamon


" lain kali jangan mengerjaiku lagi, aku akan melakukan apa yang kau minta dan terus bersamamu" ucap miclara


" bagus, aku senang jika kau mematuhiku" ucap aamon dan dia langsung memeluk miclara


" miclara" panggil aamon di sela pelukan mereka


" hm" jawab miclara


" kenapa wajahmu ada tanah, apa kau baru saja berkebun?" Tanya aamon


" iyakah? Aku tadi memang sedang menanam bunga, bisakah kau membersikan tanahnya yang ada di wajahku aamon" ucap miclara


" sudah aku lakukan" ucap aamon


" baguslah kalau begitu" ucap miclara

__ADS_1


Aamon lalu melepas pelukan itu dan menggandeng tangan miclara keluar dari kamar mereka. Namun di depan kamar mereka ada floryn yang mungkin sudah menunggu mereka sedari tadi. Dia langsung menghampiri miclara dan menanyakan kabarnya karna mungkin dia juga sangat khawatir dengan keadaan miclara.


" kak kau baik-baik saja?" Tanya floryn


" aku tidak papa, kau tidak usa mengkhawatirkan aku" ucap miclara


" umm kak, aku ingin mengatakan sesuatu" ucap floryn


" apa katakan saja" ucap miclara


" itu.. sebenarnya apa aku boleh kembali ke rumahku selama beberapa hari, aku sudah lama tidak kesana jadi aku merindukan tempat tinggalku" ucap floryn


" tapi kenapa kamu baru mengatakannya sekarang floryn" ucap miclara


" aku lupa mengatakannya kepada kakak, aku baru ingat sekarang" ucap floryn


" tapi jika kau pergi aku tidak akan punya teman lagi, aku akan sangat merindukanmu floryn" ucap miclara


" disini kan ada kak aamon, jadi kak miclara tidak akan kesepian kan" ucap floryn


" tetap saja aku tidak mau kau pergi, ini juga termasuk rumahmu untuk apa kau harus kembali" ucap miclara


" aku merindukan rumahku, jadi aku akan pulang untuk beberapa hari saja kak" ucap floryn


' sepertinya dia mendengar apa yang aku bucarakan dengan miclara, karna itu dia tiba-tiba mau pergi' batin aamon


"  bagaimana kalau kau tidak kembali lagi, aku akan sangat kehilangan mu floryn" ucap miclara


" aku pasti akan kembali, jadi kak miclara tunggu aku ya" ucap floryn


" sudahlah miclara, jika dia mau pergi untuk apa kau melaranganya, dia cuman pergi beberapa hari saja setelah itu kau akan melihatnya lagi" ucap aamon


" tapi aamon, jika kau memiliki urusan di desa lain, aku akan kesepian jika tidak ada floryn" ucap miclara


" tenang saja, aku tidak akan pergi sebelum dia kembali menemanimu" ucap aamon


" tapi.."


" kak aku cuma sebentar kok" ucap floryn


" baiklah floryn, aku tidak akan melarangmu kembali ke tempat tinggalmu, tapi kau janji harus kembali ke sini ya" ucap miclara


" aku janji, aku akan menyiapkan keperluanku dulu, sampai jumpa kak" ucap floryn


" tunggu aku akan menemanimu" ucap miclara namun saat dia mau pergi aamon memegang tanganya agar dia tidak mengikuti floryn


" aamon kenapa?" Tanya miclara


" lebih baik kau tidak usah menemaninya, jika tidak nanti kau akan terus melarangnya untuk pergi" ucap aamon


Miclara tidak menjawabnya, dia hanya melihat floryn yang mulai menjauh dari dirinya. Tidak tau apa setelah floryn pergi keseharian miclara akan terasa sepi tampa kehadiarannya atau aamon akan berusaha membuat miclara tidak sedih.

__ADS_1


" aku mau ke kamarku dulu" setelah itu miclara menarik tangannya dan kembali ke kamarnya meninggalkan aamon yang masih menatapnya.


_______________________________________________Bersambung


__ADS_2