One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ pasangan yang serasi ]


__ADS_3

Miclara dan aamon memang adalah pasangan yang sudah di takdirkan, pertemuan mereka seperti sudah tertulis di takdir mereka. Saat ada yang mau memisakan mereka, mereka berdua masih tetap bersama seperti tidak ada yang bisa memisakan mereka. Tak ada yang perna melihat kedua orang itu berjauhan pasti selalu bersama-sama, mungkin hanya jika aamon memiliki urusan di luar kerajaanya.


Siapa yang tau nanti apa mereka benar-benar ditakdirkan bersama, bisa saja ada yang tidak mengiginkan mereka terus seperti itu. Melakukan apapun agar keinginannya tercapai bahkan bisa saja mengancam nyama aamon dan miclara. Hal itu tidak ada yang tau, jika mereka memang ditakdirkan untuk terus bersama, walaupun ada yang mau memisakan mereka, mereka pasti bisa mengatasinya.


Kedua pasangan itu masih belum kembali dari belanja bahan makanan, padahal ini bisa di bilang sudah waktunya mereka untuk tidur. Tapi mereka bahkan masih belum pulang dari tadi, mungkin miclara ingin sedikit berjalan-jalan karna sudah lama tidak kembali. Hanya seja seharunya mereka melihat waktu, ini bukan waktu yang pas untuk berkeliaran di luar rumah.


Karna author baru saja memarahi miclara, jadi dia langsung kembali bersama aamon dengan dua kantong plastik yang aamon bawa. Miclara langsung bergantian membawa plastik berisi bahan-bahan makanan menuju dapurnya. Untung saja dapurnya masih utuh seperti sebelumnya dan akhirnya mereka bisa menikmati makan malam yang sudah terlalu terlambat.


Miclara yang masih sibuk menyiapkan makanan mengabaikan aamon yang sedari tadi terus melihatnya. Namun itu hanya sesaat sebelum aamon kembali ke kamar miclara. Mungkin dia mau mencari foto miclara saat masih kecil dan menyimpannya tampa memberi tau miclara.


" dia seharusnya menaruk foto itu di sini" ucap aamon sambil mengangkat kasur miclara dan meraba bagian bawahnya


" dapat!" Ucapnya saat berhasil mengambil sesuatu yang sedari tadi ingin dia simpan


Setelah berhasil mendapatkan foto itu, aamon langsung menyembunyikannya di balik bajuhnya. Dia lalu kembali ke bawa sambil melihat miclara yang sibuk menyiapkan makanan untuk mereka santap. Tampa lama-lama lagi akhirnya miclara telah selesai dan langsung menghampiri aamon yang sedari tadi terus berdiri karna di sana tidak ada meja ataupun kursi.


" sudah?" tanya aamon


" sudah. Tapi kita makan di mana?" tanya miclara sambil melihat sekeliling yang kosong melompong


" bawa makananya kita akan makan di kamarmu" ucap aamon


" ok" miclara pun membawa dua piring berisi makanan mereka hingga sampai di kamarnya, untung di sana ada dua kursi dan satu meja.


" mari kita makan" ucap miclara dengan semangat


" aku berharap kau tidak membuanya terlalu pedas" ucap aamon


" eh! Sepertinya aku tidak terlalu banyak memberi cabe, mungkin cuman lima cabe" ucapnya sambil menunjukkan lima jarinya


" huff.. baiknya aku akan mencobanya" ucap aamon sambil mengambil nafas dalam dan langsung memakan satu suapan.


Untunya makanan yang miclara buat tidak terlalu pedas dan masih bisa di terima lidah aamon. Walaupun gigitan pertama sudah membuat keringat aamon bermunculan, tapi ini masih lebih baik dari terakhir kali saat dia memakan makanan favoritnya. Setelah beberapa menit dua piring yang awalnya berisi makanan telah kosong seperti isi rumah miclara. Miclara juga langsung membawa kedua piring itu untuk di bersikan dari pada harus membiarkannya.


Setelah itu dia langsung kembali ke kamarnya dan akan mengistirahatkan tubuhnya yang seharian ini tidak perna istirahat. Saat membuka pintu kamarnya, dia tidak tau harus apa karna saat ini dia langsung melihat aamon yang sudah tiduran di ranjangnya. Ranjangnya itu terlalu kecil untuk di tiduri dua orang, hanya saja hanya ranjang ini yang tersisah di rumah ini. Mau bagaimana lagi, salah satu dari mereka harus mengalah dan tidur di lantai.


" aamon.." panggil miclara


" hem" gumang aamon


" ayok bangun.." ucap miclara


" ada apa?" tanya aamon


" apa kau tidak tau, ranjangku ini terlalu kecil untuk di tiduri dua orang"


" lalu?"


" kenapa kau masih belum mengerti, salah satu dari kita harus mengalah dan tidur di lantai, apa kau mengerti" lanjutnya

__ADS_1


" matsudmu, kau ingin aku tidur di lantai?" ucap aamon


" tentu saja, tidak mungkin aku yang tidur di lantai, aku kan perempuan kau sebagai laki-laki harus mengalah" ucap miclara sambil menyilangkan tanganya


" hemm baiklah, aku karna sangat mencintaimu akan mengalah dan tidur di lantai" ucap aamon


" terimakasi, aku juga sangat mencintaimu" ucap miclara tersenyum manis.


Aamon lalu turun dari ranjang miclara dan berjalan ke lemari untuk mencari sesuatu yang bisa ia pakai untuk ia tiduri. Namun dia tidak menemukan apapun, lemari itu hanya berisi baju-baju dan tidak menemukan benda yang sedang ia cari.


" kau sedang mencari apa?" Tanya miclara


" apa kau tidak memiliki selimut lagi?" Tanya aamon


" tidak" jawab miclara sambil tersenyum


" apa! Jadi kau ingin aku kedinginan di lantai semalaman" ucap aamon


" aku pikir kau pasti bisa menahan dingin, istanamu saja begitu dingin masak kau tidak bisa menahanya semalaman" ucap miclara dengan nada meremekan


" baiklah kalau itu mau mu" namun aamon tiba-tiba naik ke ranjang miclara dan langsung tidur di sampingya


" hei! Apa yang kau lakukan tempat tidurnya terlalu sempitttt" ucap miclara


" aku perna merasakan sesuatu yang lebih sempit dari pada ini" ucap aamon yang sambil menatap miclara


" k-kau bicara sembarang, jangan membicarakan hal itu" ucapnya dengan pipi memerah


" kenapa? Bukannya itu punyammm" sebelum aamon melanjutkan kata-katanya, miclara langsung menutup mulutnya dengan tanganya


" sudah! Jangan bicara lagi" ucap miclara


Aamon lalu memegang tangan miclara yang ada di mulutnya lalu dia menariknya hingga miclara ada dalam pelukannya. Dia lalu menyelimuti miclara berserta dirinya lalu dia terlelap tampa memperdulikan miclara.


" aamon, tempat tidurnya terlalu sempit.. aamon? Dia sudah tidur, cepat sekali" miclara pun berusaha untuk tidur juga, dirinya juga sudah terlalu lelah dan ingin segera tidur.


Pagi pun di mulai kembali, seperti biasa pagi ini banyak orang-orang yang memulai aktifitas. Ada yang memberi makan ternaknya juga ada yang sedang membangunkan anaknya. Banyak orang yang sudah mulai keluar dari rumah masing-masing, anak-anak yang sudah bangun bersama-sama bermain dengan temanya yang lain.


Kini tinggal dua orang di sebuah rumah untuk segera bangun, tidak biasanya mereka bangun terlalu pagi. Apalagi bagi aamon, yang seharusnya sudah bangun sekarang masih terlelap sambil memeluk seseorang. Yang dia peluk juga masih tertidur, kedua orang itu karna tidur terlalu malam sampai sekarang masih belum bangun juga.


Namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka dan itu langsung membangunkan mereka. Walaupun masih belum terlalu sadar, tapi miclara yang bangun duluan memaksakan diri untuk melihat orang di luar.


" ini sudah jam berapa, kenapa ada yang mengetuk pintu pagi-pagi sekali" ucapnya setenga sadar


Miclara pun turun dengan pelan sambil sesekali merapikan rambutnya, dia yang sudah ada di depan pintu langsung membukanya. Orang yang sadari tadi ada di luar akhirnya bisa masuk dan bertemu dengan pemilik rumah. Yang mengetuk pintunya pagi-pagi sekali ternyata adalah rakka, dia kesini sambil membawa makanan untuknya dan aamon.


" rakka, kenapa kau datang pagi-pagi sekali" ucap miclara


" apa matsudmu, ini sudah jam 9 dan kau masih baru bangun" ucapnya

__ADS_1


" hah! Ini sudah jam sembilan, aku pikir ini masih pagi" ucapnya


" sudahla, oh iya di mana dia?" Tanya rakka


" aamon masih tidur" ucapnya


" miclara, di rumahmu ini cuman ada satu ranjang, apa kau dan dia tidur bersama" ucapnya dengan hati-hati


" iya, aku dan aamon sudah sering tidur bersama" ucap miclara


" apa kau tidak takut dia melakukan sesuatu padamu, bagaimana kalau dia menyakitimu" ucap rakka lagi


" aku tidak mengerti kenapa kau mengatakan itu, apa kau tidak menyukai aku bersama aamon!" Ucap miclara


" bukan begitu, aku hanya tidak ingin kau salah memilih pasangan" ucap rakka


" tapi aku merasa sudah benar memilih aamon menjadi pasanganku, segarusnya kau sebagai teman masa kecilku mendukung semua keputusanku bukan malah meragukan orang yang aku cintai" ucap miclara


" dengarkan aku dulu miclara, aku tidak bermasud begitu" ucapnya sambil berusaha menyentu miclara, namun ada satu tangan yang menghentikannya


Tangan itu adalah aamon yang sudah terbangun dan menyusul miclara, tidak dia sangkat ketika dia bangun di langsung mendengar percakapan dua orang. Tentu saja dia langsung datang menghampiri mereka karna salah satunya adalah miclara.


" apa yang ingin kau lakukan?" tanya aamon dingin


" lepaskan tanganku!" rakka lalu menarik tangannya dengan kuat


Setelah tanganya terlepas, rakka lalu memberi sekotak makanan yang sedari tadi ia pegang di tangan satunya. Karna sepertinya ini adalah saatnya untuk dia segera pergi dari rumah ini.


" aku kesini karna ibuku ingin memberimu ini, saat dia tau bahwa kau pulang dengan selamat, ibu langsung menyiapkannya pagi-pagi dan langsung menyuruku untuk mengantarkannya padamu" ucap rakka


( ibunya rakka adalah ibu ren, kalian ingan kan di eps 3 )


Miclara menerimanya karna ini khusus di buat untuknya, apalagi rakka bilang bahwa ibunya sudah membuat kotak makanan ini pagi-pagi karna ingin miclara mencobanya.


" terimakasi, aku akan menerima ini" ucap miclara sambil mengambil kotak makan di tangan rakka, namun aamon mendahuluinya.


" karna urusanmu telah selesai, silakan pergi" ucap aamon sambil menekan kata ' pergi'


Rakka dengan marah langsung meninggalkan rumah itu, setelah rakka pergi aamon langsung memberikan kotak makan itu kepada miclara.


" jika kau ingin memakannya, makan saja" ucap aamon


" ayok kita makan bersama, masakam bibi ren sangat enak tau" ucap miclara


" baiklah" ucap aamon sambil menyentuh kepala miclara,


Pagi ini mereka sudah mendapat sesuatu untuk mengisi perut mereka. Mungkin setelah ini mereka akan langsung kembali, mereka sudah satu hari menginap di sini. Tidak tau apa di kerajaan paxley gusion sudah kembali atau tidak, tapi yang pasti setelah mereka sarapan pagi, mereka akan langsung kembali


________________________________________________

__ADS_1


**Bersambung**


__ADS_2