One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Pagi di istana paxley ]


__ADS_3

Para ketua lalu berjalan ke arah aamon, gusion dan miclara, mereka lalu menyambut kedatangan kedua pangeran, walaupun mereka tidak menyukai keberadaan miclara. Sebagai ketua mereka hanya ingin aamon dan gusion tidak sembarangan menjadikan orang asing sebagai teman mereka, apa lagi aamon mengatakan bahwa miclara akan menjadi calon ratu mereka.


Itu tentu saja membuat para ketua merasa bahwa jika miclara tidak bersama aamon, maka mereka tidak akan menentang ketua dan akan menurutinya. Karna itu ketua-ketua menyuruh beberapa pengawal untuk menghabisi gadis bernama miclara.


Namun mereka malah gagal, dan sekarang gadis yang seharunnya mati malah ada di depan mereka sekarang. Ketua-ketua itu lalu membukuk hormat kepada aamon dan gusion dan setelah itu mereka pergi meninggalkan mereka.


" sebaiknya kau istirahat, aku akan mengantarmu ke kamar barumu" ucap aamon


" baiklah, tapi aamon apa tidak apa-apa jika aku tinggal disini, sepertinya mereka tidak menyukaiku" ucap miclara


" tidak usah mengkhawatirkan hal itu kau akan aman disini, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu" ucap aamon


" aku tau kau akan terus melindungiku aamon" ucap miclara


" aku mau kembali ke kamarku dulu, kalian bicara saja aku tidak akan mengganggu" ucap gusion pergi meninggalkan aamon dan miclara


' gusion...' batin miclara


" ayok" aamon lalu memegang tangan miclara menuju kamar baruhnya.


Istana ini memiliki banyak kamar, dan hanya tiga kamar yang di gunakan, walaupun ketua-ketua itu tinggal di istana, namun mereka memiliki tempat sendiri dan tidak tinggal di kamar-kamar yang ada di istana itu.


Walaupun paxley adalah keluarga pengguna sihir, namun di sana ada tempat berlatih pedang. Aamon membuat tempat itu untuk orang-orang yang ingin menggunakan pedang seperti adikknya. Walaupun para ketua selalu melarangnya, namun aamon tidak memperdulikan mereka.


Hari sudah malam, udara di malam hari sunggu dingin hingga menusuk tulang, hal itu yang di rasakan seorang gadis yang baru menempati tempat ini. Dia adalah miclara, karna ini pertama kaliannya dia tinggal di sini, jadi dia tidak terbiasa dengan udara yang dingin ini.


Dia terus menggunakan beberapa selimut untuk menutupi tubuhnya, namun selimut itu tidak berguna, tubuhnya yang tidak terbiasa dengan udara yang dingin ini membuat beberapa selimut itu tidak berguna.


Miclara terus menggosok kedua tangannya agar dia merasa sedikit hangat, walaupun berhasil namun hal itu tidak cukup untuk membuatnya berhenti gemetar.


Miclara Pov


Dingin sekali aku tidak tau kalau malam disini begitu dingin, aku tidak terbiasa dengan udara yang dingin ini. Andai saja aamon ada di sini, tapi tadi dia bilang akan mengurus sesuatu jadi aku menyuruhnya pergi dan bilang bahwa aku akan baik-baik saja di sini, namun aku tidak baik-baik saja, aku kedinginan.


Apa aku akan membeku di sini sebelum menikah dengan aamon, tapi apa aku benar-benar akan menjadi istri aamon. Bukannya aku terlalu percaya diri, mungkin nanti aamon berubah pikiran dan menikah dengan orang lain.


Tapi aku percaya aamon tidak akan melakukan hal itu, dia tidak akan menghianatiku.


" lebih baik aku mencari sesuatu untuk menghangatkanku" aku lalu pergi ke lemari besar yang ada di kamarku, aku membuka lemari itu dan mencari beberapa selimut lagi.


Tapi di dalam lemari ini sama sekali tidak ada sesuatu, hanya lemari besar tampa isi.


"ini benar-benar sangat menyebalkan, aku sangat kedinginan tidak adakah yang bisa menghangatkanku"


" ya ampun kalau seperti ini terus aku akan membeku" aku lalu kembali ke ranjang dan menyelimuti diriku lagi.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ada seseorang yang masuk lemat jendela dan mengagetkan ku, aku lalu mengambil sesuatu untuk melindungi diriku.


" siapa kau!" Karna kamar ini agak gelap, aku kesulitan melihat orang itu.


Orang itu berjalan mendekatiku dan aku mundur beberapa langka, tapi dia malah menarik tanganku dan membawa diriku ke dalam pelukannya. Aku memberontak mencoba melepaskan diri, namun orang itu begitu kuat hingga aku tidak bisa melepaskan diri.


" lepaskan aku! Siapa sebenarnya kau!" Ucapku padanya, tapi dia malah tertawa


" hahaha apa kau takut" ucapnya


Aku mengenal suara ini, namun aku belum bisa mengetahui siapa dia karna wajahnya tidak jelas. Orang itu lalu mengatakan sesuatu lagi.


" ini aku miclara" ucapnya, dan aku sadar bahwa orang yang memelukku ini adalah kekashiku sendiri aamon paxley


" apa kau... aamon.." ucapku


" tentu saja, kau sangat lucu tadi saat mendorongku" ucap aamon


" kau kenapa ada disini, dan kenapa harus lewat jendela?" Aku bertanya padanya


" aku hanya ingin melihat reaksimu saja" ucap aamon


" aamon... jadi kau hanya ingin melihatku ketakutan hah!" Ucapku kesal


" hahaha sudah-sudah, bukanya kau kedinginan, aku disini untuk menghangatkanmu" ucap aamon


" ayok sini, aku akan menghangatkanmu hingga kau tertidur" ucapnya


" baiklah" aku dan aamon lalu tidur di ranjang yang sama, dan dia memelukku untuk menghangatkanku, walaupun ini bukan pertama kalianya, namun aku tetap merasa malu.


Aku mendengar detak jantungnya yang cepat menandakan bahwa dia datang ke seni dengan terburu-buru. Mungkin dia baru menyadari bahwa aku tidak akan terbiasa dengan rasa dingin ini.


Aku sudah merasa ngantuk, tangan yang lebih besar dariku sedang memelukku dengan erat. Walaupun aku masih merasa dingin, namun aku bisa menahannya kali ini karna dia sekarang ada di sisiku.


Pov End


Pagi pertama bagi miclara di istana paxley, di bagi hari memang terasa lebih hangat dari pada malam hari. Hari-hari biasa jika di temani oleh orang yang disuka akan berubah menjadi hari-hari yang paling bahagia. Jika saat kita membuka mata dan yang pertama kita lihat adalah orang yang kita suka, kita pasti akan merasa bahwa pagi ini akan spesial begitupun yang di rasakan gadis yang bernama miclara.


Miclara tau bahwa aamon pasti sudah bangun dan hanya menutup matanya, karna itu miclara langsung turun dari ranjangannya. Namun seperti yang dia bayangkan, ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya.


Tentu saja dia adalah aamon paxley yang baru dua hari menjadi kekasihnya, aamon memeluk miclara dan menenggelamkan kepalannya di leher miclara sambil sesekali meniup lehernya. Miclara merasa geli dengan apa yang aamon lakukan padanya, dia mendorong aamon agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


" aamon lepaskan aku...kau ini seperti anak kecil saja" ucap miclara


" jangan pergi dulu, aku masih mau memelukmu" ucap aamon

__ADS_1


" tapi kau meniup leherku, aku merasa geli" ucap miclara


" kalau begitu aku harus meniup yang mana?" Tanya aamon dengan senyum menggoda


" kau... cepat lepaskan aku! Kalau tidak aku akan mengigit tanganmu" ancam miclara


" coba saja, aku ingin lihat apa kucing kecilku bisa mengigit juga" ucapnya


" aamon..." miclara lalu mendorong aamon hingga dia tiduran di ranjang


" wow, ternyata kau bisa mendorongku ya" ucap aamon


" tentu saja, aku sudah lebih kua-" perkataanya terhentih saat aamon menariknya hingga miclara terjatuh ke pelukannya lagi, bahkan dengan posisi yang akan membuat orang yang melihatnya akan salah paham.


" a-aamon, cepat lepaskan aku" ucap miclara


" tidak mau" ucapnya


" bagaimana kalau ada yang datang, kau akan mengatakan apa nanti" ucap muclara


" tidak akan ada yang datang, kalaupun ada mereka tidak akan berani berfikir yang tidak-tidak" ucap aamon


" tapi... aku khawati.." ucap miclara


" tenang saja miclara, tidak akan ada yang berani macam-macam padamu"


" bukan itu matsudku, aku takut gusion melihat kita dengan posisi seperti ini" ucap miclara


" kenapa kau malah mengkawatirkan hal itu?" Tanya aamon


" karna.. karna dia.."


" sudahlah" aamon lalu memperbaiki posisi mereka, dia lalu berdiri dari ranjang


" kau mandi saja nanti aku akan kesini lagi" aamon lalu pergi dengan wajah kesal munkin karna miclara menyebut nama laki-laki lain disaat mereka sedang bermesraan.


Miclara merasa bersalah pada aamon, dia tau bahwa aamon sekarang sedang kesal karna dirinya menyebut nama gusion. Tapi miclara benar-benar takut nanti gusion melihat mereka dengan posisi seperti itu, jika itu terjadi dia yakin gusion akan sangat sedih dan mungkin akan pergi dan tak akan kembali.


Tapi dia mungkin juga salah, karna tidak memikirkan perasaan aamon


' aku nanti akan pergi menemui aamon dan minta maaf, sebaiknya aku mandi dulu' batin miclara


Dia kemudian pergi membersikan diri dan akan menemui kekasihnya setelah itu, untuk memperbaiki kesalahannya dan juga agar hubungan mereka tidak retak begitu cepat.


________________________________________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2