![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Setelah dirinya selesai membersikan diri, miclara berjalan dengan memakai jubah mandi menuju lemari. Tapi kemudian dia baru ingat bahwa dilemari yang besar itu masih belum di isi apapun. Tadi dia lupa bilang pada aamon bahwa dia masih belum punya baju ganti, apalagi baju yang tadi dia pakai sudah basah karna ia tak sengaja tergelincir saat mau berendam di colam yang ada di kamarnya .
Miclara benar-benar tidak tau harus apa, kalau dia keluar dan menyuruh pelayan untuk menyiapkan baju untuknya itu tidak masalah, hanya saja sekarang dia hanya menggunakan juba mandi yang telalu terbuka.
Dari pada ia tetap di kamarnya dengan keadaan seperti ini, lebih baik jika dia keluar dan mencari seseorang untuk menyiapkan baju untuknya. Miclara lalu keluar dari kamannya, tapi sebelum itu dia melihat sekeliling dan jika tidak ada orang, dia pun keluar.
Aamon perna bilang padanya, kalau dia membutukan sesuatu, dia cuman perlu ke ruangan yang didalamnya banya pelayang yang mengejarkan tugas-tugas mereka. Dan lagi-lagi dia lupa bertanya dia mana ruangan itu, dia hanya bisa mengecek satu-persatu ruangan yang ia lalui hingga akhirnya dia bisa menemukan ruangan yang ia cari.
Hanya saja, istana ini begitu luas, tidak mungkin dia terus mencari tampa ketahuan, miclara kemudian sampai di depan kamar yang besar menurutnya. Dia enta kenapa malam membuka pintu kamar itu dan melihat ke dalam, miclara lalu masuk dan melihat-lihat sekeliling kamar itu.
" kamar ini sangat besar" ucapnya
" tunggu! Kenapa aku malah masuk ke sini, aku harus mencari pelayan untuk menyiapkan baju ku" miclara lalu pergi menuju pintu kamar tersebut.
Namun saat dia mau menyentuh gagang pintu, tiba-tiba ada sebuah suara yang bilang 'siapa itu' ke arah miclara. Miclara spontan menengok ke belakang dan ingin tau siapa yang bicara itu. Namun saat miclara mengetahui pemilik kamar ini, miclara terkejut bukan main karna orang yang memiliki kamar itu adalah gusion.
Gusion berjalan menuju dirinya sambil mengusap rambutnya yang basa karna dia baru selesai membersikan diri. Mereka sama-sama menggunakan jubah mandi namun gusion belum tau bahwa orang itu adalah miclara. Karna dia masih sibuk mengusap rambutnya tampa melihat ke arah miclara.
Gusion lalu berhenti membersikan rambutnya dan menatap orang di depannya, dia terkejut karna orang yang masuk kekamarnya adalah miclara. Apalagi saat ini miclara sedang menggunakan jubah mandi yang sangat menim. Dia menelan air ludahnya sendiri karna melihat penampilan miclara yang seperti sedang memancing kesabarnnya.
Gusion membalikkan badannya sambil menutup matanya dengan satu tangannya, pipinya saat ini merona bukan hanya dirinya, miclara juga demikian. Dua orang beda jenis kelamin itu sudah dalam suana yang canggung, tidak tau kapan hal ini akan berakhir.
" s-sedang apa kau disini?" Tanya gusion memecahkan keheningan
" m-maaf kan aku, aku tak sengaja masuk ke kamarmu" ucap miclara
" apa kau sedang mencari sesuatu, atau kau sedang mencari kamar kakakku?" Tanya gusion
" bukan! Aku hanya mencari ruangan para pelayan" jawab miclara
" kenapa, apa kau membutukan sesuatu?" Ucap gusion
" iya, aku belum punya baju ganti, jadi aku ingin mereka menyiapkan baju ganti untukku" uca p miclara
Gusion baru menyadari hal itu, miclara baru datang ke sini dan tentu saja dia belum memiliki baju ganti. Gusion lalu ingat bahwa di lemari bajunya ada beberapa baju yang menurutnya sudah tidak muat. Jika baju itu di pakai miclara pasti muat dan itu lebih baik dari pada memakai jubah mandi.
" sepertinya aku mempunyai baju yang sudah tak muat lagi, lebih baik kau memakai itu dulu dari pada memakai juba mandi" ucap gusion
" baiklah, maaf merepotkanmu" ucapnya
" tidak papa, ayok ikuti aku" ucap gusion.
Gusion lalu pergi menuju lemarinya yang lebih besar dengan milik miclara, dia lalu mencari baju yang sudah tak muat baginya. Setelah dia menemukannya, dia lalu berbalik dan memberikannya kepada miclara.
Dia lupa bahwa miclara masih menggunakan juba mandi, jadi dia berbalik lagi dan hanya menyodohkan tanganya dan memberikan baju itu ke miclara, miclara menerimanya.
" emm aku harus menggantinya dimana?" Tanya miclara
__ADS_1
Gusion lalu menunjuk ke arah tempat untuk ganti pakayan, miclara lalu pergi ke sana dan memakai baju gusion. Setelah miclara pergi, gusion menghela nafas panjang, dia tidak perna mengalami hal ini, dia juga tidak perna merasa malu seperti sekarang ini.
Gusion lalu duduk di ranjangnya dan memijak pelipisnya, bayang-bayang miclara yang memakai jubah mandi yang terbuka terbayang lagi di pikirannya. Sekilas senyuman kecil muncul di bibirnya, namun senyuman itu hilang saat dia ingat, bahwa miclara sudah milik kakaknya.
Beberapa saat kemudian
Miclara kemudian keluar dengan memakai baju gusion yang pas di tubuh mungilnya,
hanya saja dia hanya memakai baju bagian atasnya, karna celannya terlalu besar baginya dan kepanjangan, ini lebih baik dari pada memakai jubah mandi. Dia memperlihatkan hal itu ke pada gusion, saat gusion melihatnya. Dia merasa bahwa saat ini yang ada di depannya adalah kekasihnya yang sedang mencoba bajunya, namun khyalannya itu tidaklah benar.
" kenapa tidak pakai semua?" Tanya gusion
" celannya terlalu besar dan kepanjangan, tapi ini sudah bagus " ucapnya
" baiklah kalau begitu, sebaiknya kau pergi dan mencari pelayang untuk menyiaplan bajumu, tidak mungkin kan kalau kau memakai bajuku terus" ucap gusion
" iya, nanti aku akan mengembalikan bajumu ya" ucap miclara
" tidak usa, bajuhnya sudah tidak pas untukku, kau simpan saja"
" baiklah"
" apa kau ingat jalan menuju kamarmu, atau ingin aku atarkan?" Tanya gusion
" tidak usa, aku masih mengigatnya kok, kalau begitu aku pergi dulu ya" miclara lalu pergi sambil melambaikan tanganya ke arah gusion.
" a-aamon, kau membuatku kaget saja, ada apa?" Tanya miclara
Sebelum menjawab pertanyaan miclara, aamon buru-buru membawa miclara memasuki kamar di depannya. Kemudian dia mendorong miclara ke dinding dan mengikis jarak antara mereka.
" a-aamon ada apa, kenapa kau mendorongku?" Tanya miclara
" dari mana kau?" Tanya aamon dingin
" aku baru saja mencari pelayan, tapi karna masih belum ketemu jadi aku kembali saja" jawab miclara dengan polosnya
' dia berbohong, jelas-jelas dia baru saja dari kamar gusion kenapa dia berbohong" batin aamon
Aamon lalu melihat jubah mandi yang di pegang miclara, dia mengambilnya dan melemparnya sembarang. Hal itu membuat miclara bertanya-tanya tentang apa yang di lakukan orang di depannya itu.
" apa yang kau lakukan, kenapa kau membuangnya?!" Tanya miclara
" jelas-jelas kau yang salah! kau sudah berbohong padaku dan dengan santainya kau lama menyalakanku!. Aku tanya kau sekali lagi, dari mana kau!" Sekarang suara aamon meninggi dan dia juga mencengkram bagu miclara dengan keras.
" aku sudah bilang kan, aku baru saja mencari pe-" namun saat dia mau melanjutkan perkataanya, dia baru saja mengigat sesuatu.
' aku lupa, aku kan baru saja ke kamar gusion dan meminjam bajuhnya, mungkin aamon salah paham dan berfikir aku melakukan sesuatu dengan gusion' batinnya menyadari kesalahannya.
__ADS_1
" aku baru ingat, aku tadi ke kamar gusion dan dia meminjamkanku pakayannya, setelah itu aku kembali ke kamarku, maaf aku baru ingat" ucap miclara
" kenapa kau berbohong miclara, apa kau tidak menyukaiku?" Ucap aamon
" bukan begitu, aku benar-benar lupa, jangan salah paham aamon aku mohon" ucap miclara
Aamon lalu menarik tangannya dan pergi dari sana, namun miclara menghentikannya dan memeluknya dari belakang. Saat dia di peluk miclara, dia hanya berusaha untuk melepas pelukan dengan pelan, kalau tidak mungkin miclara akan terjatuh.
Namun miclara terus memeluknya dan berharap dia tidak salah pahan padanya dan gusion. Miclara takut jika dia harus kehilangan aamon hanya karna sebuah kesalapahaman, dia tidak mau hal itu terjadi.
" aamon, dengarkan penjelasanku dulu, kau salah paham, aku dan gusion tidak melakukan apapun" jelas miclara
" aku hanya berusaha mencari ruangan pelayan yang kau maksud itu, karna aku masih belum punya baju ganti. Namun aku tidak sengaja masuk ke kamar gusion, disana gusion meminjamkanku bajunya, karna jubah mandi yang aku pakai terlalu mini. Setelah itu aku kembali ke kamarku, itu yang terjadi jadi jangan salah paham aamon" ucap miclara dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
Dia benar-benar takut kehilanga aamon, jika itu terjadi, dia akan kehilangan keluarganya lagi dan tak akan memiliki siapapun.
" apa yang kau kau katakan itu benar, kau benar-benar tidak melakukan apapun dengan gusion?" Tanya aamon
" iya, aku tidak melakukan apapun dengan gusion, hisk percaya padaku aamon hisk"
Aamon lalu berbalik dan memeluk miclara, dia tidak tega melihat miclara menangis seperti itu. Dia berusaha menerima penjelasan miclara dan akan melupakan hal itu. Miclara tidak mungkin melakukan hal itu dia tau miclara sangat menyukainya dan tak akan menghianatinya.
" maafkan aku miclara, jangan menangis lagi" ucapnya
" apa kau percaya padaku, aku tidak menghianatimu" ucap miclara
" aku percaya, aku juga membawa baju ganti untukmu" ucap aamon
Aamon lalu menggunakan sihir untuk memunculkan sebuah baju dari tangannya, miclara terkagum-lagum melihat hal itu. Kemudian aamon memberikan baju itu ke pada miclara dan miclara menerimahnya.
" pakailah" ucap aamon
" baik" miclara lalu mengganti pakayannya di ruang ganti dan aamon menungguhnya.
Kemudian miclara keluar dengan pakayan yang sangat cantik, apalagi pakayan itu dibelih oleh kekasihnya sendiri. Miclara berjalan menuju aamon dan menunjukkan baju yang pas di tubuhnya
"bagaiana?" Tanya miclara
" bagus" jawab aamon
Pipi miclara memerah saat aamon memujihnya, pandanganya terhenti ke arah jubah mandinya yang masih tergeletak di bawah. Dia lalu mengambilnya dan menaruk dengan baik di tempatnya
" ayok kita pergi" ucap aamon manarik tangan miclara untuk mengikutinya
Aamon lalu membawa miclara keluar dari kamar itu, dia ingin membawa miclara untuk sarapan, karna ini sudah waktunya mereka sarapan.
________________________________________________
__ADS_1
Bersambung