One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Berhasil membawa miclara ]


__ADS_3

Aamon langsung menyelimuti miclara yang sudah tertidur, dia menyandarkan dirinya dan mencoba untuk tidak mengkhawatirkan apapun. Dia tetap terjaga karna rasa ngantuk belum menyerangnya, aamon kembali melihat miclara yang tertidur dengan lelapnya.


Dia membelai surai ping milik kekasihnya dengan lembut sambil sesekali memainkannya. Namun dia menghentikan tangannya dan menarik tangannya menjauh dari miclara, jika dia terus saja memainkan rambut miclara, miclara bisa saja terbangun karna ulahnya.


Aamon lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membersikan dirinya, setelah selesai dia kembali ke tempat miclara.


" kenapa aku merasa gelisa seperti ini, apa memang akan terjadi sesuatu" ucapnya


Aamon lalu berjalan ke arah jendela dan melihat bulan yang sangat besar tenga menerangi kamarnya. Kemudian ada ketukan pintu hingga membuat aamon langsung berjalan ke arah pintu itu. Aamon lalu membukanya dan melihat orang yang ada di depan kamarnya.


" ada apa gusion?" Tanya aamon


" sesuatu telah terjadi pada pengawal yang menjaga gerbang, mereka tiba-tiba tidak sadarkan diri" ucap gusion


" apa ada penyusup yang masuk ke kerajaan ini?" Tanya aamon


" pengawal yang masih sadar mengatakan bahwa tidak ada orang yang masuk, mereka tiba-tiba tidak sadarkan diri begitu saja" ucap gusion


" kalau begitu aku akan lihat sendiri" ucap aamon


" aku akan ikut denganmu" ucap gusion


" lebih baik kau tunggu di sini dan jaga miclara jangan sampai terjadi sesuatu padanya" ucap aamon


" kenapa aku harus menjaganya, dia pasti sudah tertidur kan" ucap gusion


" lebih baik kau lakukan apa yang aku katakan, aku pergi dulu" ucap aamon


" jadi kau mau akan masuk ke kamarmu dan menemani miclara" ucap gusion


" jika kau menyentu miclara lihat saja nanti" ucap aamon dan diapun pergi


" hemp!" Gusion lalu masuk ke kamar di mana sekarang miclara sedang tertidur.


Aamon sudah ada di gerbang kerajaannya, disana dia melihat banyak orang yang membantu menangani pengawal yang tak sadarkan diri. Aamon juga menghampiri mereka dan bertanya tentang yang terjadi pada mereka.


" ada apa ini?" Tanya aamon


" yang mulia" pengawal-pengawal itu pun membungku hormat karna kedatangan aamon


" kami tidak tau apa yang telah terjadi, kami hanya melihat mereka tiba-tiba pingsan" ucapnya


" apa kalian sudah mengecek di sekitar jika ada sesuatu yang mencurigakan" ucap aamon


" kami sudah periksa di semua tempat dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan, namun sesaat sebelum mereka pingsan saya sedikit melihat sesuatu yang tipis dan cepat mengelilingi mereka" ucap salah satu pengawal


" coba jelaskan yang kau lihat itu" ucap aamon


" sesuatu seperti jarum yang hampir tidak terlihat mengelingi mereka dan mereka langsung pingsan" ucapnya


" cepat kalian cari benda yang dia maksud, kalian harus teliti dalam mencarinya karna benda itu hampir tidak terlihat" ucap aamon


" baik!" Pengawal-pengawal itu mulai mencarinya.


Setelah beberapa saat salah satu pengawal menemukan sesuatu yang di maksud, dia langsung menunjukannya kepada aamon.


" yang mulia saya menemukan sesuatu" ucapnya


Aamon langsung menghampiri pengawal itu dan melihat apa yang telah dia temukan. Aamon hanya melihat sesuatu yang sangat tipis dan sulit untuk ia lihat.


" itu adalah sebuah jarum yang sangat kecil" ucap aamon


" yang mulia mungkin ini yang telah membuat mereka pingsan" ucap salah satu pengawal

__ADS_1


" kalian cepat cari semua jarum yang tersisah, jangan sampai kalian meninggalkan satu jarumpun, beberapa dari kalian ikut denganku untuk menyelidiki sesuatu, bisa saja ini adalah ulah orang yang berusaha masuk ke kerajaan ini" ucap aamon


" baik yang mulia"


Namun saat aamon beserta pengawal-pengawal itu mulai berjalan, di belakang mereka ada satu orang yang tengan berlari menuju mereka. Orang itu juga adalah pengawal kerajaan paxley, dia begitu buru-buru karna ingin melaporkan sesuatu pada aamon.


" yang mulia! S-saya ingin melaposkan sesuatu" ucapnya terenga-enga


" cepat katakan" ucap aamon


" saya melihat beberapa orang sedang membicarakan seauatu dan mereka membicara tentang cara menculik yang mulia putri" ucap pengawal itu


" apa!! Apa yang kau katakan itu benar!?" Ucap aamon


" iya yang mulia, saya diam-diam mendengar pembicaraan mereka" ucapnya


Aamon langsung buru-buru berlari ke arah kamarnya, dia tidak tau bahwa kejadian ini sebenarnya hanya untuk membawa miclara. Dia berharap orang-orang itu belum memulai aksi mereka, walaupun di sana ada gusion tapi tetap saja aamon sangat khawatir.


Di kamarnya


Sekarang gusion tengan duduk di sofa yang ada di kamar itu, dia sepertinya sudah sangat mengantuk hingga berkali-kali dia menutup matanya. Namun perintah kakaknya selalu membuatnya gagal untuk tidur, dia berusaha tetap terjaga sebelum kakaknya kembali.


Namun gusion langsung berdiri ketika merasa ada seseorang tenga berjalan ke arah mereka, dia langsung menyiapkan diri jika harus bertarung. Kemudian dari arah jendela tiba-tiba muncul beberapa orang berpakayan sama dan menutup waja mereka.


" siapa kalian!?" Ucap gusion


" tidak kusangkat gadis ini ternyata di jaga orang, aku pikir dia akan sendirian" ucapnya


Gusion mengeluarkan satu pedangnya dan berjalan mendekat ke arah mereka, dia juga harus melindungi miclara.


" dia hanya sendiri, cepat kalian tangani dia" ucapnya


Orang-orang itu langsung menyerang gusion secara bersamaan sedangkan dia berjalan ke arah miclara yang masih tertidur.


" menjauh darinya!! kalau tidak kau akan tau akibatnya!" Teriak gusion yang masih sibuk mengurus mereka


" hahaha!! Sebaiknya kau khawatirkan dirimu sendiri tidak usa memikirkannya" ucapnya tertawa jahat


Dia lalu memposisikan tanganya di leher miclara seperti akan mencekinya, terlihat jelas bahwa dia benar-benar sangat membenci miclara.


" menjauh darinya!!" Ucap gusion saat melihat apa yang akan di lakukan pada miclara


Orang itu semakin memperkuat tangannya hingga membuat miclara terbangun.


" ugh!" Miclara bangun karna dia merasa sesak di lehernya


" akhirnya kau bangun juga! Hahah!" Tawanya


" ugh!? Si-siapa kau.." ucapnya


" aku adalah orang yang akan mengambil nyawamu seperti kau yang tah mengambil nyawa ayahku!" Ucapnya


" apa yang kau katakan? Le-lepaskan aku.." ucapnya sambil memegang kedua tangan orang itu yang masih ada di lehernya


" kau tenang saja, kau tidak akan mati begitu saja, kau harus menderita dan mati perlahan-lahan" ucapnya


" le-lepaskan aku, ugh!! Akh!" Cekikannya semakin erat hingga miclara hampir kehilanga tenaga


' aku tidak boleh membunuhnya disini, lebih baik aku bawa dia sebelum duke paxley itu datang'batinnya


" kalian semua payah sekali menangani satu orang saja begitu lama" ucapnya


" kau lepaskan tanganmu! Jangan menyentuhnya!!" Ucap gusion

__ADS_1


" sebaiknya kau diam saja, kau cepat kesini dan bawa dia" ucapnya sambil menyuruh salah satu bawahannya


Orang yang ia panggil langsung membawa miclara pergi bersamanya sedangnya bawahannya yang lain masih sibuk mengurus gusion agar tidak mengikut mereka.


" lepaskan aku! Kalian mau membawaku kemana!?" Ucap miclara sambil memukul-mukul punggung orang yang membawanya


" sampai jumpa lagi, setelah kau menemukannya mungkin kau hanya akan melihat mayatnya saja hahaha!!" Tawanya kemudian dia pergi lewat jendela


" sial!! Arrgg!!!" Gusion langsung menyerang mereka sekaligus hingga semuanya sudah tidak berdaya


" aku harus cepat sebelum mereka pergi lebih jauh" ucap gusion


Namun dari arah pintu ada seseorang yang tiba-tiba masuk, dia adalah aamon yang bergitu terburu-buru menuju kamarnya.


" dimana miclara? apa miclara baik-baik saja?" ucap aamon


" dia dibawa seseorang pergi" ucap gusion


" apa!! Kenapa kau membiarkannya, kenapa kau tidak menghentikan mereka!!" Ucap aamon


" aku sudah berusaha, tapi mereka berhasil membawa miclara" ucap gusion


" kenapa ini terjadi" ucap aamon sambil memegang kepalanya dan merasa bersalah


" sebenarnya apa kau sudah menyadari hal ini karna itu kau menyuruhku menjaganya" ucap gusion


" tidak, aku menyuruhmu menjaganya karna dia sedang hamil" ucap aamon


" apa!! Jadi dia sedang hamil" ucap gusion terkejut


" kemana dia membawa miclara, apa kau mengetahuinya" ucap aamon


" aku tidak tau, tapi mungkin mereka tau" ucap gusion sambil menunjuk ke arah orang-orang yang sudah tak berdaya


" introgasi mereka dengan cara apapun agar mereka bisa mengatakan lokasi orang yang telah membawa miclara" ucap aamon


" aku akan melakukannya" ucap gusion


' miclara kau harus baik-baik saja, aku akan segera menyelamatkanmu' batin aamon


Di tempat guin


Guin mendapatkan kabar bahwa mereka telah berhasil membawa miclara, dia terlihat sangat bahagia dan tidak sabar untuk segera menyiksa orang yang dia benci. Kemudian orang yang dia tunggu sudah sampai dengan membawanya.


" akhirnya kalian sampai juga" ucap guin


" turunkan dia" orang yang membawa miclara langsung menurunkan miclara begitu saja


" kenapa kalian membawaku kesini?" Tanya miclara


" akhirnya kita bertemu lagi" ucap guin


" kau, jadi kau yang merencanakan semua ini" ucap miclara


" tidak kau salah, bukan hanya aku dia juga terlibat" ucap guin


" asal kau tau saja, dia adalah anak dari orang yang perna kau bunuh waktu itu, sekarang dia kesini karna ingin membalaskan dendam ayahnya yang telah kau bunuh" ucap guin


" apa!!" Ucap miclara


" aku sudah begitu lama ingin mencarimu, aku ingin membuatmu menderita miclara!" Ucapnya


________________________________________________Bersambung

__ADS_1


__ADS_2