![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Miclara dan floryn memutuskan untuk kembali ke karajaan paxlay, jika mereka tetap disana mungkin itu bukan ide yang bagus. Ini juga bukan karna kenginannya untuk kembali, padahal dia sangat mencemaskan aamon. Tapi aamon yang tidak ingin miclara terluka terus-menerus menyuruhnya untuk kembali.
Setelah perjalan yang jauh akhirnya mereka berdua sampai di kerajan paxley sebelum matahari terbit. Saat mereka memasukin kerajaan paxley, mereka melihat gusion beserta rekannya sedang bersiap-siap untuk pergi. Namun saat mereka melihat kedatangan miclara, mereka langsung menghampirinya dan menanyakan alasan kepergiannya .
" kau dari mana!?" Tanya gusion sedikit tegas
" kami, kami hanya.."
" kau pasti menyusul kakak kan, apa kau tidak tau disana adalah tempat yang berbahaya, kalau sampai terjadi sesuatu padamu apa yang harus aku katakan saat menghadap kakak!" Bentak gusion
" tapi aku sangat takut kehilangan aamon, aku hanya ingin membawanya pulang" ucap miclara tertunduk
" hai! Bisaka kau jangan bicara seperti itu dengan kak miclara!" Ucap floryn kesal dengan sikap gusion
" kau siapa?" Tanya gusion
" aku adalah saudaranya yang lama tidak bertemu, aku sangat tidak menyukai sikapmu saat berbicara dengan kak miclara" ucapnya sambil menghadap gusion dengan tegas
" ini bukan urusanmu, sebaiknya jangan ikut campur!" Ucap gusion tak kalah tegas
" hei! Kau! Aku tidak akan membiarkanmu memarahi kak miclara terus" ucap floryn sambil menunjuk ke arah gusion
" sudah kalian jangan bertengkar terus" ucap rekan gusion
" diam!!" Ucap gusion dan floryn ke arah rekan gusion secara bersamaan
' hosh malah aku yang dimarahi'batinnya sambil menghela nafas
" sudahla kak, sebaiknya kita kembali ke kamarmu tidak usa mendengarkan mereka" ucap floryn sambil membawa miclara menuju kamarnya
" mereka malah mengabaikanku! Lihat saja nanti" ucap gusion merasa kesal
" sudah sudah, karna mereka sudah kembali jadi sebaiknya kau kembali istirahat, kau masih belum pulih" ucap temannya
" aku tau, tapi aku juga sangat mencemaskan kakak" ucap gusion sambil melihat ke arah gerbang kerajaanya
" kita sudah mengirim beberapa pengawal untuk kesana, kita berdoa saja semoga mereka bisa menyelamatkan yang mulia aamon" ucap rekan gusion
" walaupun begitu aku tetap saja tidak ingin berdiam diri disini, aku ingin pergi ke sana dan menyelamatkannya, dia sampai seperti itu karna berusaha menyelamatkanku" ucap gusion
" kau tau kan kakakmu itu melakukan ini agar kau bisa kembali dengan selamat, jika kau kesana bukannya usaha yang kakakmu lakukan itu akan sia-sia" ucap rekannya
" tapi.."
" sudah! Sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan istirahat, apa bedanya kau dengan gadis itu yang keras kepala" ucapnya
Dengan cepat gusion langsung melakukan apa yang temannya itu katakan, dalam kondisinya ini, dia tidak memiliki tenaga untuk melawan balik. Lukannya memang sudah di obati, tapi rasa sakitnya masih bisa ia rasakan. Dia tidak sendiri saat kembali ke kamarnya, ada beberapa pelayang yang mengikutinya hingga dia sampai di kamarnya.
__ADS_1
Di kamar miclara
Miclara sejak sampai di kamarnya dia tidak mengatakan satu kata pun, dia hanya melihat ke matahari yang mulai muncul lewat jendela di kamarnya. Floryn tidak tau harus mengatakan apa, dia hanya bisa diam sampai miclara memulai pembicaraan. Namun siapa sangka dia malah mendengar isakan tangin dari arah miclara, floryn tentu langsung menghampiri miclara dan menanyakan keadaanya.
" kak, apa kau tidak papa?" Tanya floryn
" hisk floryn, aku takut aamon kenapa-napa" ucap miclara
" kak miclara jika kau seperti ini terus aku juga akan ikut sedih jadi jangan terus seperti ini ya" ucap floryn
" aku hanya takut, jika aamon masih tidak kembali aku tidak tau setelah ini hidupku akan bagaimana" ucap miclara
" kak aamon pasti akan menepati janjinya, kita hanya perlu menunggu dia pulang" ucap floryn
" aku berharap dia benar-benar kembali, aku akan menunggunya" ucap miclara
" kak sebaiknya kau istirahan saja, aku akan ada disini untuk menemanimu" ucap floryn
" kau juga harus istirahan floryn, semalaman kau mengikutiku dan tidak tidur, jadi jangan hanya mengkhawatirkan diriku" ucap miclara
" baiklah kak, aku akan menurutimu" ucap floryn tersenyum manis.
Di tempat aamon
Memang sekarang dia tidak memiliki sesuatu yang akan membantunya, namun dia sudah memikirkan cara untuk bisa keluar dari sini. Setiap saat orang-orang itu selalu menyiksanya, namun kali ini rencana aamon akan berjalan. Aamon berpura-pura mati agar mereka melepas rantai di tangannya, setelah itu aamon akan langsung menghabisi mereka dalam satu serangan.
" mungkin saja, tapi bagaimana kalau dia berpura-pura saja" ucapnya rekannya
" hem, sebaiknya kita cek dulu" salah satu dari mereka menghampiri aamon dan memeriksa nafas aamon
' mereka bodoh sekali, seharusnya mereka mengecek denyut nadi bukan nafas' batin aamon meremekan
" dia tidak bernafas, sepertinya dia benar-benar telah mati" ucapnya
" tidak kusangka kita benar-benar telah membunuhnya, setelah ini komplotan kita tidak akan ada yang menganggu" ucapnya
" sebaiknya lepas kedua rantai itu dan buang tubuhnya ke jurang di dekat kota ini, kita tidak mungkin terus menyimpannya disini kan" ucapnya
" kalau begitu aku akan melepasnya" salah satu dari mereka lagi-lagi menghampiri aamon dan melepas kedua rantai yang mengikat tangan aamon.
' Bagus, rencanaku berhasil 'batin aamon
Setelah kedua rantai itu terlepas, aamon langsung membuka kedua matanya yang sudah lama terpenjam. Tentu saja mereka yang melihat terkejut karna dengan bodohnya mereka masuk ke dalam rencana duke paxley itu.
" sial! Kita telah masuk ke dalam rencananya, dia beraninya menipu kita" ucapnya marah
" dia sekarang dalam kondisi yang tidak baik, kita pasti bisa mengalakannya" ucapnya
__ADS_1
" heh! Jangan percaya diri dulu" ucap aamon
" ayok semuanya serang dia bersama-sama" ucapnya
Mereka berempat langsung menyerang aaman secara bersamaan, namun mereka telah salah karna telah meremekan aamon. Dalam kondisinya yang seperti ini aamon masih bisa menggunakan kekuatannya, dia hanya menunggu mereka berempat mendekatinya baru dia melakukan aksinya.
Beberapa pedang kecilnya mulai muncul dan siap untuk menyerang, keempat orang itu tidak bisa mundur karna jarak di antara mereka terlalu dekat dan itu sudah terlambat. Tentu saja mereka langsung terkapar dengan serangan aamon yang mematikan, setelah aamon selesai menghabisi mereka, dia terduduk karna lukannya yang parah.
" miclara tunggu aku, aku akan segera kembali kesisimu" ucap aamon sambil memulikan tenaganya.
Aamon lalu membungkus lengannya yang berdara dengan kain yang dia temukan di rumah ini. Aamon masih belum pulih tapi dia sudah mau pergi ke kerajaanya, sekarang matahari sudah terbit sedari tadi. Cahaya terus saja menyilaukan pumuda berambut perak itu, karna kondisinya yang terluka parah, aamon menggunakan jubahnya untuk menutupi semua lukannya.
Orang-orang yang melihanya agar tidak takut dengan luka yang ia punya, dia hanya butuh waktu yang singkat untuk sampai ke kerajaanya, namun karna lukanya dia hanya bisa berjalan. Aamon sudah terlihat tidak bisa menampung tubuhnya lagi, dia sudah hampir terjatuh jika dia tidak segera berpegangan pada pohon di sampinya.
Sekarang dia sudah tidak ada di kota itu, kali ini dia sudah ada di jalan menuju kerajaanya. Keringatnya sudah mulai bercucuran, apa lagi cuaca saat ini sangat panas dan semakin membuatnya kesulitan untuk berjalan. Aamon sudah tidak bisa bertahan lagi, dirinya sudah hampir terjatuh jika tidak terus berpegangan. Namun didepannya dia melihat segerombolan orang sedang berlari menuju dirinya.
Aamon tau siapa mereka, mereka adalah pengawalnya yang sedang berlari menuju dirinya. Saat itu aamon langsung terduduk karna sudah tidak bisa berdiri lagi, para pengawalnya langsung menuju dirinya.
" yang mulia apa anda baik-baik saja?" Tanya mereka
Aamon tidak menjawabnya karna dia sudah tidak bisa menjaga untuk tetap sadar.
" cepat bantu yang mulia, kita harus segera kembali dan mengobati yang mulia" ucapnya
Pengawal aamon langsung membantunya, dia sudah tidak perlu bersikap kuat lagi. Sekarang semuanya telah berakhir, tinggal menunggu waktu dia akan segera bertemu dengan orang yang dia cintai.
Di kerajaan paxley
Saat miclara terbangun, dia mendengar dari pelayan bahwa aamon sudah berhasil diselamatkan dan sekarang sudah menuju ke sini. Miclara sangat bahagia dan langsung berlari menuju gerbang kerajaan paxley untuk menunggu kekasihnya. Dia juga melihat gusion yang buru-buru sama dengannya menuju gerbang kerajaan paxley. Floryn juga sama, dia langsung berlari mengikuti miclara yang sudah jauh di depannya.
Banyak yang terlihat bahagia saat mendengar berita tentang kedatangan aamon, mereka berbondong-bondong menyambut kedatangan mereka. Tinggal menunggu waktu untuk bisa melihat kedatang pangeran mereka, miclara dan gusion begitupun floryn juga sudah ada di depan gerbang.
" aku sudah bilang kan, kak aamon pasti akan kembali" ucap floryn
" kau benar floryn, aamon dia menepati janjinya" ucap miclara menangis bahagia
Mereka akhirnya sudah melihat segerombolan orang yang sedang menuju ke kerajaan paxley. Mereka juga melihat seseorang yang sedari tadi sedang ditunggu tengan di bantu pengawal-pengawal. Miclara langsung buru-buru berlari menuju mereka, setelah pengawal itu sampai banyak orang yang menghampiri mereka.
" aamon!" Ucap miclara sambil melihat keadaan kekasihnya
" yang mulia sedang tidak sadar, lebih baik kita segera mengobati lukannya" ucap pengawal itu
" pengawal! Bawah kakak ke kamarnya, setelah itu panggil beberapa tabip untuk mengobati lukanya" perintah gusion
Mereka langsung membawa aamon menuju kekamarnya seperti apa yang gusion katakan, miclara terus mengikuti mereka hingga sampai di depan kamar aamon. Setelah itu mereka selain miclara dan beberapa tabip menunggu di luar, miclara yang akan menjadi orang pertama yang akan ditanya aamon di biarkan untuk menunggu di dalam.
________________________________________________
__ADS_1
Bersambung