![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
1 tahun kemudian
Satu tahun telah berlalu, hubungan mereka selama satu tahun ini tidak mengalami masalah. Mereka saat ini sedang menyiapkan sebuah perjamuan yang akan di adakan di kerajaan paxlay malam ini.
Perjamuan yang akan di adakan ini adalah untuk mengumumkan pada para bangsawan bahwa aamon telah memilih calon istrinya. Mungkin masih banyak bangsawan-bangsawan yang tidak mengetahui hal ini, karna itu aamon berencana mengatakannya malam ini saat perjamuan di mulai.
Persiapan perjamuan malam ini hampir semuanya telah selesai, selama beberapa hari kerajaan paxlay saat sibuk untuk menyiapkannya. Walaupun ini adalah perjamuan khusus untuknya, miclara tetap bersedia membantu para pelayan yang sudah bekerja keras.
Selama satu tahun ini miclara tidak perna merasa kesepian ketika aamon tenga melakukan tugasnya. Dia selalu di temani floryn yang selalu bersamanya, kali ini dia juga membantu miclara yang tenga menyiapkan bunga-bunga untuk hiasan.
" kak apa malam ini kak aamon akan melamarmu?" Tanya floryn
" emm aku tidak tau, kita lihat saja nanti" ucap miclara
" ok deh" flaryn kembali membantu miclara
Saat ini mereka berdua ada di taman yang di mana taman ini yang hanya terdapat bunga untuk hiasan perjamuan. Namun saking sibuknya mereka sampai-sampai tidak menyadari seseorang yang ada di belakang mereka.
Orang itu langsung memeluk miclara tiba-tiba sampai miclara terkejut, miclara menyentuh tangan orang itu dan langsung tau siapa dia.
" jangan datang tiba-tiba seperti ini lagi, aku bisa jantungan tau" ucapnya sambil melanjutkan kegiatannya
" umm aku hanya merindukanmu saja, apa tidak boleh aku memeluk kekasiku sendiri" ucapnya manja
" tentu saja tidak papa, hanya saja jangan tiba-tiba begitu aku terkejut" ucap miclara
" iya maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi" ucapnya
" hmm baiklah aamon aku akan memaafkanmu" ucap miclara sambil menyentu tangan aamon yang masih memeluknya
" kau pasti lelah kan setelah seharian mengurus dokumen-dokumen itu" ucap miclara sambil mengelus rambut aamon
" um" gumangnya
" kalau begitu sebaiknya kau cepat mandi biar lelahnya hilang, aku masih ada sedikit urusan" ucap miclara
" tidak mau, aku mau kau menemaniku" ucapnya manja
" aamon kau ini" miclara lalu bangkit dan berbalik ke arah kekasihnya
" baik kalau begitu, ayok" ucapnya
" hem" gumang aamon tersenyum tipis
" floryn kau bisa kembali ke kamarmu ya, jangan di sini sendirian ini sudah hampir malam" ucap miclara
" baik kak" setelah itu miclara dan aamon pergi ke kamarnya
Sepanjang perjalan aamon terus saja tidak mau jauh dari miclara, dia masih saja menyembunyikan wajahnya di leher miclara. Saking lelahnya dia sampai-sampai bersikap seperti anak kecil seperi itu, miclara juga terus mengelus rambutnya seperti mengelus anak kecil yang terus ingin bersamanya.
" miclara" panggil aamon
" hem" gumang miclara
" malam ini kau tidak boleh memakai pakayan yang terbuka, aku tidak ingin orang-orang melihat tubuhmu, hanya aku yang boleh melihatnya dan mereka tidak ku ijinkan melihatmu" ucap aamon
__ADS_1
" tapi aku tidak tau mau memakai gaun seperti apa, aku bingung saat memilih gaun yang ada di lemari" ucap miclara
" aku sudah menyiapkannya, nanti kau pakai saja gaun itu" ucap aamon
" benarkah, jadi kau sudah menyiakan semuanya" ucap miclara
" tentu saja, aku tidak sabar memperkenalkanmu kepada para bangsawan, aku ingin mereka tau bahwa kau hanya menjadih milikku seorang" ucapnya
" iya iya, aku hanya milikmu seorang" ucap miclara
Aamon kembali menyembunyikan wajahnya lagi, dia begitu suka dengan posisi seperti itu. Setelah itu mereka sudah ada di dekat kamarnya, hanya dengan satu dorongan pintu kamarnya langsung terbuka.
Aamon lalu berjalan lebih cepat dan duduk di ranjangnya, dia menyuruh miclara untuk datang padanya dan duduk di sampinya.
" ada apa?" Tanya miclara yang sudah ada di samping aamon
" lihat ini" ucap aamon sambil memunculkan sesuatu dari tanganya menggunakan sihirnya
Sihir yang dia keluarkan memunculkan sebuah kota yang berisi sesuatu, dia langsung menyuruh miclara untuk membuka kotak itu.
" coba kau buka" ucapnya
" baik" miclara melakukan apa yang di bilang
Miclara pun membuka kota itu pelan-pelan hingga isinya mulai terlihat, sebuah kain yang pertama miclara lihat saat membukanya. Dia lalu mengeluarkan kain itu dan ternyata itu adalah sebuah gaun yang sangat indah.
Miclara melihatnya sambil terkagum-kagum karna gaun itu begitu indah di matanya, dihiasi berbagai permata hingga membuat yang melihatnya langsung terposona.
" bagaimana, apa kau menyukai gaunnya?" tanya aamon
" kalau begitu kau cepatlah mandi dan bersiap-siap, aku juga tidak sabar melihatmu memakai gaun itu" ucap aamon
" apa kau tidak mau mandi dulu, aku bisa menunggu" ucap miclara
" emm bagaimana kalau kita mandi bersama saja" ucap aamon
" apa!" Ucap miclara
" hahaha aku hanya bercanda, setiap aku mengatakan ini reaksimu tidak perna berubah" ucap aamon
" kau ini.."
" haha, baiklah kau mandi saja, aku akan menunggu" ucap aamon berusaha berhenti tertawa
" hemp!" Miclara lalu buru-buru masuk kamar mandi dan meninggalkan aamon yang masih duduk di ranjangnya
Setelah beberapa saat miclara keluar dengan memakai gaun tersebut, dia langsung memperlihatkannya kepada aamon. Walaupun rambutnya masih terlihat basa, miclara tetap saja tidak memperdulikannya dan langsung menghampiri aamon.
" aamon bagaimana" ucapnya
Aamon lalu menatapnya dari kaki sampai kepala, dia menatap miclara begitu lama tampa mengatakan apa-apa.
" ada apa, apa tidak cocok jika aku memakainya" ucap miclara
Namun aamon tiba-tiba berjalan mendekat dan langsung menyentuh pipi miclara, wajahnya langsung merona ketika aamon melakukan itu padanya.
__ADS_1
" kau sangat cantik miclara, aku sangat menyukainya" ucap aamon
" syukurkan kau menyukainya, aku pikir kau tidak suka jika aku yang memakainya" ucap miclara
" malam ini aku akan membuatmu bersinar" ucapnya
" apa?"
Tiba-tiba ada beberapa pelayan yang masuk ke kamar mereka, mereka membawa berbagai alat untuk merias. Mereka semua bersama-sama berjalan ke arah miclara, mereka seperti sedang melakukan apa yang aamon perintakan.
Tampa berlama-lama mereka semua malah membawa miclara ke suatu tempat, aamon terlihat tidak keberatan dengan hal itu. Dia hanya melihat miclara di bawa oleh pelayan-pelayan itu pergi dari kamarnya.
" ada apa ini!? aamon apa yang akan mereka lakukan padaku?" Tanya miclara, namun aamon hanya tersenyum sambil melihat dia di bawa pergi.
Para pelayan itu tidak mengatakan apa-apa, walaupun mereka membawa miclara tampa seijinnya, tapi mereka tidak bertindak kasar. Mereka dengan lembut membawa miclara ke suatu ruangan, miclara kali ini tidak berusaha memberontak.
Dia tau yang mereka lakukan adalah suruhan aamon, dia percaya aamon tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh padanya. Kemudian mereka sampai di kamar yang perna miclara tempati, saat membuka kamar itu, kamar itu berubah menjadi ruang rias.
" kenapa kamar ini jadi beruba?" Tanyanya
" yang mulia silakan duduk disini, kami semua akan membuat anda menjadi cantik di perjamuan malam ini" ucap pelayan itu
" apa aamon yang menyuruh kalian?" Tanya miclara dan mereka menganguk
" baiklah" miclara pun duduk di kurai yang sudah di sediakan.
Setelah itu mereka mulai menghias miclara dari waja hingga rambutnya, walaupun perjamua sudah akan dimulai. Tapi pelayan-pelayan itu tidak khawatir tentang hal itu, mereka menghiar miclara dengan lembut tampa buru-buru.
Mereka seperti yakin dengan apa yang mereka lakukan, walaupun waktunya sangat sedikit tapi mereka sudah menyiapkan semuanya. Hanya butuh beberapa menit saja mereka sudah selesai menghias waja miclara, sekarang mereka tinggal menghiar rambut miclara.
Beberapa saat kemudian
Aamon yang sudah selesai bersiap-siap langsung menghampiri miclara yang masih di dandan. Dia sudah tidak sabar ingin melihat kekasihnya yang pasti akan sangat cantik. Pakayannya juga tak kalah bagus, dia begitu mempesona dengan baju bangsawan yang dia kenakan.
Aamon sudah ada di depan kamar yang saat ini miclara gunakan, dia langsung membukannya pintu didepannya. Seketika itu aamon langsung terposona dengan waja yang begitu cantik tengan berdiri menghadapnya.
Dia tidak bisa menguba pandanganya, dia terus melihat ke arah kekasinya yang juga tengan menatapnya. Aamon menghampirinya dan para pelayan itu langsung pergi karna tidak ingin menggangu kedua pasangat itu.
" aamon.."
" miclara, kau sangat cantik" ucap aamon
Aamon lalu menyentu pipi miclara dan memajukan wajahnya, kecupan singkat langsung mendarat di bibir miclara. Rona merah mulai menghiasi waja miclara, ciuman singkat itu membuat miclara malu, apalagi saat ini dia dan aamon sudah seperti sepasang suami istri.
" aamon kau jangan terus melihatku begitu" ucapnya sambil memalingkan wajahnya
" tapi kau begitu cantik, aku sampai tidak bisa berpaling dan ingin terus melihatmu" ucap aamon
" tapi aku malu" ucap miclara
" baiklah, ayok kita pergi perjamuanya sudah akan dimulai" ucap aamon
" iya" mereka lalu keluar dari kamar itu sambil berpegangan tangan sunggu sangat romantis
________________________________________________
__ADS_1
Bersambung