One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Awal munculnya perasaan ]


__ADS_3

Miclara Pov


Saat aku membuka mataku, aku melihat samar-samar dua orang yang sedang mengatakan sesuatu padaku tapi aku tidak mendengarnya, aku kemudian merasa mataku tidak bisa ku buka lagi, aku lalu menutup mataku dan kembali pinsan.


Di mimpiku lagi-lagi aku melihat kedua orang tuaku tapi bedanya sekarang mereka sedang memelukku, aku sangat senang akhirnya aku merasakan pelukan orang tuaku lagi, aku tidak bisa menahan ait mataku, akhirnya aku menangis di pelukan kedua orang tuaku.


Orang tuaku mengelus rambutku sambil mengatakan sesuatu padaku


' nak janganla kau menyerah, teruslah berusaha, kau harus terus menunggu hingga dia kembali, jagalah keluarga barumu '  aku tidak tau kenapa orang tuaku mengatakan hal itu, mereka kemudian mengatakan hal yang lain.


' Mungkin nanti akan banyak cobaan yang akan memisakanmu denganya, tapi kau harus percaya bahwa semua itu akan berakhir' ucap orang tuaku.


Mereka lagi-lagi pergi dariku sambil melambaikan tangan, tapi aku tidak mengejar seperti terakhir kali, kali ini aku juga melambaikan tangan pada orang tuaku. Lalu tak lama kemudian aku membuka mata.


Pon End


Beberapa saat yang lalu


Saat ini miclara sudah tidak bisa bertahan lagi, dia sudah tidak kuat berjalan mengikuti mereka, dia berharap mereka melihat ke belakang dan menghampirinya, tapi mereka berdua terus berjalan dan tidak menyadari keadaanya.


Miclara pun jatuh pinsang karna sudah tidak kuat berjalan, namun saat miclara sudah tidak sadarkan diri, aamon dan gusion yang ada di depan tiba-tiba berhenti. Dan mereka pun melihat ke belakang, setelah menyadari bahwa ada yang tidak beres, aamon dan gusion berlari ke belakang dan melihat miclara yang sudah tidak sadarkan diri.


" miclara bangun" ucap gusion sambil menepuk pipinya


" kita harus membawahnya ke tempat yang lebih dingin" ucap aamon


Aamon lalu mengendong miclara ke tempat yang lebih teduh dan gusion mengikutinya. Aamon lalu membawa miclara ke bawa pohon besar yang mereka lihat, tidak ada tempat lain yang lebih baik selain di bawa pohon itu.


" hei bangun, ada apa denganmu" ucap aamon


" miclara bangun" ucap gusion


Miclara masih belum sadar, ini sudah lama sejak dia tak sadarkan diri, aamon dan gusion masih di sana menunggu dirinya sadar, namun kemudian aamon melihat jari miclara yang bergerak dan dia langsung menghampirinya.


" ada apa?" Tanya gusion


" sepertinya aku tadi melihat tanganya bergerak, dia mungkin akan segera sadar" ucap aamon


Dan kemudian akhirnya miclara sadar, dia melihat ke arah dua saudara itu yang terlihat khawatir padanya, miclara lalu berusaha untuk duduk.


" sebaiknya kau istirahat saja, jangan memaksakan diri" ucap gusion


" aku tidak papa, aku hanya merasa pusing saja" ucap miclara


" karna itu kau istirahat saja" ucap gusion


Miclara pun menurut dan tetap dalam posisi tidur dengan menggunakan juba aamon sebagai bantal. Hari sudah mulai malam tapi mereka masih ada di tenga hutan, mereka memutuakan untuk bermalam disini, karna sudah terlalu malam untuk melanjukan perjalanan.


Aamon sekarang sedang berusaha membuat api dan gusion sedang mencari sesuatu untuk mereka santap malam ini. Miclara masih istirahat, dia ingin membantu, tapi mereka melarangnya, alhasil dia hanya bisa menuruti mereka. Kemudian gusion kembali dengan membawa beberapa makanan, dia lalu menghampiri kakaknya dan miclara yang duduk menunggu kedatangan gusion.


Skip selesai makan

__ADS_1


Hari sudah sangat malam, aamon memutuskan untuk menjaga di saat miclara dan gusion sedang istirahat. Dia duduk di samping miclara yang sedang tidur menggunakan jubahnya, dia juga sesekali melihat miclara yang masih terlelap.


Tanganya tidak bisa ia kendalikan untuk tidak mengelus pipi miclara, akhirnya aamon mengelus pipi miclara sambil tersenyum tipis, dia juga sesekali meniup poni miclara dan membuatnya senang. Kemudian dia mengangkat kepala miclara dan menidurinya di pangkuanya. Sedangkan jubahnya dia gunakan untuk menyelimuti miclara.


Aamon Pov


Aku merasa dia adalah milik ku, aku tidak mau ada yang mengambilnya dariku. Kenapa? kenapa aku merasa begitu, padahal dia hanya gadis biasa tapi aku tertarik padanya, aku tidak ingin ada orang yang mengambilnya dariku walaupun itu adikku sendiri.


Aku terus saja memainkan rambutnya di saat dia sedang tidur, aku merasa dia sangat imut saat sedang tidur, ingin rasanya aku mengecup pipinya atau mungkin lebih dari itu. Tapi dengan posisi seperti ini aku kesulitan melakukannya, aku tidak mau membangunkanya.


Waktu itu saat dia pinsang, enta kenapa aku merasa sangat sakit di dadaku dan takut terjadi apa-apa padanya, apa ada yang bisa menjelaskan hal itu padaku atau itu hal yang biasa terjadi pada setiap orang. Atau mungkin hanya orang-orang yang memiliki perasaan tertentu yang bisa merasakan hal itu, aku benar-benar tidak mengerti.


Saat aku memainkan rambutnya aku tidak sengaja mendengarkan gumangannya saat tidur, dia mengatakan ' aku tidak ingin kalian pergi' gumanganya saat tertidur.


Sepertinya dia tidak ingin berpisah dengan kami, tapi aku juga merasakan hal yang sama. Dengan alasan ingin menjadikan dia pelayan pribadi, aku sebanarnya tidak ingin dia pergi.


Aku hanya bisa mengatakan hal itu dan semoga saja dia tidak merasa sedih dengan perkataanku. Tapi aku rasa di merasa senang karna dia langsung menyetujuinya.


Miclara, jika aku bilang aku menyukaimu, apa kau akan menerimaku. Aku lalu mengecup keningnya dan tak lama kemudian aku pun tertidur.


Pon End


Pagi pun di mulai kembali, angin pagi yang segar meniupi rambut mereka dan suara kicawan burung yang merdu membuat mereka terbangun, matahari yang sudah terbir menghangatkan mereka yang baru bangun dari tidurnya.


Miclara yang baru bungun baru sadar bahwa dia sedang tidur di pangkuan aamon, dia bangun dengan pelan agar tidak membangunkan aamon. Tapi aamon malah menariknya ke dalam pelukannya tampa dia sadari. Miclara tiba bisa bergerak, aamon memeluknya dengan erak seperti dia tidak ingin miclara pergi.


Kemudian aamon membuka matanya dan menyadari apa yang dia lakukan, dia lalu melepas pelukannya dan meminta maaf pada miclara.


" t-tidak papa" ucap miclara


Sebenarnya gusion saat ini sudah bangun hanya saja, saat dia melihat seauatu di sampinya itu, membuatnya tidak jadi membuka mata dan terus berpura-pura tidur. Saat kejadian itu sudah selesai, gusion lalu membuka matanya dan berdiri seperti sedang merenggakkan ototnya.


" hari ini kita harus sudah sampai di kerajaan" ucap gusion


" apa! Kerajaan? kenapa harus ke kerajaan" tanya miclara


" aku akan menjelasakan nanti di perjalanan" ucap gusion dia lalu menarik tangan miclara dan berlari ke suatu tempat


" kita akan ke mana.." tanya miclara


" lari pagi" ucap gusion


Aamon saat kesal pada gusion, dia seperti berusaha membuat miclara jauh darinya. Aamon tidak tinggal diam, dia memasang jubahnya dan mengikuti mereka dari belakang.


Akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang cukup bagus untuk melihat pemandangan. Di sana ada sebuat sungai kecil dan juga beberapa pohon yang mengelilinginya. Ini adalah tempat di mana gusion mendapatkan makanan yang ia cari tadi malam. Miclara lalu membasu wajahnya dengan air tersebut, bukan hanya miclara aamon dan gusion juga melakukan hal yang sama.


Setelah itu gusion duduk di rerumputan yang ada di sana, dia juga menyuruh miclara untuk duduk bersamanya. Tampa disuruh aamon juga duduk di samping miclara dan tak membiarkannya duduk berdua saja dengan gusion.


" apa kamu tau, sebenarnya kami adalah pangeran dari sebuah kerajaan sihir yang bernama paxley, alasan aku pergi dari sana, karna mereka menyuruhku menggunakan sihir sedangkan aku menyukai seni pedang. Mereka tidak menyetujui keputusanku, jadi aku pergi dari sana" ucap gusion sambil tiduran


" jadi kalian ini pangeran ya, pantas aamon bilang dia ingin menjadikanku pelayang peribadinya" ucap miclara

__ADS_1


" aku hanya bercanda soal itu" ucap aamon tampa melihat miclara yang sedang melihatnya


" kenapa?" Tanya miclara


" karna.. aku ingin kau ikut denganku" ucap aamon sambil menatap miclara yang juga sedang menatapnya, pandangan mereka pun bertemu, hal itu membuat pipi miclara merona dan dia menyembunyikan wajahnya di kedua tanganya.


Aamon merasa sikap miclara sangat manis, dia menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan kedua tanganya yang kecil. Aamom lalu menjentik dahi miclara.


" aduh!" Ucap miclara saat aamon menjentik tadinya


Gusion lagi-lagi di abaikan, dia benar-benar tidak menyangkah, kakaknya itu begitu hebat dalam merebut sesuatu darinya. Padahal dia yang membawa miclara ke tempat ini, tapi kenapa miclara malah lebih dekat dengan kakaknya. Gusion kemudian bangun dan berjalan tampa mengajak mereka.


" kau mau ke mana?" Tanya miclara


" kembali ke kerajaan" ucap gusion tampa melihat ke belakang


" sebaiklah kita juga segera pergi" ucap aamon sambil mengengam tangan miclara agar mengikutinya.


_______________________________________________


**Bersambung**


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Teman-teman apa kabar...


terimakasi karna sudah membaca ceritaku dan terus menunggu updatenya


aku sempat takut ceritaku ini tidak ada yang akan suka, tapi walaupun yang baca hanya sedikit, itu sudah cukup bagiku:)


sekali lagi aku ucapkan terimakasi ya teman-teman


Bay bay...

__ADS_1


__ADS_2