One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Saling menyanyangi ]


__ADS_3

Ketukan pintu membuat aamon terbangun dari tidurnya, dia langsung melihat di sekitarnya dan terkejut karna hari udah sore. Aamon lalu bangkit dan berjalan ke arah pintu, dia ingin tau siapa yang saat ini ada di depan kamarnya.


Aamon pun membuka pintu kamarnya hingga menampakan seorang gadis kecil berambut sama seperti miclara. Dia langsung melihat ke arahnya dan memperlihatkan raut waja bertanya tentang kedatangannya.


" ada apa?" Ucap aamon


" dimana kak miclara, aku tidak melihatnya seharian ini" ucap gadis itu yang adalah floryn


" dia sedang tertidur" ucap aamon


" apa! Ini sudah sore dan kakak masih tidur?" Ucap floryn


" sebaiknya kau jangan banyak  bertanya, saat ini miclara masih kelelahan dan aku membiarkannya tetap tidur" ucap aamon sambil menyilangkan tangannya


" tapi kenapa kak miclara kelelahan, apa dia baru saja berlari?" Tanya floryn dengan polosnya


' gadis ini, apa yang harus aku jelaskan selanjutnya' batin aamon sambil menyentu keningnya


" kenapa kamu tidak menjawabnya, apa kak miclara baru selesai olahraga?" Tanya floryn


Setelah mendapati pertanya dari seorang gadis yang masih polos, aamon merasa tidak tau harus menjawab apa. Dalam hatinya berharap ada orang yang datang dan membawa floryn pergi, dari pada nanti dia menjelaskan hal itu pada gadis di depannya.


Harapan aamon langsung terwujut karna kedatangan adiknya, dia langsung memberi isyarat pada gusion agar menghampirinya. Gusion langsung datang tampa tau apa yang di inginkan aamon, walaupun di sana ada floryn, gusion sama sekali tidak perduli.


" ada apa, kenapa memanggilku?" Tanya gusion tidak sabar


Aamon langsung membisikan masalah yang dia alami, gusion langsung mengerti dan melakukan apa yang kakaknya perintakan.


" kalian kenapa bisik-bisik begitu?" Tanya floryn


" kau dasar gadis aneh, kenapa kau disini hah!" ucap gusion tiba-tiba


" hei kau! Ini bukan urusanmu kau saja yang menggangguku, cepat pergi sana!" Ucap floryn marah


" kau seharunya tidak disini, gadis kecil sepertimu lebih baik di kamar saja tidak usa keluyuran" ucap gusion meremekan


" aku kesini ingin bertemu dengan kak miclara, tapi kau malah datang dan langsung mencari masalah denganku!" Ucap floryn


" aku kesini ingin membicarakan hal yang serius dengan kakakku, sebaiknya gadis igusan sepertimu pergi bermain saja" ucap gusion


" kau!! Lihat saja nanti hemp!" Floryn langsung pergi dari sana dengan marah


" kalian terlihat cocok, bagaimana kalau aku menjodokan kalian saja" ucap aamon sambil menyilangkan tangannya


" hei aku sudah membantumu dan ini balasannya, heh! sudahlah aku pergi saja" gusion pun pergi dan aamon kembali ke kamarnya.


Aamon kembali menghampiri miclara dia duduk di sampinya sambil menyentuh rambutnya yang menutupi sebagian matanya. Belayan aamon langsung membuat miclara bereaksi, dia seperti akan terbangun dari tidurnya yang lelap.


" ugh.." gumang miclara


" kau sudah bangun miclara, bagaimana tidurmu" ucap aamon


" um aamon.." gumang miclara setenga sadar


" ayok cepat bangun, kau belum mengisih perutmu kan" ucap aamon

__ADS_1


Miclara lalu duduk walaupun dia masih belum memakai apapun, dengan santainya dia membiarkan aamon melihat tubuhnya lagi. Miclara hanya sibuk melihat ke arah jendela yang menandakan hari sudah hampir malam.


" hah! Ini sudah hampir malam, kenapa kau tidak membangunkanku" ucap miclara


" aku tidak tega jika harus membangunkanmu, apalagi kau terlihat begitu lelah" ucap aamon


" hmm" miclara lalu melihat ke bawa dan terkejut karna tubuhnya masih dalam keadaan tidak memakai apapun


Aamon tentu saja menahan tawa saat melihat raut waja kaget miclara, dia memalingkan wajahnya karna akan membuat miclara merasa canggung.


" aamon.. kenapa kamu tidak bilang padaku bahwa aku masih tidak memakai apapun.." ucap miclara yang menyelimuti tubuhnya dengan selimut


" kau tidak bertanya kan, lagi pula aku merasa senang jika kau membiarkanku melihat tubuh indahmu" ucap aamon


Miclara tidak menjawabnya lagi, dia berusaha turun dari ranjang itu dengan selimut yang masih ia pegang. Tapi dia malah hampir terjatuh ketika sudah menyentuh lantai, namun aamon dengan cepat langsung menangkapnya.


" kau tidak papa?" Tanya aamon


" rasanya kakiku mati rasa, aku jadi sulit berjalan" ucap miclara


" memangnya kau mau kemana?" Tanya aamon


" aku mau berendam karna ini sudah malam" ucap miclaea


" kalau begitu aku akan menggendongmu" ucap aamon dan langsung melakukan apa yang baru saja dia katakan


" aamon! Nanti selimutnya jatuh" ucap miclara


" kau pegang saja dengan erat, tapi kalau memang akan jatuh biarkan saja" ucapnya


" jika sudah selesai panggil aku saja, aku akan datang" ucap aamon sebelum pergi


" baik" jawab miclara


Setelah aamon pergi, miclara langsung melepas selimut yang masih menyelimutinya, keadaan selimutnya sudah basa kuyut karna ikut terkena air. Miclara langsung menikmati waktu berendamnya hingga dia mulai diserang rasa ngantuk.


Diapun tertidur dalam kondisi berendam di dalam bak mandi yang terisi air. Hari sudah malam dan cuaca menjadi dingin di malam hari tapi miclara malah tertidur di bak mandi, saat dia terbangun mungkin seluru tubuhnya akan membeku.


Diluar kamar mandi, aamon menunggu miclara memanggilanya sambil membaca buku di ranjangnya, dia masih belum sadar bahwa saat ini miclara tertidur di bak mandinya. Aamon sambil membaca sesekali melihat ke arah jendela yang mulai gelap karna sudah malam, dia teringat bahwa miclara belum mekan seharian.


Karna itu dia langsung menuju kamar mandi dan menanyakan apa miclara sudah selesai atau belum.


" miclara apa kau sudah selesai?" Tanya aamon


Namun tidak ada jawaban dari dalam, dia hanya bisa memangginya sekali lagi.


" miclara? Kau sudah selesai?" Ucap aamon


' aneh kenapa dia tidak menjawabnya, apa dia sedang dalam masalah!?' batin aamon mulai panik


" miclara apa kau baik-baik saja!? Miclara!" Teriak aamon memanggil nama miclara


Namun di dalam sana masih tidak ada yang menjawabnya, karna sudah terlalu khawatir, aamon langsung mendoprak pintu itu hingga terbuka. Namun saat pintu itu sudah terbuka, aamon malah melihat miclara yang telah membuatnya khawatir tengan tertidur lelah di dalam bak mandi.


" dia ini, kenapa malah tertidur di sini" ucapnya sambil menghela nafas

__ADS_1


Aamon langsung berjalan ke arah miclara hingga ada di depannya, dia langsung menggendong miclara yang masih tertidur hingga keluar dari bak mandi itu. Aamon lalu mengambil handuk di sampingnya dan menutupi tubuh miclara agar dia tidak kedinginan.


Setelah itu dia langsung membawa miclara ke ranjanganya dan menidurinya kembali. Aamon lalu mengambil pakayan yang akan dikenakan miclara dan kembali lagi ke tempat miclara.


Dia lalu mulai memasangkan satu-persatu pakayan yang akan di kenakan miclara, walaupun dia sempat kesulitan tapi akhirnya dia berhasil memakaikan semua pakayannya. Aamon langsung menyelimuti miclara dengan selimut yang baru dan hangat.


" apa aku bangunkan dia saja, dia belum makan seharian ini. Lebih baik aku bangunkan saja dari pada dia nanti sakit karna tidak makan seharian" ucapnya


Aamon pun memutuskan untuk membangunkan miclara, namun sebelum dia membangunkan miclara miclara malah terlihat akan terbangun. Dia pun mengurung niatnya dan menunggu miclara membuka matanya.


" um~ aamon.." ucapnya


" akhirnya bangun juga, bisa-bisanya kau tertidur di bak mandi, kalau aku tidak menyadarinya mungkin kau saat ini sudah membeku" ucap aamon


" iya maafkan aku, aku hanya merasa ngantuk saja" ucap miclara merasa bersalah


" hmm baiklah aku akan memaafkan mu, tapi nanti jangan ulangi lagi mengerti" ucap aamon


" baik-baik aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap miclara


Miclara kemudian melihat tubuhnya yang sudah berlakayan, dia jadi ingat tadi saat di bak mandi dia sama sekali tidak memakai apapun. Namun sekarang dia malam sudah memakai pakayan, dia langsung sadar bahwa laki-laki di depannya itu sudah membantunya memakai pakayannya.


" ada apa?" Tanya aamon ketika melihat miclara diam


" apa kau yang memakaikanku pakayan?" Tanya miclara


" iya" jawab aamon cepat


Seketika waja miclara kembali memerah, dia kemudian memalingkan wajahnya agar tidak melihat epresi aamon saat ini.


" aku sudah melihat semuanya kenapa kau harus malu begitu" ucap aamon


" a-aku mau tidur, lain kali kita bicara ya" ucap miclara


" tidur apanya, kau belum makan kita makan dulu baru tidur" ucap aamon


" oh iya aku belum makan, aku jadi lapar" ucapnya sambil menyentu perutnya


" kalau begitu ayok, aku akan menggendongmu" ucap aamon


" tidak tidak aku akan berjalan sendiri" ucap miclara langsung menolak tawaran aamon


" apa kau bisa?" Tanya aamon


" tentu saja bisa" ucapnya


Miclara pun bangun dan mulai berdiri, walaupun dia masih merasa kesulitan tapi dia sudah mulai bisa berjalan sendiri.


" ayok aamon, aku sudah lapar" ucap miclara


" hem baiklah ayok" ucap aamon dan langsung berjalan di samping kekasihnya sambil memegang pinggulnya agar dia merasa lebih nyaman saat berjalan.


________________________________________________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2