One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Kebahagiaan sementara ]


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu sejak kepergian floryn dari kerajaan paxlay dan hari-hari miclara sudah tidak sama setelah kepergiannya. Miclara sering melamun ketika dia sedang sendiri dan itu sudah terjadi sebulan ini, walaupun aamon terus bersamanya tapi tetap saja dia seperti kehilangan keceriannya.


Aamon jadi merasa bersalah karna harus membuat floryn pergi dari sisi miclara. Dia tidak tau miclara akan jadi seperti ini jika floryn pergi, tapi jika dia selalu bersama floryn aamon malah merasa telah tergantikan olehnya.


Hari ini seperti biasa miclara sedang ada bersamanya di ruang kerjanya, dia terlihat sedang melamun sambil melihat ke luar jendela. Aamon yang sudah menyelesaikan beberapa dokumen lansung bangun dari duduknya dan menghampiri miclara.


Dia langsung memeluk miclara dari belakang dan memberinya kehangatan, jika miclara terus seperti ini mungkin aamon akan langsung membawakan floryn padanya.


Tapi kali ini dia ingin berusaha membuat miclara berhenti memikirkan floryn, dia akan menggunakan berbagai cara agar gadisnya itu tidak seperti ini terus.


" miclara aku mohon padamu jangan seperti ini terus, kau selalu saja melamun tampa memikirkanku yang sangat mengkhawatirkanmu" ucap aamon


" aamon? Ada apa denganmu?" Tanya miclara


" kau malah bertanya, aku sangat khawatir kau tau" ucap aamon


" aku tidak melamun, aku.. hanya melihat pemandangan di luar, kamu tidak usa khawatir begitu" ucap miclara


" terus saja kau buat alasan begitu, aku selalu melihat kau melamun walaupun aku sedang bersamamu" ucap aamon


" tidak aku tidak melamun, aku hanya lelah saja, apa aku boleh kembali ke kamarku" ucap miclara


" tadi kau bilang hanya melihat pemandangan, sekarang kau malah bilang bahwa kau hanya lelah, sudah cukup alasanmu miclara, aku tidak mau mendengarnya lagi" ucap aamon


Dia lalu membalikan tubuh miclara agar melihat dirinya, tatapan aamon bagitu tulus padanya. Dia memang terlihat begitu mencemaskan dirinya, miclara tertunduk karna tidak mau melihat waja aamon yang terus menatap dirinya.


" jika kau ingin bertemu dengan gadis itu aku akan segera membawanya" ucap aamon


" tidak" jawab miclara membuat aamon terkejut


" jika aku terus bersama floryn aku pasti akan selalu mengabaikanmu dan kau pasti akan sedih, jadi aku tidak ingin kau membawa floryn, biar dia kembali sendiri" ucap miclara


" apa kau yakin tidak ingin aku membawa floryn?" Tanya aamon


" aku seharusnya memikirkan perasaanmu aamon, tapi aku merasa selama ini kau memiliki sedikit waktu untuk bersamaku karna kehadiran floryn, jadi sebelum dia kembali aku akan selalu bersamamu dimanapun kau berada" lanjut miclara


" miclara.."


" maaflan aku karna tidak memikirkan perasaanmu selama ini aamon" ucap miclara


" tidak papa, kali ini kau harus terus bersamaku seperti yang kau katakan tadi" ucap aamon


" tentu saja aamon" ucap miclara


" bagus" ucap aamon sambil mengelus rambut miclara


" apa kau sudah menyesaikan dokumen-dokumen itu aamon?" Tanya miclara


" sayang sekali dokumennya masih ada yang perlu aku urus, mungkin nanti sore aku bisa menyelesaikannya" ucapnya

__ADS_1


" cepat selesaikan aku akan menunggu disini" ucap miclara


" iya, aku akan segera menyelesaikannya" ucap aamon


Aamon kemudian kembali ke meja kerjanya untuk menyelesaikan dokumen yang masih tersisah. Dia juga menyuruh miclara untuk duduk di sampinya agar dia bisa terus melihatnya dari jarah yang dekat.


Namun sebelum miclara menghampirinya, aamon melihat jelas bahwa saat ini miclara terlihar tidak baik-baik saja karna terus memegang jendela di sampinya seperti tidak bisa menampung tubuhnya sendiri.


Dia lalu berjalam mendekatinya untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Aamon juga melihat waja miclara yang nampak pucat dengan keringat yang membasahi keningnya.


" miclara, apa kau baik-baik saja?" Tanya aamon


" aku tidak ap-" sebelum dia menjawab, miclara tiba-tiba tumbang begitu saja, aamon dengan cepat langsung menangkapnya sebelum tubuhnya menyentu lantai


" miclara! Apa kau bisa mendengarku, miclara!" Ucap aamon berusaha membangunkan miclara


Tampa lama-lama aamon langsung menggendongnya menuju kamarnya, dia juga menyuruh pelayan yang lewat untuk segera memanggil tabip ke kamarnya. Aamon langsung menaruk tubuh miclara ke ranjangnya dengan pelan.


Aamon duduk di samping ranjangnya sambil mengelus tangan miclara yang begitu dingin. Rasa khawatirnya semakin menjadi-jadi karna tangannya menjadi dingin tidak seperti biasanya.


Tabip yang ia suruh pelayannya panggil telah sampai dan langsung menghampiri aamon. Dengan buru-buru aamon langsung menyuruhnya untuk mencari tau alasan miclara pinsang secara tiba-tiba.


" cepat obati miclara, kenapa dia tiba-tiba tidak sadarkan diri seperti ini" ucap aamon


" yang mulia tolong tunggu sebentar saya akan segera mencari tau alasanya" ucap tabip itu


Beberapa saat kemudian


" ada apa denganya cepat katakan!" Ucap aamon tak sabaran


" yang mulia jangan khawatir, yang mulia putri saat ini baik-baik saja sekarang dia tengan hamil muda dan ini adalah hal yang wajar" ucap tabip itu


" apa, miclara dia hamil?" Tanya aamon tak percaya


" iya yang mulia, usia kandungannya baru satu bulan dan yang mulia harus terus memperhatikan pola makannya dan jangan buat dia gelisa terlalu sering" ucap tabip itu


" baiklah kau bisa pergi" tabip itupun pergi


' malam setelah perjamuan itu kami melakukannya, mungkin itu yang membuatnya hamil'batin aamon


Aamon lalu mengelus kening miclara yang masih belum sadar, dia tidak tau harus apa tapi sekarang dia sangat bahagia. Aamon tidak menyangkah bahwa dia akan segera menjadi seorang ayah, dia masih tidak percaya bahwa sekarang miclara hamil anaknya.


Aamon menyentu perut miclara yang masih rata dan mengelusnya perlahan, kali ini aamon terlihat tidak bisa menahan kebahagianya. Dia ingin mengatakan pada dunia bahwa dia akan segera menjadi seorang ayah.


' miclara setelah aku di nobatkan sebagai raja aku akan segera menikahimu, tunggu hari itu tiba ya sayang' batin aamon


Kemudian miclara perlahan-lahan mulai membuka matanya, aamon yang menyadari bahwa miclara akan segera sadar langsung memperbaiki posisinya. Miclara langsung membuka matanya dan melihat aamon yang terlihat bahagia sambil menatapnya.


" kau baik-baik saja miclara?" Tanyanya

__ADS_1


" aku merasa sangat pusing tadi, tapi sekarang aku sudah tidak papa" ucap miclara


" baguslah" ucap aamon


" ada apa aamon, kau terlihat bahagia begitu?" Tanya miclara


" tentu saja aku bahagia, aku akan segera menjadi seorang ayah" ucap aamon


" Matsudmu?!" Tanya miclara


" kau belum mengerti kau itu hamil, kau akan menjadi seorang ibu" ucap aamon


" hah! Aku aku hamil, aku hamil" ucap miclara tak percaya


" tentu saja sayang kau hamil, kita akan segera menjadi orang tua nanti" ucap aamon


" aku ternyata hamil, hisk aamon aku akan menjadi seorang ibu" ucapnya sambil meneteskan air mata kebahagiaan


Aamon lalu memeluknya


" miclara setelah ini aku akan lebih banyak menghabiskan waktu denganmu, aku tidak akan meninggalkanmu sedetik pun" ucap aamon


" iya" ucap miclara sambil menyembunyikan wajahnya di dada aamon.


Di waktu yang sama di tempat yang berbeda, sekarang beberapa orang tenga merencanakan sesutu yang jahat. Mereka sudah bekerja sama untuk mencelakai orang yang sama, mereka sudah sebulan ini memutuskannya.


Mereka sekarang sudah memikirkan cara untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Tinggal menunggu waktu yang pas untuk melakukannya, dan orang yang akan menjadi target mereka adalah miclara.


Salah satu dari mereka adah guin dan yang satunya adalah anak dari orang yang perna miclara bunuh. Saat perjamuan itu berakhir guin tidak sengaja bertemu dengan orang itu, dia langsung memutuskan untuk bekerja sama untuk mencelakai miclara.


Orang itu tau bahwa guin sangat membenci miclara jadi dia memutuskan untuk mengajaknya bekerja sama. Siapa tau guin langsung menyetujuinya dan bekerja sama dengan orang itu, hanya saja guin memiliki satu syarat agar dia menyetujui kerja sama itu.


Dia hanya ingin yang beraksi adalah dia dan guin hanya menjadi orang yang membantunya dari belakang. Dia hanya tidak mau aamon tau bahwa dia juga ikut camput dalam rencana mencelakai miclara. Jadi orang itu langsung menyetujuinya persyaratan guin.


" malam ini kita akan langsung melakukan sesuai rencana kita, kita sudah memutuskan bahwa aku tidak akan ikut menculik gadis itu, aku hanya akan menunggu di tempat kita, kau harus berhasil menculik dia kalau tidak rencana kita akan gagal" ucap guin


" aku tau, aku akan segera membawanya" ucapnya


" aku akan menyuruh beberapa pengawal untuk ikut denganmu dan jangan sampai ketahuan mengerti" ucap guin


' dia cerewet sekali, jika bukan karna musuh kita sama mungkin aku tidak akan mengajaknya bekerja sama' batinnya


" kenapa diam?" Tanya guin


" tidak ada, aku akan segera berangkat" ucapnya dan kemudian dia pergi


" bagus, jangan salahkan aku jika aku kejam aamon, siapa suruh dia merebutmu dariku dan selalu memperlamukan aku, malam ini akan menjadi malam terakhirmu bersama dengannya" ucap guin


' kenapa parasanku tidak enak, apa malam ini akan terjadi sesuatu'batin aamon yang sedang meniduri miclara.

__ADS_1


_______________________________________________


Bersambung


__ADS_2