One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ bertemu teman lama ]


__ADS_3

Setelah beberapa saat pesanan yang mereka pesan telah selesai dan sudah di sajika di hadapan mereka. Paman pemilik toko terlihat terkejut saat tau bahwa yang memesan makanannya adalah miclara. Karna sudah beberapa hari miclara tidak lagi makan di kedainya dan dia juga mendengar bahwa keluarganya telah di bantai dalam satu malam.


Tidak aneh bagi miclara melihat paman itu terkejut saat melihatnya, dia tau pasti paman itu tidak menyangka bahwa sekarang miclara makan di kedainya lagi. Mungkin yang paling membuatnya terkejut adalah miclara yang terlihat baik-baik saja sedangkan keluarganya telah tiada. Setelah dia mengantar pesanan miclara, paman itu langsung kembali ke tempatnya sambil menunjukam epresi yang masih terlihat bingung.


" ayo kita makan" ucap miclara sambil memulai makannya


" jadi ini makanan kesukaanmu" ucap aamon


" iya, coba kau makan pasti kau juga akan suka" ucap miclara yang sudah mulai makan dengan lahap


Aamon pun mencobanya saat melihat miclara yang nampak sangat menyukainya, satu suapan tidak begitu buruk bagi aamon, namun detik berikutnya dia langsung merasakan sesuatu yang mengerikan.


" uhuk! uhuk! " aamon langsung meminum segelas air yang ada di sampinnya saat baru saja makan makanan di depannya


Miclara tidak tau kenapa aamon sampai batuk-batuk seperti itu, padahan miclara sangat menyukai makanan ini. Mungkin seleranya tidak sama dengannya dan itu memang pantas kalau dia tidak menyukainya, tapi kenapa dia sampai batuk-batuk seperti itu. Miclara lalu bertanya padanya dan membantunya menuangkan segelas air.


" ada apa aamon, apa kau baik-baik saja?" Tanya miclara


" uhuk! Ini makanan apa ini, uhuk!" Ucap aamon


" kenapa? Apa kau tidak menyukainya?" Tanya miclara


" bukan begitu, uhuk! Tapi ini terlalu pedas" ucap aamon mengelap bibirnya


" ahh~ ternyata kau tidak suka makanan pedas ya, kenapa tidak beri tau aku dulu, aku bisa memesan makanan yang lain kan" ucap miclara


" apa kau begitu suka, makanan pedas" ucap aamon dengan waja yang sudah di penuhi keringat


" suka, bahkan aku bisa menghabiskan lebih dari satu mangkok setiap hari" ucap miclara


" jika kau makan terlalu banyak itu bisa bahaya bagi tubuhmu, sebaiknya jangan makan makanan pedas lebih dari sekali, mengerti" ucap aamon


" baik, aku akan mendengarkanmu, tapi jika kau tidak mau memakannya aku bisa menghabiskannya, tidak baik kan membuang makanan" ucap miclara sambil menggeser mangkok makanan punya aamon


" kau ini" ucap aamon


" oh iya, aku bisa pesankan yang tidak pedas untukmu, bagaimana" tawar miclara di sela-sela makannya


" baik" jawab aamon singkat


Miclara pun kembali memanggil pemilik kedai untuk mencatat pesanannya lagi.


" paman, pasan yang tidak pedas satu ya" ucap miclara


" baik" paman itu langsung membuatkan pesanan miclara.


Dan beberapa saat kemudian setelah mereka berdua selesai makan, miclara mengajak aamon pergi ke tempat yang selalu ia datangi kalau sedang sendiri. Mungkin sekarang tempat itu sudah beruba, karna miclara sudah lama tidak ke sana. Tidak tau apa dia masih bisa melihat tempat kesukannya atau tempat itu sudah di jadikan rumah oleh orang-orang.


Namun saat mereka sudah sampai, miclara benar-benar sudah tidak melihatnya, tempat yang dulunya sering ia kunjungi sekarang sudah tidak sama. Tempat itu sekarang sudah dijadikan pemakaman oleh orang-orang, walaupun cuma ada dua tapi miclara tetap merasa sedih karna tempat kesukaannya sudah tidak ada.


" ada apa?" tanya aamon


" tempat yang selalu aku datangi sudah tidak ada, mereka mengubahnya menjadi pemakaman" ucap miclara

__ADS_1


" dulu kalau aku sedang sendiri aku selalu datang ke sini, disini sangat tenang dan tidak berisik, cocok untuk orang yang ingin menangkan diri. Tidak tau kenapa mereka harus mengubahnya menjadi pemakaman seperti ini, padahan mereka bisa saja mengubahnya menjadi taman kan" ucap miclara


" mungkin mereka kekurang tempat untuk dijadikan pemakaman" ucap aamon


" lagian cuma dua pemakaman, kenapa mereka harus mengubahnya" ucap miclara


Namun kemudian ada seseorang yang memanggil namanya dari belakang, spontan miclara dan aamon langsung menengok ke belakang.


" miclara, apa itu kau?" tanya orang itu


Miclara lalu melihat orang yang memanggilanya


" hah! Kau rakka kan" ucap miclara


" syukurla kau baik-baik saja miclara, aku senang bisa melihatmu lagi" ucap orang yang bernama rakka itu


" rakka sudah lama tidak bertemu, apa kau baik-baik saja?" ucap miclara


" aku tidak papa, aku merasa sangat sedih saat mendengar tentang orang tuamu, tidak kusangka mereka merakhir seperti itu" ucap rakka


" hal itu sudah terjadi, untuk apa di ungkit lagi" ucap miclara dengan senyum palsunya


" ngomong-ngomong siapa dia, apa dia teman barumu?" Tanya rakka saat melihat aamon


" dia adalah kekasiku, aku sekarang tinggal bersamanya" ucap miclara


" jadi selama ini kau bersamanya ya, tapi aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi" ucap rakka


" aku juga, aku senang bisa bertemu denganmu rakka" ucap miclara


Aamon menatap tajam ke arah rakka dengan tatapan seperti sedang melindungi makananya agar tidak ada yang merebutnya. Rakka hanya bisa diam mendapat tatapan mematikan seperti itu, dia bisa saja membuat orang di depannya marah jika dia terus mengoblor dengan miclara. Tapi dia sangat merindukan miclara dan ingin terus bicara dengannya, mungkin jika miclara masih ingin bicara dengannya aamon tidak akan melarang dan mereka masih bisa mengoblor.


" oh iya, kenapa kau kesini miclara?" Tanya rakka


" aku sebenarnya ingin mengajaknya makan makanan kesukannku, tapi ternyata di tidak menyukai makanan pedan" ucap miclara


" kau itu memang sangat menyukai makanan pedas ya, dulu aku ingat sekali waktu itu kau memaksaku makan makanan kesukannmu hingga aku sakit keesokan harinya" ucap rakka


" hahah aku waktu itu tidak tau ternyata kau sangat lemah soal makanan pedas, jika aku tau mungkin aku tidak memaksamu" ucap miclara


" ehem" karna dari tadi aamon tidak di anggap oleh mereka berdua, aamon hanya bisa membuat mereka menyadari keberadaanya


Namun rakka kemudian melangkah mendekat ke arah mereka


" hai namaku rakka, aku belum tau namamu" ucap raka sambil memperkenalkan diri ke pada aamon


" aku aamon, dan aku adalah kekasih miclara" ucap aamon sambil menekan kata 'kekashi'


" aku tidak menyangkah miclara ternyata menyukai tipe seperti ini" ucap rakka


" apa matsudmu?" Tanya aamon


" biasanya miclara itu suka dengan pria yang sering tersenyum dan tidak dingin sepertimu, mungkin miclara terpaksa memilimu atau mungkin kau yang memaksanya" ucap rakka

__ADS_1


" ohh jadi matsudmu, miclara menyukai orang seperti mu dan tidak menyukai orang dengan sifat dingin sepertiku" ucap aamon


" ya" jawab rakka singkat


' susana apa ini, aku merasa jika ini dibiarkan akan terjadi sesuatu yang buruk' batin miclara


Aamon dan rakka saling tatap seperti akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi, miclara ingin menghentikan pertengkaran mereka, tapi dia merasa tidak berani. Seharunya dia tidak mengabaikan aamon saat senang bertemu teman lama, tapi tidak disangkan hal ini akan terjadi.


" k-kalian kenapa?" Tanya miclara


" bukan apa-apa, kami hanya mengoblor saja" ucap rakka


" benar, hanya mengoblor" ucap aamon yang masih menatap rakka seperti akan langsung menghabisinya.


" sudah jangan bertengkar lagi" ucap miclara


" kami tidak bertengkar, aku cuman sedang berbicara dengan teman lamamu" ucap aamon


" aamon epresimu saja sudah kelihatan bahwa kau sedang marah kan" ucap miclara


" aku tidak marah miclara" ucap aamon sambil menatap miclara dengan tatapan lembut


" rakka mungkin kami akan segera pergi, jadi sampai jumpa ya" ucap miclara


" kau sudah mau pergi, apa kau tidak mau mengunjungi makan orang tuamu" ucap rakka


" dimana mereka dimakamkan, apa kau bisa menunjukannya padaku" ucap miclara


" di belakangnya, mereka di makamkan di tempat kesukannmu" ucap rakka sambil menunjuk ke arah belakang miclara


Miclara kembali menatap ke arah dua pemakaman itu, tidak disangkah ternyata itu adalah makan kedua orang tuanya. Tampa berlama-lama lagi dia langsung menghampirinya dan mengabaikaa dua orang di belakannya. Miclara langsung duduk di samping makan kedua orang tuanya sambil menyentuh batu nisan yang bertulisan nama orang tuanya.


Aamon dan rakka menghampiri miclara, aamon lalu berjongkok di samping miclara sedangkan rakka tetap berdiri di belakang mereka. Aamon menyentu pundak miclara yang gemetar karna mungkin dia sedang menangis. Dihadapannya adalah makan orang yang dia sayang yang telah pergi meninggalkannya, setelah sekian lama dia akhirnya bertemu walaupun dia hanya bisa menyuntuh batu nisanya.


" miclara" panggil aamon


Miclara lalu memeluk aamon dan menangis disana, setelah sekian lama akhirnya dia tidak menahan tangisnya. Dia akhirnya melepas semua kesedihannya dan tidak menahannya lagi, aamon mengelus rambutnya dengan lembut agar dia bisa sedikit tenang.


" huhuhu... hisk aamon" tangis miclara


" sebaiknya kalian jangan pergi dulu, kalian menginap saja di rumahnya untuk beberapa hari, jangan pergi dengan kondisinya yang seperti itu" ucap rakka


" rumah miclara tidak berisi apapun, lebih baik kami pergi setelah dia membaik" ucap aamon tampa mengubah pandangannya


" kamar miclara masih terisi seperti sebelumnya, jadi untuk saat ini lebih baik kalian menginap di sana saja" ucap rakka


Aamon tidak menjawabnya


" aku pergi dulu, nanti aku akan mengunjungi kalian lagi" ucap rakka, rakka lalu pergi


Aamon saat ini tidak bisa melakukan banyak hal, dia hanya bisa terus bersamanya sampai kondisi miclara jadi lebih baik. Ini adalah sesuatu yang membuatnya menjadi tidak berguna, dia tidak bisa berbuat apapun dalam kondisi seperti ini. Bisa di bilang aamon akan jadi tidak berdaya kalau harus membuat orang yang dicintainya tidak merasa sedih seperti sekarang ini.


________________________________________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2