One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Perkenalan miclara ]


__ADS_3

Aamon dan miclara lalu berjalan ke arah perjamuan yang sudah di mulai, banyak bangsawan-bangsawan yang sudah datang, mereka hanya tinggal menunggu kedatangan kedua orang ini. Mereka berdua pergi sambil berpegangan tangan, mereka terlihat seperti akan mengucapkan janji pernikahan.


Namun dari arah belakang mereka, ada seseorang yang tenga berlari mengejar mereka, dia lalu langsung memeluk miclara sambil memanggil namanya.


" kak miclara" ucapnya


Miclara lalu melihat ke belakang


" floryn" ucapnya


" kak kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu" pujinya


" terimakasi, kau juga sangat cantik dengan gaun yang kau pakai, sangat cocok untukmu" ucap miclara


" aku juga menyukainya, gaun ini memang sangat cocok untukku, ada hiasan bunganya aku sangat menyukainya" ucapnya


" siapa yang memberikan gaun ini padamu?" Tanya aamon


" tadi ada pelayan yang memberikannya padaku, jadi aku pakai saja" ucap floryn


" kenapa kau menanyakan itu?" Tanya miclara


" tidak apa-apa, hanya saja tadi pagi saat aku mencari kan kau gaun aku juga melihat gaun yang dia pakai di sana" ucap aamon


" iyakan, memangnya kau pergi dengan siapa?" Tanya miclara


" gusion, apa dia yang memberikannya" ucap aamon


" bisa saja, kelihatnya gusion mulai memiliki perasaan dengan floryn sampai-sampai dia membelikan floryn baju" ucap miclara


" mungkin saja" ucap aamon


" kalian sedang membicarakan apa, ayo para tamu sudah datang" ucap floryn sambil berlari mendahului mereka berdua.


Aula yang digunakan untuk perjamuan sudah dihiasi berbagai hiasan dan bunga-bunga. Ada banyak orang yang datang di perjamuan ini, para bangsawan yang sudah datang langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Mereka asik berbincang-bincang hingga aamon dan miclara datang, para bangsawan itu langsung memperhatikan kedua pasangan itu. Para bangsawan langsung bangkit dari duduknya ketika aamon dan miclara berjalan di depan mereka.


Aamon dan miclara lalu duduk di tempatnya sambil menyuruh para bangsawan yang lain untuk duduk. Para bangsawan langsung melakukan apa yang aamon perintakan, mereka kembali duduk di tempatnya masing-masing.


Pandangan mereka terhadap miclara membuatnya merasa gugup, dia terus memegang lengan baju aamon karna terlalu gugup. Aamon menatapnya begitu hangat hingga dia bisa sedikit merasa tenang.


" miclara kau sangat cantik kenapa harus gugup" ucap aamon


" aku hanya merasa tidak nyaman jika harus di perhatikan seperti itu, apalagi mereka itu bangsawan" ucap miclara


" tenang saja miclara, suatu hari nanti kau akan terbiasa dengan suasana seperti ini" ucap aamon


" um baiklah aamon" ucap miclara


Aamon lalu berdiri dan langsung mengatakan alasan mengadakan perjamuan ini. Dia dengan suara lantang langsung memulai perjamuan ini.


" malam ini aku sebagai penerus kerajaan paxlay ingin mengatakan sesuatu! Banyak orang yang pasti tau bahwa setiap calon raja harus mempunyai seorang istri! Sekarang ini malam ini aku ingin memperkenalkan pada kalian semua para bangsawan seorang gadis yang nanti akan menjadi istriku!" Ucap aamon


Aamon lalu melihat ke belakang dan mengulurkan tangannya ke arah miclara, miclara langsung memegang tangan aamon dan berdiri di sampinya.


" dia adalah calon istriku yang kelak akan terus bersamaku hingga maut memisakan! Suatu hari kami akan mengadakan pernikahan dan kalian akan menjadi saksi janji pernikahan kami! Malam ini kalian sudah mengetahui bahwa aku sudah memiliki calon istri, untuk seterusnya aku berharap kalian tidak berfikir menjodokan putri kalian denganku!" Ucapnya

__ADS_1


Semua tamu langsung bertepuk tangan dan sedikit bingung dengan perkataan terakhir aamon. Namun yang pasti mereka cukup tersanjung mendengar kata-kata pemuda di depan mereka yang cukup pantas untuk menjadi seorang raja.


" silakan nikmati jamuan yang sudah kami persiapkan untuk kalian" ucapnya


Para tamu mulai berbincang-binsang dengan bangsawan lainnya, mereka terlihat begitu puas dengan hiasan dan jamuan yang ada di sana. Mereka juga terlihat menunggu aamon datang dengan pasanganya, aamon mengerti hal itu dan langsung membawa miclara ke tempat para bangsawan.


" ayok kita kesana miclara, mereka terlihat ingin bertemu dengan kita" ucap aamon


" t-tapi aamon aku sangat gugup, bagaimana kalau aku mempermalukanmu" ucapnya


" jangan khawatir, mereka tidak akan berani" ucap aamon


" baiklah, aku akan ikut denganmu" ucap miclara


Aamon langsung menggandeng tangan miclara dan berjalan ke arah para bangsawan. Aamon dan miclara berhenti di hadapan bangsawan boroqiu dan bangsawan moniyan, namun ada satu orang yang membuat aamon enggan untuk kesana.


" yang mulia aamon selamat karna sudah mendapatkan pendamping hidup" ucap bangsawan moniyan


" terimakasi, aku juga sangat senang bisa menjadikannya kekasiku" ucap aamon


" oh iya, gadis ini putri dari bangsawan mana?" Tanya bangsawan boroqiu


" ah! Aku.."


" tentu saja dia hanyala seorang gadia murahan yang tidak tau asal usulnya" ucap seseorang yang sedari tadi sudah membuat aamon dan miclara tidak nyaman


" apa matsudmu?" Tanya bangsawan moniyan


" dia itu hanya orang biasa yang menggunkan trik agar bisa mendapatkan aamon, sangat menjijikan kan" ucap dia


" bangsawan boroqiu, seharusnya kau sudah membaca undangan yang aku kirim ke kerajaanmu kan" ucap aamon


" tapi sepertinya kau tidak membacanya secara rinci, jelas sekali di undangan itu aku menyuruhmu datang bukan dengan putrimu yang tidak punya malu itu, tapi kau malah membawanya dan dia sekarang malah mempermalukan calon istriku" ucap aamon


" i-itu.."


" mungkin lain kali saat aku akan mengadakan perjamuan lagi, aku seharusnya tidak usa mengundang kerajaan boroqiu" ucap aamon


" yang mulia aamon aku minta maaf padamu, lain kali aku tidak akan mengajak putriku lagi, tolong jangan mempermasalakan hal ini lagi" ucap bangsawan boroqiu


" aku akan melupakan kejadian ini jika putri kesayangnmu itu bersujut dan meminta maaf pada miclaraku" ucap aamon


" apa! Kau!!" Ucap guin marah


" diam! Baik baik aku akan menyuruhnya minta maaf" ucap raja boroqiu


" tapi ayah, apa kau memang ingin aku bersujut di hadapan dia" ucap guin tidak terima


" kau sendiri yang memulainya, sekarang cepat minta maaf padanya sekarang!" Ucap bangsawan boroqiu


" b-baiklah ayah" ucap guin pasra


Guin lalu menghadap miclara dan langsung bersujut di hadapnya, dia langsung meminta maaf kepada miclara. Kali ini dia sudah membuat dirinya sendiri malu begitupun ayahnya.


" aku minta maaf, tolong maafkan aku" ucapnya


" um.. baiklah, kau bangunla" ucap miclara

__ADS_1


Setelah miclara memaafkannya, guin kemudian berdiri dan langsung berlari keluar dari aula itu. Ini sudah kedua kalinya dia dipermalukan seperti ini, mungkin sekarang dia sadar bahwa dia tidak seharusnya mengatakan hal itu di hadapan semua orang.


Orang-orang yang melihat kejadian itu mulai mengabaikannya dan mulai melanjutkan apa yang tadi mereka lakukan. Raja boroqiu langsung merasa harga dirinya sekarang telah tercemar karna ulah putrinya sendiri.


Dia jadi tidak memiliki muka terus ada di sini, setelah beberapa saat raja boroqiu langsung pamit untuk kembali ke kerajaanya.


" kalau begitu aku pamit pergi, terimakasi karna sudah memaafkan putri ku" ucapnya lalu pergi bersama pengawal-pengawal yang bersamanya


" aamon apa aku boleh kembali ke kamarku" ucap miclara


" apa kau sudah ngantuk?" Tanya aamon


" tidak, hanya saja aku ingin segera kembali ke kamarku" ucap miclara


" baiklah, aku akan mengantarmu" ucap aamon


" tidak usa, kau temani mereka saja aku akan kembali sendiri" ucap miclara


" apa kau yakin, aku bisa mengantarmu ke kamar" ucap aamon


" aku yakin kau disini saja, aku hanya ingin cepat-cepat istirahat" ucap miclara


" baiklah" ucap aamon


" kalau begitu aku pergi dulu" ucapnya lalu pergi dari perjamuan ini


Setelah miclara pergi, aamon kembali berbincang-bincang dengan para bangsawan. Namun adiknya yang tiba-tiba datang langsung membuatnya meninggalkan para bangsawan itu.


" aku pergi sebentar, silakan kalian nikmati jamuanya" ucapnya lalu pergi ke tempat gusion


" kau dari mana saja, kenapa aku tidak melihatmu" ucap aamon


" emm aku hanya mencari udara segar saja" ucap gusion


" apa yang kau katakan benar, atau jangan-jangan kau baru saja melakukan sesuatu" ucap aamon


" t-tidak! Aku tidak melakukan sesuatu" ucap gusion panik


" sebenarnya ada apa, aku tau kau menyembunyikan sesuatu" ucap aamon


" aku hanya, hanya.." ucapnya


" ada apa!?" Ucap aamon


" tadi aku hanya minum sedikit anggur, jadi eee" ucapnya sambil melihat ke arah yang lain


" kenapa kau harus gugup begitu, kau sudah besar itu hal yang biasa bagi anak muda sepertimu" ucap aamon


" jadi kau tidak marah" ucap gusion


" kenapa aku harus marah, oh iya aku akan kembali ke kamarku, kau bisa mengurus mereka kan" ucap aamon


" apa! Tidak mau, aku tidak mau mengurus hal ini, aku juga mau kembali ke kamarku sebaiknya kau saja yang mengurus me-" ucapan gusion terhenti ketika kakaknya sudah tidak ada di hadapnya, dia begitu cepat hingga gusion tidak menyadarinya


" hei kau!!" Gusion hanya bisa geram karna di tinggal dengan tugas seperti ini, dia hanya bisa melakukannya hingga bisa kembali ke ranjangnya yang empuk.


_______________________________________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2