One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Amarah aamon paxley ]


__ADS_3

( Akan lebih baik kalian mendengarkan lagu yang sedih saat membaca chapter ini, karna author merasakannya sendiri saat menulisnya )


.


.


.


.


Miclara karna rasa sakit yang dia rasakan membuatnya dengan erat menarik baju aamon. Dia menangis sambil menyembunyikan wajahnya di dada aamon, aamon menggunakn mode menghilangnya agar sampai lebih cepat.


Hanya saja saat ini kondisi miclara sangat buruk, aamon tau saat ini tangan yang tengan menarik bajunya terus gemetar. Aamon juga merasa bahwa saat ini bajunya basa karna air matanya, miclara kemudian memanggil namanya.


" aamon.." panggilnya


Spontan aamon langsung menghentikan langkahnya dan menjawab panggilan kekasihnya.


" ya miclara" jawabnya


" perutku sakit sekali.." ucapnya


" bertahanla miclara, kita akan segera sampai" ucap aamon kembali berlari


" tidak! Jangan menyusakan dirimu, aamon.." ucap miclara


" apa matsudmu!?" Ucap aamon


" bisakah.. kau berhenti dulu, jangan berlari seperti itu.."ucap miclara


" tidak bisa, kita harus segera mengobatimu miclara" ucap aamon


" apa aku bisa bertahan, rasa sakit ini tidak bisa ku tahan lagi, aku rasanya ingin tidur" ucapnya


" jangan tutup matamu miclara! Percayala kau akan bertahan jangan menyerah demi bayi kita!" Ucap aamon


" sakit sekali aamon, hisk!" Tangis miclara


" miclara.." aamon berhenti di bawa pohon dan melihat kondisi miclara


" miclara jangan tutup matamu aku mohon" ucap aamon


" a-aamon aku takut kehilangan bayi kita, aku tidak mau dia mengalami hal ini padahal dia masih belum lahir" ucap miclara


" miclara..."


" ugh! sakit sekali hisk" ucapnya sambil memegangi perutnya


Aamon memeluk miclara dengan erat, dia merasa bahwa dia sudah gagal melindungi orang yang dia sayang. Jika dia sampai kehilangan miclara, mungkin setelah ini kehidupannya akan berubah.


Aamon kembali melihat miclara yang masih menangis karna rasa sakit yang dia rasakan. Kemudian dia menatap aamon dengan tatapan yang memilukan, miclara menyentuh kedua pipi aamon sambil berusaha memberinya senyuman


" aamon, kamu jangan sedih seperti itu, aku tidak mau melihatmu sedih seperti ini.." ucap miclara


" miclara jangan tutup matamu" ucap aamon sambil menggenggam tangan yang menyentuh pipinya

__ADS_1


" ugh! A-aamon aku sangat mencintaimu" ucap miclara


" miclara jangan tutup matamu, aku mohon" ucap aamon


" aku tidak bisa terus terjaga aamon, aku rasanya, ingin tidur sebentar" ucap miclara


Miclara kemudian perlahan-lahan menutup matanya, tangan yang aamon genggam terjatuh tepat di perutnya. Saat ini miclara sudah tak sadarkan diri, dia meneterkan air mata ketika menutup matanya.


" miclara!? Jika kau berani meninggalkanku!! Aku pasti tidak akan memaafkanmu!" Ucap aamon


Aamon kembali memeluk miclara yang sudah tak sadarkan diri, dari belakannya terlihat gusion yang berlari menghampirinya. Ketika melihat kakaknya memeluk miclara yang tak sadarkan diri membuat gusion ikut merasa sedih.


" kak" panggi gusion


" apa kau sudah menangkap mereka" ucap aamon tampa menguba pandangannya


" mereka berhasil lolos aku tidak bisa menemukan mereka" ucap gusion


Aamon kemudian berdiri dan menghampiri adiknya, dia lalu memberikan miclara pada adiknya.


" bawa miclara kembali ke kerajaan, jangan sampai terjadi sesuatu padanya, aku akan mengurus mereka" ucap aamon


Gusion langsung bergantian menggendong miclara, kemudian aamon berjalan ke arah sebaliknya dan meninggalkan gusion yang masih melihatnya.


Gusion lalu pergi ke arah kerajaanya sambil menggendong miclara, saat dia menggendong miclara dia masih bisa merasakan detak jantunya. Namun mungkin bayi di dalam kandungannya sudah tak selamat, karna itu dia melihat kakaknya sedih tadi.


Aamon sangat marah, dia tidak ingin orang yang telah memperlakukan miclara seperti itu bebas begitu saja. Jika dia tidak bisa menemukan mereka, dia tidak akan perna memaafkan dirinya sendiri.


Setelah apa yang terjadi pada miclara, kini dalam hati aamon hanya ada rasa marah dan ingin segera menemukan mereka. Aamon sudah ada di depan sebuah kerajaan, dia tidak memperdulikan orang-orang yang menghalagi jalannya.


Dia langsung menyerang mereka yang berusaha menghentikannya, aamon tidak bisa diam saja melihat orang yang bersalah pergi begitu saja. Di dapannya ada orang-orang yang lebih banyak lagi-lagi berusaha menghentikannya.


Di dalam kerajaan ini, ada seseorang yang berlari ke arahnya dan berusaha bicara baik-baik padanya, dia adalah raja boroque. Kedatangan aamon yang tiba-tiba apalagi saat ini dia melihat aamon terlihat sangat marah membuatnya khawatir.


Walaupun dia merasa tidak melakukan apapun, namun tidak mungkin tampa alasan calon raja di depannya itu datang ke kerajaanya.


" y-yang mulia aamon, kenapa an-anda datang kemari" ucapnya


" dimana putrimu!" Ucap aamon


" p-putri saya saat ini tidak ada di kerajaan, dia sudah beberapa hari pergi ke rumah neneknya, u-untuk apa anda menanyakannya" ucap raja boroque


" katakan! Katakan sekarang dia ada di mana! Kalau tidak aku benar-benar bisa menghancurkan kerajaan ini!" Ucap aamon


" s-sebenarnya apa yang telah putri saya lakukan sampai anda terlihat marah seperti ini" tanyanya


" dia sudah melukai miclara bahkan menyakiti bayi yang ada dalam kandunganya, sekarang dia pergi setelah melakukan itu padanya, saat ini aku kesini ingin mencarinya dan tidak akan melepaskannya sebelum menemukannya!" Ucap aamon


" t-tapi saat ini dia benar-benar tidak ada di sini, yang mulia mohon anda bersabar, saat dia kembali saya akan langsung memberinya pelajaran" ucap raja boroque


" tidak usa! Aku yang akan mencarinya" ucap aamon dia lalu berbalik


Namun sebelum dia pergi dia mengatakan satu hal lagi pada raja boroque.


" ingat! mulai saat ini kerajaan boroque dan kerajaan paxley tidak memiliki hubungan lagi! Semua kerja sama kita hari ini karna ulah putrimu akan di batalkan! Jangan perna datang ke kerajaanku lagi!" Ucap aamon lalu dia pergi

__ADS_1


Sedangkan raja boroque saat mendenganya langsung terduduk lemas di lantai. Siapa yang tau putri yang dia sayang akan menghancurkan kerajaannya sendiri, selama bertahun-tahun dua kerajaan ini tidak perna berselisi.


Namun sekarang bahkan kerajaan boroque sudah kehilangan pendukung yang kuat seperti kerajaan paxley. Mungkin setelah ini raja boroqua akan langsung menurunkan tahtanya agar dia bisa menenangkan diri.


Aamon keluar dari kerajaan boroque dan pergi menuju tempat yang seharunya. Dia masih belum ingin kembali, dia ingin mencari mereka yang telah menyakiti miclara.


Aamon masuk ke dalam mode menghilang dan berlari sangat cepat menuju suatu tempat. Walaupun dia tau saat ini guin tidak ada di rumah neneknya, namun tetap saja sekarang dia masih belum mengetahui keberadaanya.


Tapi tiba-tiba dia merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya, sekarang masih malam dan penglihatan aamon terbatas. Namun dia merasa memang ada yang sedang mengawasinya, aamon berpura-pura belum menyadarinya agar mereka semakin dekat denganya.


Kemudian saat aamon berjalan pelan, ada seseorang yang berlari ke arahnya dari belakang sambil membawa senjata. Aamon yang sudah menyadarinya langsung menghindar dari serangan itu.


Setelah itu dia tau siapa yang berusaha menyerangnya, orang itu adalah serah dengan tatapan yang sangat marah. Serah berusaha lepas dari genggaman aamon dan menjauh darinya, dia lagi-lagi menyerang aamon dengan beberapa senjata yang sangat kecil seperti jarum yang ia kendalikan.


Namun sayang sekali itu tidak berguna, aamon dengan santainya berhasil menghindari dari semua seranganya. Aamon langsung menggunakan pedang kecilnya untuk menyerang serah.


" kau sudah menghancurkan rencanaku!! Sekarang kau harus mati!!!" Teriaknya


" sayang sekali kau malah kembali, kau akan selamat jika lari saat itu" ucap aamon


" diam!! Kau aamon paxley harus mati, kau juga salah satu orang yang juga ingin membunuh ayahku waktu itu, jika aku tidak bisa membununya maka lebih baik kau saja yang mati!!!" Teriak serah


" aku tidak ingin membuang waktu disini bersamamu" ucap aamon dia lalu menggunakan satu seranganya dengan cepat hingga serah tidak bisa menghindarinya


Serah langsung terkapar dengan semua tubuhnya yang berdarah, namun waupun serah sudah tak berdaya aamon tetap tidak mengampuninya. Dia sekali lagi menggunakan kekuatanya ke arah serah yang sudah tak sadarnya diri hingga serah hancur tak tersisah.


Darahnya mengenai wajah dan bajunya, dia terlihat sangat mengerikan dengan tampang seperti itu. Ketika dia sudah selesai mengurus satu orang, dia tiba-tiba mendengar sesuatu dari semak-semak di belakanya.


Aamon langsung mendatangi semak-semak itu hingga dia melihat satu orang tenga sembunyi di sana. Orang yang tenga sembunyi itu tidak sadar dengan kehadiran aamon, dia sembunyi sambil menutup mulut dan hidungnya agar tidak ketahuan.


Namun orang yang berusaha ia hindari saat ini malahan sudah ada di depannya. Dia langsung mengangkat wajahnya karna ingin melihat kondisi sekita namun.


" wah!!!" Teriaknya saat menyadari kehadiaran aamon


" ternyata kau ada disini, guinavare" ucap aamon


" t-tolong ampuni aku aamon, aku tidak akan menggangumu lagi aku mohon" ucapnya sambil terus bersujut di depan aamon


" semua sudah terlanjut terjadi, untuk apa kau minta maaf sekarang!" Ucap aamon


" aku menyesal, aku tidak akan melakukannya lagi" ucal guin terus memohon


" terlambat" aamon lalu mencekik guin hingga tubuhnya terangkat


Namun ada yang berlari ke arah mereka dan memohon agar aamon melepaskan guin, dia adalah ayah guin.


" tolong lepaskan putriku yang mulia aamon, saya janji setelah ini dia tidak akan melakukan kesalahan lagi, aku mohon" ucapnya


" dia sudah menyakita miclaraku yang sedang hamil, bahkan dia tidak mengampuninya walaupun sudah tau miclara sedang hamil, saat ini miclara masih tidak sadarkan diri dan semua itu adalah kesalahnya, aku tidak mungkin membiarkan orang yang telah menyakiti miclara bebas begitu saja!!" ucap aamon


" saya yang akan menghukumnya yang mulia aamon kau tenang saja saya tidak akan membiarkannya keluar dari kerajaan" ucap ayah guin


" maafkan aku, a-aamon aku tidak akan m-menggangu kalian lagi" ucap guin


Aamon lalu melepas tanganya hingga guin terjatuh.

__ADS_1


" ini adalah terakhir kalianya aku melepaskanmu, tapi lihat saja nanti jika kau mengulanginya lagi" ucap aamon kemudian pergi meninggalkan sepasang ayah dan anak itu.


________________________________________________Bersambung


__ADS_2