One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Masa lalu yang kelam ]


__ADS_3

Kemudian aamon berdiri dan semua orang yang ada di ruangan itu ikut berdiri. Aamon lalu menggandeng tangan miclara keluar dari ruangan itu, namun sebelum itu dia memerintakan sesuatu. Mungkin aamon merasa ini adalah waktu yang pas untuk membicarakan hal itu. Dia juga merasa puas sudah membuat guin dipermalukan.


Tapi ini masih belum cukup, dia merasa jika hanya mempermalukan guin itu tidak sebanding dengan apa yang sudah guin lakukan. Dia masih ingin membuat guin lebih menderita hingga membuatnya tidak ingin menganggu hubungannya dengan miclara. Kali ini dia tidak akan berbelas kasihan walaupun yang akan dia buat menderita adalah putri seorang bangsawan.


" pengawal! Bawa orang kepercayaan raja borokue pergi" ucap aamon


Pengawal yang dia panggil langsung melakukan apa yang dia perintakan, setelah di ruangan itu hanya ada aamon dan miclara begitupun guin, aamon langsung menyuruh guin untuk mengikutinya.


" sebaiknya kau ikuti aku, dan jangan sampai melakukan sesuatu yang akan kamu sesali nanti" ucap aamon kepada guin yang menatapnya penuh amarah


" kenapa? apa kau marah sampai ingin membunuku" Ucap aamon dengan nada meremekan


Guin tidak menjawabnya karna dia tau bahwa yang akan dia katakan tidak akan diperdulikan oleh aamon. Lebih baik jika dia diam dari pada harus menerima rasa malu lagi dari bangsawan di depannya.


Aamon dan miclara lalu keluar dari ruangan itu dan guin yang tidak bisa menolaknya hanya bisa mengikutinya seperti yang dia perintakan.


' enta apa yang aamon fikirkan, sampai-sampai di juga membawanya 'batin miclara


" aamon kita mau kemana?"tanya miclara


" kau akan tau nanti" jawab aamon


" kenapa kau menjawab itu lagi, jangan membuatku penasaran terus" ucap miclara


" aku tau, tapi ini bukan waktu yang pas untuk menjelaskannya"ucap aamon


" baiklah aamon aku akan menunggu" ucap miclara


" bagus" Aamon kemudian mengecup tanganya tampa memperdulikan tatapan orang yang mengikutinya.


' lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesal telah mempermalukanku' batin guin sambil menatap tajam ke arah kedua pasangan itu


' sepertinya dia sedang mengutukku, biar saja nanti aku akan membuatnya menderita' batin aamon


Tempat yang di tujuh aamon ternyata adalah kamarnya sendiri, sebelum dia memasuki kamarnya dia menyuruh satu pengawal yang menjaga kamarnya untuk menyuruh gusion pergi menemuinya. Setelah itu di membawa miclara memasuki kamarnya, tidak tau kenapa aamon malah lebih memili ke kamarnya dari pada tempat yang lain.


Mungkin karna dia merasa kamarnya adalah tempat yang aman untuk membicarakan sesuatu yang penting. Apalagi alasan dia menyuruh guin dan gusion menemuinya adalah untuk membicarakan sesuatu yang penting itu.


" aamon kenapa kau malah pergi ke kamarmu?" Tanya miclara


" karna ini adalah tempat yang bagus untuk membicarakan hal itu" ucap aamon


" kali ini aku tidak akan bertanya lagi, karna kamu pasti akan menjawabnya dengan jawaban yang sama" ucap miclara


" kau memang sangat pengertian" ucap aamon sambil mengusap rambutnya.


Setelah beberapa saat akhirnya gusion datang dan menemui kakaknya, walaupun disana ada guin dia tidak merasa aneh, karna dia sudah tau alasan guin ada di kamar kakaknya.


" baiklah, sepertinya ini sudah waktunya untuk menanyakan hal itu" ucap aamon

__ADS_1


Aamon dan gusion mendekati guin yang masih tidak tau tentang apa yang kedua saudara itu rencanakan. Dia hanya merasa akan terjadi hal buruk jika dia terus ada di sini.


" a-ada apa, kenapa kalian menatapku begitu!?" Tanya guin


" kenapa kau masih bertanya, seharusnya kau sudah tau kenapa aku menyuruhmu mengikutiku" ucap aamon


" aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan" ucap guin yang berusaha untuk tenang


" sepertinya kita sudah harus mengatakannya, kan?" Ucap gusion


" kau benar" aamon lalu melangkah maju hingga ada di hadapan guin


Kemudian dia langsung melakukan aksinya yaitu menanyakan semua hal yang berhubungan dengan orang-orang yang dia suruh untuk mengawasi miclara.


" dari mana kau mendapatkan dua orang itu!?" Tanya aamon


" a-apa matsudmu, aku sama sekali tidak mengerti" ucap guin


" jangan mengelak lagi, kami tau bahwa orang-orang yang kau suruh itu bukan dari kerajaan mu" ucap gusion yang sudah ada di samping kakaknya


" aku, aku tidak akan memberitau kalian, memangnya apa yang bisa kalian lakulan padaku kalau aku tidak mengatakannya" ucap guin


" jadi kau fikir kami tidak bisa memaksamu walaupun kau seorang bangsawan" ucap aamon


" kami memiliki banyak cara untuk membuatmu buka mulut dan memberitau kita tentang asal-usul orang yang kau suruh itu" ucap aamon


" gusion tulis pesan pada raja borokue, bahwa putrinya ini perna mencoba mencelakai calon ratu paxlay dan mengancam calon raja paxley untuk berhubungan dengannya. Lihat saja apa saat ayahmu membaca pesan ini, dia masih bisa hidup atau terkapar tak berdaya. Mengigat usia ayahmu yang sudah tidak muda lagi jika membaca pesan seperti ini mungkin akan membuatnya tak bisa lagi meminpin kerajaanya" ucap aamon


' dia sudah mengungkit masa lalunya, tidak tau apa yang akan terjadi pada kakak kalau dia sampai kehilangan kendali, bisa gawat kalau dia sampai menghabisi guin' batin gusion


' apa matsudnya, kenapa dia mengatakan hal itu?' Batin miclara sambil melihat aamon yang masih terdiam


Miclara lalu mendekat ke arah aamon, dia ingin tau keadaan aamon karna sampai sekarang dia masih tidak mengatakan apapun. Miclara takut perkataan guin barusan sudah menyakiti aamon, walaupun dia sebenarnya masih belum mengetahui masa lalu aamon.


" aamon, apa kau baik-baik saja?" Tanya miclara sambil menepuk pundak pemuda di depannya itu


Aamon tiba-tiba menarik tangan miclara dan menggenggamnya lembut sambil memperlihatkan wajahnya yang nakpa terlihat sedih.


" aamon ada apa?" Tanya miclara lagi


" aku tidak papa, kau jangan khawatir" ucap aamon


' syukurla disini ada miclara jadi kakak bisa menahan amarahnya, kalau tidak bisa gawat' batin gusion


Aamon lalu kembali menatap guin, kali ini tatapannya seperti sedang ingin menghabisi siapapun yang dia lihat. Dia jika bukan karna ada miclara, sekarang ini dia pasti sudah menghabisi orang yang ada di depannya. Aamon kembali melanjutkan perkataannya agar membuat guin dengan cepat menjelaskan semuanya.


" kali ini aku benar-benar bisa mengirim surat itu jika kau masih belum membuka mulutmu, kesabaranku ini ada batasnya, ingat itu!" Ucap aamon


" baiklah aku akan menjelaskannya, tapi jangan mengirim surat itu ke kerajaanku" ucap guin

__ADS_1


" kalau begitu cepat kau jelaskan semuanya" ucap gusion


" aku mendapatkan dua orang itu dari sebuah kota yang cukup jauh dari kerajaanku. Mereka memiliki komplotan memata-matai tampa ketahuan, jadi karna aku tertarik akupun menyewah dua orang untuk memata-matai gadis itu" ucap guin


" apa nama komplotan itu dan dari mana mereka berasal?" Tanya aamon


" aku tidak tau, tapi mereka dari kota moniyan" ucap guin


" apa yang kau katakan adalah yang sebenarnya?" Tanya aamon


" iya, aku tidak berbohong" jawab guin dengan cepat


" kalau begitu kau bisa pergi dan jangan buat masalah lagi" ucap aamon


Guin langsung pergi dari kamar aamon, dirinya tidak tauh akan mengalami hal seperti ini. Pertama kalinya dia merasa takut pada seseorang dan ini adalah hal yang tidak akan dia lupakan. Setelah kepergian guin, aamon langsung menyuruh gusion untuk menyelidikinya.


" sebaiknya kau pergi ke kota itu dan selidiki komplotan yang dia maksud" ucap aamon kepada adiknya


" baiklah" gusion pun pergi


Saat aamon dan miclara hanya berdua saja, aamon langsung menyuruh miclara untuk memijat kepalanya setelah pembicaraan tadi.


" miclara bisakah kau memijat kepalaku, aku merasa pusing" ucap aamon


" baiklah aamon, ayok sini" miclara lalu menyuruh aamon untuk tidur di pangkuanya sedangkan dia memijat kepala aamon


" miclara, apa kau tidak mau bertanya tentang masa laluku?" Tanya aamon


" jika kau tidak mau mengatakannya, aku tidak akan bertanya" ucap miclara


" tapi aku ingin kau mengetahuinya, apa kau mau mendengarnya?" Tanya aamon


" baik, aku akan mendengarkan ceritamu" ucap miclara


" waktu itu saat umurku masih lima tahun, aku mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari ibuku. Setiap dia melihatku, dia selalu berusaha menyakitiku. Aku tidak tau kenapa ibuku memperlakukan ku seperti itu, tapi suatu hari ayah mengatakan alsannya. Ayah bilang ibu memiliki penyakit mental karna melahirkanku, ibu menikah dengan ayah karna paksaan, jadi saat aku dilahirkan dan warna rambutku sama seperti ayah, ibu langsung menjadi sangat membenciku, bahkan dia sudah berkali-kali mencoba membunuhku. Namun hal itu berubah saat dia melahirkan gusion, walaupun dia sudah tidak mencoba menghabisiku, tapi dia tetap tidak perna menyayangiku" ucap aamon


Mendengar cerita yang memilukan tentang masa lalunya membuat miclara tidak tega. Ternyata orang yang dicintainya saat kecil tidak perna mendapatkan kasi sayang seorang ibu. Hatinya merasa tidak tega, padahal selama ini dia tidak perna memperlihatkan waja yang sedih, jadi miclara tidak tau bahwa sebenarnya aamon memiliki masa lalu yang menyedihkan.


Miclara lalu mengusap pelan rambut aamon, sesekali dia menciumnya dan membuat orang yang ada di pangkuannya merasa nyaman.


" aamon kali ini aku yang akan membuatmu merasakan kasi sayang seorang ibu. Kau jangan merasa sedih tentang masa lalumu, sekarang kau sudah memiliki ku di sisimu, kau juga mempunyai seorang adik yang menyayangimu. Jadi lupakanla masa-masa yang kelam itu" ucap miclara


Aamon menyentuh tangan yang saat ini sedang mengelus rambutnya, kemudian dia menciumnya.


" aku tau miclara, kau akan menjadi cahaya yang akan menerangi hidupku setelah ini" ucap aamon


Aamon lalu bangkit dan menatap miclara dan menyentuh kedua pipinya, hal itu memang langsung membuat kedua pipi yang dia sentuh menjadi merah. Setelah itu dia mengecup bibirnya sampai keduanya menikmati sensasi itu bersama-sama.


________________________________________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2