![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Miclara adalah satu-satunya anak dari keluarga sederhana, saat dia berumur 14 th dia sudah membuat orang tuanya bangga karna kepintarannya. Waktu itu, dia berhasil menang melawan anak tetangganya saat mereka saling adu kepintaran.
Memang terasa aneh, kenapa harus mengaduh kepintaran, tapi orang tua anak itu terlalu memanjakan anaknya yang meraka anggap sangat pintar. Hingga ibu miclara mengatakan bahwa miclara anaknya lebih pintar dari anak tetangganya.
Hal itu membuat tetangganya itu geram dan menantang ibu miclara agar anaknya mau bertanding dengan anaknya sendiri.
Itu alasan kenapa sekarang miclara malah adu kepintaran dengan anak tetangganya, karna ulah kedua ibu-ibu itu, tapi untung la miclara bisa menang, dan membuat kesombongan tetangganya itu hilang seketika.
" sudah ku bilang anakku lebih pintar dari anakmu" ucap ibu miclara
" anakmu hanya beruntung saja" ucap tentangganya yang kita sebut ibu Ren aja.
Ibu ren lalu membawa anaknya pulang, mungkin dia mau mengajar anaknya lebih giat lagi, agar nanti dia bisa mengalakan anak tetangganya.
Setelah pertandingan itu selesai dan miclara yang menjadi pemenangnya, ibu miclara karna mau merayakan kemenangan anaknya, dia membuat makanan kesukaan miclara.
Makan malam
Ibu miclara menyajikan makan di atas meja, dia lalu memanggil anaknya yaitu miclara yang ada di luar. Tapi sebelum itu dia menutup makananya dulu kalau tidak nanti hilang...
Di luar rumah ibu miclara langsung memanggil anaknya.
" miclara.. ayo masuk ini sudah malam, ibu membuat makanan kesukaan mu lo" ucap ibu miclara
" iya ibu.. aku akan segera pulang..." miclara lalu berlari menuju ibunya
" kamu mandi dulu ya.." ucapnya
" baik" miclara lalu pergi ke kamar mandi.
Skip selesai makan
Saat ini ibu miclara sedang ada di kamar miclara, dia sedang meniduri miclara karna ini sudah waktunya dia untuk tidur.
Setelah dia merasa miclara sudah tidur, dia kemudian kembali ke kamarnya.
Di kamarnya
Ibu miclara melihat suaminya yang nampak khawatir, dia kemudian bertanya tentang apa yang sedang di khawatirkan suaminya.
" ada apa, kenapa kau terlihat khawatir?" Tanyanya
" ini sangat buruk" ucap suaminya
" sebenarnya ada apa?" Dia pun bertanya lagi
" kenalan kita yang di kota sebelah, mereka tersingung dengan apa yang aku katakan, mereka jadi marah padaku, tapi aku tetap membelah diri. Itu membuat mereka jadi memusuhiku, aku takut nanti mereka datang ke mari dan menyakiti kalian" ucap ayah miclara
" apa matsudmu" ucap ibu miclara tidak mengerti
" saat hari itu tiba, kita harus melindungi anak kita" ucapnya sambil memeluk istrinya.
Itulah masa-masa di mana perselihan yang akan meregut nyawa orang tua miclara di mulai.
3th kemudian
Malam itu orang tua miclara merasa khawatir karna mereka mendapatkan pesan, bahwa orang-orang itu akan datang ke rumahnya. Mereka berdua terlihat begitu bingung harus berbuat apa. Mereka takut orang-orang itu menyukai anaknya, padahal anaknya itu tidak tau apa-apa.
Kekhawatira mereka sedikit hilang saat melihat paman miclara yang mengunjungi mereka. Paman miclara itu adalah adik dari ayahnya.
" ada apa kak, kenapa kalian terlihat khawatir?" tanya paman miclara
" untungla kamu datang, aku ingin meminta bantuan padamu" ucap ayah miclara
" bantuan apa"
" aku ingin kau membawa miclara pergi jauh-jauh dari rumah ini, aku ingin kamu melindunginya" ucap ayah miclara
__ADS_1
" sebenarnya ada apa ini, kenapa kalian menyuruhku membawa miclara?" Tanya paman miclara
" karna akan ada orang-orang yang akan kemari, mereka adalah musuh kami, kami tidak mau mereka menyakiti miclara" ucap ayah miclara
" tapi..."
" aku mohon adik ipar, bawa miclara pergi sebelum mereka datang" ucap ibu miclara
" aku tidak mungkin meninggalkan kalian, aku juga harus membantu kalian" ucap paman miclara
" miclara adalah hidup kami, jika dia baik-baik saja kami akan merasa senang" ucap ayah miclara.
Dengan berat hati, paman miclara menyetujui apa yang mereka mau.
" baiklah aku akan membawa miclara" ucapnya
Orang tua miclara lalu membawa paman miclara ke kamar miclara yang sudah tertidur .
( banyak terdapat nama miclara《°•°》
Tapi sebelum paman miclara membawa miclara, ayah ibu miclara memeberikan sesuatu padanya.
" ambil ini" ucap ayah miclara
" apa ini" tanya paman miclara
" berikan ini pada miclara nanti" ucap ayah miclara
" baiklah" paman miclara lalu mengambil kotak itu, dia lalu pergi dari rumah itu di ikuti orang tua miclara yang kemudian menunggu di depan pintu.
" kalian harus bertahan, aku akan segera kembali" ucap paman miclara dan kemudian dia pergi...
Kembali ke keadaan miclara dan dua saudara itu,
Mereka bertiga sudah sampai ke kota sebelah tapi mereka masih bingung harus ke mana karna mereka masih belum tau lokasi orang yang telah membantai keluarga miclara.
" kita harus ke mana" ucap miclara yang kelelahan karna perjalan yang jauh
" sebaiknya kita istirahat di sana" ucap aamon
Saat mau ke tempat yang di tujuh aamon, miclara tiba-tiba oleng hingga membentur punggung aamon. Aamon yang melihanya langsung memegang kadua bahu miclara agar dia tidak terjatuh.
" kita bawa dia ke sana" ucap gusion
" aku.. bisa jalan sendiri" ucap miclara berusaha melepas pegangan aamon
" jangan memaksakan diri!" Ucap aamon tegas, seketika miclara tidak mau melawan.
Mereka kemudian istirahat di sebuah kedai di kota tersebut.
Beberapa saat kemudian
Di kedai itu mereka tidak sengaja mendengar orang-orang berbicara tentang sekelompok penjahat yang membunuh orang di kota lain.
Miclara merasa penjahat yang mereka bicarakan adalah orang-orang yang telah membunuh orang tuanya. Dia berharap orang di kedai itu mengatakan lokasi tempat penjahat itu berada.
Percakapan orang² yang membicaralan penjahat itu*~~
" katanya mereka itu membunuh dua orang di kota sebelah "
" mengerikan sekali, mereka apa tidak punya hati"
" mungkin saja orang yang mereka bunuh itu adalah musuhnya"
" tapi kan kasian pada mereka"
" andai penjahat itu segerah di habisi"
__ADS_1
" tidak ada yang berani mendekati tempat mereka"
" iya kau benar, mereka kan ada di hutan yang berbahaya itu"
" mungkin seorang yang hebat saja yang bisa mengalakan penjahat itu".
Mendengan lokasi yang di sebut tadi, miclara beserta dua saudara itu memutuskan untuk pergi ke lokasi tersebut. Sekarang kondisi miclara sudah membaik, dia sudah bisa melanjutkan perjalanannya.
Di luar kedai
Miclara dan dua saudara itu pergi ke hutan yang berbahaya, miclara tau mereka tidak akan mengalami masalah karna dia bersama dengan dua orang yang hebat menurutnya. Dia sangat beruntung mereka mau membantunya, padahal baru bertemu sebentar tapi mereka sudah mau membantunya.
' sepetinya mereka yang di kirim ayah dan ibu untuk membantuku' batinya sambil terseyum
Jalan yang mereka lalui sudah mulai berbahaya, mereka setiap saat selalu melihat ular berbisa di sekitar mereka, hutan yang mereka tujuh benar² berbahaya. Tampa mereka sadari ada dua orang yang mengawasi mereka dari atar pohon, dua orang itu adalah anggota penjahat yang orang² di kedai itu bicarakan.
Dua orang itu menggunakan panah beracun, panah beracun yang mereka punya mereka arahkan ke belakan aamon, karna aamon ada di paling belakang. Miclara merasa ada yang mendekat, karna itu dia berbalik dan melihat panah itu menuju ke arah aamon.
" Awas!!!" Teriak miclara dia lalu berlari ke belakang aamon dan melindunginya.
Panah itu mengenai lengan atasnya dan itu sangat dalam hingga darahnya tidak mau berhenti.
" apa yang kau lakukan, aku bisa melindungi diriku sendiri!" Ucap aamon
Gusion tak tinggal diam, dia mencari orang² yang menyerang mereka.
" hah... hah...." racun itu membuat miclara sesak nafas
' panah ini beracun" batin aamon
Aamon lalu menarik keluar panah itu dengan pelan dan kemudian dia menghisap racun itu menggunakan mulutnya.
" a-apa yang kau lakukan.." ucap miclara
" tentu saja mengeluarkan racunya" ucap aamon tampa melihat ke arah miclara yang wajahnya mulai pucat
" j-jangan, itu racun bagaimana.. kalau kau.. tak sengaja menelanya.." ucap miclara
Aamon menatap miclara yang wajahnya sangat pucat dan lukanya mulai membiru, dia kemudian menghisap racunnya lagi, tapi miclara melarangnya bahkan dia menutup lukanya dengan tanganya.
" jangan..dihisap..." ucapnya kemudian dia pinsan
" hei bangun! Jangan menutup matamu!" Ucap aamon berusaha membangunkan miclara.
Kemudian gusion yang tadi mengejar penjahat itu telah kembali, dia membawa sesuatu di tanganya.
" ini mungkin penawarnya, aku menemukannya di kantong salah satu penjahat itu" ucap gusion
Aamon mengambil penawar yang ada di tangan gusion lalu meminumnya
" hei apa yang kau lakukan"ucap gusion saat melihat apa yang aamon lakukan
Aamon tidak menghiraukan apa yang gusion ucapkan, dia kemudian memasukan obat itu ke mulut miclara mengunakan mulutnya sendiri. Gusion terdiam melihat sesuatu di depannya itu, dia memalingkan wajahnya karna tidak ingin melihat hal seperi di depannya itu.
Setelah aamon selesai memberikan obat itu, dia kemudian mengeluarkan sisa obar yang ada di mulutnya karna terlalu pahit. Tak lama kemudian warna biru di luka miclara mulai menghilang dan miclara mulai membuka matanya.
" apa kau baik-baik saja?" Tanya gusion
" aku.. tidak papa" jawab miclara
Miclara melihat ke arah aamon dan dia melihat sesuatu di bibir aamon, miclara lalu membersikanya mengunakan jarinya.
" apa yang kau lakukan?" Ucap aamon
" ah! Maaf tadi aku melihat sesuatu jadi aku menbersikannya" ucap miclara saat sadar dengan apa yang dia lakukan.
" kita lanjutkan perjalanan" ucap aamon kembali dingin seperti es di kutup selatan atau utara:v
__ADS_1
_______________________________________________
Bersambung