![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Banyak yang tidak sadar dengan apa yang miclara rencanakan, tampa mengatakan apapun dia langsung memutuskan sesuatu yang berbahaya jika dia lakukan. Dia memutuskan untuk menyelamatkan aamon yang sudah menjadi orang yang penting baginya. Sekarang aamon dalam bahaya dan masih ada di tangan orang-orang jahat.
Perna suatu hari aamon memberikannya baju yang mirip dengan yang dia pakai. Saat ini mungkin waktu yang pas bagi miclara untuk memakainya dan menyelamatkan orang yang memberikannya. Dia mengganti bajunya dengan yang ada di tanganya, sudah lama dia ada dikamar mandi sampai sekarang miclara masih belum memakainya.
Miclara melihat dirinya sendiri di sebuah kaca yang cukup besar, bajunya masih sama dia tidak menggantinya. Miclara hanya diam di depan kaca yang besar walaupun sedari tadi air matanya terus menetes. Kemudian dia kembali sadar setelah sekian lama terus diam di depan kaca itu, dia menghapus air matanya dan kembali melihat baju di tanganya.
" apa yang aku lakukan, aku malah membuang waktu disini, saat ini aamon pasti sedang menungguku aku tidak boleh diam terus" ucapnya
Dia lalu mulai melepas bajunya yang ia kenakan dan menggantinya dengan baju yang masih ada ditanganya. Butuh beberapa waktu baginya untuk berganti pakayan, setelah dia selesai mamakai baju itu, dia kembali melihat dirinya di cermin di depannya.
" baju ini memang terlihat mirip dengan bajunya, walaupun ada sedikit yang berbeda" ucapnya
Setelah yang dia lakukan selesai, dia kembali ke tempat floryn yang masih menunggunya. Pertama kali floryn melihat miclara dengan baju yang berbeda seakan membuatnya merasa ada di depan orang yang berbeda. Dia melihat dari ujung kepala hingga kaki memang itu adalah miclara, tapi enta kenapa floryn merasakan aura yang berbeda dari dalam dirinya.
" kak, kau sunggu sangat cantik dengan baju itu" ucap floryn
" baju ini aku menyukainya" ucap miclara
( maaf kalo gambarnya buram, soalnya hanya ini yang mirip dengan baju aamon:)
" kak apa kau akan berangkat sekarang?" Tanya floryn
" sebelum itu aku harus bertanya tempatnya dulu, setelah itu kita akan langsung berangkat sekarang" ucap miclara
" berarti kita akan menemui orang itu lagi?" Tanya floryn
" ya" jawab miclara
Mereka pun keluar dari kamar itu dan kembali ke tempat sebelumnya dimana orang yang bersama aamon berada.
Miclara dan floryn sekarang sudah ada di luar kerajaan, setelah mereka tau tempat orang yang menyekap aamon, mereka langsung pergi saat itu juga. Orang yang mengatakan tempatnya itu tidak tau bahwa saat ini miclara pergi untuk menyelamatkan aamon. Dia dengan santainya langsung mengatakan tempatnya tampa bertanya alasan miclara menanyakan hal itu.
Setenga hari kemudian
Sebelum dirinya terduduk karna lelah yang dia rasakan, ada sebuah angin yang sejuk tiba-tiba memelukanya. Dia lalu melihat ke belakang yang hanya ada seorang gadis sedang menggunakan kekuatannya. Saat rasa lelahnya mulai menghilang dia langsung menanyakan angin sejuk yang tadi memeluknya.
" apa kau yang melakukan floryn?" Tanya miclara
" iya, aku menghilangkan rasa lelah kak miclara agar perjalanan kita cepat sampai dan kakak bisa bertemu dengan kak aamon dengan cepat" ucapnya
" kau ternyata bisa menggunakan sihir juga ya" ucap miclara
" hehe aku belajar saat sedang sendirian" ucap floryn
" baiklah kita lanjutkan perjalanan" ucap miclara
Malam
Di depan mereka sudah terlihat sebuah kota yang sangat besar, lampu-lampu rumah yang terang sudah terlihat dari kejauhan. Kota itu sangat ramai walaupun masih ada tempat yang berbanding terbalik dengan pemandangan di depan.
__ADS_1
Miclara dan floryn langsung pergi menuju tempat itu, namun mereka tidak seperti aamon yang mengawasi diam-diam. Mereka berdua menyamar sebagai warga kota ini hingga orang-orang yang menghuni tempat itu pergi.
Tampa butuh waktu lama, mereka melihat beberapa orang yang sangat menyeramkan lewat di depan mereka. Dengan tenang miclara dan floryn diam di tempat walaupun ada orang-orang jahat yang sedang berjalan di depan mereka. Namun salah satu dari mereka yang memiliki luka di lengannya berhenti tepat di depan miclara.
Dia menghadap miclara dengan senyuman yang menjijikan, dia juga sesekali menyentu dagu miclara agar menatap dirinya.
" lihat perempuan ini sangat cantik, bagaimana kalau kita membawanya untuk kita nikmati malam ini" ucapnya pada teman-temannya
" kau ini! kita baru saja hampir mati di tangan pangeran paxley itu dan kau malah memikirkan untuk bersenang-senang" ucapnya sambil memukul kepala orang yang memegang dagu miclara
' apa yang dia katakan tadi adalah aamon' batin miclara
" padahal aku hanya ingin bersenang-senang, sudah lama kan kita tidak melakukannya" ucapnya
" sudahlah, kita sebaiknya pergi minum-minum dulu setelah itu kita kembali menyiksa pangeran sok hebat itu" ucap rekannya yang sudah pergi duluan
' apa! Aamon...' batin miclara
" hel kalian tunggu aku!"orang-orang yang tadi ada dihadapan miclara dan floryn sudah pergi
Setelah mendengar apa yang orang-orang itu katakan, miclara langsung terlihat semakin khawatir dan tangannya gemetar karna dia baru saja selamat dari orang-orang itu.
" apa kau baik-baik saja kak, tanganmu gemetaran?" Tanya floryn
" aku tidak papa, sebaiknya kita pergi untuk menyelamatkan aamon" ucapnya sambil menenagkan diri
Rumah yang ada di hadapan mereka terlihat sepi dan menyeramkan, apalagi tempat itu begitu gelap hanya diterang beberapa lampu yang hampir padam. Mereka berdua menjalan pelan-pelan menuju rumah itu hingga akhirnya mereka bisa masuk tampa ada masalah. Mereka masuk lebih dalam agar bisa menemukan sesuatu yang akan membawanya ke tempat aamon berada.
" aamon!!" Miclara langsung berlari menghampiri aamon yang dalam kondisi terluka parah
Orang yang dia panggil langsung membuka matanya dan melihat miclara yang menangis di depannya. Tentu saja saat melihat miclara aamon langsung terkejut, apalagi sekarang mereka ada di tempat yang berbahaya.
" miclara!? Kenapa kau kesini!?"tanya aamon
" aku datang untuk membawamu pulang aamon" ucap miclara
" cepat pergi! Tidak seharunya kau datang ke tempat ini" ucapnya
" aku tidak akan pergi tampamu aamon, aku akan membawa pulang bersamaku" ucapnya
" ini tempat yang berbahwa miclara! Aku mohon padamu cepat pergi dari sini sebelum mereka kembali" ucap aamon
" tidak!! Aku tidak akan pergi!" Ucap miclara
" miclara!! Aku tidak ingin kau terluka aku mohon jangan keras kepala dan pergi dari sini" ucap aamon
" aku tidak ingin pergi aamon, jangan memaksaku" ucap miclara sambil menangis tersedu-sedu
" kak miclara jangan menangis" ucap floryn sambil menyentuh bahu miclara
" siapa kau?" Tanya aamon saat melihat floryn
__ADS_1
" aku adalah adiknya, walaupun bukan kandung tapi aku sudah menganggapnya sebagai kakak ku" ucap floryn
" aku akan melepas ikatan ini dan membawamu pulang aamon" ucap miclara sambil berusaha melepas rantai yang mengikat kedua tangan aamon
" rantai ini tidak bisa dilepas begitu saja, sebaiknya kau cepat pergi miclara!" Ucap aamon
Kemudian dari belakang mereka terdengar suara langka kaki yang mendekat. Dengan khawatir aamon menyuruh miclara untuk segera pergi sebelum mereka datang dan melihatnya.
" miclara cepat pergi!!" Ucap aamon
" tidak aku tidak mau" ucap miclara sambil terus menggelengkan kepalanya
" aku mohon miclara cepat pergi mereka sudah kembali aku tidak ingin mereka menyakitimu" ucap aamon yang terus berusaha menyuruh miclara pergi
" aku tidak ingin meninggalkanmu aamon, aku tidak ingin kehilanganmu" ucap miclara sambil menyentuh kedua pipi aamon
" aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan segera kembali kau tunggu aku di istana ya" ucap aamon
" tidak kau berbohong! Kau hanya ingin aku pergi kan" ucap miclara
" aku berjanji miclara, aku akan segera kembali ke sisimu, jadi tunggu aku ya" ucap aamon
" hisk aamon.." mereka saling menatap satu sama lain hingga langka kaki itu semakin mendekat
" kau cepat bawa miclara pergi, jika kau menganggapnya sebagai kakak mu kau harus melindunginya" ucap aamon pada floryn
" baik, aku akan membawa kak miclara pergi" ucap floryn
" aku tidak mau pergi, aku ingin bersama aamon" ucap miclara
" kak kita sebaiknya pergi dulu, orang-orang itu sudah kembali" ucap floryn sambil berusaha membawa miclara
" aamon.." miclara kembali menatap aamon
" tunggu aku ya aku akan segera kembali" ucap aamon sambil memperlihatkan senyuman yang hangat
" aku akan menunggumu, jika kau tidak menepati janjimu aku tidak akan perna memaafkanmu aamon" ucap miclara
" aku tau" namun sebelum mereka berpisa aamon kembali memanggilanya
" miclara!" panggi aamon, miclara langsung melihat dirinya
" baju itu sangat cocok denganmu" ucapnya
" hisk, aku tau" kemudian mereka kembali berpisa
Floryn berhasil membawa miclara keluar sebelum orang-orang itu datang, mereka masih ada di dekat rumah itu dan masih bisa mendengar obrolan orang di dalam rumah itu. Dengan pelan-pelan miclara dan floryn berjalan menjau agar orang-orang itu tidak menemukan mereka.
' aamon jika kau tidak kembali, aku akan menyusulmu walaupun harus mengorbankan nyawaku, aku tidak ingin berpisa dengamu' batin miclara sambil berjalan pergi dari kota itu
_______________________________________________
__ADS_1
Bersambung