One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Tidak bisa melawan ]


__ADS_3

Pagi


Segerombolan orang dari kerajaan borokue datang menuju kerajaan paxlay, sejak pesan aamon dikirimkan, raja dari kerajaan borokue langsung menyuruh putrinya untuk segera berangkat dengan beberapa pengawal yang mengikutinya. Cuman butu satu malam bagi mereka untuk sampai ke kerajaan paxlay, karna takut kerajaan paxlay menjadi musuh kerajaannya. Raja borokue tidak perduli walaupun masih malam, dia langsung menyuruh putrinya berangkat.


Dan akhirnya mereka sampai di kerajaan paxlay, mereka langsung disuruh beristirahat karna sudah menempuh perjalanan yang jauh. Namun karna ini adalah perjalanan untuk meminta maaf, jadi orang-orang dari kerjaan borokue menolak istirahan dan langsung ingin bertemu dengan aamon begitupun miclara.


Akhirnya pengawal kerajaan paxlay memutuskan untuk mengabarkan kedatangan mereka kepada aamon dan miclara. Namun hal itu di hentikan oleh gusion, karna dia yang akan memanggil kakaknya dan juga miclara.


Pertama dia menuju ke kamar miclara, dia tidak tau bahwa sekarang miclara ada di kamar kakaknya. Jadi dia hanya terus mengetuk pintu tampa ada yang menjawabnya.


" kenapa tidak di buka, apa miclara tidak di kamarnya?"ucap gusion


Gusion lalu pergi menuju kamar kakaknya, dia berfikir mungkin kakaknya tau keberadaan miclara, jadi dia ingin menanyakannya sekaligus mengatakan kedatangan para orang-orang borokue. Saat mengetuk pintu kamar kakaknya, orang yang membukaknya adalah orang yang barusan ia cari. Ya.. dia adalah miclara, yang terlihat baru bangun dengan rambut yang sedikit berantakan.


Saat miclara melihat gusion yang pagi-pagi sudah ada di depan kamar aamon, dia merasa bahwa hal ini sangat jarang terladi. Jadi dia berfikir mungkin ada sesuatu yang penting hingga membuatnya datang ke kamar kakaknya sepagi ini.


" ada apa gusion?" Tanya miclara


" ternyata kau ada disini, tadi aku dari kamarmu ingin membangunkanmu" ucap gusion


" kenapa, apa ada masalah?" Tanya miclara


" di mana kakak?" Ucap gusion mengubah pembicaraan


" dia sedang mandi, tapi mungkin akan segera selesai" ucap miclara


" baiklah, aku akan menunggu" ucap gusion


" kenapa kau tidak katakan padaku alasan mencari aamon, apa ini sangat penting?" Ucap miclara


" nanti kau akan tau" ucap gusion


" baiklah, ayok masuk kau tunggu di dalam saja" ucap miclara


Gusion pun memasuki kamar kakaknya sambil melihat ke sekeliling karna terasa ada yang berbeda. Karna terakhir kali dia datang suasana di kamar terasa gelap dan sepi, namun sekarang kamar ini seperti hidup kembali. Mungkin karna ada seseorang yang membuat suasana hati pemilik kamar ini menjadi berubah begitupun kamarnya.


Setelah beberapa saat, aamon pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basa. Saat melihat gusion sedang menunggunya, aamon langsung mengerti alasan adiknya itu ada di kamarnya. Aamon lalu menghampiri miclara yang duduk di ranjangnya sambil melihat dia yang berjalan menghampirinya. Aamon lalu duduk di depan miclara sambil memberikan handuk kepadanya.


" keringkan rambutku" ucapnya


" baik" miclara langsung mengambil handuk di depannya dan kemudian dia mulai mengeringkan rambut kekasihnya.


" ada apa?" Tanya aamon


" seharusnya kau sudah tau kan, mereka sudah menunggu sebaiknya kalian cepat keluar" ucap gusion


" cepat sekali datangnya, sepertinya raja kerajaan borokue takut bermusuhan dengan kerajaan ini" ucap aamon meremekan


" jadi, apa kau masih ingin mereka menunggumu?" Tanya gusion


" itu ide bagus, lebih baik biarkan mereka menunggu sampai aku merasa sedikit puas" ucap aamon


" terserah kau, aku mau pergi, aku tidak mau ada di antara kalian berdua" ucap gusion, dia lalu pergi


Setelah gusion pergi, miclara merasa ini adalah waktu yang pas untuk menanyakan apa yang baru saja mereka bicarakan. Walaupun nanti jawabannya akan tetap sama, tapi dia tetap penasaran dan ingin bertanya.

__ADS_1


" ada apa, kenapa berhenti" ucap aamon membuyarkan lamunan miclara


" tidak ada, aku cuman penasaran tetang apa yang kalian bicarakan tadi" ucap miclara


" nanti kau akan tau" ucap aamon


' yang benar saja, sudah beberapa kali aku mendapatkan jawaban yang sama, mereka ini benar-benar telah membuatku kesal' batinnya


" kenapa berhenti lagi?" Tanya aamon


" sudahlah! Aku mau keluar saja, kalau aku disini terus aku hanya akan merasa kesal" ucap miclara


" hem? Kenapa kau marah, apa aku mengatakan hal yang salah?" Tanya aamon sambil menatap dirinya


" aamon kau ini! Apa kau sengaja tidak memberitauku, atau cuman ini membuatku penasaran saja?!" Ucap miclara kesal


" ternyata karna hal itu kau marah, kau tenang saja nanti kau akan segera mengetahuinya" ucap aamon


" lagi-lagi kau menjawab itu, aku tidak mau mendengar jawaban itu lagi!" Ucap miclara kesal


" baiklah kalau begitu kita langsung pergi saja jika kamu sudah penasaran" ucap aamon


" kemana?" Tanya miclara


" ketempat dimana pertanyaanmu akan terjawabkan" ucap aamon


" baik, tapi aku mau mandi dulu ya" ucap miclara sambil tersenyum manis


" baiklah" ucap aamon sambil mencubit pipinya.


Tak butuh waktu lama bagi miclara untuk bersiap-siap, setelah aamon mengatakan akan langsung membawanya ke tempat di mana pertanyaanya akan terjawab. Dia sudah tidak bisa menunggu lagi, akhirnya hal yang dari kemaren membuatnya penasaran akan segera terpecakan.


Setelah beberapa saat, mereka sampai di depan sebuah ruangan yang cukup besar, dua pengawal yang ada di depan rungan itu langsung membukakan pintu saat aamon ada di hadapan mereka. Setelah pintu terbuka, aamon dan miclara langsung mendapatkan tatapan dari orang-orang yang sudah ada di ruangan itu terlebih dahulu.


Salah satu dari mereka membuat perasaan miclara sedikit khawatir, karna dia perna bertemu dengan orang itu beberapa hari yang lalu. Dia adalah guin, dengan waja yang kesal dia menatap aamon dan miclara yang sudah membuatnya mengalami masalah seperti ini.


Aamon menenangkan miclara saat tau bahwa sekarang miclara tertekan karna melihat guin. Memang dia akan begitu, setelah terakhir kali saat bertemu dengannya, itu pasti akan langsung membuatnya mengigat kejadian itu.


" miclara kau jangan khawatir, ada aku" ucap aamon


" emm" ucap miclara sambil menganggukan kepalanya.


Aamon dan miclara bersama-sama berjalan ke tempat duduknya, walaupun guin datang kesini bersama pengawalnya yang banyak, tapi sekarang dia hanya di temani oleh orang kepercayaan ayahnya. Dengan adanya orang kepercayaan ayahnya, guin tidak akan melakukan seenaknya di kerajaan ini.


" yang mulia aamon, kami datang dari jauh untuk meminta maaf karna sudah menyinggung anda, semoga anda bisa memaafkan kami" ucap orang kepercayaan raja borokue


Namun aamon dengan santainya malah mengobrol dengan miclara, walaupun sekarang bukan waktunya untuk bercanda. Mereka walaupun merasa bahwa aamon tidak mengangap kehadirannya, mereka tidak bisa melakukan apapun karna sekarang bukan waktunya mereka untuk mengomentari calon raja di depannya.


" aamon sebaiknya kau jangan bercanda, sepertinya ini masalah serius" ucap miclara


" biarkan mereka bicara, kita tidak usah mendengarkannya" ucap aamon


" tapi.."


" sudahla jangan memikirkan mereka, lebih baik kau bayangkan saja diruangan ini hanya ada kita berdua" ucap aamon

__ADS_1


' sebenarnya apa yang terjadi, aku benar-benar tidak mengerti ' batin miclara merasa bingung


Guin sudah tidak memiliki kesabaran lagi, dirinya sudah dipermalukan oleh dua orang di depannya itu. Walaupun sekarang dia tidak ada di istananya, tapi dia bukan orang yang akan diam saja jika dipermalukan begitu saja. Guin saat itu langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju aamon dan miclara.


Walaupun orang kepercayaan ayahnya sudah melarangnya, tapi guin tidak memperdulikannya dan langsung pergi menuju mereka.


" apa matsudnya ini, kenapa kau mengabaikan kita!?" Ucap guin yang sudah ada di hadapan aamon dan miclara


" apa ini permitaan maaf yang kalian subutkan tadi, inikah sifat orang yang menginginkan maaf dari ku?" Ucap aamon


Orang kepercayaan raja borokue langsung menghampiri guin dan menyuruhnya untuk menunduk karna sudah melakukan hal yang tidak sopan.


" kami benar-benar minta maaf yang mulia, putri guin masih kecil dia tidak mengerti hal seperti ini" ucapnya


" iyakah?"


" iya yang mulia " ucapnya


" lepaskan aku paman" ucap guin


" diam! Lihat apa yang telah kau lakukan, sebaiknya kau duduk saja dan jangan kemana-mana" ucapnya sambil menarik guin kembali ke tempat duduknya


Sebenarnya orang kepercayaan raja borokue adalah paman dari guin yaitu adik raja borokue sendiri.


" yang mulai, apa anda sudah memaafkan kami?" Tanya paman guin


" sebenarnya apa kau membaca surat yang aku kirim?" Tanya aamon


" iya yang mulia, saya sudah membacanya" ucapnya


" apa aku menyuruh kau untuk meminta maaf? Jelas sekali di dalam surat itu yang seharunya yang meminta maaf adalah dia! bukan kamu" ucap aamon


Paman guin lalu menyuruh guin untuk segera bersujut dan meminta maaf kepada dua orang yang ada di depan mereka. Walaupun guin tidak mau, tapi dengan paksaan pamannya dia langsung menurutinya.


" aku, minta maaf" ucap guin sambil bersujut


" aku tidak mendengar apa yang kau katakan" ucap aamon


Dengan rasa marah yang dia tahan, guin sekali lagi mengatakan hal yang memalukan baginya dengan suara yang lebih keras dan jelas.


" aku ingin meminta maaf pada kalian berdua! Atas kesalahan yang perna aku lakulan, Semoga kalian memaafkan semua kesalahanku!" Ucap guin dengan suara lantang


" bagaimana miclara, apa kau sudah puas" ucap aamon


" eh! Aku..."


" katakan saja" ucap aamon sambil menyentu tangan miclara


" emm aku, aku akan memaafkan mu, tapi dengan sarat kau jangan perna mendekati aamon lagi" ucap miclara


" bagus, aku sangat senang kau mengatakan itu" ucap aamon


" terimakasi" ucap guin


Kemudian guin kembali ke posisi awal dan duduk di samping pamannya, wajahnya yang merah karna sudah tidak bisa lagi menyembunyikan rasa malunya. Dia juga sangat marah pada kedua orang itu, jika saja ayahnya tidak menyuruh dia pergi, dia tidak akan pergi. Tapi hal ini sudah terjadi, dia tidak memiliki muka lagi untuk melawan kedua keluarga paxley didepannya.

__ADS_1


________________________________________________


Bersambung


__ADS_2