One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Putus asa ]


__ADS_3

Miclara membuka matanya setelah seharian tidak sadarkan diri, dia merasa perutnya sangat sakit karna belum terisi apapun. Dia mengelus perutnya dan berharap anak dalam kandungannya masihbaik-baik saja.


Dia tidak mau anaknya terluka karna dirinya, karna dia bayi dalam kandungannya harus mengalami hal ini padahal dia masih belum lahir. Miclara merasa hari sudah malam, dia juga tidak melihat siapa-siapa di sini.


Miclara bangkit sambil memegangi perutnya untuk melihat apa dia saat ini sendiri atau tidak. Walaupun dia sendirian, dia juga tidak mungkin bisa keluar, miclara kembali duduk dan memeluk lututnya.


" apa yang harus aku lakukan, jika seperti ini terus anakku tidak akan bisa bertahan, aku harus mengisi perutku" ucap miclara


'Aamon kau dimana, apa kau sekarang sedang berusaha mencariku'batin miclara sambil menangis


Sedangkan saat ini aamon marah-marah pada pengawal yang sudah kembali namun tidak memuakan hasil. Dia terus menerus menyuruh mereka untuk mencari miclara lagi dan dia tidak membiarkan mereka kembali sebelum menemukan keberadaan miclara.


" kalian semua tidak berguna!! Hanya mencari satu orang saja kalian tidak bisa!! Lebih baik kalian pergi dan cari lagi!! Jangan kembali sebelum kalian berhasil menemukan miclara!!" Bentak aamon sambil menunjuk ke arah semua pengawalnya


" kak ijinkan aku untuk mencari miclara" ucap gusion


" pergilah" ucap aamon


Aamon kembali ke kamarnya dan meninggalkan gusion yang terus melihat kepergiannya.


Sekarang aamon tidak ingin terus berdiam diri, dia juga ingin mencari miclara. Tapi apa yang bisa dia lakukan, dia tidak tau sekarang miclara ada di mana, dia hanya bisa berharap pengawal-pengawal itu menemukan keberadaan miclara.


Tapi mereka malah kembali tampa menghasilkan apapun, mereka hanya membuat aamon semakin marah. Jika saat mereka kembali dan menemukan miclara yang sudah tak bernyawa, itu adalah hal yang tidak ingin aamon inginkan.


Saat dia berjalan ke arah kamarnya, tiba-tiba ada pengawal yang menghentikannya.


" yang mulia" aamon langsung melihatnya


" ada apa?" Tanya aamon


" ada yang ingin bertemu dengan anda, sekarang dia sedang menunggu di ruang tamu" ucap pengawal itu


" hah?"


Kembali ke keadaan miclara saat ini


Dia saat ini sudah tidak bisa bertahan, perutnya yang sangat sakit membuatnya menangis sambil memeluk perutnya. Disana guin dan serah hanya melihatnya tampa rasa kasihan.


Mereka terlihat menikmati apa yang saat ini mereka tonton, bahkan guin sampai menghampiri miclara dan menjambak rambutnya.


" inilah yang terjadi jika kau merebut aamon dariku, kau akan terus menderita seperti ini sampai kau dan anakmu itu mati!" Ucap guin


" k-kau tau" ucap miclara


" kenapa!? Apa kau takut aku menyakiti anakmu itu" ucap guin


" kau tidak akan berani, jika kau melakukan itu aamon tidak akan melepaskanmu!" Ucap miclara memberanikan diri


" hahaha!! Sekarang aamon bahkan tidak datang menyelamatkanmu, kau malah berfikir dia akan marah jika aku menyakiti anakmu!" Ucap guin, dia lalu menarik tangannya dan melempar miclara hingga terbentur pagian kepalanya


" ahhh!!" Kepala miclara sampai mengeluarkan darah


" mungkin ini akan menjadi malam terakhirmu miclara!!" Ucap guin

__ADS_1


Dia lalu pergi dari sana dan membiarkan miclara menderita dengan darah yang masih terus keluar dari kepalanya. Miclara merasa pusing, dia seperti akan pingsan lagi, namun dia menahannya karna takut saat dia pingsan kedua orang itu menyakiti anaknya.


Dia bersandar di dinding dibelakannya sambil berusaha untuk tetap sadar, mereka malah pergi meninggalkan miclara sendiri. Miclara menangis terseduh-seduh dan dia sudah putus asa, mungkin yang mereka katakan benar, ini pasti akan menjadi malam terakhirnya.


Tapi miclara ingin melihat waja aamon sebelum pergi, dia ingin melihatnya walaupun hanya sekali. Miclara hanya ingin bilang bahwa dia harus kuat saat miclara sudah tidak ada di sisinya.


Namun saat dia memikirkan aamon, dia malah mendengar suara aamon yang memanggil namanya. Dia langsung merasa bahwa itu hanya halusinansinya saja, dia tersenyum sendiri saat merasa bahwa tadi dia mendengar suara aamon.


Namun tidak hanya sekali dia mendengarnya, dia mendengar suara aamon sekali kali. Miclara lalu mendengar suara berisik dari luar, suara itu lama-kelamaan semakin mendekat.


Kemudian dia langsung melihat seseorang yang berlari ke arahya, dia terlihat begitu ingin melihanya sampai buru-buru seperti itu. Miclara saat melihat orang itu menghampirinya langsung meneteskan air mata, miclara menangis karna dia akhirnya bisa melihatnya.


" miclara aku datang" ucapnya


" hisk aamon, tolong aku" ucap miclara


Aamon tampa lama-lam langsung mengeluarkan miclara dari kurungan itu, dia langsung memeluk miclara dan memberinya kehangatan.


" hisk aamon akhirnya kau datang juga" ucap miclara


" maafkan aku miclara karna aku datang terlambat, setelah ini tidak akan ada yang berani menyakitimu lagi miclara, aku akan melindungimu" ucap aamon


Kemesraan mereka cuma bertahan sebentar karna ada ganguan yang datang, dia adalah serah yang begitu marah karna aamon menganggu rencananya.


" jangan perna kau ikut campur dalam urusan ku!! Dia telah membunuh ayahku aku ingin membunuhnya untuk membalaskan dendam ayahku!! Lebih baik kau pergi dari sini!!" Ucap serah


" seharusnya kau tau alasan ayahmu mati, itu karna kesalahnya sendiri, bisa-bisanya dia mati di tangan gadisku" ucap aamon meremekan


Aamon dengan muda menghindar dari serangannya walaupun saat ini dia sedang memeluk miclara. Dia lagi-lagi meremekan serah yang bahkan tidak bisa menyentunya.


" kau bahkan tidak bisa menyentuhku malah berfikir akan menyekiti gadisku" ucap aamon


" kau!!"


Aamon menggunakan kekuatanya untuk menyerah serah, dia terlihat tidak ingin membuang waktu dengan orang di depannya. Dia ingin segera membawa miclara dan mengobatinya karna miclara sedang terluka.


Namun sebelum aamon melakukan serangan, ada satu orang lagi yang datang menghampiri mereka. Kehadiranya langsung membuat kebenciam aamon padanya semakin dalam.


" seharusnya aku tau bahwa hanya kau bisa melakukan semua ini" ucap aamon


" kenapa kau datang aamon, padahal aku hampir bisa menghabisinya" ucapnya


" guinevere, kau adalah seorang bangsawan tapi sifatmu ini tidak cocok dengan gelar itu, sudah berkali-kali kau membuat masalah dan selalu membuatku semakin membencimu, yang kau lakukan sekarang itu sudah keterlaluan, setelah ini aku tidak ingin berhubungan dengan kerajaanmu lagi" ucap aamon


" aku tidak perduli dengan hal itu, aku hanya ingin dia mati!!" Ucap guin


" itu hanya mimpi, kau tidak akan bisa menyakiti miclara lagi" ucap aamon


" heh kau terlalu lenga aamon" ucap guin dan menghilang, setelah itu tiba-tiba miclara ditarik dari pelukan aamon


Aamon langsung melihat kebelakang dan ternyata saat ini miclara ada di genggaman guin.


" kau!! Lepaskan miclara" ucap aamon

__ADS_1


" kau tau aamon, semua yang terjadi padanya karna kesalahanmu sendiri, jika kau tidak melinggalkan aku mungkin dia masih baik-baik saja, sekarang lihat! Dia akan mati di hadapnmu" ucap guin


" bagus guin, cepat bunuh dia!" ucap serah


Guin semakin memperkuat tanganya hingga miclara kesulitan bernafas apalagi saat ini dia juga dalam keadaanya yang tidak memiliki tenaga. Guin bisa dengan muda menghabisi miclara walaupun tampa sihirnya.


Serah berusaha menghampiri aamon yang mendekati miclara, tapi dia tidak tau bahwa ada seseorang yang juga datang bersama aamon. Dia adalah gusion, dia langsung menyekap serah hingga dia tidak bisa bergerak.


" apa!? Kau lepaskan aku" ucap serah


" tentu saja tidak akan aku lakukan" ucap gusion


Aamon berjalan ke arah guin walaupun guin selalu menyuruhnya untuk menjauh. Aamon kali ini tidak ingin hanya berdiam diri saja, dia melihat miclara yang terlihat sudah tidak bisa bertahan.


Darah dari kepalanya terus menetes hingga sampai di bawa matanya, miclara masih terus berusaha untuk tetap sadar walaupun tubuhnya sudah tidak bisa bertahan. Itu yang membuat aamon terus maju dan ingin segera menyelamatkatnya.


" hah.. Hah.. aamon.." miclara terus menatap ke arah aamon yang terlihat sangat mencemaskannya


Tangan guin semakin lama semakin erah memegang miclara, miclara terus berusaha menarik lengan guin yang ada di lehernya. Namun apadaya dia saat ini begitu tidak memiliki tenaga, dia tidak bisa menarik lengan guin menjauh darinya.


Guin sudah tidak bisa menunggu lagi, aamon semakin dekat dengannya, dengan kekuatan aamon dia tidak akan bisa melawanya. Guin mundur berlahan-lahan hingga tidak bisa lagi karna di belakangannya ada dinding yang menghalagi.


" aku peringatkan sekali lagi padamu aamon jangan mendekat!" Ucap guin


' bertahanla miclara, aku akan segera menyelamatkanmu' batin aamon


" baiklah jika kau memang ingin melihatku mengabisinya" ucap guin


" tidak guin jangan lakukan itu!!" ucap miclara memohon


Tampa rasa kasihan guin langsung dengan keras mendorong miclara ke lantai hingga miclara merinti kesakitan.


" aakkhh!!" Teriak miclara sambil memegangi perutnya


Aamon menghentikan langkahnya ketika guin mendorong miclara dengan keras ke lantai. Dia langsung segera berlari ke arah miclara yang sudah tergeletak tak berdaya. Setelah mendorong miclara guin langsung berlari dan serah yang sudah tidak di sekap mengikutinya.


" miclara!!" Aamon langsung mengangkat tubuh miclara


" miclara!? Bertahanla" ucap aamon


" ahh! A-aamon bayi kita.." ucap miclara sambil memegang perutnya dengan erat


" bertahanla miclara aku akan segera membawamu kembali" ucap aamon sambil menggendong miclara keluar dari ruangan itu


" aku, tidak mau, kehilangan bayi kita, aamon.." ucap miclara menangis


" bayi kita pasti baik-baik saja miclara, kau bertahanla jangan menutup matamu!" Ucap aamon


Gusion tidak mengikuti kakaknya, dia mengerjar guin berserta serah yang sudah pergi setelah melakukan hal itu terhadap miclara. Walaupun kakaknya tidak menyuruhnya, tapi dia yakin di dalam hati kakaknya saat ini hanya memikirkan keadaan miclara dan bayiknya.


________________________________________________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2