One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Ketakutan tidak bisa bertemu kembali ]


__ADS_3

Miclara Pov


Enta kenapa aku merasa sangat takut saat aamon pergi dari hadapanku. Dia tidak mengatakan alasan kenapa dia harus pergi, walaupun dia bilang bahwa dia hanya mengurus sesuatu yang tidak penting, tapi aku tetap merasa takut tampa sebap. Saat dia berbalik dan pergi tak melihatku lagi, saat itu juga hatiku mulai merasa takut.


Dia pergi secara mendadak saat ada yang mau menemuinya, ini pasti bukan hal yang sesederhana itu. Aku yakin kali ini aamon pasti mengurus sesuatu yang penting, dia mungkin tidak ingin aku khawatir jadi tidak mengatakan alasannya. Tapi seharusnya dia tidak menyembunyikannya dariku kan, dia sudah berjanji tidak akan merahasiakan sesuatu dariku.


Setelah aamon pergi aku langsung keluar dari kamarnya, aku berharap orang yang tadi menemui aamon masih ada dan mengatakan alasannya. Namun saat aku sampai di ruang tamu, disana aku tidak melihat siapapun selain pelayan-pelayan yang sedang bersi-bersi.


" apa kalian tau dimana orang yang tadi bertemu dengan aamon?" Tanyaku pada mereka


" dia sudah pergi dengan yang mulia aamon putri" ucapnya


" kemana mereka akan pergi?" Tanyaku lagi


" kami tidak tau mereka akan pergi ke mana, tapi sepertinya ini adalah hal yang serius" ucapnya


" apa matsudmu" ucapku


" orang yang mau bertemu dengan yang mulia aamon mengalami luka-luka yang cukup serius, mungkin dia kesini ingin meminta bantuan yang mulia" ucap pelayan itu


' jadi ini memang masalah yang serius, kenapa kau menyembunyikannya dariku aamon' batinku sambil memegang kepala


" putri apa anda baik-baik saja?!" Tanya mereka padaku


" aku tidak papa" setelah itu aku pergi dan kembali ke kamar aamon.


Pov End


Aamon memang sedang melakukan hal yang cukup berbahaya, jika kehebatannya cukup untuk menyelesaikan masalah ini, mungkin dia hanya butuh beberapa waktu. Tapi tidak tau siapa yang akan nanti dia lawan, jika adiknya saja tidak bisa mengalakannya, pasti lawan yang akan aamon hadapi bukan lawan biasa.


Dia dengan rekan gusion masih terus berjalan menuju kota yang ditujuh, karna ini termasuk rahasia jadi mereka berdua menggunakan jubah untuk ke sana. Mereka harus menyembunyikan identitas agar musuh-musuh tidak menyadarinya, aamon bisa saja sampai lebih cepat dengan kekuatannya. Hanya saja rekan gusion yang mengetahui tepatnya sedang dalam kondisi yang tidak baik jika harus berlari.


Hari sudah sangat siang matahari seperti ada di atas kepala mereka, cuaca kali ini begitu panas tidak baik jika mereka terus lanjut tampa berteduh dulu. Disana ada satu pohon yang bisa menjadi tempat berteduh mereka berdua, sambil mengumpulkan tenaga untuk lanjut, mereka kembali mendiskusikan cara untuk mengalakan orang yang nanti akan mereka lawan.


" apa yang membuat kalian kewalahan saat mengalakan mereka?" Tanya aamon


" mereka menggunakan asap beracun untuk mengalakan kita, asap itu mengandung racun yang bisa membuat orang yang menghisapnya kehilangan tenaga. Jadi saat kami semua tak sengaja menghisap asap itu kami satu-persatu tidak memiliki tenaga untuk menyerang balik. Alhasi kami semua kalah dalam beberapa saat, tapi gusion dia tetap menyerang hingga dia di bawa pergi" ucapnya


" karna itu gusion kalah dari orang-orang itu" ucap aamon


" yang mulia aamon, saat kau mencoba mengalakan mereka kau harus ingat dengan asap beracun itu, jangan sampai anda menghirupnya seperti yang kami lakukan" ucapnya

__ADS_1


" aku tau" aamon kembali menyandarkan dirinya ke pohon di belakannya.


Setelah mereka selesai memulikan tenaga, mereka lalu melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan gusion. Jarak kota yang mereka tujuh masih sangatla jauh, mungkin mereka akan sampai di malam hari. Tapi tidak tau apa nanti jika mereka sudah sampai orang-orang itu akan menyambutnya atau mereka tidak mengetahui kedatangnya.


Jika mereka tau bahwa gusion dan rekan-rekannya datang, mereka pasti juga akan tau bahwa aamon akan datang untuk menyelamatkan gusion. Jadi demi keselamatan, aamon dan rekan gusion akan bertindak diam-diam dan menyerang mereka saat mereka lengah. Dengan begitu mereka akan dengan muda menyelamatkan gusion dan segera pergi dari sana.


Tapi siapa yang tau, jika orang-orang itu juga sudah memiliki rencara untuk mengalakan aamon. Saat ini hanya keberuntungan yang hanya bisa menyelamatkan aamon jika mereka melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan kepada gusion dan rekannya. Hari sudah malam dan dihadapan mereka ada sebuah kota yang cukup besar, disana juga ada sebuah kerajaan yang menjadi simbol kota itu.


Rekan gusion langsung membawa aamon menuju tempat orang yang telah membawa gusion. Mereka berdua melakukan apa yang sudah di rencanakan yaitu melakulan serangan secara diam-diam. Tempat persembunyian penjahat itu ada di pinggir kota, disana sangat jauh dari pemukiman. Hanya ada beberapa rumah dan rumah itu sudah tidak layak untuk di huni.


Ini adalah tempat yang cocok untuk menjadi rumah orang-orang yang jahat, jika mereka melakukan aksinya mungkin tidak akan ada yang menemukan mereka. Tidak akan ada yang berani memasuki tempat yang menyeramkan seperti ini, mungkin hanya orang-orang yang memang berniat menghancurkan orang yang menghuni rumah itu yang berani memasukinya.


Di sekitar rumah itu hanya ada beberapa bohon dan banyak terdapat besi rongsokan yang di biarkan begitu saja. Aamon dan rekan gusion saat ini ada di atas pohon yang sedikit dekat dengan rumah itu, mereka menunggu jika penghuni rumah itu keluar. Semua sudah siap hanya menunggu target baru mereka akan melakukan serangan.


Namun dari dalam rumah itu, terdengar teriakan seseorang yang begitu memilukan. Suara itu begitu tidak asing di telinga aamon, itu adalah suara gusion yang tenga di siksa sekelompok orang-orang itu. Aamon tidak bisa tinggal diam, adiknya sekarang sedang menderita disana, tidak mungkin jika dia terus disini dan menunggu.


" yang mulia apa yang harus kita lakukan?" Tanyanya


" mereka sengaja melakulan itu, mereka sepertinya telah sadar bahwa aku akan datang untuk menyelamatkan gusion, jadi dengan melakulan ini mereka mencoba membuat ku keluar dari persembunyian" ucap aamon sambil mengepalkan tangannya


" apa yang mulia akan menghampiri mereka, bagaimana kalau mereka telah merencanakan sesuatu" ucapnya


" Aaggkkk!!! " teriak gusion dari dalam rumah tersebut


" aku akan menemui mereka" ucap aamon, dia lalu turun dan menghampiri rumah itu, rekan gusion hanya diam di tempat sambil melihat aamon yang sudah ada di depan pintu itu.


" sudah kuduga kau pasti akan datang, yang mulia aamon" ucap penghuni rumah itu


Kemudian enam sampai tujuh orang keluar dari rumah itu, aamon mempersiapkan diri jika harus melawan mereka sendirian. Ketua kelompok itu menghampiri aamon dan bawahannya mengerumuni aamon, dalam kondisi seperti ini aamon masih terlihat tenang.


" sudah kuduga kau pasti akan datang  kami semua sudah lama menunggumu" ucapnya


" apa yang ingin kalian lakukan?" Tanya aamon


" muda saja, kami hanya ingin orang-orang yang mengetahui tentang kelompok kami harus mati! termasuk kau dan adikmu itu" ucapnya


" apa termasuk putri kerajaan boroque?" Tanya aamon dengan tanang


" sepertinya itu tidak mungkin, karna dia tidak akan datang ke sini lagi, kalau iya mungkin kami juga akan menghabisinya" ucap penjahat itu


" sekarang karna kau sudah datang, mari aku ajak kau untuk menemui adikmu yang hampir mati itu" ucap orang itu

__ADS_1


" ... " aamon kali ini tidak tau harus menjawab apa, mungkin jika dia mengikuti mereka dia akan bisa melihat kondisi gusion, tapi jika ini salah satu rencana mereka, aamon hanya bisa bersiap-siap untuk menghadapinya.


Aamon pun mengikutinya masuk ke dalam rumah, rekan gusion yang masih ada di tempat yang sama hanya berharap aamon bisa mengalakan mereka dan membawa gusion dengan selamat. Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan dimana banyak sekali alat-alat untuk menghukum orang.


Disana juga ada seseorang yang kedua tangannya di rantai dengan luka di sekujur tubuhnya. Orang itu adalah gusion yang sudah tidak sadarkan diri, darahnya terus menetes dari seluru tubuhnya. Aamon tentu saja marah saat melihat adiknya terlukah sampai seperti itu, namun dalam kondisi seperti ini dia harus tetap tanang.


" lihat! Adik kesayanganmu telah tak berdaya, setelah ini kau akan bernasip sama seperti dia!" Ucapnya


Tampa mereka sadari sedari tadi aamon sudah menyiapkan pedang kecilnya untuk langsung menyerang mereka sekaligus. Dia hanya menunggu waktu yang pas untuk mengeluarkan semua kekuatannya, ini adalah kesalahan yang fatal jika mereka lenga terhadap duke paxley ini.


Kemudian semua pedang kecil yang ia siapkan sebelumnya mulai mengelinginya, dia hanya berbalik dan semua orang yang tadi mengerumuninya mundur satu-persatu. Pedang kecil yang tadi mengelinginya mulai menyerang mereka sekaligus.


Aamon langsung menyerang mereka sekaligus hingga semuanya tak berdaya, tidak semua mati hanya ada beberapa yang terluka. Tapi dalam kondisinya yang sudah terluka parah, mereka tidak akan bisa mengalakan aamon.


" ugk!! Sial! Seharusnya, aku tidak lenga" ucapnya


" cepat kalian katakan kelompak apa yang kalian bicarakan ini" ucap aamon


" ini adalah rahasia kami, kami tidak mungkin mengatakannya pada orang lain" ucapnya sambil memegang dadahnya yang berdarah


" aku sudah memberimu kesempatan, tapi kau malah membuang kesempatan ini untuk hidup, mungkin kau mau bernasip sama seperti teman-temanmu, jadi akan ku kabulkan" ucap aamon


Saat aamon mau menghabisi penjahat yang masih bertahan, ada segumpal asap yang menghampirinya. Aamon tau asap apa itu, dia langsung menghampiri gusion dan melepas semua rantai yang mengikat gusion. Aamon kemudian membawanya ke luar dari rumah ini, namun dia sudah menghirup asap itu dan dia mulai kehilangan kesadaran, walaupun tinggal beberapa langka lagi aamon akan sampai di luar.


Namun dia sudah tidak bisa menampung tubuhnya lagi, apalagi saat ini dia sedang membawa gusion. Akhirnya aamon terjatuh sambil melihat ke arah jalan keluar yang suda adadi depan mata, namun beberapa saat kemudian rekan gusion datang sambil menutup hidungnya. Dia yang melihat aamon sudah tak berdaya pun menghampirinya sambil menanyakan kondisinya.


" yang mulia apa anda baik-baik saja?" Tanyanya panik


" cepat, bawah gusion, pergi dari sini" ucapnya berusaha untuk tetap sadar


" tapi bagaimana dengan anda?" Tanyanya


" aku tidak, apa-apa, lebih baik kau cepat pergi sebelum yang lainnya datang" ucap aamon


" baik, aku akan membawa gusion, nanti aku akan datang kembali untuk membantu anda" ucapnya, setelah itu dia membawa gusion dan meninggalkan aamon yang sudah terkapar tak berdaya.


' miclara, aku rasa aku tidak akan perna kembali kesisimu, maafkan aku karna tidak bisa menepati kata-kataku' batinnya sebelum dia pinsan.


________________________________________________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2