![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Hari masih malam dan kebanyakan orang sudah terlelah, ini adalah saat yang pas untuk orang-orang yang paginya bekerja keras untuk istirahat. Namun tidak semua orang menggunakan waktu ini untuk sekedar tidur, ada juga yang keluar dari rumahnya untuk melakukan sesuatu.
Seperti sama halnya dengan seorang pemuda yang keluar dari kamarnya walaupun dia sedang terluka parah. Orang itu adalah gusion, dia sangat keras kepala, dirinya sedang terluka tapi dia masih nekat keluar dari kamarnya. Enta apa yang dia pikirkan, apa dia mau mati kedinginan di luar, padahal ini masih sangat malam dan di sana kalau malam suhu dinginnya sungguh mengerikan.
Gusion berjalan sambil menempelkan dirinya di dinding agar dirinya tidak terjatuh, lukahnya ini sangat parah, jika orang biasa yang mengalaminya mungkin akan langsung mati. Tapi tidak dengan pemuda yang satu ini, dia memiliki tubuh yang kuat, sehingga walaupun lukahnya lebih para dari yang sekarang, mungkin dia masih bisa selamat.
Gusion Pov
'Aku ingin pergi dari sini, jika aku masih ada di sini aku mungkin akan membuat hubungan merka hancur, hanya karna aku menyukai gadis yang di sukai kakak. Walaupun sakit, tapi aku benar-benar tidak punya pilihan, jika aku pergi hubungan mereka pasti akan lebih baik'.
'Sakit, hatiku sakit sekali, ini pertama kalinya aku merasakannya, dia sudah menolakku, untuk apa aku masih berharap, apa lagi dia sudah menyukai kakakku sendiri dan aku tidak punya hal untuk mencampuri hubungan mereka' batinku sambil memegang dadaku yang sangat sakit.
Saat ini aku merasa kesakitan, luka ditubuh ini memang pantas untukku, ini adalah hukuman karna berusaha menghancurkan hubungan mereka. Waktu kakakku memukulku, enta kenapa aku merasa sangat takut, biasanya dia tidak perna marah padaku walaupun aku sangat nakal.
Namun, karna diriku kakakku hampir saja membunuh aku yang tak perna ia marahi sebelumnya. Aku ini adalah adik yang tak berguna, aku seharusnya senang kakakku akhirnya menemukan dambaan hatinya, tapi aku malah mau mengacaukannya.
Aku sudah sangat lama berjalan menuju pintu rahasiaku, namun aku merasa ada orang yang menungguku di sana, aku melihat samar-samar orang di depan sana sedang menatap diriku. Orang itu lalu menghampiriku, namun sesaat kemudian, aku tidak bisa lagi menampung tubuhku, akupun terjatuh, dan orang itu buru-buru menangkapku.
" kau mau kemana?" Tanyanya dingin padaku, aku mengenal suara ini, ini adalah suara kakakku
Aku menatap dirinya yang juga sedang menatapku dengan waja tampa epresi, kakak lalu menduduki ku dan kembali bertanya padaku, kali ini pertanyaanya seperti sedang menyesali sesuatu.
" apa kau akan meninggalkan tempat ini lagi, kondisimu masih seperti ini, kenapa kau keras kepala sekali" ucapnya padaku
" aku, kak... aku minta maaf" ucapku padanya dan aku berharap dia memaafkan ku
" aku minta maaf, karna diriku kau dan miclara hampir bertengkar, aku benar-benar minta maaf.." ucapku, aku tidak menyangkah waktu aku mengatakan hal itu, air mata keluar dari mataku 'aku menangis' ini pertama kalianya aku menangis di depan kakakku saat aku sudah dewasa.
__ADS_1
Kakak ku tiba-tiba memelukku dengan pelan karna sekarang aku sedang terluka, dia seperti telah menyesal karna memukulku sampai seperti ini, tapi aku tidak merasa keberatan, karna ini adalah kesalahanku sendiri.
" gusion, seharusnya aku yang minta maaf karna telah memukulmu sampai seperit ini" ucapnya
" aku benar-benar minta maaf, kamu jangan pergi ok" ucapnya
Saat aku mendengarnya mengatakan hal itu padaku, aku merasa sangat ingin memeluknya dan menangis sekencang-kencangnya. Aku merasa senang, karna mungkin masalah ini akan terselesaikan tampa ada halangan, dan aku tidak akan perna melakukan hal yang sama lagi hingga membuat kakakku marah.
Aku memeluk kakaku dan dia juga melakukan hal yang sama, namun kami tidak menyadari ada sepasang mata yang melihat kami dengan senyuman dan air mata yang telah membasahi pipinya. Dia adalah miclara, miclara tidak menghampiri kami, dia setelah melihat kami berpelukan langsung kembali ke kamarnya.
Setelah itu, kakakku membawa ku ke kamarku, kemudian dia pamit untuk pergi
" jaga kesehatanmu, jangan kemana-mana, besok pagi aku akan mengunjungimu" ucapnya padaku
Aku menganggukkan kepala tanda setuju, setelah itu kakakku pergi meninggalkan kamarku, dan mungkin dia akan kembali ke kamar miclara. Aku tidak akan mengacaukannya lagi, ini demi kebahagian kedua orang yang aku sayang. Cukup aku saja yang merasa sedih, aku tidak akan membiarkan mereka merasa sedih.
Aamon yang baru saja keluar dari kamar gusion mengigat mimpihnya yang membuat dirinya berinisiatif untuk menemui gusion dan meminta maaf padanya.
flashback on
Waktu itu saat aamon masih ada di kamar miclara dan tertidur di pangkuan miclara, dia tiba-tiba memimpikan sesuatu yang membuatnya gelisah saat terbangun. Di dalam mimpinya itu, dia melihat gusion yang pergi meninggalkan istana dan tak kembali lagi.
Aamon merasa mimpi ini adalah petunjuk untuk dirinya agar dia tidak kehilangan adiknya, aamon bangkit dan langsung pergi ke pintu rahasia gusion. Dia yakin gusion pasti akan di sana, kalaupun tidak ada, dia akan menungguhnya hingga hatinya merasa tenang.
Miclara yang baru bangun menyadari bahwa orang yang tadi tidur di pangkuanya menghilang. Dia pergi dari kamarnya dan mencari keberadaan aamon, dia masih takut aamon marah padanya dan tak ingin bersamanya. Karna itu dia mencarinya saat tau aamon tidak ada di dekatnya, namun dia malah melihat adegan yang mengharukan.
Dimana dua saudara yang tadinya bertengkang, sekarang saling memaafkan dan saling memeluk satu sama lain. Dia tidak bisa menahan air mata terharu lagi, dia pun menagis dan pergi dari tempat itu agar tidak menganggu mereka.
__ADS_1
flashback off
Pagi pun di mulai kembali, memang pagi ingin tidak ada yang spesial, namun ini adalah pagi yang mengembirakan. Bagaimana tidak, ini adalah hari yang sangat mengembirakan pagi dua saudara yang tidak aku-akur itu. Mereka sekarang sudah baikan dan menjadi saudara seperti pada umumnya, mereka tidak akan bertengkar lagi, namun tidak tau nanti.
Pagi-pagi sekali aamon langsung pergi ke kamar adiknya dan membantunya bersiap-siap untuk sarapan. Miclara juga ada di sana, dia juga membantu gusion untuk ke meja makan. Walaupun ada pelayan disana, namun mereka ingin melakukannya sendiri, karna hari ini mereka sedang bahagia, hal itu terlihat jelas dengan melihat raut waja duke paxley itu, yang selalu tersenyum.
Di meja makan, banyak yang penasaran kenapa gusion terluka seperti itu, namun mereka takut untuk pertanya. Mereka hanya melakukan tugas masing-masing dan tidak ingin ikut campun dalam urusan tuan mereka. Makanan sudah ada di meja makan, aamon menyuruh beberapa pelayang untuk memasak bubur untuk gusion, walaupun dia menolak, tapi tatapan kakaknya itu langsung membuatnya menyetujuinya.
Skip selesai makan
Karna sudah selesai sarapan, aamon menyuruh beberapa pengawal untuk selalu mengikuti perintah gusion, hari ini aamon akan sibuk seharian, dia juga meminta miclara untuk menjaga gusion jika dia ada waktu. Setelah aamon mengumumpun bahwa miclara akan menjadi calon ratunya, dia ditugaskan oleh para ketua untuk belajar tata trama kerajaan, agar nanti saat waktunya tiba, dia tidak kesulitan dan tidak mempemalukan kerajaan paxley.
Walaupun dia tidak ingin melakukannya, tapi tidak ada pilihan lain, dia harus pantas untuk ada di sisi aamon yang akan menjadi raja dan akan meminpin sebuah negara. Aamon tidak memaksanya untuk belajar tata trama, namun miclara akan melakukannya untuk membuat para ketua mengakuinya sebagai calon untuk raja mereka kelak.
Sakin banyaknya yang terjadi, miclara sampai lupa ada hal yang ingin dia bicarakan dengan aamon, namun sekarang aamon sudah pergi dan akan kembali nanti malam. Dia juga sedang sibuk sekarang, mungkin nanti malam baru dia akan mengatakannya. Dia tau aamon sekarang sibuk, tapi dia tidak tau sekarang aamon sibuk melakukan apa, yang dia tau aamon sekarang sedang ada di kota lain dan mengurus urusannya.
Namun dia tidak tau, urusan apa yang membuat aamon harus semalam mengerjakannya. Mungkin inilah tugas calon raja, dia akan selalu sibuk mengurus kerajaanya. Mungkin nanti saat mereka menikah, aamon juga akan jarang menemaninya dan akan lebih sering keluar kota dan mungkin akan menginap lebih dari sehari.
Jika itu terjadi, mungkin miclara akan merasa sedikit kesepian, tidak mungkin dia bersama gusion untuk menghilangkan rasa kesepianya kan. Bisa-bisa dia membuat dua saudara itu bertengkar lagi dan mungkin lebih buruk dari sekedar bertengkar. Mungkin nanti mereka akan bermusuhan dan saling membunuh, miclara tentu saja tidak menginginkan hal itu.
Dia tidak akan membuat dua saudara itu bertengkar karna dirinya, sudah bagus mereka berbaikan jika ada masalah lagi. Miclara tidak tau harus melakulan apa, dia mungkin cuma akan meminta aamon untuk tidak bertengkar dengan gusion lagi, jika dia setuju itu baik, tapi bagaimana kalau tidak, bukannya mereka akan bermusuhan terus.
Miclara tidak mau berfikir yang tidak-tidak, walaupun nanti aamon hanya memiliki sedikit waktu denganya, itu tidak masalah. Yang penting aamon masih pulang untuk bertemu denganya, dia akan selalu menunggunya seperti seorang istri kebanyakan.
________________________________________________
Bersambung
__ADS_1