![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Miclara Pov
Tadi malam setelah sekian lama, aku melihat orang tuaku lagi, saat itu juga aku yakin bahwa aku akan mengalami masalah. Orang tuaku di mimpiki tiba-tiba memeluk diriku sambil menangis dan mengatakana sesuatu.
' miclara... nanti semoga kau tidak merasa sedih jika sudah mengetahui kebenarannya, kami tidak ingin melihatmu sedih lagi. Jika nanti kau sudah mengetahui kebenarannya, semoga kau bisa mengerti dan percaya pada hatimu. Jangan perna menyerah nak...' ucap mereka padaku.
Aku membalas pelukan mereka dan juga ingin tau matsud dari perketaan mereka. Namun aku akan mencari sendiri arti dari perkataan mereka dan sama seperti sebelumnya, aku akan menuruti perkataan orang tuaku.
Saat itu aku pun terbangun dari tidurku, aku merasa sakit di seluru tubuhku karna tadi malam tiba-tiba aamon memperlakukan ku sekasar itu. Aku tidak tau kenapa dia menjadi seperti itu, diamnya itu membuatku merasa bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu.
Aku melihat ke samping dan tidak menemukan seseorang pun, dia sudah pergi saat sudah meniduriku.
Padahal itu adalah pertama kalinya bagiku, namun kenapa dia harus melakukan sekasar itu padaku. Apa dia marah atau ada alasan lain, tapi yang pasti nanti saat aku sudah mengetahui sesuatu yang dia sembunyikan, aku akan berusaha mengerti dan terus percaya padanya.
Waktu itu aku melihat satu baju yang ada di samping kakiku, aku tau siapa yang menaruk baju itu di situ, mungkin karna bajuku yang tadi malam sudah ia sobek dan tak bisa kupakai lagi. Aku lalu membawa baju itu dan berjalan perlahan ke kamar mandi karna seluru tubuhku masih terasa sakit.
Setelah bebarapa saat aku pun selesai membersikan diri dan memakai baju yadi tadi ada di ranjangnya. Baju yang ia berikan padaku ini sungguh sangat bagus, warnanya yang aku suka dan hiasan yang menarik bagiku.

Setelah aku selesai membersikan diri dan memakai baju itu, akupun pergi keluar dari kamarnya dan berusaha mencarinya agar dia mengatakan alasan mengapa memperlakukan ku seperti tadi malam. Namun saat aku bertanya pada pelayang yang lewat, mereka sama sekali tidak mengetahui keberadaanya.
Itu membuatku semakin khawatir dan yakin bahwa di sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Aku kemudian pergi ke kamar gusion berharap orang yang aku cari ada di sana, namun saat aku memasuki kamar gusion, di sana aku hanya melihat gusion sendiri tampa ada orang lain.
Gusion yang melihatku membuka pintu kamarnya pun bertanya
" ada apa, kenapa tidak masuk?" Tanyanya
" tidak papa, hanya saja aku sekarang sedang mencari aamon, apa kau tau dia ada di mana?" Tanyaku
" apa ada masalah, kenapa wajahmu terlihat pucat" gusion yang menyadari bahwa wajahku sekarang sedang pucat pun menghampiriku
" aku tidak papa, hanya.. hanya pusing saja" ucapku berbohong
" apa kau yakin hanya merasa pusing?" Tanya gusion yang sudah ada di dekatku dengan satu tanganya yang menyentu dahiku memastikan suhu tubuhku. Namun gerakannya berhenti saat melihat sesuatu di leherku, aku lalu menyembunyikannya menggunakan rambutku.
__ADS_1
" iya, aku hanya merasa pusing" ucapku sambil berusahan menutupi bekas ciuman yang ada di leherku
" lebih baik kau istirahat, nanti kakak pasti akan menemuimu, sekarang dia pasti sedang sibuk mengurus urusannya" ucap gusion yang kemudian menjaga jarak denganku
" baiklah, aku akan kembali ke kamar" ucapku, kemudian aku pun pergi dan ingin mencari di tempat lain.
Pov End
Setelah miclara pergi, gusion kembali ke tempat tidurnya karna lukahnya masih belum pulih sepenuhnya. Namun ada hal lain yang sekarang ia pikirkan, bukan karna keberadaan kakaknya yang tidak di ketahui malahan sesuatu yang dia lihat tadi.
" kenapa tadi aku melihat bekas ciuman di leher miclara? apa.. tadi malam mereka telah melakukannya?"ucapnya
" kenapa aku malah sedih, seharusnya aku senang karna mereka telah berhubungan sangat dekat, tapi walaupun begitu hatiku tetap merasa sakit" ucapnya lagi
Gusion lalu berbaring sambil berusaha untuk tidak memikirkan hal itu, namun sebanyak apapun dia berusaha, dia masih tidak bisa untuk tidak memikirkann. Hal itu terus terbayang-banyang dalam dirinya, ingin sekali dia berteriak agar bisa melupakan hal itu, namun sekarang dia sedang ada di kamarnya tidak mungkin dia berteriak.
Gusion pun memutuskan untuk berendang air panas agar pikirannya lebih tenang dan tidak memikirkan hal yang bukan urusannya.
Di kerajaan boroque
Sekarang aamon sudah ada di kerajaan boroque, namun saat dia sudah sampai di sini, ada beberapa orang bawahan guin yang menyuruhnya untuk menuggun di kamar yang sudah di siapkan untuknya. Mereka bilang, guin sedang ada sedikit urusan dan mungkin akan selesai nanti malam.
Hal itu membuat aamon sedikit merasa lega, karna dia masih ada waktu untuk mempersiapkan diri karna akan segera melakukan sesuatu yang akan ia benci.
Sakarang aamon sudah ada di kamar yang mereka siapkan untuknya, kamar ini mungkin akan menjadi saksi penghianatannya. Tidak tau apa yang sedang miclara lakukan sekarang, mungkin dia sedang mencari keberadaanya, karna dia pergi tampa memberitaunya, tapi tidak mungkin jika dia harus mengatakannyan kan.
Aamon kembali mengigat perbuatan yang kejam itu kepada miclara, padahal itu adalah pertama kali baginya, tapi dia malah memperlakukannya dengan begitu kasar. Dia hanya tidak bisa mengendalikan diri karna terus memikirkan sesuatu yang nanti akan terjadi tampa sepengetahuannya.
Aamon menghampiri jendela besar yang ada di kamar itu sambil termenung memikirkan keadaan miclara yang masih di awasi oleh orang-orang suruhan guin.
' miclara saat aku sudah selesai melakukan ini, semoga kau masih bisa mencintaiku dan percaya padaku, tapi aku yang akan merasa bersalah telah memperlakukanmu seperti ini' batin aamon.
Tampa ia sadari, setetes air keluar dari matanya hingga jatuh ke pipi kirinya.
Kembali ke kerajaan paxley
__ADS_1
Ini sudah beberapa kali dia terus mengelilingi kerajaan yang mega ini, namun hal yang dia lakukan itu tidak menghasilkan hasil. Orang yang dia cari masih belum ia temukan, rasa khawatir sudah memenuhi hatinya, dia takut orang yang dia cari pergi dan tak akan kembali lagi.
Namun, ia yakin bahwa dia tidak akan meninggalkannya setelah melakulan hal itu padanya, namun kenapa dia masih belum kembali, apa dia mengurus sesuatu yang penting, tapi kenapa tidak ada yang mengatahuinya.
Miclara putus asa, dia sudah lelah terus mencari ke berbagai tempat, tidak ada yang mengetahui keberadaan aamon. Miclara menangis di samping ranjangnya sambil memeluk lututnya, dia takut sesuatu terjadi pada aamon. Dia tau pasti aamon sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tapi kenapa dia harus pergi tampa memberitaunya, itu membuatnya takut terjadi apa-apa pada orang yang dia cintai itu.
" aamon kau dimana" ucap miclara di sela-sela tangisnya
Namun kemudian tangisaanya berhenti saat ada yang mengetuk pintu kamarnya, dia lalu bangkit dari posisinya dan kemudian dia menghapus air matanya agar orang yang mengetuk pintu itu tidak tau bahwa dia sedang menangis.
Setelah itu, miclara kemudian berjalan menuju pintu dan ingin tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya. Saat dia membuka pintunya, dia melihat seseorang yang nampak sedang mengkhwatirkannya, orang itu adalah gusion.
" apa kau baik-baik saja miclara?" Tanya gusion
Saat ada gusion di depannya, miclara sudah tidak bisa lagi membendung air matanya, tangisannya pun pecah saat itu juga. Gusion tau saat ini miclara pasti khawatir pada kakaknya, sebenarnya dia juga sama, cuman dia tidak menunjukannya.
Gusion kemudian menarik miclara ke dalam pelukannya agar bisa menenangkanya, miclara kemudian memeluk gusion dengar erat. Dia tidak perduli walaupun ada pelayan yang melihat prilakunya, dia hanya ingin melepas semua kesedihannya yang telah ia pendam begitu lama.
Namun saat miclara memeluk gusion, gusion saat itu juga langsung merasa ada orang yang sedang mengawasi mereka. Karna dia tidak ingin miclara semakin khawatir, gusion pun mencoba menenangkan miclara agar dia bisa mencari orang yang sedang mengawasi mereka. Gusion mengusap kepala miclara dan juga sesekali mengatakan hal yang akan membuanya sedikit tenang.
" miclara jangan khawatir, kakak pasti tidak papa, dia mungkin sedang pergi dan lupa mengatakannya padamu" ucap gusion, namun miclara tidak merespon, dia hanya terus menangis.
Gusion lalu menggendong miclara ke atas ranjang yang ada di depannya, miclara tidak menyadari bahwa sekarang dia sudah ada di ranjanganya. Dia sadar saat gusion mengatakan akan segera mencari keberadaan aamon.
" kau tunggu disini, aku akan segera mencari kakak" ucap gusion lalu pergi
Miclara ingin mencegahnya karna lukahnya yang masih belum sepenuhnya sembuh, namun sebelum dia mengatakannya, gusion sudah pergi. Miclara kemudian terdiam sejenak dan menatap ke jendela, enta kenapa dia merasa akan segera mengetahui hal yang akan menyakiti hatinya, enta apa itu.
" aku tidak akan menunggu di sini, aku akan mencari aamon lagi, dia pasti ada di suatu tempat yang tidak ku ketahui. Tapi aku akan mencarinya karna aku sangat mengkhawatirkannya" miclara lalu bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya.
Dia akan berusaha sekali lagi untuk mencari kekashi yang pergi tampa mengatakan asalannya. Dia juga akan menanyakan alasannya saat sudah menemukannya, dia akan berusaha dan tidak akan menyerah seperti orang tuanya katakan padanya.
________________________________________________
Bersambung
__ADS_1