![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Sekarang hari sudah sore, gerbang yang tertutup perlahan-lahan terbuka karna kedatangan seseorang. Mereka berdua setelah lama berjalan akhirnya sampai di kerajaan paxlay. Aamon dan miclara langsung di sambut oleh gusion yang tau bahwa mereka akan segera tiba.
Dengan tenang gusion menghampiri mereka, dia juga sesekali menanyakan kabar miclara karna sudah seharian tidak bertemu. Walaupun dia sedikit merasa takut karna ada aamon di sampingnya, apalagi aamon perna bilang akan memeberinya pelajaran saat dia kembali.
" kau baik-baik saja kan?" Tanya gusion
" aku tidak papa" ucap miclara
" dia tidak akan ada masalah karna ada aku di sampingnya" ucap aamon
" aku kan cuman bertanya, dia baru saja mengalami hal yang pasti menyakitinya, sebagai temannya apa salah jika aku menanyakan kabarnya" ucap gusion
" kalian jangan berantem lagi, aku baru sampai apa tidak di ijinkan kembali ke kamar" ucap miclara
" aku akan mengantarmu ke kamar" ucap aamon
" oh iya, gusion nanti datangla ke kamarku, aku mau membicarakan sesuatu" ucap aamon
" aku tau, nanti aku akan datang" ucap gusion, walaupun dia sedikit takut tapi dia akan tetap menepati perkataanya.
Aamon dan miclara saat ini ada di kamar miclara, hari juga sudah malam, aamon menyuruh miclara membersikan diri dan dia ingin kembali ke kamarnya sebentar.
" kau mandi dulu, aku mau ke kamar sebentar" ucap aamon
" sebenarnya kau mau membicarakan apa dengan gusion?" Tanya miclara
" itu bukan hal yang penting, jadi kau jangan khawatir, aku tidak akan menghukumnya karna sudah memelukmu saat aku tidak ada" ucap aamon
" waktu itu aku karna terlalu sedih jadi memeluk gusion, kamu jangan menyakitinya hanya karna hal itu" ucap miclara panik
" aku kan sudah bilang, jangan khawatir" aamon lalu menutup pintu kamar miclara dan kembali ke kamarnya.
Setelah beberapa saat akhirnya orang yang gusion tunggu memasuki kamarnya, dengan raut waja yang gugup, gusion memberanikan diri untuk menanyakan hal yang ingin di katakan padanya. Memang sekarang aura aamon terlihat lebih tenang dari terakhir kali saat dia membuanya marah, namun dia masih belum yakin apa aamon ingin mengatakan masalah dia yang memeluk miclara atau hal yang lain.
" ada apa kak?" Tanya gusion
" kau terlihat gugup, kenapa?" Tanya aamon sedikit memperlihatkan senyuman yang tipis
" aku tidak gugup, aku hanya penasaran kenapa kau menyuruhku ke kamarmu" ucap gusion berusaha tenang
" sebenarnya aku ingin menanyakan satu hal padamu" ucap aamon
" apa?" Ucap gusion
Aamon kemudian menutup semua jendela yang ada di sana, hingga membuat ruangan yang ia tempati menjadi gelap dan hanya di terangi oleh beberapa lilin.
__ADS_1
Itu menandakan bahwa hal yang ingin dia bicarakan adalah masalah yang serius, dia tidak ingin ada yang mendengar obrolan mereka. Apalagi orang-orang yang bukan dari kerajaan yang ia pinpin.
" kenapa kau menutup semua jendela, apa hal yang ingin kau bicarakan begitu serius?" Tanya gusion
" tidak usa perdulikan apa yang aku lakukan, aku hanya ingin tau mengenai orang-orang suruhan guin yang kau habisi itu. Apa kau bisa mengatakan padaku penampilan mereka, karna aku bahkan tidak menyadari keberadaan mereka saat aku dekat dengan miclara. Aku merasa bahwa mereka bukan hanya suruhan biasa, mereka pasti adalah orang-orang yang kuat" ucap aamon
" sebenarnya aku juga menyadari hal itu, mungkin karna waktu itu miclara sedang sendiri di kamarnya, jadi mereka tidak terlalu waspada dengan keadaan sekitar hingga aku bisa mengetahui keberaan mereka. Mereka mungkin adalah orang-orang yang sudah terlatih untuk melakukan tugas memata-matai seperti ini" ucap gusion
" jika memang seperti itu, bagaimana guin bisa mempunyai orang-orang seperti mereka, apa dia menyewanya dari orang lain atau memang mereka adalah bawahannya" ucap aamon
" tapi sepertinya mereka bukan bawahannya, karna saat aku bertarung dengan mereka, aku sama sekali tidak melihat lambang kerajaan borokue di baju mereka. Itu berati mereka bukan dari kerajaan borukue, mungkin dari kerajaan lain yang tidak kita ketahui" ucap gusion
" kita harus menyelidiki masalah ini, karna akan sangat gawat jika masih ada orang-orang seperti mereka di luar sana. Karna mereka benar-benar sangat hebat dalam menyembunyikan keberadaan mereka hingga akupun tidak bisa menyadarinya" ucap aamon
" kau benar, tapi apa yang bisa kita lakukan kak" ucap gusion
" tentu saja bertanya pada orang yang menyewa mereka" ucap aamon
" apa kau akan pergi ke kerajaan boroque lagi, apa tidak khawatir guin akan membuat masalah lagi" ucap gusion
" tidak bukan aku, tapi dia sendiri yang akan kesini" ucap aamon
" bagaimana caranya?" Tanya gusion
" jadi kau akan menyuruh mereka untuk menyuruh guin datang ke sini, tapi alasan apa yang akan kau katakan?" Tanya gusion
" alasan bahwa putri guin sudah hampir menyakiti calon ratu kerajaan paxlay, jika ingin mempertangung jawabkan kesalahannya, dia harus datang ke karajaan paxlay untuk meminta maaf secara langsung kepada calon ratu kerajaan paxlay. Alasan ini cukup untuk membuat raja kerajaan boroque menyuruh putrinya datang ke kejarajaan ku" ucap aamon
" heh! kau memang pantas menjadi raja, pemikiranmu itu sungguh sangat kejam seperti raja-raja pada umumnya" ucap gusion
" kau benar, aku memang kejam tapi aku akan lebih kejam jika orang ku disentu oleh orang lain walaupun adikku sendiri" ucap aamon
" k-kau.. apa kau akan memperhitungkan hal itu aku sudah membantumu, jika bukan karna aku kau mungkin sudah tidak bersama miclara lagi" ucap gusion
" hahaha... gusion kau ini jadi penakut ya, apa sejak aku memukulmu waktu itu" ucap aamon
" mana mungkin, aku tidak takut padamu, aku hanya tidak menyukai sifatmu yang tidak tau terimakasi itu" ucap gusion
" pembicaraan ini sudah selesai kan, kalau begitu aku pergi saja, aku juga akan menyuruh beberapa pengawal untuk mengirim pesanmu" ucap gusion.
Setelah kepergian gusion, aamon memutuskan untuk kembali ke kamar miclara. Memang jika dia kesana, dia hanya akan menganggu miclara yang mungkin sudah tertidur. Tapi dia hanya ingin melihatnya sebelum akhirnya dia juga harus tidur di kamarnya.
Aamon membuka pelan pintu kamar miclara, namun dia tidak melihat miclara bahkan yang dia lihat hanya jendela yang terbuka dengan angin malam yang menggoyangkan gorden-gerdennya.
Aamon berjalan mendekat ke jendela itu dan langsung menutupnya, jika miclara tidak ada di kamarnya itu berarti dia sedang ada di luar. Mungkin dia sedang berjalan-jalan walaupun sudah malan dan udara di luar sudah menjadi dingin.
__ADS_1
Aamon sama sekali tidak khawatir saat tau miclara tidak ada di kamarnya, karna di istana ini tidak akan ada yang berani menyakitinya bahkan ketua sekalipun. Karna mereka tidak akan berani menyentuh miclara disaat aamon sudah memutuskan untuk menjadikan miclara calon ratunya.
Di saat seperti ini mungkin miclara sedang ada di taman seperti kebiasaanya kalau lagi bosan. Malam maupun siang bukanla masalah bagi miclara, jika dia sudah merasa bosan dia bisa kapan saja datang ke taman.
Aamon langsung melihatnya, dia memang ada di taman dan sekarang dia sedang melihat-lihat bunga yang masih bermekarang. Dia tidak menyadari bahwa saat ini aamon sudah datang menuju dirinya, dia terlalu terpanah dengan bunga-bunga yang ada di hadapannya.
Aamon kemudian langsung memeluknya dari belakanya, memang dia terlihat terkejut tapi lama-lama miclara langsung tau siapa yang memeluknya.
" aamon" ucapnya
" kenapa kau kesini, ini sudah malam" ucap aamon
" aku hanya bosan dan juga kamu lama sekali, memang apa yang kalian bicarakan" ucap miclara
" itu rahasia, tapi nanti kau akan tau sendiri" ucap aamon
" kalau itu memang rahasia, aku tidak akan menanyainya lagi, tapi aamon aku ingin malam ini kau tidur bersamaku lagi, bagaimana?" Ucap miclara
" tentu saja, ini pertama kalinya kau ingin tidur denganku, bagaimana mungkin aku menolaknya" ucap aamon
" aamon aku sangat dingin" ucap miclara
Aamon langsung menggendongnya dan memberinya kehangatan.
" miclara, lain kali jangan pergi ke taman malam-malam seperti ini, bukannya kau tidak kuat dingin" ucap aamon
" iya, aku tidak akan melakukannya lagi" ucap miclara
" apa kau bisa menapati perkataanmu" ucap aamon
" tentu saja aamon, apa aku perna tidak menepati perkataanku" ucap miclara
Aamon lalu menggendong miclara menuju kamarnya sambil terus mengoblor dengannya. Hingga mereka akhirnya sampai di kamar aamon, aamon langsung membukak kamarnya dan memasukinya dengan miclara yang masih ada di gendongannya.
Aamon lalu membawa miclara ke ranjanganya dan langsung menidurinya, dia juga tidur di sampinya sambil menyelimuti dirinya begitupun miclara.
" selamat tidur, sayangku" ucap aamon sambil mengecup kening miclara
" selamat malam, aamon.." ucap miclara
Mereka pun tertidur, malam yang inda bagi kedua pasangan itu.
________________________________________________
Bersambung
__ADS_1