![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Miclara membuka matanya dan melihat hari sudah mulai pagi, dia lalu keluar dari rumah itu untuk menghirup udara segar di pagi hari. Pagi ini miclara akan berusaha untuk mencari pekerjaan untuk bisa menghasilkan uang.
Miclara lalu pergi dari rumah yang ia tempati menuju ke sebuah toko yang mungkin akan memperkejakannya, alasaanya karna dia sangat membutukan uang untuk bertahan sebelum aamon dan gusion menjemputnya.
Tapi saat dia bertanya pada pemilik toko, pemilik toko itu tidak memberinya pekerjaan karna sudah penuh. Miclara terus bertanya pada pemilik toko yang lain dan semuanya menolak miclara karna alasan yang sama.
Akhirnya miclara pergi dari desa itu dan memutuskan untuk mencari desa lain, hanya saja jalan yang harus dia lewati sangat rawan penjahat. Banyak yang bilang di sana tempannya para orang-orang yang sering menganggu semua warga desa ini.
Mereka tidak berani melewati jalan ini, walaupun mereka sangat perlu melewatinya untuk menuju ke kota lain. Miclara yang harus melewati jalan itu sedikit takut, dia takut nanti dia akan bertemu dengan orang-orang jahat. Dia takut mereka akan melakukan sesuatu padanya, karna dia hanya seorang gadis lemah.
Namun kalau dia tidak melewati jalan ini, dia tidak akan bisa sampai ke kota lain dan menghasilkan uang. Dirinya saat ini sangat membutuhkan pekerjaan, dia akan memberanikan dirinya untuk melewati jalan di depannya itu.
Miclara akhirnya memutuskan untuk melewati jalan itu walaupun dirinya sangat takut. Dia berjalan pelan dan juga waspada jika nanti akan ada orang yang melihatnya. Miclara sesekali bersembunyi di rerumputan saat melihat seseorang.
Namun saking sibuknya dia bersembunyi, dirinya sampai tidak tau ada di mana. Dia malah tersesat di depan sebuah rumah yang cukup besar, mungkin rumah ini di dalamnya berisi orang-orang jahat.
Miclara lalu pergi melewati rumah itu, dia merasa rumah itu sudah tidak ada penghuninya, karna terlihat sepi dari luar. Mungkin orang-orang yang tinggal di sana sedang tidak ada di dalam.
" semoga mereka tidak ada di sini" ucap miclara, dia lalu berlari melewati rumah itu hingga akhirnya dia berhasil melewatinya.
" syukurla" ucapnya
Tapi sebelum dia pergi, dia mendengar suara langka kaki yang mendekat, namun sebelum dia bersembunyi, miclara tidak sengaja menginjak sebuah ranting hingga bersuara membuat orang-orang itu melihat ke arahnya.
Miclara menutup mulutnya agar mereka tidak mendengar suara nafasnya, dia juga mundur beberapa langka agar mereka tidak melihatnya. Namun lagi-lagi dia tidak sengaja menginjak sebuah lanting.
Karna dia tau akan ketahuan jika terus bersembunyi, miclara kemudian lari secepat mungkin, agar nanti jika mereka melihatnya mereka sudah tidak bisa mengejar. Namun yang miclara pikirkan tidak benar, mereka begitu cepat dan berhasil mengejarnya dan memegang tanganya.
" siapa kau hah??" Tanya orang yang berhasil mengejarnya
" aku hanya lewat saja, jadi jangan menangkapku" ucap miclara memohon
" tapi kenapa kau malah lari?" Tanya orang itu
" a-aku hanya takut, jadi aku langsung lari" jelas miclara
" hemm mencurigakan" ucapnya
" aku mohon jangan menangkapku, aku hanya lewat saja" ucap miclara
" apa benar kau yang kau katakan, kau hanya mau melewati jalan ini?" Tanyanya
" iya, aku mau ke desa lain tapi cuma ini jalannya" ucap miclara
" memang benar hanya ini jalan menuju desa lain, baiklah aku akan melepaskanmu" ucapnya sambil melepas gengaman tangannya
" terimakasi tuan" ucap miclara
Kemudian dia melanjutkan perjalanannya sambil melampaikan tanganya ke pada orang itu.
__ADS_1
Satu minggu kemudian
Di kerajaan paxley selama satu minggu ini aamon dan gusion terus berusaha menyelinap keluar, tapi para pengawal benar-benar tidak menginjinkan mereka pergi. Walaupun mereka adalah pangeran, tapi mereka selalu kesulitan untuk keluar dari istana mereka sendiri.
Kali ini aamon pergi ke para ketua, dia ingin mereka membiarkannya keluar dari istana ini, jika mereka tidak membiarkan aamon keluar, aamon akan melakukan apapun, walaupun dia harus menghabisi semua pengawal.
" ijinkan aku keluar!" Ucap aamon marah
" maaf yang mulia, tapi kenapa anda selalu berusaha untuk keluar dari istanamu sendiri?" Tanya salah satu ketua
" aku harus segera keluar dari sini, karna dia sedang menungguku" ucap aamon
" apa gadis yang kalian panggil miclara itu" ucap ketua itu
" dari mana kau tau namanya!?" Tanya aamon
" para pengawal yang mengatakannya padaku, kalian adalah pangeran tidak usa berhubungan dengan orang biasa" ucapnya
" diam! Sebaiklah kalian diam saja, aku akan segerah menjempunya dan akan menjadikannya ratu kalian, jika kalian tidak menyetujui keputusanku! lebih baik kalian mati saja!" Ucap aamon tegas, dia lalu keluar dan melihat adikknya gusion yang kaget dengan perkataanya.
" ada apa?" Tanya aamon
" tidak, tidak papa" ucapnya, aamon lalu pergi dan gusion juga.
Setelah kepergian aamon, para ketua memanggil beberapa pengawal untuk masuk ke ruanganya.
" ada apa ketua?" Tanya pengawal tersebut dengan sopan
" baik"ucap pengawal itu, sebelum mereka pergi katua mengatakan satu kata lagi
" tunggu! Kalian jangan biarkan kedua pangeran tau, jika mereka mengetahuinya, mereka pasti akan menghentikan kalian, mengerti!" Ucap ketua
" kami mengerti!" mereka kemudian pergi.
Aamon kembali ke kamarnya dia juga sesekali memijat pelipisnya karna pusing dan khawatir dengan ke adaan miclara. Aamon terus memikirkan miclara sejak seminggu yang lalu, bahkan dia sudah lama tidak berlatih.
Sebelumnya dia tidak akan tidak berlatih jika ada waktu luang, namun sejak dia meninggalakn miclara, dia hanya terus berusaha untuk keluar dari istana yang seperti sangkar burung baginya.
" miclara, apa kau sekarang baik-baik saja" ucapnya pada dirinya sendiri
Aamon lalu berjalan ke arah jendela yang ada di kamarnya dan kemudian dia menyatuhkan dahinya ke jendela itu sambil menutup matanya
" miclara..." ucap aamon
Di samping itu, sekarang miclara sudah mendapatkan sebuah pekerjaan, selama satu minggu ini, dia sudah menghasilkan uang untuk kehidupannya. Miclara juga sudah mengenal beberapa penduduk di sana, dia juga sudah menganggap mereka sebagai temannya.
Walaupun sekarang miclara sudah memiliki teman tapi dia tetap masih menunggu kedangan aamon dan gusion. Miclara yakin mereka nanti akan datang menjemputnya, cuman dia masih belum tau kapan hari itu tiba.
Miclara sekarang sedang menuju tempat kerjanya, dia di sana juga di sambut oleh temannya yang juga bekerja dengannya sebagai pengurus anak-anak di panti asuhan.
__ADS_1
Miclara sangat senang dengan pekerjaanya, karna dia sangat menyukai anak-anak apalagi anak yang manis buatnya.
Miclara lalu menyapa temannya yang bernama layla
" selamat pagi layla.." sapa miclara
" selamat pagi... aku sudah menunggumu miclara.." ucapnya
" ayok kita masuk, anak-anak pasti sedang menunggu" ucap miclara
" kau benar, mereka sangat merindukanmu lo" ucap layla
" aku juga merindukan mereka" mereka lalu masuk dan menghibur anak-anak di panti asuhan.
Beberapa saat kemudian
Hari sudah malam dan miclara sudah pulang dari pekerjaanya, dia sekarang sedang berjalan menuju rumah sewanya. Karna sudah malam jalan menuju rumahnya jadi gelap, hanya di terangi oleh satu lampu jalan yang hampir mati.
Jadi miclara merasa kesulitan saat berjalan menuju rumahnya, namun tiba-tiba satu-satunya lampu yang menyala meledak dan itu membuatnya terkujut. Akhirnya jalan menuju rumahnya benar-benar tidak terlihat, dia menggunakan tangannya untuk membuatnya tidak terjatuh atau menabrak sesuatu.
Namun saat dia berjalan, dia merasa ada sesuatu di depannya dia pikir itu pohon tapi dia meresa tangannya sedang memegang kain, dia juga merasa sedang memegang tangan dan dia yakin, di depannya itu orang bukan pohon. Miclara lalu bertanya pada seseorang yang ada di depannya.
" siapa kau?" Tanya miclara
Namun tidak ada jawaban, miclara kemudian mundur beberapa langka, tapi dia juga merasa ada seseorang di belakannya. Dia kemudian bertanya kembali
" s-siapa kalian, kenapa kalian menghadangku" ucap miclara sesekali dia merasa takut
" apa benar dia orangnya?" Tanya orang itu pada rekannya
" sepertinya iya" jawab rekannya
" apa yang kalian bicarakan?" Tanya miclara dan mereka tidak menjawabnya
" bawa dia" ucapnya
Tapi sebelum mereka membawa miclara, miclara mendorong orang yang ada di belakannya dan kemudian dia kabur. Orang-orang itu mengejar miclara, walaupun jalanan gelap, miclara terus berlari dan terus berlari kemanapun itu.
Dia tidak ingin orang-orang itu menangkapnya, jika itu terjadi, dia takut nanti saat aamon dan gusion menjemputnya dan dia tidak ada. Dia takut mereka berfikir dirinya tidak bisa menunggu kedatangan mereka.
Jadi dia terus berlari secepat mungkin, namun orang-orang itu enta kenapa tiba-tiba ada di depannya dan itu membuat miclara terjatuh saking kagetnya. Kemudian mereka membawa miclara dengan cara menggendongnya.
" lepaskan aku!! Siapa kalian kenapa kalian membawa ku!!" Tanya miclara sambil memukul punggung salah satu dari mereka
" buat dia diam" ucapnya
Kemudian orang yang ada di paling belakang membuat miclara pinsan dengan menggunakan sihir, sebelum dia pinsan, miclara mengatakan sesuatu.
" aamon.. tolong aku..." gumangnya sebelum akhirnya dia pinsan.
__ADS_1
________________________________________________
Bersambung