One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Sedih ]


__ADS_3

Miclara terlihat terkejut mendengar apa yang baru saja aamon katakan, dia berusaha berfikir bahwa aamon hanya bercanda, namun tatapan aamon membuatnya menjadi semakin takut. Dia kembali memegang tangan aamon agar bisa membuatnya berhenti mengerjainya terus, tapi aamon terlihat tidak menyukainya saat dia menyentuh tangannya.


" aamon kau jangan bercanda itu tidak lucu tau" ucap miclara


" lepaskan tanganku! aku benar-benar tidak tau siapa kau dan juga kenapa kau ada di kamarku aku tidak suka ada perempuan di kamarku!" Ucap aamon tegas


" kak apa yang kau katakan miclara memang sudah tinggal bersamamu, kau sendiri yang memintanya" ucap gusion


" tidak mungkin aku menyuruhnya untuk tinggal denganku, cepat pergi dari sini aku merasa muak jika kau terus ada di hadapanku" ucap aamon


" aamon kau kenapa begitu" ucap miclara sedih


' ternyata dia memang kehilangan ingatan seperti pengawal-pengawal itu, jika seperti ini terus aku takut dia tidak akan mengingat miclara lagi' batin gusion


" aamon kenapa kau bisa seperti ini, kenapa kau tidak mengingatku aamon" ucap miclara sambil memegang tangan aamon lagi


Namun aamon langsung menepisnya hingga miclara kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh jika gusion tidak menangkapnya tepat waktu.


" apa yang kau lakukan kak! Tidak seharusnya kau mendorongnya seperti itu" ucap gusion geram


" aku tidak suka dia menyentuh tanganku, kehadirannya saja sudah membuatku tidak nyaman" ucap aamon


"a-aamon kenapa kau tidak mengigatku, aku miclara kenapa kau bisa melupakanku" ucap miclara


" kenapa kau masih diam!? Pergi dari sini!!" Bentak aamon sambil menunjuk ke arah pintu


" hisk! Aamon.." ucap miclara dengan suara kecil dan tubuh yang gemetar


" sudah cukup! Kak aku tidak akan diam saja jika kau memperlakukan miclara seperti ini lagi, kau harus tau dia adalah orang yang kau janjinkan akan selalu bersamanya, sekarang kau malah memperlakukannya seperti ini, jika saat ingatanmu kembali jangan menyesal!!" Ucap gusion dia lalu membawa miclara pergi


" ayok kita pergi, dia sudah kehilangan ingatannya, jika kau disini terus dia hanya akan terus memperlakukanmu dengan buruk" ucap gusion sambil merangkul miclara


" tapi gusion, kenapa aamon tiba-tiba kehilangan ingatannya, kenapa dia melupakan aku" ucap gusion


"..." namun gusion tidak mau menjawabnya, dia hanya membawa miclara pergi dari hadapan aamon.


Saat aamon hanya sendirian di kamarnya, dia merasa bahwa kondisi kamarnya saat ini terasa berbeda. Dan juga tatapan miclara yang sedih karna dia sudah tidak mengigatnnya terus terbayang dalam benaknya.


Dia juga tidak menyangkah bahwa adiknya itu akan membelah miclara, aamon memijat pelipisnya karna dia mesih merasa pusing. Dia lalu beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk menghilangkan sakit di kepalanya.


Enta kenapa hati aamon terasa sakit saat dia menyuruh miclara untuk pergi dari kamarnya, dia tidak mengerti apa yang saat ini terjadi pada dirinya. Dia hanya merasa bahwa dia sudah keterlaluan hingga menbuat miclara manangis seperti itu, tapi kenapa dia harus merasa bersalah seperti ini.


Apa karna yang dia katakan benar, atau aamon memang hanya merasa bersalah saja. Saat ini aamon benar-benar tidak mengerti dengan perasaan yang saat ini dia rasakan.

__ADS_1


Dia menenggelamkan tubuhnya agar bisa melupakan kejadian yang membuatnya merasa bingung.


Saat ini gusion tenga ada di kamar yang akan miclara gunakan, dia masih ada disana menunggu miclara merasa baik. Tapi saat ini miclara masih saja terlihat sedih sambil melihat ke jendela dengan tatapan kosongnya.


Gusion tidak bisa diam saja, dia menghampiri miclara dan memberinya kehangatan. Dan saat dia memeluknya, tubuh miclara langsung gemetar dan dia langsung melepas kesedihannya.


" miclara suatu hari nanti kakak pasti akan mendapatkan ingatannya lagi jadi kau jangan khawatir" ucap gusion


" huhuhu~~"


Gusion semakin memeluk erat miclara, dia tidak perduli walaupun yang dia lakukan itu salah. Saat ini miclara memang butuh hal ini agar dia tidak merasa sedih lagi. Tapi apa yang dia lakukan memang akan membuat miclara tidak sedih.


" hisk aamon dia sudah tidak mengingatku lagi, dia tadi mengusirku seperti tidak ingin melihatku lagi. Gusion hisk, apa setelah ini aku masih bisa melihat aamon menatapku dengan hangat atau tatapan tidak suka terhadapku seperti tadi" tangis miclara


" miclara dia pasti akan mengigatmu lagi, mungkin dia hanya butuh beberapa waktu agar bisa mengigatmu, jadi kau cukup bersabar ya" ucap gusion


'Semoga yang aku katakan memang akan terjadi, karna aku sama sekali tidak tau kapan kakak akan mendapatkan ingatannya lagi'batin gusion


" ini sudah malam sebaiknya kau istirahat dulu, jangan terlihat sedih begitu kau jadi tidak cantik kan" ucap gusion


" baiklah gusion aku akan istirahat, semoga yang kau katakan itu memang akan terjadi" ucap miclara


" kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu, jika kau membutukan sesuatu katakan saja kamarku ada di sebelah kamarmu" ucap gusion


Setelah itu gusion meninggalkannya sendirian di kamar ini, setelah kepergian gusion miclara memutuskan untuk segera tidur. Malam ini dia tidak menyangkah akan mengalami hal ini, dia jadi teringat dengan pertanyaan yang perna ia tanyakan pada aamon.


Miclara tidak menyangkah bahwa pertanyaannya itu akan menjadi kenyataan, sekarang orang yang dia cintai sudah tidak mengingatnya lagi. Setelah ini dia hanya berharap aamon cepat-cepat mendapatkan ingatannya lagi.


Miclara tidak bisa tidur, dia terus berusaha menutup matanya tapi rasa ngantuk tidak perna menyerangnya. Mungkin karna dia saat ini tidur sendirian di kamar yang berbeda dari biasanya.


Dia kemudian duduk di tepi ranjangnya dan keluar dari kamarnya, dia ingin melihat aamon agar dia bisa tidur setelahnya. Tapi mengingat bahwa aamon tidak ingin melihatnya membuatnya enggan untuk ke sana.


Dia tidak ingin melihat aamon menatapnya dengan tatapan tidak suka untuk kedua kalianya, walaupun saat ini dia sangat ingin melihatnya. Miclara kembali ke kamarnya dan langsung menaiki ranjanganya, dia akan menunggu aamon datang sendiri padanya ketika ingatannya sudah kembali.


Keesokan harinya


Pagi ini adalah awal yang berbeda bagi miclara, seharusnya saat dia bangun dia akan melihat seseorang yang tidur di sampingnya, tapi pagi ini dia tidak melihatnya. Dia juga tidak mendapatkan ucapan selamat pagi dari orang yang ia tunggu, malahan hanya gusion yang datang padanya pagi-pagi sekali dan menanyakan kondisinya.


Gusion mungkin akan menjadi orang yang akan memperlakukannya dengan baik setelah aamon kehilangan ingatannya, dia pasti akan menganggap miclara hanya penggangu. Gusion datang padanya bukan hanya untuk mengucapkan selamat pagi, dia juga ingin mengajak miclara sarapan pagi.


" ayok kita sarapan miclara" ajak gusion


" sepertinya aku tidak perlu makan bersama kalian lagi, jika aamon melihatku dia tidak akan senang dan akan mengusirku lagi" ucap miclara

__ADS_1


" tenang saja aku tidak akan membiarkannya mengusirmu lagi, aku tidak akan diam saja miclara" ucap gusion


" umm baiklah gusion, aku akan mengikutimu" ucap micara


Kemudian mereka bersama-sama pergi ke ruang makan, disana sudah ada seseorang yang datang lebih awal dan menyantap makanannya. Saat melihat kedatangan gusion dan miclara, terlihat jelas dia tidak menyukainya.


Gusion lalu menyuruh miclara untuk duduk disampinya yang biasanya dia duduk di samping aamon tapi kali ini berbeda.


" miclara kau duduk di sini ya" ucap gusion


" iya" saat miclara mau duduk aamon langsung berdiri dan pergi dari sana, namun miclara tampa sengaja memanggilnya agar tetap menyantap makanannya.


" aamon kau mau kemana, kau belum sarapan jangan pergi" ucap miclara


" kehadiranmu membuatku tidak napsu makan" ucapnya dingin lalu pergi dari sana


Perkataan aamon lagi-lagi menusuk hatinya, tubuhnya gemetar ketika aamon mengatalan hal itu padanya. Gusion menarik tangannya agar duduk di sampinya dan melupakan kejadian tadi.


" lupakan hal itu, sebaiknya kau cepat makan agar cepat sembuh" perkataan gusion membuatnya ingat bahwa dia saat ini masih dalam kondiai yang tidak sehat.


Dia sampai melupakan kondisinya setelah kejadian tadi malam, diapun duduk di samping gusion dan memulai sarapannya.


Beberapa saat kemudian


Miclara sekarang tengan duduk di taman sendirian, dia duduk di kursi yang perna dia duduki bersama aamon. Dia melihat pemandangat di depannya yang selalu membuatnya merasa senang, tapi kali ini dia tidak merasakan hal itu.


Miclara kali ini tidak merasa senang seperti biasanya, dia tidak tau apa nanti dia masih bisa tersenyum atau akan seperti ini untuk seterusnya. Dia tidak tau harus melakukan apa, aamon seperti tidak mau miclara ada di sini.


Kemudian dari arah belakangnya ada satu orang yang sedari tadi terus memperhatinnya, dia seperti tidak mau menghampiri miclara. Dia sepertinya ingin miclara menghampirinya sendiri, dia adalah aamon yang melihat miclara secara diam-diam.


Miclara lalu bangun dan berbalik hingga melihat kehadiran aamon, tentu saja dia terkejut saat melihat aamon. Tapi ada rasa khwatir aamon akan mengusirnya lagi, dia lalu berjalan di samping aamon mencoba mengabaikannya.


Namun saat dia tepat di samping aamon, aamon mengucapkan sesuatu yang menyakiti hatinya lagi.


" kau ini ternyata sangat hebat dalam merayu adikku ya" ucap aamon


' a-apa' batin miclara


" sebenarnya trik apa yang kau gunakan hah!?" Ucapnya lagi


Hatinya saat itu hancur berkeping-keping, tidak dia sangaka dia akan mendengar kata-kata itu dari mulut orang yang dia cintai. Air matanya tidak bisa dia tahan lagi, agar aamon tidak tau bahwa dia sedang menangis, dia langsung pergi meninggalkannya.


________________________________________________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2