![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Malam yang begitu sunyi di sebuah kamar yang di isi satu gadis yang tidak bisa tidur. Setiap saat dia hanya melihat ke arah jendela yang ada di samping ranjangnya. Tentu saja dia sedang menunggu kedatangan seseorang yang saat ini sedang pergi dan tidak ada disisinya. Kamar yang ia tempati saat ini tidak ada kehidupan seperti biasanya.
Miclara terus saja berbolak-balik agar rasa ngantuk mulai menyerangnya, namun miclara masih tidak bisa menutup matanya dan terlelap. Dari tadi perasaanya terus saja tidak nyaman, apalagi sekarang aamon tidak bersamanya. Itu semakin membuatnya merasa cemas karna perasaan ini semakin lama terus membuatnya merasa tidak tenang.
" kenapa aku merasa bahwa sekarang aamon sedang dalam masalah, aku sangat khawatir" ucapnya yang sudah terduduk di ranjanganya
Miclara lalu bangkit dan berjalan ke arah jendela, dia melihat ke arah bulan yang besar sedang menarangi kamarnya. Dia ingin menenangkan diri agar tidak memikirkan yang tidak-tidak tentang aamon, lebih baik dia tetap tanang dan kembali tidur. Miclara yakin bahwa aamon akan baik-baik saja, dia tau aamon itu bukan orang yang lemah yang bisa terluka begitu saja.
" lebih baik aku tidur saja, aku yakin aamon pasti baik-baik saja" ucapnya menyakinkan diri walaupun perasaanya masih tidak nyaman
Miclara pun kembali ke ranjangnya untuk melanjutkan tidur yang ia tunda, kemudian setelah ia berusaha akhirnya miclara bisa tertidur lelap dan melupakan perasaanya yang tidak tenang. Namun siapa yang menyangkah sesuatu yang miclara khawatirkan malah masuk ke dalam mimpihnya. Di mimpihnya dia melihat seorang yang dia cintai tenga di siksa beberapa orang hingga tak sadarkan diri.
Miclara tentu saja langsung terbangun setelah mendapati mimpi buruk itu, perasaanya semakin gelisa saat dia memimpikan hal itu. Miclara tidak ingin jika sesuatu terjadi pada aamon, apalagi sekarang aamon tidak ada di sisinya. Dia ingin mencari tau sekarang aamon ada di mana, bagaimana kalau setelah kepergiannya dia tidak akan kembali lagi.
Semua pikirannya saat ini dipenuhi oleh kekhawatiran yang sangat mendalam. Namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya hingga membuat miclara berfikir itu adalah aamon yang telah pulang. Miclara buru-buru membukakkan pintu agar dia bisa tau siapa yang saat ini ada di depan kamarnya. Rasa senangnya langsung menghilang ketika dia tau bahwa bukan orang yang dia tunggu yang mengetuk pintunya malahan satu pengawal.
" ada apa?" Tanya miclara pada pengawal di depannya
" ada seorang gadis yang datang ingin bertemu dengan anda, dia sekarang ada di ruang tamu menunggu kedatangan anda" ucapnya
" siapa dia?" Tanya miclara
" saya tidak tau, tapi dia bilang ingin bertemu dengan kakak miclara" ucapnya
" baiklah aku akan segera ke sana" ucap miclara, pengawal itu lalu pergi.
Miclara berjalan ke arah ranjangnya, dia sedikit kecewa karna yang mengetuk pintu bukan orang yang dia pikirkan.
" aku pikir aamon sudah pulang, tapi ternyata bukan aamon" ucapnya
Kemudian miclara ingat bahwa ada yang ingin bertemu dengannya, dia langsung berdiri dari ranjangnya menuju kamar mandi. Dia ingin tau siapa gadis yang memanggilnya kakak dan ingin bertemu dengannya, tapi yang pasti dia sepertinya mengenal gadis itu. Miclara yang sudah selesai langsung pergi dari kamarnya dan menuju ruang tamu dimana gadis itu sedang menunggunya.
Miclara sudah sampai tinggal menunggu dia memasuki ruangan di depannya. Banyak pelayan dan membungkuk hormat saat dia mamasuki ruangan ini, namun pandangannya terhenti ke arah seorang gadis yang sedang memakan buah apel. Dia yang merasa perna melihatnya langsung menghampiri gadis yang masih tidak menyadari kehadirannya.
Kemudian saat dia menghampiri gadis itu, gadis itu tiba-tiba melihat ke arahnya dan langsung memperlihatkan senyuman yang manis.
" kak miclara" ucapnya sambil memeluk miclara
" kau floryn, bagaimana kau tau aku tinggal di sini?" Tanya miclara sambil mengelus rambut floryn
" aku tentu saja terus mencari kakak, aku bertanya pada orang-orang yang mengenalmu tentang keberadaanmu, hingga aku tau kau sekarang tinggal disini" ucap floryn
" kau bilang akan mengunjungiku, kenapa sampai sekarang kau tidak perna datang, apa kau tidak merindukanku" ucap floryn yang sudah melepas pelukan itu
" bukan begitu, aku hanya memiliki banyak urusan hingga lupa mengunjungimu, tapi karna sekarang kau sudah ada disini, kenapa kau tidak tinggal disini saja bersamaku" ucap miclara
" benarkah, aku tentu sangat ingin tinggal denganmu kak" ucapnya sambil memeluk miclara lagi.
Mereka terus berbincang-bincang dengan banyak makanan dihadapan mereka, kedatangan floryn membuat miclara sampai lupa dengan kegelisanya. Floryn terus bercerita tentang perjalananya mencari tempat tinggal miclara, dari kota yang perna miclara tempati hingga tempat tinggalnya saat masih kecil.
" jadi kau bertemu dengan layla, bagaimana kondisinya?" Tanya miclara
__ADS_1
" dia terlihat baik, dia yang bilang padaku bahwa kau ada disini" ucap floryn
" syukurla kalau dia baik-baik saja" ucap miclara
" kak, kau disini dengan siapa?" Tanya floryn
" dengan aamon, jika kau tidak tau dia itu adalah pangeran yang memimpin kerajaan ini" ucap miclara
" waaa, apa dia kekasimu" ucap floryn
" iya" jawab miclara
" kak miclara sangat beruntung bisa memiliki kak aamon sebagai kekasihmu, sedangkan aku hidup sendirian terus" ucap floryn
" sekarang tidak kan" ucap miclara sambil menyentuh pundak floryn
Namun obloran mereka terganggu dengan kedatangan seorang pelayan yang buru-buru menghampiri miclara dan florun.
" yang mulia!" ucap pelayan itu dengan tergesah-gesah
" ada apa, kenapa kau berlari seperti itu?" Tanya miclara
" pangeran gusion, dia mengalami luka yang serius" ucapnya
" apa!! Sekarang dia ada dimana?" Tanya miclara
" dia dibawa kesini oleh orang yang ingin bertemu dengan yang mulia aamon, tapi mereka hanya berdua dan sekarang pengeran gusion ada di kamarnya untuk di obati" ucapnya
" saya tidak tau, lebih baik anda memeriksanya sendiri" ucapnya
Miclara langsung bangkit dari duduknya di ikut floryn menuju kamar gusion mengabaikan pelayan yang masih tertunduk di hadapannya. Dikamar gusion dia melihat banyak orang-orang yang memasuki kamar gusion, mereka adalah orang yang mau mengobati gusion. Miclara ingin melihat kondisi gusion hanya saja ini bukan saat yang tepat untuk dia masuk ke dalam.
Namun dia tidak sengaja bertemu dengan orang yang tidak perna ia lihat sebelumnya, apalagi orang itu memiliki luka disekujur tubuhnya. Saat itu miclara yakin bahwa dia adalah orang yang perna ingin bertemu dengan aamon, miclara langsung menghampirinya dan ingin menanyakan banyak hal padanya.
" apa kau orang yang waktu itu ingin bertemu dengan aamon?" Tanya miclara
" iya" jawabnya
" kenapa sekarang kau tidak bersama aamon, dimana dia?" Tanya miclara
" kau siapa?" Tanyanya
" aku adalah miclara kekasih aamon" ucap miclara
" kenapa kau masih tidak menjelaskannya, dimana aamon!" Ucap miclara
" yang mulia aamon, dia sekarang dalam bahaya" ucapnya tertunduk
" apa matsudmu!? Kenapa kau tidak katakan dengan jelas!" Ucap miclara
" kami sebenarnya ingin menyelamatkan gusion yang dibawa oleh orang-orang jahat, tapi siapa yang menyangkah mereka tau bahwa kita akan datang menyelamatkan gusion, jadi mereka telah menyiapkan semuanya dan menunggu kedatangan kami" ucapnya
__ADS_1
" aamon bukannya orang yang lemah, dia pasti bisa mengalakan semua penjahat itu" ucap miclara
" yang mulia aamon memang telah mengalakan mereka, hanya saja mereka menggunakan trik kotor untuk menang" ucapnya
" kenapa kau tidak membantu aamon?" Tanya muclara yang mulai menangis
" aku ingin membantu yang mulia, tapi dia menyuruhku membawa gusion kembali ke kerajaan ini" ucapnya
" kak miclara apa kau baik-baik saja?" Tanya floryn
" aamon.. hisk" ucap miclara
" setelah ini pengawal-pengawal akan datang untuk menyelamatkan yang mulia aamon, jadi kau tenang saja" ucapnya
" sekarang bagaimana kondisi gusion?" Tanya miclara
" dia sudah di obati kita hanya perlu menunggu dia sadar" ucapnya
" kak miclara, kau jangan khawatir kak aamon dia pasti baik-baik saja" ucap floryn mencoba menenangkan miclara
' aku tidak bisa menunggu disini terus, aku harus menyelamtakan aamon' batinnya
Dia lalu pergi enta kemana tampa mengatakan satu katapun, floryn karna khawatir padanya terus mengikuti miclara walaupun dia tidak menyuruhnya. Miclara berhenti di sebuah kamar yang adalah kamarnya dan aamon, dia memasuki kamarnya tapi dia tidak menutup pintu seperti menyuruh floryn untuk ikut masuk.
Floryn menghampiri miclara yang sedang membuka lemari baju dan mencari sesuatu, ingin rasanya dia bertanya tapi miclara sudah menemukan benda yang ia cari dan memperlihatkan ke pada floryn.
" kak miclara apa itu?" Tanya floryn
" aku sudah putuskan floryn bahwa aku akan menjemput aamon" ucap miclara
" apa! tapi itu berbahaya kak" ucap floryn
" aku sangat khawatir hatiku sangat takut kehilangan aamon, dia sudah menjadi orang yang begitu penting bagiku, aku ingin menyelamatkannya dan membawanya pulang" ucap miclara
" kak miclara aku akan membantumu, walaupun aku tidak bisa bertarung tapi aku mahir dalam mengobati jadi aku pasti akan berguna untukmu" ucap floryn
" terimakasi floryn karna kau mendukung keputusanku" ucap miclara
" tentu saja kak, aku akan selalu mendukungmu" ucap floryn
Miclara tersenyum dan kembali melihat benda yang ia pegang di tangannya.
" apa itu sebuah baju?" Tanya floryn
" iya, aku akan memakainya untuk menyelamatlan aamon, baju ini hampir sama dengan yang aamon pakai hanya beda warna dan ini untuk perempuan" ucap miclara
Miclara lalu masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakayannya dengan baju yang mirip dengan punya kekasihnya. Dia melakukan ini karna nanti dia akan pergi untuk menyelamatkan orang yang dia sayang.
________________________________________________
Bersambung
__ADS_1