One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ Bersama kembali ]


__ADS_3

Jika harus memilih pasangan, banyak yang lebih mementingkan status mereka, untuk semua orang tua pasti akan lebih memilih anak mereka untuk menikahi yang memiliki status yang sama. Tampa memperdulikan perasaan anaknya sendiri, mereka lebih memilih menjodokan anaknya dari pada membiarkan anak mereka memilih pasangan sendiri.


Itu hanya teruntuk orang yang memiliki status yang tinggi, tapi bagaimana dengan status seorang bangsawan. Apa mereka juga harus memikirkan tentang status untuk mendapakan seorang pasangan. Apa mereka akan menurut begitu saja pada para ketua untuk menjodokan mereka dengan bangsawan yang memiliki status yang sama. Tapi hal itu tidak akan bisa mempengaruhi bangsawan muda dari kerajaan paxley.


Dia walaupun akan menjadi raja berikutnya, dia tidak akan perna mempercayakan kehidupannya di tangan ketua-ketua yang bahkan tidak dia anggap sebagai keluarga. Dia akan mencari sendiri orang yang akan ia nikahi walaupun dengan status yang berbeda jauh darinya.


Namun pasti nanti akan ada banyak masalah yang akan menghantui hubungan mereka, walaupun dia seorang bangsawan sekalipun dia tetap hanya manusia biasa. Aamon baru saja mengalami masalah yang hampir menghancurkan kebagahiaanya, namun dengan bantuan adiknya dia akhirnya bisa menyelasaikannya.


Hanya tinggal satu masalah lagi, yaitu dia harus mencari keberadaan seorang gadis yang telah ia sakiti. Walaupun mencari kesana-kemari dia tetap tidak bisa menemukannya ke khawatiran mulai memenuhi pikirannya. Hari sudah sangat malam dia masih belum menemukan miclara, dia tidak tau lagi harus ke mana dia hanya berharap sekarang miclara baik-baik saja.


Aamon yang masih mencari keberadaan miclara tidak sengaja bertemu dengan seseorang. Sebenarnya dia tidak bertemu dengan orang itu, hanya saja mereka malah tiba-tiba memanggilanya. Aamon pun menghampiri mereka yang berada di belakan dirinya, aamon tidak tau kenapa mereka memanggilanya. Namun ini adalah kesempatan yang bagus untuk bertanya tentang keberadaaan miclara pada mereka.


" hei sepertinya kau mencari sesuatu ya?" Tanya orang itu


" iya apa kalian melihat gadis berambut bewarna ping dan dia memakai baju bewarna biru, aku sedang mencarinya jika kalian tau katakan padaku" ucap aamon


" kami tidak tau, hanya saja kami tau siapa yang kau cari" ucapnya


" apa matsudmu?" Tanya aamon


" waktu itu dia juga bertanya hal yang sama padaku, dia waktu itu sedang mencari pemuda yang memakai baju bangsawan dan aku yakin yang dia cari adalah kamu. Dia begitu mengkhawatirkanmu sampai tidak memperdulikan tubuhnya yang kelelahan, sekarang aku pikir kalian sudah bertemu, tapi kenapa sekarang malah kau yang mencarinya" ucapnya


" aku telah menyakitinya, dia begitu mencintaiku tapi aku bahkan tidak bisa mengejarnya. Sekarang aku sudah menyelesaikan masakah ku dan aku sekarang berusaha mencarinya hanya saja aku tidak tau sekarang dia ada di mana" ucap aamon


" masalah percintaan memang sering di alami remaja seperti kalian, jika kau menyesal telah berbuat salah padanya kau harus membuktikannya tampa menyerah" ucap orang itu


" kau pikirkan dulu di saat seperti ini dia akan kemana, kau pasti tau kan tempat yang cocok untuknya kalau dia merasa sedih" ucapnya


Aamon lalu berfikir sejenak dan menyadari satu tempat yang masih belum ia datangi.


" sepertinya aku sudah mengetahui dia ada dia mana, aku ucapkan terimakasi pada kalian yang telah membuatku mengetahui keberadaanya" ucap aamon, aamon pun pergi


" dasar anak muda selalu bertengkar, tapi semoga kali ini mereka bisa bersama lagi, karna gadis itu begitu baik aku tidak tega kalau dia sedih" ucapnya.


Orang-orang itu kemudian kembali berjalan ke arah yang sebaliknya dengan yang aamon tujuh.


Tenga malam


Di sebuah rumah yang sangat sederhana dan di dalam rumah itu hanya di huni dua orang gadis perempuan. Walaupun hari sudah sangat malam, namun di antara mereka ada yang masih terbangun. Dia terus berbolak-balik saking susahnya dirinya untuk tidur, dia terus memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Walaupun dia sudah memutuskannya, namun dia masih merasa tidak ingin menemuinya.


Jam sudah menunjukan sekitar 00.00 malam, untuk seorang gadis di jam sekarang seharusnya mereka sudah tidur. Tapi beda dengan miclara, dia karna tidak bisa tidur memutuskan untuk jalan-jalan di luar rumah. Walaupun di luar tidak akan ada siapapun, tapi dia tidak ingin berdiam diri di kamar ini terus-menerus. Miclara merapikan rambut panjangmya yang berantakan dan kemudian dia pergi dari kamarnya dan melangkan keluar dari rumah sahabatnya itu.

__ADS_1


Dengan langkah kaki pelan miclara keluar dari rumah itu, dia tidak ingin layla tau bahwa sekarang dia tidak bisa tidur dan memutuskan untuk keluar. Namun saat dia membuka pintu, dia malah melihat sepasang mata yang menatapnya terkejut sama seperti dirinya.


" ternyata kau benar-benar ada di sini, miclara" ucapnya


Saat itu juga enta kenapa tangan miclara tiba-tiba berusaha untuk menutup pintu itu dan ingin menjauh dari orang didepannya. Namun dengan sigap aamon mencegah pintu itu tertutup sempurna menggunakan tanganya. Walaupun tangannya harus merasakan sakit karna terhimpit pintu itu, tapi dia tidak ingin miclara menghindarinya lagi. Setelah itu aamon membuka pintu itu lagi dan langsung membawa miclara keluar dari rumah ini.


Aamon mengendong miclara walaupun miclara tidak menyukainya, jika dia tidak bertindak mungkin miclara tidak ingin bersamanya lagi. Aamon membawa miclara ke rumah yang perna miclara sewa, dan dia tidak memperdulikan teriakan miclara yang terus menyuruhnya untuk menurunkannya.


" terunkan aku aamon! Apa yang kau lakukan" ucap miclara yang terus memukul punggung aamon, namun itu tidak akan bisa menghentikannya


Aamon lalu menurunkan miclara saat sudah sampai di rumah itu, pandangan mereka bertemu tapi miclara langsung mengubah pandangannya, namun aamon langsung memeluk dirinya. Miclara tidak tau harus apa, apa dia harus mendorongnya atau membalas pelukan hangan ini. Namun kemudian miclara mengatakan sesuatu.


" kenapa kau kesini?" Tanya miclara


" aku tentu saja mencarimu miclara, aku sangat khawatir" ucap aamon


" tapi sudah malam, kenapa kau masih mencariku" ucap miclara


" karna aku tidak merasa tenang jika masih belum melihat wajahmu, miclara dengarkan pernjelasanku" ucap aamon


Miclara lalu melepas pelukan itu, dia tidak ingin melihat aamon yang terlihat sedih seperti itu. Dia ingin bertanya tentang kejadian tadi pagi, tapi miclara merasa tidak berani. Bagaimana kalau jawaban yang akan dia katakan malah semakin membuatnya sedih, dia tidak mau itu.


" aku tentu saja sangat mencintaimu miclara" ucap aamon sambil menyentuh kedua pipinya agar menatap dirinya


" miclara, yang kau lihat itu adalah sebuah kesalapahaman, aku berharap kau bisa percaya padaku dan mendengarkan penjelasanku" ucap aamon


" tapi aamon itu sangat menyakitkan, saat aku melihatmu bersama perempuan lain, aku merasa hatiku sangat sakit, aku tidak mau merasakan hal itu lagi" ucap miclara


" aku tidak akan membuatmu menderita lagi, aku melakukan itu karna terpaksa dan juga demi keselamatanmu. Agar kamu tidak terluka aku harus melakukan hal yang menjijikan itu apalagi dengan orang yang tidak ku suka" ucap aamon


" apa matsudmu?" Tanya miclara


Aamon kemudian menjelaskan semua yang terjadi dengan dia dan guin, dia juga bilang bahwa dia tidak perna menyentuh guin saat miclara mengetahuinya. Bahkan waktu itu guin yang menariknya hingga dalam posisi yang membuat miclara salah paham.


Setelah dia selesai menjelasakannya, dia melihat raut waja miclara yang terlihat tenang saat mendengarkannya. Dari awal dia sudah yakin bahwa miclara akan percaya padanya jika dia menjelaskannya.


" jadi miclara apa kau sudah percaya padaku, aku tidak akan menyentuh orang lain selain dirimu" ucap aamon


" jadi itu yang terjadi..aamon maafkan aku, seharusnya aku percaya padamu tapi waktu itu aku sampai membentakmu" ucap miclara


" tidak papa, yang penting sekarang kau sudah percaya padaku" ucap aamon

__ADS_1


" tapi aamon, kenapa kau waktu itu memperlakukanku dengan kasar, padahal waktu itu adalah pertama kalinya bagiku" ucap miclara


" aku memperlakukanmu seperti itu karna aku ingin kau menjadi orang pertama yang tidur denganku dan melakukan hal itu. waktu itu aku merasa frustasi karna harus melakukan hanya yang sama dengan gadis yang tidak ku suka, jadi maafkan aku kalau aku sedikit kasar" ucap aamon


" jadi kau hanya ingin aku menjadi orang pertama yang berhubungan dengamu.." miclara tidak tau kenapa, tapi sekarang dia benar-benar ingin menangis


" ada apa miclara?" Tanya aamon


" aku tidak tau, tapi aku merasa senang saat kau bilang begitu" ucap miclara


Aamon kemudian memeluknya dan memberi kehangatan untuk orang yang dia sayang. Akhirnya masalah yang rumit ini bisa terselesaikan dan dia juga tidak akan perna merahasiakan masalahnya lagi. Agar nanti tidak akan ada yang membuatnya salah paham.


" aamon" panggil miclara yang masih ada di pelukan aamon


" ya" jawab aamon dengan lembut


" bisakah kau tidur bersamaku, aku tidak bisa tidur" ucapnya


" tentu saja"


Kemudian aamon menggendong miclara menuju tempat tidur yang perna mereka tempati bersana. Aamon lalu tidur di samping miclara sambil membawa miclara ke dalam pelukannya lagi.


" miclara apa kau sudah tidur?" Tanya aamon


" um" gumang miclara


" aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu, tapi sepertinya kau sudah ngantuk jadi aku bilang besok saja" ucap aamon


Miclara lalu menatap wajah aamon


" katakan saja sekarang, aku masih belum mengantuk" ucap miclara


" tidak besok saja, karna hal yang akan aku katakan itu sangat spesial" ucap aamon


" kau ini sangat penuh dengan rahasia ya" ucap miclara


Aamon lalu menutup matanya dan membiarkan miclara tidur dengan rasa penasaran. Aamon sangat ingin mengatakannya sekarang, tapi dia belum siap dan perlu beberapa waktu lagi untuk membuatnya siap mengatakannya.


________________________________________________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2