One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ 50 < Selesai > ]


__ADS_3

Saat miclara pergi secara tiba-tiba, aamon saat itu tidak sengaja melihat miclara yang tenga menahan tangisnya. Tidak tau kenapa dia terus memperhatikan miclara, pandangannya tidak berhenti melihat punggung miclara yang semakin lama menjauh darinya.


Saat miclara pergi aamon dengan jelas melihat tubuhnya yang gemetar karna menahan tangisnya. Lagi-lagi dia merasakan perasaan yang sama ketika mengatakan hal itu padanya, perasaan bersalah ini terus saja membuatnya bingung.


Dia kali ini menyentu dadanya yang terasa sakit setelah memperlakukan miclara seperti itu. Saat di meja makan dia juga tidak menyangkah bahwa miclara dengan berani menyuruhnya untuk tetap melanjutkan makannya, seperti hal itu sudah biasa baginya.


Kemudian dia tidak sengaja melihat tamannya yang telah berubah, di sana ada sebuah rumah kaca yang seharunya tidak ada. Rumah kaca itu terlihat tidak asing baginya, walaupun dia tidak ingat perna menyuruh pengawalnya untuk membuat rumah kaca itu.


Kemudian ada dua pelayan tepat berjalan di sampinya sambil memberi hormat padanya, aamon langsung menanyakan tentang rumah kaca itu pada mereka.


" kenapa di taman ini ada rumah kaca siapa yang membuatnya?" Tanya aamon


" yang mulia yang menyuruh kami membuatnya untuk yang mulia putri" jawab pelayan itu


" yang mulia putri? Siapa dia?" Tanya aamon


" bukannya yang mulia putri adalah calon istri yang mulia" ucap pelayan itu


" apa!? Siapa namanya?" Tanya aamon lagi


" miclara" saat mendengar nama itu perasaan aamon menjadi semakin bingung


" miclara? Dia calon istriku" ucap aamon


" iya yang mulia, apa anda tidak mengingatnya"


Aamon terdiam sesaat dan menyuruh pelayan itu untuk pergi, setelah itu aamon berjalan ke kamarnya agar dia bisa menjadi tenang setelah mendengar perkataan pelayannya.


Namun saat ini kondisi miclara terlihat tidak baik-baik saja, setelah dia mendengar kata-kata aamon yang menyakitkan. Dia jadi tidak mau mendengarnya lagi dan cepat-cepat pergi dari sana. Rasanya saat ini hatinya terasa sakit, dia menahan tangisannya di depan aamon dan pergi agar dia bisa meluapkan kesedihanya.


Disepanjang jalan dia sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi, dia berhenti dan terduduk lemas sambil menangis terseduh-seduh. Setelah ini mungkin dia tidak akan berani berdiri di dekat aamon lagi, aamon bisa saja menyakitinya berkali-kali ketika mereka ada di tempat yang sama.


Miclara berusaha menahan suaranya agar tidak ada yang mendengarnya namun itu terlalu sulit baginya. Dia tidak bisa menahan suaranya hingga membuat dia menangis terseduh-seduh, tangisnnya itu terdengar oleh oerang yang kebetulan lewat di tempatnya.


Orang itu langsung mencari asal suara tangisan yang dia dengar, namun dia malah menemukan seorang gadis yang nampak terus berusaha menahan suaranya. Dia tidak langsung menemuinya, dia ingin mendengar apa yang akan dia katakan.


" hisk! huhuhu~~ aamon kenapa kau mengatakan itu.." ucapnya


" miclara" panggil orang yang ada di belakangnya


" huh!" Miclara langsung menghapus air matanya saat mendengar suara yang familiar


Miclara lalu melihat ke belakang dan mendapati seseorang yang melihatnya dengan khawatir, dia lalu jongkok di hadapan miclara dan menanyakan alasan dia menangis.


" apa ini karna kakak?" Tanyanya


" b-bukan gusion, aku hanya emm" miclara tidak tau harus mengatakan alasan apa, dia hanya menghindari tatapan gusion padanya


" apa yang dia katakan padamu hingga kau menangis seperti ini" ucap gusion


" dia, dia menganggapku telah memainkan sebuah trik agar membuatmu dekat denganku, tapi aku tidak menyangkah akan mendengar kata-kata itu dari mulutnya" ucap miclara


" jadi dia mencurigaimu menggunakan trik agar aku dekat denganmu" ucap gusion


Miclara mengangguk, gusion kemudian membantunya berdiri.


" kalau begitu aku akan segara menemui kakak, kau sebaiknya kembali ke kamarmu" ucap gusion


" gusion apa yang akan kau katakan pada aamon, jika kau terus membelaku dia akan semakin membenciku" ucap miclara


" kau tenang saja miclara, aku hanya tidak ingin orang yang telah membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya terus menderita" ucapnya kemudian pergi


Setelah gusion pergi miclara kembali ke kamarnya seperti yang gusion perintakan, miclara berharap gusion tidak akan membuat aamon marah. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa, di kerajaan ini yang perduli dengannya hanya gusion saja.


Dia sudah seperti orang yang tidak di anggap jika gusion tidak bersamanya, sekarang saat ini dia berharap kedua saudara itu tidak bertengkar karnanya. Mereka sudah hampir akur, miclara tidak mau mereka kembali seperti dulu yang tidak perna akur.


Sekarang aamon sudah ada di kamarnya, dia karna merasa pusing membawa dokumen yang harus dia kerjakan ke kamarnya. Kepalanya terasa sangat sakit ketika mencoba mengingat sesuatu yang terus mengganjal hatinya.


Tapi semakin dia mencoba dia hanya merasa semakin menderita jika terus memaksakan dirinya. Kegiatan aamon berhenti ketika dia mendengar seseorang tenga mengetuk pintunya, namun aamon tidak berjalan sendiri ke arah pintunya, dia hanya menyuruh orang yang mengetuk pintu untuk masuk ke kamarnya.


" masuk!" Ucapnya


Kemudian orang yang mengetuk pintu langsung datang menghampirinya dan berdiri tepat di depannya. Aamon tidak melihat ke arahnya, dia masih sibuk mengurus dokumennya, namun orang di depannya langsung menarik dokumen yang aamon baca agar aamon melihat dirinya.


" jika tidak ada yang perlu di katakan sebaiknya kau jangan menggangguku" ucap aamon


" kak!" Panggil gusion


Aamon menatapnya


" kenapa kau mengatakan hal itu padanya hah! kau lagi-lagi telah menyakitinya, apa kau tidak tau dia begitu mencintaimu walaupun kau sekarang sudah tidak mengingatnya, aku tidak mau melihatnya menagis lagi karna dirimu!" Ucap gusion


" owh apa dia mengadu padamu, dia ternyata sangat hebat hingga membuat adikku ini terus membelanya" ucap aamon


" kau seharunya tidak perlu memperlakukan dia seperti itu walaupun kau tidak mengingatnya" ucap gusion


Aamon lalu berdiri dari kursinya dan menatap adiknya


" gusion, kau mungkin hanya akan menjadi mainanya saja, jadi jangan tertipu terlalu lama" ucapnya lalu meninggalkan gusion sendirian di kamarnya


" arhh!!" Gusion melempar dokumen yang masih ada di tanganya sembarang karna marah dengan sikap kakaknya, dia lalu keluar dari kamar kakaknya.


Aamon kali ini langsung mendatangi miclara, dia tidak ingin terus membuatnya ada di dekat adiknya. Untuk pertama kalinya dia melihat gusion yang begitu perduli dengan seorang wanita, dia sampai beberapa kali terus membela wanita itu.


Sekarang aamon tidak akan membiarkan adiknnya itu terus menjadi mainan seorang perempuan. Dia akan menjaukannya dari adiknya jika tidak mungkin suatu hari adiknya itu akan meninggalkannya demi perempuan itu.


Aamon sekarang sudah ada di depan kamar miclara, dia langsung mendobrak pintu itu hingga membuat penghuninya merasa kaget. Kedatangan aamon yang tiba-tiba membuat miclara yang sekarang tenga menyisir rambutnya terkejut.


Dia pikir aamon sudah mengingatnya jadi datang ke kamarnya, tapi cara aamon membuka pintunnya menbuat miclara khawatir. Dia langsung menghampiri aamon dan bertanya alasan dia datang ke kamarnya.

__ADS_1


" a-aamon ada apa, kenapa kau ke kamarku?" Tanya miclara


" berhenti berpura-pura!! Aku kesini bukan untuk melihat keadanmu, aku ingin menyuruhmu untuk berhenti membuat gusion terus membelahmu!!" Bentaknya


" apa yang kau katakan aamon" ucap miclara


" setiap aku melihatmu aku selalu merasa bahwa kau akan menjadi penggangu yang akan memisakan aku dengan adikku, sudah beberapa kali gusion terus membelahmu, dia bisa saja pergi dariku hanya untuk bersamamu" ucap aamon


" aku tidak bermaksud membuat gusion membelaku, dia hanya tidak mau melihatku sedih saja hisk!" Ucap miclara


" sudah ku bilang berhenti berpura-pura!!" Ucap aamon langsung mendorong miclara hingga punggungnya membentur pinggiran ranjangnya


" ah!!"


" kau sebaiknya pergi dari kerajaanku sekarang!! Aku tidak mau melihatmu lagi!!" Ucapnya


" hisk! Aamon.." miclara menyentu perutnya yang terasa sakit, namun rasa sakit itu tidak berarti dari rasa terluka di hatinya


Miclara menangis sambil menatap ke bawa karna tidak mau aamon melihat air matanya. Isakannya yang mulai aamon dengar itu lagi-lagi membuat hatinya tidak tega, aamon berusaha mengabaikan perasaan itu dan kembali mengeluarkan kata-kata yang kasar.


" sebaiknya kau cepat pergi dari kerajaanku!! jangan sampai aku melihatmu lagi" ucap aamon dan bermaksud pergi jika gusion tidak muncul dari belakang.


" miclara!!" Gusion langsung membantu miclara berdiri


" kau baik-baik saja miclara?" Tanya gusion khawatir


" aku tidak papa" ucap miclara sambil menyentuh perutnya


" gusion kau sebaiknya jangan terlalu dekat dengan wanita itu, dia bisa saja membuatmu lupa akan dirimu sendiri" ucap aamon


" apa kau yang telah mendorongnya!? Jawab kak!!" Bentak gusion


" iya" jawab aamon cepat


" apa kau tidak tau dia baru saja keguguran anakmu dan kau malah mendorongnya sampai dia kesakitan begitu, dia sudah kehilangan anaknya apa kau kali ini berusaha membuatnya tidak bisa hamil lagi!!" Ucap gusion


" apa matsudmu, dia keguguran anakku?" Tanya aamon


" untuk apa aku menjelaskannya, kau sudah tidak mengingatnya" ucap gusion, dia lalu membawa miclara keluar dari kamarnya dan meninggalkan aamon yang masih bingung dengan ucapannya.


" apa yang dia matsud, gadis itu perna hamil anakku dan keguguran?" Ucap aamon merasa bingung


Kemudian ada bayang-bayang perempuan yang muncul dalam pikirannya yang tidak dia kenal namun itu terasa akrab baginya. Ketika bayang-bayang itu muncul aamon langsung merasa mengingat sesuatu tapi tidak jelas.


" ugh! Kenapa aku melihat bayangan seseorang dalam pikiranku, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya" ucap aamon sambil terus memegang kepalanya


' siapa dia, kenapa bisa muncul dalam pikiranku' batin aamon


Aamon lalu keluar dari kamar itu namun bayangan yang muncul dalam pikirannya terus membuatnya bingung. Dia hampir terjatuh ketika berusaha melihat waja perempuan yang ada dalam pikirannya, namun dia hanya melihat senyuman gadis itu.


'Siapa dia, kenapa terus muncul dalam pikiranku' batinnya lagi


" yang mulia apa anda baik-baik saja?" Tanya mereka


'Bayangan itu terus muncul, aku ingin tau siapa dia' batin aamon


" yang mulia" panggil mereka lagi


" aku tidak papa, kalian bantu aku kembali ke kamar" ucap aamon


" baik!" Mereka langsung membawa aamon ke kamarnya.


Sekarang gusion tenga membawa miclara ke kamarnya, dia menyuruh miclara untuk istirahat di ranjangnya namun miclara tidak menurutinya. Miclara hanya duduk di tepi ranjangnya sambil menunggu gusion yang tadi pergi ke kamar mandi.


Ketika gusion sudah kembali, miclara langsung menghampirinya dan mengatakan sesuatu yang terus dia pikirkan.


" gusion" panggil miclara


" ada apa miclara? Apa ada yang masih sakit?" Tanya gusion


" tidak, aku hanya ingin mengatakan sesuatu" ucap miclara


" apa, katakan saja" ucap gusion


" mungkin lebih baik aku pergi saja dari kerajaan ini, aku tidak mau melihat aamon semakin membenciku" ucap miclara


" kenapa kau mau pergi miclara" ucap gusion


" aku tidak mau terus ada disini, aku tidak ingin aamon melihatku dengan tatapan tidak suka begitu, aku juga tidak mau aamon menbenciku, mungkin jika aku pergi aamon akan merasa senang" ucap miclara


" tapi aku tidak akan senang, jika kau meninggalkanku aku akan sedih miclara" ucap gusion


" terimakasi gusion karna terus bersamaku, aku juga akan sedih jika harus meninggalkanmu, tapi ini yang terbaik" kemudian miclara melangkah keluar dari kamar gusion


" tunggu miclara! Aku akan mengantarmu" ucap gusion


" baiknya" ucapnya sambil memberikan senyuman ke arah gusion.


Sekarang miclara dan gusion sudah ada di depan gerbang kerajaan paxley, miclara kembali melihat ke arah gusion yang terlihat tidak mau miclara pergi. Miclara tidak punya pilihan lain, ini demi kebaikannya dan orang yang dia cintai.


" gusion kau jangan sedih begitu" ucap miclara


" bagaimana aku tidak sedih miclara aku tidak mau kau pergi" ucap gusion


" kau bisa datang mengunjungiku kan" ucap miclara


" um, tapi.." ucap gusion, namun dari belakang mereka terdengan suara yang tidak asing bagi miclara, miclara langsung melihat ke belakang dan mendapati seseorang yang sudah lama dia rindukan.


" kak miclara..." ucapnya

__ADS_1


" floryn.. akhirnya kau kembali juga" ucap miclara sambil berlari ke arah floryn dan memeluknya


" kak aku sangat merindukanmu" ucap floryn sambil membalas pelukan miclara


" aku juga hisk" kedatangan floryn membuat miclara senang sekaligus sedih karna sekarang dia tidak akan tinggal disini


Saat memeluk miclara floryn mendengar isakan tangisnya, dia tidak tau bahwa miclara akan sangat merindungnya sampai menangis seperti itu. Floryn lalu bertanya tentang keadaan miclara namun miclara tidak menjawabnya, dia malahan semakin memeluk erat floryn.


" kak ada apa denganmu?" Tanya floryn


" hisk!"


" kak?" Tanya floryn kembali


Kemudian miclara melepas pelukannya dan menghapus air matanya, dia berusaha memberi senyuman ke arah floryn agar dia tidak mengkhawatirkannya.


" aku tidak papa" ucapnya


Floryn tidak percaya dengan jawaban miclara, dia langsung menghampiri gusion dan menanyakan keadaan miclara padanya.


" apa yang terjadi pada kak miclara kenapa dia terlihat sedih begitu?" Tanya floryn


" sebenarnya..."


[ skip ]


Setelah mendengar semuanya, floryn langsung menghampiri miclara lagi dan memelukanya kem0bali. Dia tidak tau selama kepergianya orang yang dia sayang mengalami masalah hingga seperti ini.


Dia jadi memiliki tekat untuk terus bersamanya dan tidak akan meninggalkannya lagi, sekarang kakaknya itu sudah kehilangan orang yang dia cintai. Kali ini floryn akan berusaha membuat orang yang dia sayang bahagia.


" kak aku akan ikut bersamamu, aku tidak akan perna pergi lagi" ucap floryn


" terimakasi" setelah itu mereka berdua pergi dari kerajaan paxley mungkin untuk seterusnya.


Namun miclara ingin melihat aamon untuk terakhir kalinya, tapi sepertinya itu bukan ide yang bagus. Miclara hanya berharap ketika aamon sudah mendapkan ingatannya dia bisa datang menjemputnya karna miclara akan menunggu kedatangannya.


' aamon aku akan pergi, semoga setelah ini kau bisa mengingatku lagi' batinnya.


Aamon saat ini ada di kamarnya, dia kembali memikirkan bayangan yang terus muncul dalam pikirnya. Sekarang dia tengan duduk bersandar pada ranjangnya, namun pandangannya teralikan ke sebuah bingkai yang ada di samping ranjangnya.


Dia lalu mengambilnya dan melihat foto yang ada di samping ranjangnya itu, jika foto itu dia yang menaruknya berarti foto itu sangat berarti baginya. Namun saat melihat isi foto itu, bayangan yang terus muncul dalam pikirnya langsung terlihat jelas.


" foto ini, miclara.." ucapnya tampa sadar menyebut nama miclara


" bayangan yang terus muncul itu adalah, miclara.." ucapnya


" apa dia memang memiliki hubungan denganku, tapi kenapa aku tidak mengingatnya" ucapnya, aamon lalu berjalan ke arah jendela dan melihat bulan yang mulai muncul menandakan malam akan tiba.


" apa kau memang memiliki hubungan denganku" ucap aamon sambil melihat ke arah bulan


" maafkan aku, miclara" ucapnya dengan hati penuh rasa bersalah.


Namun itu sudah terlambat, sekarang miclara sudah tidak ada di kerajaanya, dia sudah pergi dan hanya jika dia mengingatnya lagi maka dia akan kembali.


..._________________________________________...


...TAMAT...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Ok terimakasi bagi kalian yang sudah setia menunggu ceritaku ini update. Sekarang kalian tidak perlu menunggunya lagi karna ceritanya uda tamat....


...Memang endingnya sangat membangongkan, tapi aku sudah memikirkan ending ceritanya dulu saat baru buat....


...Oh iya ...



...*Bonus gambar untuk ending yang membangongka**n*...



...( Sayonara )...


...Bay bay...


...😁...

__ADS_1


__ADS_2