![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Sudah berapa lama mereka masih tetap ada di sana, hari sudah mulai sore dan matahari sudah hampir terbenam. Namun mereka berdua masih ada di tempat yang sama dan tidak berniat untuk pergi dari sana. Sejak tadi mereka hanya duduk dan melihat makan di depannya. Miclara tidak mendengarkan aamon yang menyuruhnya untuk segera pergi, dia sudah menyuruhnya beberapa kali tapi miclara sama sekali tidak mendengarkannya.
Aamon hanya bisa menemaninya terus hingga dia sendiri yang mau pergi, namun sepertinya miclara tidak akan pergi sebelum dia yang membawanya sendiri. Angin sore setiap saat selalu menemani mereka, beberapa daun kering juga sesekali jatuh menimpah mereka. Aamon sudah tidak tahan dengan tingkah miclara dia langsung menggendonya dan pergi dari sana.
" aamon lepaskan aku, aku tidak mau pergi" ucap miclara sambil menarik baju aamon
" kau sudah terlalu lama duduk dan itu tidak baik bagi kesehatanmu, jangan keras kepala miclara apa kau pikir orang tuamu mau kau seperti ini" ucap aamon
" tapi aku masih ingin bersama mereka kenapa kau malah menjaukan ku dengan orang tuaku" ucap miclara
" miclara! Mereka sudah tidak ada, seharusnya kau menerimanya dan jangan menyiksa tubuhmu sendiri" ucap aamon tegas
Setelah itu miclara tidak menjawabnya lagi, dia kali ini menyembunyikan wajahnya di dada aamon. Setiap langkah mereka banyak orang yang selalu memperhatikan mereka. Mereka juga terlihat terkejut saat melihat orang yang ada di gendongan aamon adalah miclara.
Percakapan orang-orang*~~
" bukannya itu miclara, ternyata dia selamat dari kejadian itu, bahkan sekarang dia nampaknya sudah menemukan kekasihnya. Apa dia kesini untuk mengunjungi makan orang tuanya?"
" tapi aku sangat kasihan padanya, keluarganya dalam satu malam di bantai orang misterius. Tapi anehnya kenapa dia selamat, apa ada yang menyelamatkannya"
" mungkin pria itu yang menyelamatkannya dan mengurusnya selama ini"
" sepertinya begitu, tapi apa kalian tidak tau alasan kenapa orang tuanya di bantai"
" apa kau tau alasanya"
" yang aku tau si... orang tuanya itu telah menyinggung orang yang berbahaya hingga merebut nyawa mereka sendiri. Tapi katanya si.. mereka dulunya itu saling kenal, tapi malah terjadi seperti ini"
" sayang sekali, dia masih muda sudah kehilangan kedua orang tuanya"
" tapi biarkan saja, ini kan salah mereka sendiri telah menyingung orang-orang berbahaya"
" sebaiknya kita jangan membicarakan orang lain, kita pergi saja, pria itu nampaknya bukan orang biasa"
Setiap apa yang mereka bicarakan, aamon dan miclara mendengar semuanya, mereka hanya tidak menunjukannya karna ingin segera sampai dan istirahat. Rumah yang mereka tujuh sudah terlihat dari kejauhan, namun tiba-tiba miclara turun dan berjalan sendiri ke arah rumahnya. Aamon mengikutinya karna masih khawatir dengan kondisinya, miclara kemudian membukak pintu rumahnya dan langsung memasukinya.
" miclara" panggil aamon
Miclara melihatnya dan langsung menarik tanganya, aamon hanya bisa mengikutinya tampa bertanya arah tujuannya. Miclara ternyata membawa aamon menuju kamarnya dan dia langsung duduk di ranjang yang masih sama seperti dulu.
" kau baik-baik saja?" Tanya aamon
" aamon, apa aku sudah membuatmu kesal?" Tanyanya
" kenapa kau bertanya begitu" ucap aamon
" karna waktu itu aku merasa sangat keras kepala dan aku yakin kau pasti kesal padaku karna tidak mendengarkanmu kan" ucapnya, aamon lalu menghampirinya dan mengusap rambutnya
" tidak papa, karna kau sudah menyadari kesalahanmu aku akan memaafkanmu" ucap aamon
__ADS_1
" aku tidak akan membuatmu kesal lagi" ucap miclara sambil melihatnya.
Aamon lalu duduk di samping miclara sambil melihat sekeliling kamar miclara, di sana dia melihat sebuah foto yang menarik perhatianya. Dia lalu mengambilnya dan melihatnya, foto itu adalah foto miclara saat masih kecil. Terlihat jelas di fato itu miclara kecil begitu manis sambil tersenyum manatap ke arah kamera. Aamon tersenyum saat melihat miclara kecil di foto itu, dia juga menyentuh foto yang agak tua itu.
Namun tiba-tiba miclara mengambilnya dan langsung menyembunyikannya di belakangnya. Dia tidak mau aamon melihat dirinya saat masih kecil, walaupun tidak ada masalah pada dirinya saat masih kecil, tapi dia tidak mau aamon melihatnya.
" kenapa kau mengambilnya, aku masih ingin melihatnya" ucap aamon
" kamu tidak boleh melihatnya, ini sangat memalukan" ucapnya
" apanya yang harus malu fotomu bagus tidak ada masalah, malahan kau terlihat imut" ucap aamon
" tapi tetap saja aku tidak mau kau melihat foto masa kecilku" ucap miclara
" ayok berikat padaku miclara, aku akan menyimpannya" ucap aamon
" apa! Kenapa kau harus menyimpannya, tidak boleh!" ucapnya
" cepat berikan padaku" ucap aamon sambil berjalan mendekat
" tidak!!" miclara kemudian berlari keluar kamarnya
" kau mau kemana, aku cuman mau menyimpan fotomu saja.." aamon pun mengerjanya.
Hari sudah malam satu-persatu rumah-rumah itu menyalakan lampunya dan menyuruh anak mereka untuk segera kembali ke rumah. Suasana malam ini begitu sunyi karna sama sekali tidak ada orang, mereka semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Diluar begitu sepi tapi berbeda jelas dengan suasan di dalam rumah.
Seorang pemuda masih berusaha mengejar gadis yang masih tidak memberinya apa yang dia mau. Mereka terus seperti itu sampai malam datang, hanya karna sebuah foto mereka terus saling mengejar satu-sama lain. Karna rumah itu tidak di isi apapun, mereka jadi lebih leluasa mengejar dan berlari hingga salah satu dari mereka terjatuh karna tidak melihat tembok di depannya.
" kau baik-baik saja, apa ada yang terluka?" Tanya aamon dengan tangan yang menyentuh lengan miclara
" kepalaku agak sakit" ucap miclara
" ini semua terjadi karna kamu yang berlarian kesana kemari, padahal aku hanya meminta fotomu saja" ucapnya
" bisaka jangan membicarakan ini terus, kepalaku sakit bawa aku ke kemarku aamon" ucapnya manja
" hm, baiklah miclara aku akan membawamu" aamon lalu menggendongnya.
Aamon pun membawa miclara ke kamarnya seperti yang dia mau, setelah itu dia memintah miclara untuk menunjukan kamar mandi di rumahnya. Ini sudah malam dan seharusnya dia memang sudah selesai membersikan diri, jadi dia bertanya arah menuju kamar mandinya.
" di mana kamar mandi disini?" Tanyanya
" ada di bawa, tapi aku tidak tau apa kerannya masih menyalah" ucap miclara
" aku akan melihatnya" aamon pun pergi.
Beberapa saat kemudian
Miclara yang masih ada di kamarnya diam-diam menyembunyika fato masa kecilnya sebelum aamon kembali. Karna tidak ingin menunjukannya kepada aamon, miclara sampai berbuat sejauh ini. Dan kemudian pintu pun terbuka dan menampakan seorang pria dengan rambut basanya sambil berjalan ke arahnya.
__ADS_1
Miclara pun menatapnya namun dia langsung di kejutkan dengan penampilan aamon yang seperti sengaja menunjukannya. Miclara langsung merona karna aamon dengan santainya berjalan ke arahnya dengan rambut basanya dan telanjang dada. Ini memang di sengaja, karna aamon ingin melihat reaksi miclara saat melihat dirinya dengan tampilan seperti ini.
Walaupun ini bukan pertama kalinya aamon telanjang dada di hadapan miclara, tapi kali ini status mereka berbeda. Kali ini aamon sudah ada di hadapan miclara, dia lalu menyentuh pipi miclara agar menatap ke arahnya. Bagaimana miclara bisa tahan dengan suasana seperti ini, aamon tampa merasa bersalah memaksa miclara untuk terus melihat perutnya yang s*ksi.
" aamonnnn! kau sengaja ya! kau pasti ingin aku memuji perutmu itu kan!" ucap miclara yang sudah berdiri dan ada di samping aamon
" tidak, aku hanya ingin kau mengeringi rambutku, apa yang kau pikirkan" ucapnya dengan santai
" kau bohong!" ucap miclara
" kalau kau mau melihatnya aku akan menunjukan sesuatu yang lebih bagus dari ini" ucap aamon
" a-apa matsudmu, aku tidak mau melihatnya" ucap miclara dengan wajahnya yang sudah ditutupi oleh warna merah
'Kalau aku terus menggodanya aku bisa kehilangan kendali, lebih baik cukup untuk saat ini' batin aamon
" kau jangan salah paham, aku memang ingin kau mengeringi rambutku, bukannya selalu begitu kalau aku selesai mandi" ucap aamon
" t-tapi kenapa kau tidak pakai baju, kau pasti sengaja" ucap miclara
" bajuku tidak sengaja basah, jadi aku melepasnya saja, kau tidak mungkin ingin aku memakai baju basah kan" ucap aamon
" jadi begitu, s-sepertinya ada pakayan ayah yang cocok untukmu, kau tunggu di sini ya aku akan mengambilnya" ucap miclara
" tapi kamu harus cepat karna aku sangat kedinginan" ucap aamon
" aku akan segera kembali" miclara pun pergi.
Kemudian miclara kembali dengan membawa baju ayahnya, walaupun bajuhnya terlihat tidak pantas untuk seorang bangsawan. Namun aamon langsung mengambilnya dan melihat baju orang yang miclara sayang.
" sepertinya ini akan cocok" ucap aamon
" itu adalah baju ayah saat masih muda, jadi mungkin akan pas untukmu" ucap miclara
" kalau begitu aku akan memakainya" ucap aamon
" kau bisa memakainya di kamar mandi" ucap miclara
" kenapa harus ke sana, aku bisa memakainya di sini" ucap aamon
" terserah saja, aku akan keluar membeli sesuatu, apa kau bisa disini sendiri" ucap miclara
" kau mau ke mana?" Tanya aamon sambil memakai pakayan itu
" membeli bahan makanan untuk kita makan, bukannya kau tidak perna makan masakanku, kali ini aku akan memasak untukmu" ucap miclara
" aku akan ikut, jangan pergi sendirian ini sudah malam" ucap aamon yang sudah selesai memakai pakayan itu
" baiklah, ayok" miclara dan aamon kemudian pergi bersama-sama untuk membeli bahan makanan.
__ADS_1
________________________________________________
Bersambung