![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Aamon berlari mengejar miclara yang telah pergi karna dirinya, dia akan menjelaskan semua dan tidak ingin membuatnya salah paham. Dia tidak ingin miclara berfikir bahwa sebenarnya aamon tidak menyukainya. Dengan kecepataanya aamon dengan muda mengejar miclara dan langsung mengegengam tanganya. Dia ingin langsung menjelaskan alasan kenapa dia melakukan ini dan semoga miclara mempercayainya.
" miclara dengarkan aku" ucap aamon
" lepaskan aku aamon! jangan mengejarku" ucap miclara sambil terus berusaha menarik tangannya
" aku memiliki alasan kenapa melakukan ini, jadi kamu dengarkan penjelasanku dulu" ucap aamon
" cukup! Sudah cukup aamon, aku tidak ingin mendengar penjelasanmu lagi, aku seharusnya tidak berharap bahwa kau benar-benar akan menikahiku, aku seharusnya tau, kau dan aku tidaklah cocok, kita seperti langit dan bumi yang tidak akan perna bersatu. Tapi aku karna terlalu mencintaimu, aku berharap terlalu tinggi, sekarang harapanku sudah musna dan itu sudah cukup bagiku, sekarang aku mohon padamu lepaskan tanganku" ucap miclara
Mendengar itu enta kenapa aamon merasa tidak bisa lagi menghentikannya, dia sudah membuatnya tidak percaya lagi padanya. Sekarang semunya sudah hancur, kebahagian yang ia impikan sudah hancur karna dirinya sendiri.
Miclara pun pergi dan aamon hanya bisa melihat kebergiannya, aamon sangat marah pada dirinya sendiri dia memukul dingding yang ada di sampinya hingga membuat tanganya terluka. Tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan penderitaan miclara karna perbuatannya.
" sial!!"
Kemudian ada seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang, yang bisa melakukan itu hanya satu orang dan itu adalah guin. Aamon tau bahwa orang yang sedang memeluknya adalah guin, karna itu dia langsung melepas pelukan itu dengan kasar hingga guin terhempas dan terduduk.
" untuk apa kau terus memikirnya, dia sudah tidak ingin bersamamu, sebaiknya kita lanjutkan permainan kita tadi" ucap guin
Aamon tidak memperdulikan omongannya, dia berjalan keluar dari kerajaan ini namun guin lagi-lagi mengancam dirinya.
" jika kau pergi aku benar-benar bisa membunuhnya lo" ucap guin tersenyum licik
Aamon menghentikan langkahnya dan itu membuat guin merasa puas, guin lalu berjalan mendekat dan langsung memeluk aamon seperti sebelumnya. Kali ini aamon tidak menolaknya, dia terpaksa menerimanya karna tidak ada pilihan lain.
" aamon peluk aku juga~" ucap guin
Aamon pun menurutnya, dia memeluk guin walaupun pelukan itu bukan dari hatinya malahan karna terpaksa. Guin merasa senang karna akhirnya dia akan bersama orang yang dia cintai. Walaupun harus memaksa seperti ini, tapi dia tidak perduli, apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan walaupun melakukan cara kotor sekalipun.
Kemudian ada seseorang yang berjalan mendekat ke arah mereka, walaupun dia berjalan begitu pelan namun kedua orang itu telah menyadarinya. Mereka kemudian menatap ke arah orang yang berjalan menghampiri mereka. Orang itu adalah gusion, walaupun dia tidak tau kenapa kakaknya memeluk perempuan lain, namun dia tidak memperdulikaanya, dia hanya menyuruh kakaknya untuk segera pulang.
" kenapa kau kesini, gusion?" Tanya aamon setelah melepas pelukan tak menyenangkan itu
" aku tentu saja ingin menyuruhmu pulang, sebaiknya kau menjaga perasaan miclara, jika dia tau kau disini bersama perempuan lain dia akan sedih" ucapnya
" tapi.. dia sudah mengetahuinya" ucap aamon tertunduk
" apa matsudmu, miclara sekarang ada di kerajaan paxlay, bagaimana dia mengetahuinya" ucap gusion
__ADS_1
" dia tadi ada disini dan sepertinya dia sedang mencariku, tapi aku telah membuatnya kecewa" ucap aamon
" aku benar-benar tidak mengerti kenapa kau melakukan ini, jika kau tidak menyukainya kenapa kau harus menyakitinya!" Ucap gusion tegas
" apa yang kau tau! Aku tidak punya pilihan lain, jika aku tidak melakukan ini maka dia dalam bahaya, jika dia terluka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri" ucap aamon
Gusion terdiam sejenak mendengar perkataan kakaknya itu, dia tau kakaknya itu begitu mencintai miclara dia tidak mungkin menyakiti gadis yang dia sangat cintai. Bahkan demi menjemput orang yang dia cintai, dia bahkan sampai menentang perintah ketua. Itu sudah menyakinkan dirinya bahwa kakaknya itu benar-benar mencintai miclara.
" katakan padaku alasan kau melakukan ini?" Tanya gusion
" seharusnya kau tidak ikut campur dengan urusan kakak mu, kau sebaiknya diam dan biarkan aku dan kakakmu bersenang-senang" ucap guin, namun dirinya saat ini tidak di perdulikan oleh kedua saudara itu.
" katakan padaku kakak, aku tau kau begitu mencintai miclara, kau sampai hampir membunuhku karnanya, jadi tidak mungkin kau menghianatinya" ucap gusion
" jika dia tidak ingin mengatakannya biar aku saja, sebanarnya aku sudah mengirim beberapa orang untuk mengawasinya dan hanya dengan satu kalimatku mereka bisa saja menghabisi gadis bernama miclara itu, sekarang nyawahnya ada di tanganku" ucap guin
" jadi begitu, tapi sepertinya sekarang nyawahnya tidak di tanganmu lagi" ucap gusion
" matsudmu?" Tanya aamon
" waktu itu saat dia memelukku dan menangis, aku bisa merasa bahwa ada yang sedang mengawasinya, karna itu saat aku menyuruhnya tetap di kamar aku langsung menghabisi dua orang yang kau suruh itu, sekarang dia sudah tidak dalam masalah lagi" ucap gusion
" kalau kau tidak percaya, kau bisa hubungi mereka " ucap gusion
Guin kemudian menghubingi mereka namun tidak ada respon, dia terus menghubingi mereka bahkan sampai berteriak namun tetap tidak ada respon.
" jadi bagaimana, apa mereka menjawabnya?" Tanya gusion
" kau!!!" Guin kemudian kembali ke kamarnya karna semua rencanahnya sudah hancur, dia tidak akan mendapatkan aamon walaupun dengan cara kotor sekalipun.
Aamon kemudian memeluk gusion karna dirinya aamon tidak perlu lagi berhubungan dengan guin. Dia akhirnya bisa menyelasaikan masala ini tampa harus melakukan hal yang paling dia benci.
" aku sangat berterimakasi padamu gusion" ucap aamon
" itu bukan masalah, tapi sebaiknya kau cepat-cepat cari miclara, jangan sampai kau menyesalinya" ucap gusion
" aku tau, tapi aku nanti akan memberimu pelajaran karna sudah memeluknya" ucapnya kemudian dia pergi meninggalkan gusion yang mulai berkeringat dingin.
Miclara saat ini ada di sebuah kota yang perna ia tempati selama seminggu. Dia tidak tau harus kemana lagi, hanya kota ini la yang menjadi tujuannya untuk saat ini. Dia juga ingin bertemu dengan sahabanya dan menceritakan masalah yang baru saja dia alami. Walaupun masalahnya akan tetap ada walaupun dia mengatakannya, hanya saja dia tidak ingin menyimpannya sendiri.
__ADS_1
Miclara kemudian pergi ke tempat temannya, saat ini mungkin temannya itu sedang bekerja jadi sekarang dia langsung menuju tempat kerjannya. Miclara akhirnya melihat teman yang dia cari, tampa lama-lama dirinya langsung berlari dan memeluk temannya itu.
" miclara! Kenapa kau ada disini dan ada apa kenapa kau manangis" ucap layla
" hisk layla, bisakkah kau menemaniku sebentar" ucap miclara
" baik, kita ke rumahku dulu ya" ucap layla, layla lalu membawa sahabatnya itu menuju rumahnya, dia akan mendengarkan masalah teman satu-satunya itu.
" ada apa, kau bisa mengatakannya sekarang" ucap layla
" layla apa aku terlalu berharap bahwa dia benar-benar mencintaiku, atau aku yang terlalu mencintainya hingga lupa bahwa aku tidak pantas untuknya" ucap miclara
" apa kau dan dia bertengkar, atau dia yang telah membuatmu seperti ini?" Tanya layla
" aku tidak tau tapi ini sangat menyakitkan, jika aku tau akan seperti ini lebih baik aku tidak menyukainya" ucap miclara
" kau tau miclara saat aku melihatnya begitu memperhatikanmu, aku waktu itu langsung tau bahwa dia benar-benar sangat mencintaimu, mungkin kau telah salah paham dan berfikir dia tidak mencintaimu" ucap layla
" tapi dia, dia.."
" lebih baik kau pikirkan dulu, saat kau bersamanya apa kau merasa bahwa dia hanya pura-pura atau benar-benar mencintaimu" ucap layla, miclara terdiam
" dari reaksimu aku tau bahwa dia benar-benar mencintaimu, sebaiknya kau pergi temui dia dan tanyakan apa yang menbuatnya menyakitimu" ucap layla
" baiklah layla aku akan mendengarkanmu, tapi apa malam ini aku bisa menginap disini bersama mu" ucap miclara
" tentu saja, aku siapkan kamar untukmu dulu ya" ucap layla
" terimakasi layla, aku sangat menyayangimu" ucapnya, layla menjawab dengan senyuman dan kemudian dia pergi.
Setelah itu miclara melihat keluar dari jendela yang ada di sampingnya, dia kemudian mengerti kenapa saat itu kedua orang tuanya menyuruhnya untuk tetap percaya padanya. Mungkin karna dia akan mengalami masalah ini jadi dia harus tetap percaya padanya dan mencari tau kebenarannya.
Namun dengan muda dia mengatakan hal itu pada aamon tampa memikirkan perasaanya. Saat aamon berusaha menjelaskan hal itu, terlihat jelas dari raut waja aamon bahwa dia benar-benar sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangannya.
' aamon aku berharap kamu benar-benar mencintaiku dan menjelaskan semua perbuatanmu ' batinnya sambil melihat ke langit-langit yang menandakan malam sudah tiba.
________________________________________________
Bersambung
__ADS_1