![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
WARNING!!
ini masih sama seperti di chapter sebelumnya, masih ada adegan yang fulgar jadi anak di bawa umur skip saja
*****
Gerakan tangan aamon mulai semakin cepat ketika merasa miclara sudah mencapi puncaknya. Dia juga meremas sesuatu yang kenyal itu dan menggigitnya seperti terakhir kali. Miclara memegang erat bantai yang dia gunakan ketika dia sudah tidak tahan lagi.
" ahhh! A-aamon~~" desah miclara
" tidak usa menahannya miclara, keluarkan saja" ucapnya
" ahhhh ahh ah! Aamon aku akan keluar!" Ucapnya
Aamon semakin mempercepat jarinya ketika mendengar suara miclara yang terus memanggil namanya.
" ahh ahhhh! " teriak miclara ketika sudah mencapai puncak
Setalah itu aamon menghentikan aksinya dan mengeluarkan jarinya, dia melihat waja miclara yang nampak kelelahan dengan semua keringat yang membasahi tubuhnya. Aamon mengelus pipinya agar dia lebih rileks setelah mengalami hal itu untuk kedua kalianya.
" miclara kau baik-baik saja?" Tanya aamon
" hah..hah.. aku, aku tidak papa" ucapnya
" jangan terlihat lelah begitu ini baru permulaan, yang sebenarnya akan segera mulai" ucap aamon
Aamon lalu melepas semua pakayan yang dia gunakan hingga tidak memakai apapun sama seperti miclara. Miclara masih belum sadar bahwa sekarang aamon sudah tidak memakai apapun, dia masih terus mengatur nafasnya yang memburuk. Aamon lalu menindih miclara dan mencium lehernya dia juga membuat bekas merah di sana.
Miclara menyentu rambut aamon saat aamon mulai melakukan aksinya lagi, dia sudah tau bahwa sekarang aamon sudah tidak memakai apapun. Miclara merasa sesuatu yang keras tengan menyentu area kewanitaanya, miclara tentu tau apa itu. Dia memeluk erat aamon saat merasakan belayan sang kekasih, suaranya tidak bisa ia tahan untuk tidak keluar setiap aamon menyentuhnya.
" miclara aku sudah tidak tahan lagi, apa aku boleh memulainya" bisik aamon dengan suara berat
" aamon.." ucap miclara
Miclara memperlihatkan wajahnya yang memerah apalagi saat aamon menatapnya, mereka berdua sudah tidak memakai apapun. Hanya perlu menunggu waktu untuk memulai hal yang ingin mereka lakukan, aamon juga sedang menunggu jawaban miclara. Tatapannya yang begitu mengiginkannya membuat miclara tidak tega untuk menolaknya, dia hanya bisa menganggukan kepalanya untuk menjawab permintaan aamon.
Setelah mendapatkan jawaban, aamon langsung duduk dan membuka ************ miclara. Namun miclara tiba-tiba menjaukan dirinya dan duduk menghadap aamon, aamon tentu tidak mengenti kenapa miclara seperti itu. Padahal dia sudah mengijinkannya untuk memulai permainan ini, tapi saat sudah mau mulai miclara malah menjauh.
" ada apa?" Tanya aamon
" k-kamu sedang terluka, biar aku yang melakukannya" ucapnya gugup sambil melihat ke arah yang lain
Aamon tersenyun tipis saat mendengar apa yang miclara katakan, dia langsung menghampirinya dan menciumnya lembut. Setelah itu dia langsung mengubah posisi dengan cepat, miclara di atasnya dan dia di bawa.
" baik, kalau kau ingin melakukannya silakan" ucap aamon
" hah!?"
" kenapa belum mulai, bukannya kau ingin melakukannya" ucap aamon
" t-tapi aamon, kau bilang a-akan mengajariku" ucapnya
__ADS_1
Aamon kembali tersenyum dan duduk dengan cepat membiarkan miclara mendudukinya, aamon kemudian mengarakan milik miclara ke arah punyanya.
" kau hanya perlu mendudukinya pelan-pelan" ucap aamon
" um b-baiklah" ucapnya memerah
Miclara lalu melakukan apa yang aamon katakan, dia pelan-pelan menduduki milik aamon hingga memasukinya.
" ugh.." desah aamon saat punyanya mulai memasuki milik miclara
" ahh.. ahhh" desah miclara
' ini baru setenga yang masuk tapi kenapa sempit sekali, ugh... sepertinya aku harus mengendalikan diriku' batin aamon
" ahh aamon~" desah miclara
" miclara.. kau sangat hebat" ucap aamon
" a-aku harus apa se-selanjutnya" ucapnya
" kau.. hanya perlu naik turun saja" ucap aamon
" um.. baiklah, a-aku akan melakulannya" ucap miclara sambil mengerakan pinggulnya naik turun secara lambat
" ahh... mi-miclara" ucap aamon tersenyum saat miclara mulai bergerak
" ah.. ahhh~"desah miclara
Di tenga permainan mereka aamon tiba-tiba memeluk miclara kencang dan mendudukinya hingga miliknya masuk semua.
" ahh!!" Teriak miclara
" miclara.. aku sangat, mencintaimu" ucap aamon sambil terus menaik turunkan pinggul miclara dengan cepat, dia juga ikut bergerak agar permainan mereka semakin nikmat
" ahh! Aamon.. ahhh ahh" ucap miclara sambil memeluk aamon dengan kencang
" miclara.. aku akan segera keluar.." ucap aamon dengan suara yang berat
" ahh ahhhh..." desah miclara yang masih memeluk aamon
Karna akan segera keluar, aamon menyembunyikan wajahnya di lehar miclara sambil sesekali mengigitnya, miclara memeluk kepala aamon dan membiarkan aamon mengigit lehernya.
" ahhhh!!" Teriak miclara saat sudah mencapai puncak
" miclara!! Ahh!" aamon menutup matanya ketika sudah mencapai puncaknya
" ugh.." aamon langsung berhenti menggerakan pinggu miclara dan membiarnya tetap dalam posisi yang sama.
" miclara" ucap aamon sambil menyentuh kedua pipi miclara
Dia lalu menciumnya saat merasakan hal yang luar biasa setelah sekian lama tidak merasakannya. Setelah itu aamon meniduri miclara di sampinya dan menyelimutinya, dia sebenarnya masih ingin melakukan ronde selanjutnya, hanya saja dia tidak ingin miclara terlalu lelah. Lukanya juga menjadi salah satu alasan kenapa dia tidak melanjutkannya, dia lalu duduk di samping miclara sambil mengelus rambutnya.
__ADS_1
" tidurla miclara kau pasti lelah kan" ucap aamon sambil mengelus rambutnya
" um kau juga harus istirahan aamon, lukamu masih belum sembuh" ucap miclara
" kau tenang saja, aku tidak papa" ucap aamon
" baiklah, aku sangat lelah aku mau tidur dulu"ucap miclara sambil menutup matanya dan tidur menghadap aamon.
Setelah miclara tidur, aamon mengambil sesuatu yang ada di samping ranjangnya. Itu adalah foto masa kecil miclara, walaupun dia masih belum mengganti bingkainya, tapi aamon masih sangat menyukainya. Mungkin karna yang ada di dalam bingkai itu adalah foto orang yang dicintainya, membuatnya tidak perduli dengan bingkai yang usang.
Kemudian dia menaruk foto itu ketika mendengar ketukan pintu, dia lalu menyuruh orang itu untuk masuk setelah dia menyelimuti miclara agar orang itu tidak melihat tubuhnya. Dan ternyata yang mengetuk pintu adalah gusion, terakhir kali dia juga terluka sama seperti aamon, namun sekarang dia terlihat baik-baik saja.
Aamon tentu tidak perlu menanyakai keadaanya karna dia sudah melihatnya secara langsung. Gusion terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya sampai-sampai tidak menyadari sesorang yang tenga tertidur di samping aamon.
" ada apa, kenapa kau kesini?" Tanya aamon
" ini sudah siang, kenapa kau belum keluar juga" ucap gusion
" kenapa? Apa ada sesuatu yang penting hingga harus membuatku keluar dari kamar ini" ucap aamon
" hei! Waktunya sarapan" ucap gusion
" ohh aku lupa" ucap aamon
" kau ini!! Sudahlah aku akan keluar, buang-buang waktu saja aku disini" ucap gusion
Namun langkah gusion terhenti saat melihat seseorang tenga tertidur di samping kakaknya. Dia juga melihat bahwa tempat tidur kakaknya begitu berantakan sampai-sampai ada satu bantal yang jatuh.
" apa yang baru saja kau lakukan dan itu apa dia miclara?" Tanya gusion
" ya" jawab aamon cepat
Gusion langsung mengerti dengan jawaban kakaknya, dia langsung bergegas keluar dan tidak ingin terus berada di kamar ini. Setelah gusion keluar dari kamarnya, aamon bangun dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi.
Dia ingin berendam karna tubuhnya bau karna keringat, walaupun dia baru di obati tapi dia tidak merasa nyaman dengan keringat-keringat itu. Aamon yang sudah tidak memakai apapun langsung masuk ke bak mandinya, dia menikmati waktunya dengan baik.
Seluru tubuhnya terasa segar kembali ketika dia masuk ke dalam air, dia juga sesekali menutup matanya membiarkan air-air itu terus menyelimutinya. Namun aamon tidak ingin berlama-lama di bak mandinya, dia ingin menemain miclara yang masih tertidur.
Setelah aamon selesai berendam, dia memakai pakayannya dan menghampiri miclara yang masih tertidur.
" sepertinya aku harus menyuruh pelayan untuk mengganti ranjanganya kalau tidak ranjang ini bisa roboh" ucapnya saat melihat kondisi ranjanganya
Dia lalu duduk di samping miclara dan terus mengelus rambut pingnya, aamon terus tersenyum ketika mengigat apa yang baru saja mereka lakukan. Dengan polosnya miclara ingin melakualnnya sendiri hanya karna dia masih terlukah, padahal dia sudah tidak merakan sakit dari lukannya.
Namun itu cukup membantu hingga membuat miclara mengajukan dirinya untuk melakukan semuanya, aamon tidak bisa menutupi kebahagiannya. Dia terus memancarkan senyuman ketika melihat waja miclara yang masih tertidur, kali ini dia tidak ingin mengangunya.
Dia akan membiarkannya untuk tetap tidur hingga dia terbangun sendiri, walaupun sampai malam. Namun tubuhnya membutukan makanan agar tetap sehat, dia harus membangunkannya agar miclara bisa mengisi perutnya.
Tapi aamon tidak tega membangunkan miclara, biar dia bangun sendiri baru mereka bisa mengisi perutnya. Untuk sekarang aamon akan membiarkannya tertidur dan menunggunya agar dia terbangun. Aamon lalu tidur di samping miclara sambil memeluk tubuh mungil kekasihnya, aamon menutup matanya dan tidur bersama miclara.
_______________________________________________
__ADS_1
Bersambung