One'S First Lover [ Aamon Paxley ]

One'S First Lover [ Aamon Paxley ]
[ ' Jangan lakukan itu ' ]


__ADS_3

Saat ini masih sore dan hujan tiba-tiba turun, apalagi tadi cuaca sangat baik dan tidak mendung, namun beberapa saat kemudian hujan malah turun. Hal itu membuat muclara yang mau melihat bunga mengurungkan niatnya, dia hanya bisa menghela nafas panjang karna kecewa tidak bisa menikmati hari saat dia sudah selesai belajar tata krama yang sangat melelakan.


Miclara hanya bisa duduk di kamarnya sambil melihat hujan yang turun dengan derasnya, hal itu mengigatkan dia sesuatu yang penting. Miclara baru ingat bahwa aamon perna menyuruhnya mengurus gusion saat dia sudah tidak sibut. Miclara lalu berlari ke kamar gusion dan ingin melihat keadaan temannya itu.


Saat dia ada di depan kamar gusion, kemudian dia mengentuk pintu hingga pemilik kamar membiarkannya masuk. Miclara lalu menghampiri gusion yang sedang sibuk membaca buku.


" apa yang kau lakukan?" Tanya miclara


" aku bosan terus tiduran, jadi aku hanya bisa membaca buku" jawab gusion


" tapi apa kau sudah baikan, atau kamu mengiginkan sesuatu" ucap miclara


" aku tidak papa, tapi bukannya kau harus belajar tata krama, apa sudah selesai?" Tanya gusion


" sudah selesai, malahan aku mau ke taman tapi malah hujan, jadi aku ke sini saja" ucap miclara


" ohh"


Hening sesaat, namun saat mereka tidak tau harus membicarakan apa, tiba-tiba ada suara dari luar kamar gusion. Suara itu adalah suara pengawal yang ingin mengatakan sesuatu, miclara lalu membukakan pintu dan membiarkan pangawal itu mengatakan sesuatu yang ingin dia laporkan.


" ada apa?" Tanya miclara


" yang mulia, yang mulia aamon telah pulang, namun dia ingin bertemu dengan anda" ucapnya


" bukannya dia akan kembali nanti malam, kenapa sudah pulang?" Tanya miclara


" mungkin urusannya sudah selesai, sebaiknya kau menemui dia" ucap gusion


" baiklah, aku akan segera ke sana" ucap miclra sedikit senang


Kemudian pengawal itupun pergi, dan setelah itu miclara pamit ke pada gusion untuk bertemu dengan kekashi yang ia rindukan seharian ini. Sebelum pengawal itu pergi, dia bilang bahwa sekarang aamon sedang ada di kamarnya, jadi miclara langsung pergi ke kamar aamon.

__ADS_1


Setelah miclara ada di depan kamar aamon, dia pun masuk tampa mengetuk pintu, di dalam sudah berbeda dari terakhir kali dia datang. Sekarang kamar ini sudah tidak terlihat sunyi lagi, kamar ini sudah seperti kamar yang sedang di tempati. Terlihat jelas jendela yang besar itu sedang terbuka dan pasti pemilik kamar ini yang membukaknya. Kamar ini yang tadinya gelap, menjadi terang saat jendela itu di buka.


Miclara melihat-lihat kembali kamar ini, memang jika diperhatikan lebih jelas, kamar ini memiliki sebuah ukiran di dinding. Hanya saja miclara tidak mengerti tulisan itu, dia cuman menyentuh ukiran itu hingga pemilik kamar datang menghampirinya. Miclara masih belum menyadari hal itu, dia hanya sibuk dengan sesuatu yang ia lakukan sekarang.


Menyadari bahwa orang di depannya itu tidak tau keberadaanya, aamon memeluknya dan mencium lehernya. Miclara berhenti menyentuh ukiran itu, dia terdiam sesaat saat ada yang memeluknya dari belakang. Tampa bertanya pun dia sudah tau siapa itu, namun dia tidak ingin menanyakannya, dia hanya ingin merasakan pelukannya karna sudah hampir seharian dia tidak bersamanya.


Aamon terus memeluk miclara hingga lama-lama kelamaan dia membalikakan waja miclara dan mereka saling menatap. Miclara merasa sekarang ini aamon nampak aneh, karna saat dia memeluknya, aamon sama sekali tidak bicara.


Aamon memajukan wajanya dan mencium miclara dengan lembut, ciuman itu semakin lama semakin dalam dan sampai mereka hampir kehabisan nafas. Aamon kemudian melepas ciuman itu dan dia menatap wajah miclara yang menurutnya sangat manis, dia lalu menarik tangan miclara dan membawanya ke atas ranjangnya, dia lalu mendorongnya pelan dan menindihnya.


Miclara tentu saja kaget, namun mungkin sekarang aamon sedang mengalami masalah yang membuatnya sampai seperti ini. Miclara ingin bertanya, namun lagi-lagi aamon mencium dirinya. Miclara berusaha mengahiri ciuman itu, namun dia tidak bisa mendorong aamon. Aamon semakin lama semakin tidak terkendali dan tanganya juga tidak tinggal diam.


Tangan aamon sekarang ada di balik baju miclara sambil membelas sesuatu di sana, miclara tak bisa lagi menahan air matanya. Walaupun yang melakukannya adalah kekashinya sendiri, namun dia masih belum siap untuk melakukan hal ini. Aamon lalu melepas ciuman itu, dia melihat wajah miclara yang takut dan sedang menangis tampa suara.


Dia membelainya pelan sambil tersenyum dan mengecup keningnya


" aamon..." ucap miclara saat aamon membelai pipinya


" t-tapi aku belum ingin melakukannya  aku belum siap" ucap miclara


" aku tidak perduli tentang itu, aku hanya ingin langsung mendapatkanmu seutuhnya, jadi jangan berharap aku akan berhenti hanya karna kau menangis" ucapnya


Aamon kembali melanjutkan aksinya, sekarang kini tanganya mulai melepas kancing-kancing yang ada di baju miclara hingga memperlihatkan tubuhnya yang masih tertutupi sebuah kain. Dia lalu melepas kain itu, namun miclara menyembunyikanya menggunakan tanganya, dia masih belum ingin aamon melakukan hal ini padanya, jadi dia akan menolaknya walaupun harus membuat aamon marah.


" aku sudah bilang aku tidak mau melakukannya, kenapa kau tidak mengerti" ucap miclara


Aamon diam tidak membalas perkataan miclara, dia terlihat marah dan tidak tau apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Kemudian aamon mengambil sebuah kain panjang yang mungkin akan dia gunakan untuk menghentikan pergerakan miclara.


Aamon mengikat kedua tangan miclara agar dirinya tidak bisa menggangu kegiatanya, miclara terkejut dengan apa yang aamon lakulan padanya. Ini pertama kalianya dia melihat aamon yang begitu memaksakan keinginnya, miclara memberontak namun kedua tanganya sudah tidak bisa ia andalkan, dia hanya bisa memohon agar aamon melepaskannya.


" aamon aku mohon jangan lakukan ini, tolong dengarkan aku" ucapnya sambil mengangis

__ADS_1


Aamon tidak mendengarkannya, dia kemudian menarik semua baju miclara hingga miclara tidak memakai sehelai benang pun. Miclara hanya bisa menangis menerima perlakuan aamon yang menurutnya begitu memaksa. Dengan kondisinya yang seperti sekarang, dia hanya bisa menerima semua perbuataan aamon padanya.


Setelah dia membukak semua baju miclara, sekarang dia sedang membukak bajunya sendiri. Aamon lalu melempar bajunya sembarang dan hanya memakai celananya, aamon kemudian mulai melakukan aksinya mengabaikan miclara yang terus memohon agar dia tidak melanjutnya.


" aku mohon jangan lakukan ini aamon! tidak jangan lakukan ini- akh!!!"


Miclara berteriak karna aamon sudah memulai aksi kejamnya, dia menangis terseduh-seduh karna malam pertamanya direbut secara paksa oleh orang yang sangat ia cintai. Namun apalah daya, dia tidak mungkin bisa melakukan apapun sekarang, dia hanya bisa menerimahnya hingga semuanya berakhir.


Selama permainan itu berlangsung,  kamar ini hanya di isi isakan tangis dari seorang yang merasa tidak berdaya. Hingga malam pun tiba dan permainan mereka akhirnya selesai dengan keadaan miclara yang sudah tidak memiliki tenaga di bawa bangsawan paxlay itu.


Setelah permainan mereka selesai, aamon memperbaiki posisinya dan menyelimuti miclara yang sudah tertidur, dia juga sudah melepas ikatan tangan miclara. Dia tau, apa yang sudah dia lakukan telah menyakiti miclara, namun ada alasan kenapa dia memperlakukan miclara seperti itu.


Aamon lalu menatap miclara dan mengelus pipinya dan membersikan bekas air mata yang masih ada di pipinya.


' maafkan aku miclara, aku telah membuatmu menderita, tapi aku tidak memiliki pilihan lain, aku hanya bisa melakukan hal ini' batin aamon


Aamon lalu bangkit dan menuju kamar mandi, dia ingin menenangkan diri setelah selesai menyakiti orang yang dia cintai. Jika nanti saat miclara sadar dan dia akan membenci aamon, aamon akan menerimahnya karna dirinya memang pantas di benci.


Namun kalau miclara mau meningalkannya, aamon tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dia tidak akan membuat miclara pergi darinya walaupun miclara sudah tidak mencintainya. Aamon melakukan ini karna di sangat mencintainya dan tidak akan membiarkanya pergi dari sisinya.


Memang dia terlihat egois, sudah menyakitinya tapi tidak membiarkanya pergi dari sisihnya. Tapi dirinya ini memilili alasan dan akan menjelaskanya jika sudah waktunya. Aamon yang di kenal sebagai bangsawan tinggi pertama kalianya melakukan hal ini dan hanya dengan orang yang dicintainya.


Nanti mungkin dia juga kan menyakiti perasaan miclara atau akan membuatnya merasa bahwa aamon sekarang sudah bukan orang dia cintai. Dia hanya berharap nanti saat waktunya tiba, miclara akan mempercayainya dan tidak akan memutuskan hubungan mereka.


________________________________________________


Bersambung


Halo teman-teman, sebenarnya aku tidak pintar dalam menulis cerita tentang hal ini, jadi mungkin tidak memuaskan:(


Jadi maaf ya yang sudah menantikan momend ini

__ADS_1


Bay bay..


__ADS_2