![One'S First Lover [ Aamon Paxley ]](https://asset.asean.biz.id/one-s-first-lover---aamon-paxley--.webp)
Sudah selama ini tidak ada yang mendatangi aamon, bahkan hari sudah mulai sore dan seharian ini dia hanya duduk di ranjang sambil melihat pintu di depannya yang masih belum terbuka. Bukan karna dia tidak sabar hanya saja dia sangat ingin menyelesaikannya dan kembali ke hadapan miclara.
Aamon sudah tidak bisa menunggu lagi, dia terpaksa keluar dari kamar itu dan mencari seseorang yang mungkin akan menjawab pertanyaannya. Tapi sesaat kemudian ada beberapa orang yang datang menemuinya, mereka adalah pengawal-pengawal kerajaan boroqiu. Mereka sepertinya akan menjelaskan sampai kapan aamon harus menunggu, walaupun sebenarnya aamon lebih baik terus menunggu.
Tapi dia tidak bisa hanya diam di sini sedangkan sekarang miclara masih di awasi beberapa orang yang berbahaya. Pengawal-pengawal di hadapnnya itu langsung menyuruh aamon untuk membersikan diri, enta apa alasaanya namun mereka terus memaksa aamon untuk segera membersikan diri.
" yang mulia, silakan anda membersikan diri dulu yang mulia putri sudah siap dan menunggu anda di kamarnya" ucapnya
Aamon terdiam sambil mengepalkan tangannya karna waktu yang terburuk akan segera tiba.
" baiklah " aamon hanya bisa melakukan apa yang meraka katakan, dia saat ini tidak berhak untuk menolak.
Di sisi lain
Miclara yang saat ini sudah ada di luar kerajaan paxley terus berlari enta kemana, namun dia yakin bahwa dia akan bisa menemukannya. Dia hanya perlu berusaha lebih dari sebelumnya, selama ini dia sudah perna mengalami banyak masalah. Dari kehilangan keluarga yang dia cintai, bahkan dia bisa saja kehilangan nyawanya jika tidak bertemu dua orang yang akan membantunya.
Sekarang salah satu dari orang itu yang sekarang sudah menjadi kekashinya telah hilang tampa jejak. Tidak mungkin dia menyerah saat ini, dia harus berusaha lebih seperti masalah-masalah yang sudah perna ia hadapi. Miclara saat ini walaupun harus sendiri akan tetap berusaha mencari seseorang yang sudah mencuri hatinya.
Walaupun tampa tujuan, tapi dia yakin nantinya dia akan menemukan sebuah petunjuk mengenai keberadaan kekasihnya saat ini. Miclara yang terus berlari tidak sengaja bertemu dengan dua orang yang sedang berjalan ke arahnya. Dia lalu menghampiri mereka dan ingin menanyakan sesuatu padanya, jika mereka mengetahui jawaban dari pertanyaannya, itu akan bagus. Tapi malaupun mereka tidak mengetahuinya dia akan tetap mencari kembali.
" permisi, apa aku boleh bertanya sesuatu pada kalian" ucap miclara
" ada apa, tanyakan saja" ucap salah satu dari mereka
" apa kalian melihat seseorang pemuda yang umurnya sekitar dua puluh ke atas dan dia memakai baju bangsawan" ucap miclara
" pemuda yang memakai baju bangsawan? Apa dia seorang pangeran?" Tanyanya
" emm.. apa kalian melihatnya?" Tanya miclara
" aku tidak melihatnya, tapi mungkin mereka melihatnya" ucapnya
" mereka? Siapa?" Tanya miclara lagi
" kami bukan hanya berdua malahan berlima, hanya saja mereka bertiga terlalu lambat, jadi kami tinggal saja" ucapnya
" k-kalau begitu, di mana teman kalian, aku akan bertanya pada mereka" ucap miclara
" mereka akan segera tiba, sebaiknya kau menunggu di sini" ucapnya
" aku tidak punya banyak waktu, aku harus segera menemukannya" ucap miclara
" memangnya pemuda itu ada hubungan apa denganmu?" Tanya orang itu
" dia adalah kekasiku, tiba-tiba dia menghilang dan tidak ada yang tau dia ada mana, aku sangat khawatir akan keadaanya" ucap miclara
" mungkin dia sedang ada urusan, tidak mungkin kan dia pergi tampa alasan" ucapnya
" tapi, tapi aku khawatir, aku merasakan firasat buruk" ucap miclara.
Namun kemudian, saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ada yang berlari ke arah mereka. Mereka mungkin adalah teman-teman orang yang sekarang ada di depan miclara.
__ADS_1
" itu dia" ucapnya
Kemudian tiga orang yang berlari itu akhirnya sampai di samping miclara dengan terenga-enga. Miclara tidak langsung bertanya, karna dia tau bahwa mereka sangat kelelahan dan itu bukan waktu yang pas untuk dia bertanya.
" ka...kalian benar-benar.. me...meninggalkan kami..." ucap salah satu dari tiga orang itu
" kalian terlalu lama, kami tidak ingin terus menunggu " ucap salah satu dari dua orang yang tadi bersama miclara.
Beberapa saat kemudian
Karna akhirnya ketiga orang itu sudah mulai tenang, miclara pun bermaksud untuk bertanya, tapi dua orang yang tadi bersamanya berbicara mendahulunya.
" hei, apa kalian melihat pemuda yang memakai baju pangsawan di sekitar sini, gadis ini sedang mencarinya dia sangat menghkawatirkannya" ucapnya
" pemuda yang memakai baju bangsawan, kalau aku tidak melihatnya" ucap salah satu dari mereka
" tadi malam aku melihat seseorang yang berlari sangat cepat hingga tidak terlihat, tapi aku tidak memperdulikannya karna saat itu aku sedang terburu-buru" ucapnya
" dia mengara ke mana, apa kau mengetahuinya?" Tanya miclara buru-buru
" sepertinya dia pergi ke arah kerajaan seni pedang itu" jawabnya
' kerajaan seni pedang? Apa yang mereka maksud kerajaan boroque, jadi aamon sekarang ada di sana' batin miclara
" baiklah terimakasi, aku akan segera ke sana" ucap miclara, namun sebelum dia pergi salah satu dari mereka yang perna ia tanyai menghentikannya
" hai semoga kau berhasil menemukan orang itu ya, jangan menyerah!" Ucapnya menyemangati miclara
" terimakasi paman, aku tidak akan menyerah" miclara pun pergi meninggalkan kelima orang yang masih menatap kepergiannya.
Dia paling tidak bisa menahan rasa dingin, tapi sekarang dia tidak punya waktu untuk memikirkan keadaanya. Dirinya sangat ingin cepat-cepat bertemu dengan aamon dan langsung menananyakan alasan kenapa dia pergi tampa mengatakan alasannya.
Miclara juga ingin tau kenapa aamon pergi ke kerajaan boroqiu kalau sudah tidak memiliki urusan di sana. Banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, tapi untuk saat ini dia harus menemukannya dulu sebelum semua pertanyaanya di jawab.
Miclara akhirnya sudah melihat kerajaan boroqiu, kerajaan itu sama megahnya dengan kerajaan yang perna ia tempati. Miclara buru-buru pergi ke gerbang kerajaan itu walaupun ada beberapa pengawal yang berjaga. Mereka tidak membiarkan miclara masuk dan menanyakan identidas miclara dan ingin tau kenapa miclara ingin memasuki kerajaan baroque.
" biarkan aku masuk" ucap miclara
" siapa kau dan kenapa ingin masuk ke karajaan ini?!" Tanya pengawal itu
" aku ingin mencari pangeran aamon, aku yakin sekarang dia ada di kerajaan ini, jadi biarkan aku masuk" ucap miclara
" apa kau adalah orang yang akan pangeran aamon nikahi itu, kau kesini karna ingin bertemu dengan yang mulia pangeran aamon" ucap pangawal itu
" iya, aku adalah calon istri aamon paxley jadi biarkan aku bertemu dengan calon suamiku" ucap miclara
" baik, sialakan yang mulia" mereka kemudian mengijinkan miclara untuk memasuki kerajaan boroque.
Sekarang para pengawal yang menyuruhnya membersikan diri mengantarnya menuju kamar guinavare. Di sepanjang perjalanan aamon terus mengepalkan tanganya, ingin sekali dia pergi tapi dia tidak bisa. Dia hanya bisa melakukan ini secepat mungkin dan akan segera kembali ke kekashinya yang sedang menunggu. Tapi dia tidak tau, bahwa orang yang sedang dia khawatirkan sekarang sudah ada di tempat yang sama dengannya.
Hanya saja, karna kerajaan ini terlalu besar jadi mereka tidak bertemu. Padahal jika mereka melihat kebelakang mereka berdua akan langsung saling memandang, namun takdir tidak ingin mereka bertemu saat ini. Miclara mencoba bertanya pada beberapa pelayan yang ia lihat, tapi dia tidak sengaja mendengar pelayan itu menyebut kata 'pangeran'. Karna dia penasaran dengan pembicaran mereka, dia pun memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.
__ADS_1
Percakapan para pelayan itu*~~
" kau tau, sekarang putri guin sedang bersenang-senang di kamarnya dengan pangeran kerajaan itu"
" iya kau benar, padahal dulu mereka itu di jodohkan, tapi perjodohannya di batalkan"
" karna mungkin mereka adalah jodoh, jadi sekarang mereka bersama lagi"
" pangeran itu sangat tampan ya, putri guin sangat beruntung bisa mendapatkannya"
" tapi, aku dengar pangeran itu sudah memiliki calon istri, apa dia tidak serius untuk menikahinya dan lebih memilih bersama putri guin"
" mungkin yang kau katakan benar, kasihan sekali dia ya hahaha"
' apa mereka sedang membicarakan aamon, tapi tidak mungkin aamon bersama perempuan lain aku harus bertanya pada mereka' batin miclara
Miclara lalu menghampiri mereka dan ingin menanyakan beberapa hal, pelayan-pelayan itu saat melihat kedatang miclara merasa bahwa miclara bukan orang dari kerajaan ini. Mereka juga berfikir, dia adalah tamu karna pakayannya yang mewah seperti bangsawan pada umumnya.
" aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian" ucap miclara
" kau siapa, kami belum perna melihatmu apa kau bukan dari kerajaan ini?" Tanyanya
" iya, aku dari kerajaan lain, aku kesini karna ingin bertemu dengan putri guin, jadi bisaka kalian memberitauku dimana kamarnya" ucap miclara
" kau adalah teman putri guin?"tanya pelayan itu
" iya"jawab miclara
" sekarang putri guin tidak boleh di ganggu, kau bisa menunggu di ruang tamu" ucap pelayan itu
" baik, tapi aku ingin mengetahui kamarnya biar nanti aku langsung bisa menemuinya" ucap miclara
" kau lurus saja di lorong itu lalu kau akan menemukan pintu kamar yang besar, itu adalah kamar putri guin tapi kamu jangan memasukinya sekarang putri guin tidak boleh di gangu" ucapnya
Miclara langsung pergi tampa mengatakan terimakasi pada pelayan-pelayan itu, dia ingin tau apa pangeran yang mereka bicarakan adalah aamon. Tapi kalau memang aamon, berarti sekarang aamon sedang bersama perempuan lain.
Tapi untuk saat ini dia tidak ingin memikirkan hal itu, dia percaya aamon tidak akan menghianatinya. Aamon sangat mencitainya, mungkin ada alasan kenapa aamon kembali ke kerajaan ini walaupun urusannya sudah selesai.
Sepanjang lorong ini miclara merasa takut tampa alasan, dia takut apa yang pelayan itu katakan benar, dia takut aamon benar-benar sedang bersama perempuan lain di satu kamar yang sama. Miclara mencoba untuk tidak memikirkan hal itu, namun hatinya begitu takut untuk membayangkan hal itu jika benar-benar terjadi.
Akhirnya miclara sampai di depan pintu yang besar sekali, dia yakin ini adalah kamar putri yang mereka bicarakan. Ingin sekali dia masuk namun dia tidak berani, tapi untuk membuat rasa khawatirnya hilang dia harus tetap membuka kamar ini.
Miclara lalu mendorong pelan pintu di depannya hingga terbuka sempurna, pemandangan di depannya untuk pertama kali seketika membuat hatinya hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak, dia melihat seseorang yang dia cari sedang ada di atas perempuan lain di ranjang yang sama.
Ingin rasanya dia memangginya namun enta kenapa suaranya tidak keluar dan hanya air matanya yang sudah membasahi pipinya. Miclara mundur perlahan-lahan agar mereka tidak menyadari keberadaannya. Seluruh tubuhnya gemetar enta kenapa, dia tidak ingin menganggu kedua orang itu walaupun itu menyakiti hatinya.
Aamon yang sekarang dalam posisi itu tidak menyadari bahwa ada seseorang sedang melihat mereka. Aamon yang merasa ada yang membuka pintu menengok ke belakang namun guin yang sekarang ada di bawahnya menarik bajuhnya agar tidak melihat hal yang lain. Aamon kasal dan menarik kembali bajunya, jika bukan karna guin yang menariknya hingga dia dalam posisi sekarang, aamon tidak akan perna melakukannya. Aamon kembali menengok ke belakang dan melihat hal yang mengejutkan.
Aamon memperbaiki posisinya dan terus melihat ke belakang dan marasa bahwa semuanya akan segera berakhir. Miclara melihat aamon yang juga sedang melihatnya, ingin dia memanggi namanya tapi suaranya tidak keluar walaupun sekarang dia sudah membuka mulutnya. Miclara menatap sekilas aamon dan kemudian pergi, aamon memanggilanya
" miclara!!" Karna tau miclara tidak akan mendengarkannya, aamon turun dari ranjang dan bermaksud mengejarnya. Namun guin memegang tangannya agar dia tidak pergi, tapi sekarang aamon tidak akan diam saja, aamon manarik tanganya dan langsung pergi meninggalkan guin sendiri di kamar itu.
__ADS_1
________________________________________________
Bersambung