
Waktu berjalan dengan sangat cepat hubungan Gilang dan Salsa pun semakin dekat tapi itu berlaku hanya di luar lingkungan kampus saja.
Kalau sedang berada di kampus Gilang dan Salsa seperti tidak saling mengenal, Dalsa semakin nyaman berada di sisi Gilang.
Di hatinya juga sudah mulai tumbuh benih - benih cinta, cuma dia memendam perasaannya karena dia takut Gilang hanya menganggapnya adik saja.
Hari ini kelas Salsa selesai dengan sangat cepat sekitar jam satu siang dia sudah tidak ada kelas lagi.
Salsa pun mampir ke kantin kampus untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan dan tentu saja dia di temani Arini.
Setelah mereka memesan makanan dan minuman mereka pun mulai mencari tempat duduk.
Mereka makan sambil mengobrol.
" Sa lihat deh pak Gilang berjalan ke arah kita.. " kata Arini
Dalsa pun melihat ke arah belakang dan benar saja Gilang sedang berjalan ke arahnya.
" Biarin aja sih mungkin dia juga mau makan.. " jawab Salsa lalu kembali melanjutkan makannya.
Tidak lama Gilang pun sampai di meja Salsa dan Arini.
" Sa bisa kita bicara sebentar.. ? " tanya Gilang
Salsa melihat Arini seolah - olah dia sedang bertanya ' bagaimana.. ? ' Arini yang mengerti langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Salsa pun pamit kepada Arini dan mengikuti Gilang sampai parkiran.
" Kita mau kemana pak.. ? " tanya Salsa karena Gilang memintanya masuk kedalam mobil.
" Masuk saja nanti juga kamu akan tahu, lagian kamu juga sudah tidak ada kelas kan.. ? " kata Gilang sambil mempersilahkan Salas masuk.
" Iya sih.. " tanpa berfikir panjang lagi Dalsa pun masuk kedalam mobil Gilang.
Nereka pun mulai meninggalkan kampus dan pergi ke suatu tempat.
Dua jam lebih mereka tempuh untuk sampai ketempat tujuan, Gilang pun segera memarkirkan mobilnya.
" Kita mau ngapain kesini kak.. ? " tanya Salsa heran
" Menikmati pemandangan, kamu nggak lihat itu pemandangannya bagus banget apa lagi kalau malam. Udaranya juga masih sangat sejuk walaupun sudah hampir sore begini.. " kata Gilang
__ADS_1
Memang benar sejauh mata memandang hamparan kebun teh luas terbentang, Salsa ingat kalau dia belum memberi tahu keluarganya.
Dalsa pun mengambil handphone nya berniat untuk menghubungi orang rumah dan itu di lihat oleh Gilang.
" Kamu mau kabarin orang rumah.. ? " tanya Gilang dan langsung di angguki oleh Salsa
" Nggak perlu tadi kakak sudah minta ijin sama ibu kamu, dan beliau mengijinkan.. " jawab Gilang
Gilang pun membawa Dalsa ke rumah makan yang tidak jauh dari sana.
" Kita makan dulu ya, kakak laper.. " ajak Gilang.
Mereka pun mulai memesan makanan, Gilang yang memesan nasi goreng sedangkan Salsa hanya memesan roti bakar, dia masih merasa kenyang.
" Kamu beneran cuma pesan itu.. ? " tanya Gilang
" Iya kak, lagian kan tadi kakak lihat sendiri aku habis makan di kantin "
Setelah pesanan mereka datang mereka pun mulai menikmati makanannya sambil melihat hamparan kebun teh.
" Sa, kakak boleh nanya sesuatu nggak.. ? " tanya Gilang
" Kamu sudah punya pacar apa belum sih.. ? "
" Kenapa kakak nanya kaya gitu.. ? " tanya Salsa heran
" Ya kakak ingin tahu saja, apa cewek secantik kamu sudah punya pacar apa belum.. " tanya Gilang lagi
Salsa pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dan itu membuat Gilang senang.
" Kalau yang lagi deketin kamu ada.. ? " tanya Gilang lagi
Salsa pun memikirkan nya, dan dia merasa tidak ada yang sedang mendekatinya saat ini.
Salsa pun kembali menggelengkan kepalanya lagi.
" Kalau yang kamu suka.. ? "
Salsa melihat kearah Gilang, dia tidak mungkin mengatakan kalau dia suka sama laki - laki yang ada di hadapannya ini.
" Salsa nggak tahu kak ini rasa suka atau cuma kagum aja, tapi Dalsa merasa senang kalau ada di dekat nya.. " jawab Salsa tanpa berani melihat Gilang
__ADS_1
Gilang sedikit kecewa dengan jawaban Salsa barusan tapi dia harus mencobanya.
" Kalau saat ini ada laki - laki yang menyatakan cintanya sama kamu, apa kamu mau terima dia.. ? "
" Tergantung siapa dan seperti apa dulu laki - laki itu.. " jawab Salsa
Gilang pun diam untuk sesaat, dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk menyatakan perasaan nya terhadap Salsa dia tidak perduli jika harus di tolak sekali pun.
Tapi dia berharap Salsa mau menerimanya, Hilang pun mulai menarik nafas dan melihat ke arah Salsa.
" Sa, mungkin kata - kata kakak saat ini sangat jauh dari kata romantis atau apalah itu, tapi satu hal yang harus kamu tahu kakak sayang sama kamu dan kakak ingin kamu jadi pacar kakak. Ya kakak tahu, kakak mungkin terlalu terus terang sama kamu tapi yang kakak tahu sekarang kakak benar - benar sudah jatuh hati sama kamu.
.... Sa, apa kamu mau menjadi pacar kakak.. ? Selalu mengisi hari - hari kakak yang kosong.. " kata Gilang dengan wajah yang sangat serius
Salsa diam, dia masih tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar nya, apa barusan Gilang nembak dia.
" Sa kok kamu diam aja, kalau kamu mau nolak kakak juga nggak apa - apa kok kakak ngerti mungkin ini terlalu cepat buat kamu.. " kata Gilang sedikit kecewa
Salsa pun tersenyum ternyata ini bukan mimpi, Gilang benar - benar nembak dia.
" Kak Gilang serius suka sama aku.. ? " tanya Salsa memastikan
" Tentu saja kakak serius, kakak sudah jatuh hati saat pertama kali lihat kamu.. Jadi gimana apa kamu perlu waktu untuk menjawabnya.. ? " tanya Gilang
Salsa pun menggelengkan kepalanya.
" Buat apa memikirkannya lagi kalau jawabannya sudah ada di depan mata kita.. "
" Jadi... ??" kata Gilang penasaran
" Aku mau jadi pacar kakak.. " jawab Salsa dan itu membuat Gilang tersenyum bahagia.
" Kamu serius.. ? " tanya Gilang memastikan.
" Iya aku serius.. "
Gilang pun langsung memeluk Salsa dengan sangat erat dia tidak perduli dengan orang - orang yang sedang melihat mereka.
" Terima kasih, kakak berjanji akan selalu membuat kamu tersenyum.. " Gilang pun mengecup tangan Salsa
Senyum Salsa tidak pernah luntur sedikit pun, malam ini dia sangat bahagia karena mulai detik ini mereka sudah resmi berpacaran.
__ADS_1