PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
²⁹


__ADS_3

Pagi ini Salsa harus berangkat sendiri ke kampus karena Gilang harus pergi ke cafe milik Serli, setelah membayar ojol yang tadi membawanya ke kampus dia pun mulai berjalan menyusuri jalanan kampus yang sudah mulai ramai.


" Pagi.. " sapa Salsa


" Pagi juga Salsa.. " jawab Yesi sambil tersenyum.


Salsa pun duduk di bangku yang berada di lorong kampus bersama teman - temannya.


" Eh loe udah denger gosip belum.. ? '' tanya Yesi membuka obrolan


" Gosip soal apa.. ? " tanya Salsa dan Arini bersamaan


" Itu gosip tentang dosen killer kita.. " sahut Yesi


" Maksud loe pak Gilang.. ? " tanya Arini memastikan


" Iyalah siapa lagi dosen kita yang killer kalau bukan dia.. "


" Memang ada gosip apa sama dia.. ? " kata Salsa yang juga sangat penasaran.


" Denger - denger dia baru jadian loh sama Natali, Dan orang tua nya Natali juga udah setuju bahkan yang gue denger mereka mau tunangan gitu bentar lagi.. " jawab Yesi dengan wajah serius nya.


Salsa dan Arini yang mendengar kabar ini merasa sangat kaget terutama Salsa.


" Loe serius.. ? " tanya Arini meyakinkan.


" Serius, bahkan Natali sendiri yang ngomong ke anak - anak kalau mereka baru saja jadian dan mereka juga pernah makan malam bareng orang tua Natali bahkan foto kebersamaan mereka juga ada.. " jelas Yesi lagi


" Apa benar hubby selingkuh dari aku. " batin Salsa


Arini yang mengetahui hubungan Salsa dengan Gilang melihat kearah Salsa dan memggengam tangan nya.


Salsa melihat ke arah Arini dan hanya bisa tersenyum, senyum yang sangat di paksakan karena hatinya sekarang sedang tidak baik - baik saja.


" Kapan mereka jadian nya. ? " tanya Salsa mencoba menguatkan dirinya


" Yang gue denger sih baru satu minggu yang lalu.. "


" Satu minggu yang lalu kita bahkan baru pulang dari pantai dan memang setelah itu kamu selalu sibuk sendiri by, bahkan kamu juga sudah jarang anter jemput aku seminggu ini.. " batin Salsa


Ya semenjak mereka pergi ke pantai waktu itu Salsa dan Gilang jadi sangat susah bertemu, Salsa yang sangat sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya dan Gilang juga yang sibuk dengan pekerjaan nya.


" Udah dari pada kita ngegosip disini mendingan kita ke kelas, 5 menit lagi kelas mulai loh. " kata Arini


Arini pun langsung menarik tangan Salsa agar mengikutinya ke dalam kelas.

__ADS_1


" Sa loe baik - baik aja kan.. ? " tanya Arini


" Hmmm.. " jawab Salsa


" Loe jangan dengerin kata Yesi siapa tahu info nya salah, loe harus tanyain dulu ke pak Gilang tentang kabar ini.. Loe jangan ambil keputusan sendiri apa lagi kan hubungan loe sama pak Gilang udah lama banget.. " jelas Arini


" Iya nanti gue tanya sama dia.. "


Setelah mereka masuk ke dalam kelas tidak lama perlajaran pun di mulai, tapi Salsa sama sekali tidak memperhatikan pelajaran nya kali ini pikiran nya menerawang jauh.


Arini yang melihat Salsa melamun sepanjang pelajaran merasa sangat kasihan dia tahu apa yang membuat sahabatnya seperti ini.


Tidak terasa kelas pun berakhir, karena hari ini Salsa hanya ada satu kelas jadi dia bisa pulang lebih awal.


" Guys ke mall yu mumpung masih pagi. " ajak Nina


" Boleh tuh, loe berdua gimana.. ? " tanya Yesi pada Arini dan juga Salsa.


" Gue nggak ikut deh mau ke rumah singgah aja, udah lama banget gue nggak mampir kesana.. " jawab Salsa


" Kalau loe Rin.. ? "


" Hmmm gue ikut Salsa aja ke rumah singgah.. " jawab Arini, sebenar nya dia ingin sekali ikut pergi ke mall bersama Yesi tapi dia lebih mengkhawatirkan keadaan Salsa saat ini.


Mereka berempat pun mulai meninggalakn kelas mereka yang sudah mulai sepi, sesampai nya di parkiran kampus mereka berhenti untuk berpisah.


Tapi sebelum mereka berpisah mata mereka melihat kajadian yang tidak di sangka - sangka.


" Eh tuh mobil dosen killer baru datang.. " celetuk Nina


" Ada kelas siang kali dia.. " jawab Yesi


Di saat mereka akan pergi terlihat seorang wanita turun dari dalam mobil Gilang dan tidak lama di susul oleh Gilang yang keluar dari dalam mobil nya.


" Jadi bener gosip itu kalau mereka udah jadian. " celetuk Yesi


Salsa melihat kejadian itu berusaha untuk tidak menangis walau pun jauh di dalam hati nya dia merasa sangat sakit.


" Iya gue nggak nyangka mereka beneran jadian, padahal tuh dosen dingin banget tapi Natali ko bisa ya luluhin tuh orang. " sahut Nina


" Karena cinta dapat merubah segalanya.. " jawab Yesi asal


Sesaat mata Salsa dan mata Gilang bertemu, Gilang pun tersenyum ke arah mereka.


Salsa yang sudah tidak tahan akhirnya memilih langsung pergi meninggalkan area parkiran.

__ADS_1


" Sa tunggu. " teriak Arini sambil berlari mengejar Salsa.


Gilang yang melihat Salsa pergi merasa sangat heran, tidak biasanya kekasihnya itu bersikap seperti itu.


Salsa langsung menaiki taxi yang kebetulan berada di depan kampus mereka di susul Arini yang tidak mau ketinggalan.


" Sa loe nggak apa - apa kan.. ? " tanya Arini


" Hiks.. hiks.. Rin hati gue sakit banget. " jawab Salsa yang sudah tidak dapat membendung air matanya lagi.


" Loe yang sabar ya, leo harus tanyain dulu sama pak Gilang apa benar mereka sekarang udah pacaran.. Loe tahu sendiri kan Natali itu licik orang nya.. Jangan sampai hubungan loe malah jadi rusak gara - gara masalah ini. " kata Arini


" Gue nggak tahu, gue butuh waktu.. hiks.. hiks.. "


" Sekarang kita kerumah gue aja ya, loe nggak mungkin kan pulang dengan keadaan yang kaya gini, nanti nyokap loe khawatir lagi. " saran Arini dan langsung di angguki oleh Salsa.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit mereka akhirnya sampai juga di rumah Arini, rumah sederhana yang hanya di huni oleh Arini sendiri.


Kedua orang tua Arini baru saja meninggal dunia karena sebuah kecelekaan sedangkan Arini hanya anak tunggal.


Dan untungnya kedua orang tua Arini sudah meninggalkan harta yang sangat cukup untuknya, sehingga dia tidak perlu pusing memikirkan biaya kuliah dan juga sehari - hari nya.


Setiap libur kuliah Arini akan bekerja di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini.


" Loe duduk dulu aja gue bikinin loe minum. " kata Arini yang langsung pergi ke dapur untuk membuat minum


Tidak lama Arini sudah kembali dengan membawa nampan yang berisi jus jeruk dan juga ada cemilan nya.


" Nih loe minun dulu biar tenang. " kata Arini sambil memberikan segelas jus jeruk ketangan Salsa.


Salsa pun menerima minuman itu dan langsung meminumnya sampai habis.


" Rin malam ini gue boleh nginep nggak disini. ? " tanya Salsa yang masih terisak.


" Boleh kok gue malah seneng malam ini jadi ada temen nya. " jawab Arini sambil tersenyum


" Tapi loe harus ngabarin orang rumah biar mereka nggak khawatir.." tambah Arini


" Iya nanti gue telepon ibu.. " jawab Salsa


atidak lama dia pun memeluk Arini dengan sangat erat.


" Makasih ya loe selalu ada buat gue. " bisik Salsa


" Iya sama - sama, kan itu guna nya sahabat. " jawab Arini sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2