PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁶⁵


__ADS_3

sepuluh tahun kemudian


"mom... mommy... mommy dimana...?" teriak seorang remaja yang baru saja datang.


terdengar suara pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang sudah tidak muda lagi tapi masih terlihat sangat cantik.


"mommy disini sayang, ada apa kamu teriak-teriak seperti itu...?" sahut wanita itu sambil berjalan menghampiri sang putra yang baru saja datang.


wanita itu tidak lain adalah salsa dan tentu saja yang berteriak tadi tidak lain adalah reihan. reihan kecil yang sepuluh tahun lalu di bawa oleh salsa kerumah ini kini sudah beranjak dewasa.


"aku bawa ini untuk mommy" sahut reihan sambil memperlihatkan paperbag yang dia bawa sejak tadi.


"apa ini...?" tanya salsa sambil menerima paperbag itu


"mommy buka saja, dan aku harap mommy suka"


salsa pun membuka apa isinya dia melihat sebuah kotak yang cukup menyita perhatian nya.


salsa pun membuka kotak itu dan melihat apa yang ada di dalam nya,


"ini indah sekali sayang, mommy suka" sahut salsa sambil mengeluarkan isinya.


kalung dengan liontin hati yang sangat indah.


"aku sangat senang kalau mommy suka, tadi nya aku takut mommy tidak akan suka dengan kalung ini." sahut Reihan sambil mengambil kalung yang ada di tangan salsa.


reihan pun langsung memakaikan kalung itu di leher salsa dan mulai membisikan sesuatu yang membuat salsa terharu.


"selamat ulang tahun mommy, terima kasih karena selama ini mommy sudah menyayangi dan juga merawat rey dengan sangat baik.. i love you mom" kata reihan yang langsung memeluk salsa dengan sangat erat.


"terimakasih sayang mommy yang sangat beruntung bisa menjadi mommy kamu, dan terima kasih karena selama ini selalu ada untuk mommy, i love you too baby.." kata salsa yang sudah tidak bisa memendung air matanya lagi.


"oh iya mom nanti malam kita akan makan di luar jadi mommy tidak perlu memasak.."


"baiklah terserah kamu" sahut salsas sambil tersenyum.

__ADS_1


malam pun tiba salsa masih bersiap-siap di dalam kamar, di cermin dia melihat pantulan dirinya yang kini sedang memakai kalung pemberian putra semata wayang nya, dia pun tersenyum kala teringat dengan perlakuan sang putra yang sangat menyayanginya walaupun di antara mereka tidak ada ikatan darah sama sekali.


sesampainya di restoran salsa dapat melihat seluruh keluarganya sudah ada disana, dan dia tidak mengetahui hal itu, dia pikir malam ini hanya dirinya dan reihan saja yang akan makan malam bersama.


"selamat ulang tahun ya sayang, semoga kamu panjang umur dan bahagia selalu" ucap bu rina yang langsung memeluk sang putri tercinta dengan sangat erat.


semua orang yang ada di sana pun mengucapkan selamat ulang tahun kepada salsa. dan malam itu mereka pun makan dengan rasa yang bahagia.


"sayang ini sudah sepuluh tahun sejak Gilang meninggal apa kamu tidak mau menikah lagi.. ?" tanya Bu Rina


"ibu tahu kan aku tidak bisa melakukan itu, sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan gilang" sahut salsa


"tapi setidaknya kamu mencoba untuk membuka hati kamu lagi dek, coba kamu lihat Rey selama ini dia tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah" tambah Denis


salsa pun melihat kearah Rey yang duduk tepat di sampingnya, memang benar apa yang di katakan denis, selama ini Rey tumbuh tanpa kasih sayang dari ayah.


salsa berperan sebagai ayah sekaligus juga seorang ibu bagi Reihan, salsa juga sadar walaupun Reihan tidak pernah mengatakan kalau dia sangat ingin seorang ayah tapi dia juga sangat butuh peran seorang ayah.


sebenarnya bukan kali ini saja keluarga Salsa meminta nya untuk menikah lagi tapi selalu saja di tolak oleh salsa.


ya Zaki putra dari mbok Ningrum, kini Zaki dan keluarga nya sudah tidak tinggal dengan salsa lagi.


sejak Zaki diminta untuk menggantikan posisi Gilang dia lebih memilih tinggal di rumah nya sendiri.


apalagi setelah satu tahun kepergian Gilang pak sobri juga ikut menyusul karena sakit, salsa juga lebih memilih tinggal di sebuah apartemen yang berada tidak jauh dari kampus Reihan.


"kamu harus pikirkan lamaran zaki dan dafa sayang, kasihan mereka sudah lama menunggu jawaban dari kamu" kata bu rina membuyarkan lamunan salsa.


"nanti aku pikirkan lagi" sahut salsa.


sedangkan jauh di belahan negara lain seorang laki-laki baru saja kembali dari kantor, wajahnya terlihat sangat dingin sekali.


dia berjalan menyusuri setiap ruangan, rumah yang sangat mewah ini terlihat sangat sepi karena semua penghuni telah tertidur di dalam kamar mereka masing-masing.


rumah yang sangat mewah ini hanya di isi oleh beberapa orang saja, sudah delapan tahun dia tinggal di rumah ini, dan selama itu tidak ada yang berubah dengan suasana rumah ataupun yang lainnya.

__ADS_1


dia pun segera masuk kedalam sebuah kamar dengan nuansa pink, dia terus berjalan kearah tempat tidur dimana disana terdapat makhluk kecil yang sudah terlelap.


pria itu pun duduk di tepi tempat tidur dan mulai mengelus rambut sang putri tercinta.


"maaf ya daddy pulang terlambat" kata laki-laki itu sambil mencium kening sang putri.


setelah puas berlama-lama di dalam kamar itu dia pun segera keluar setelah sebelum nya merapihkan selimut putrinya.


"kamu baru pulang...?" tanya seorang wanita yang kini sedang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


"hmmm, kamuk belum tidur...?"


"bagaimana aku bisa tidur kalau suami ku masih belum pulang sampai tengah malam seperti ini" kata wanita itu sambil berjalan kearah mike.


brenda langsung memeluk mike, dia benar-benar merindukan laki-laki ini, laki-laki yang sudah hampir sepuluh tahun selalu bersamanya.


"jangan sekarang brenda aku sangat lelah" sahut mike sambil menjauhkan brenda dari pelukannya.


brenda yang kecewa dengan perlakuan dingin mike langsung menjauh.


dia sadar selama sepuluh tahun mengenal mike lelaki-laki itu tidak pernah meliriknya, bahkan sikapnya juga sangat dingin kepada dirinya.


mike hanya akan bersikap hangat dengan anna saja, putri satu-satunya di rumah ini.


"tapi aku sangat merindukan kamu sayang, apa kamu tidak merindukan aku...?" tanya brenda yang masih mencoba mengambil hati mike.


"aku mau mandi" sahut mike yang sangat enggan menjawab pertanyaan dari brenda.


brenda hanya bisa menatap nanar kepergian mike, sudah berbagai cara dia lakukan agar mike bisa mencintainya tapi semua usaha nya sama sekali tidak berhasil.


bahkan pernikahan mereka pun terjadi karena brenda mengaku telah hamil anak dari mike, sehingga mau tidak mau mike pun bertanggung jawab.


sedangkan mike setelah selesai mandi dan berganti baju dia pun langsung berjalan kearah ruang kerja nya yang berada tepat di lantai satu.


di dalam sana dia malah termenung, sudah delapan tahun dia menjalani kehidupan rumah tangga dengan brenda tapi sampai saat ini tidak ada rasa cinta untuk wanita yang sudah melahirkan putrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2