PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
³³


__ADS_3

Pagi ini perasaan Salsa jauh lebih baik, setelah kemarin Gilang menjelaskan semuanya dia merasa sangat lega karena Gilang sama sekali tidak berselingkuh di tambah penjelasan Denis semalam yang juga ikut menjelaskan permasalahan mereka.


Salsa tidak aneh kalau Denis sampai tahu tentang masalah mereka berdua, pasti Gilang yang memberi tahukan nya secara Denis adalah teman dekat Gilang.


Setelah menyelesaikan ritual mandi nya Salsa pun bergegas turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya.


" Pagi semua.. " sapa Salsa sambil menarik kursi dan mulai duduk di samping Haikal.


" Pagi sayang, mau sarapan apa.. Roti apa nasi goreng.. ? " tanya bu Rina


" Nasi goreng aja deh bu.. " jawab Salsa sambil memberikan piring kosong ke tangan ibunya.


" Anak ayah kelihatan ceria sekali pagi ini. " kata ayah Wahyu sambil melihat kearah Salsa.


" Gimana nggak ceria yah, orang sekarang udah nggak galau lagi. " jawab Denis yang kebetulan sedang menginap di rumah kedua orang tuanya.


" Iih abang apaan sih, nggak jelas banget. " protes Salsa sambil menekuk wajah nya


" Lah emang iya kan sekarang kamu sudah nggak galau lagi kalau nggak percaya tanya aja sama Haikal.. " kata Denis


Sedangkan Haikal yang di tanya merasa heran kenapa nama nya di bawa - bawa.


" Diih kenapa adek di bawa - bawa, adek nggak tahu apa - apa ya. " kata Haikal sambil mengambil tas nya dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Salsa pun tertawa karena melihat Denis tidak mendapat dukungan dari adik nya itu.


" Bang Denis kasihan banget sih, udah nggak dapet dukungan di tinggalin juga lagi.. "


" Terus aja ledek abang, kemaren nangis - nangis sekarang aja malah ketawain abang. " kata Denis yang juga ikut tersenyum.


Jujur dia lebih suka Salsa yang banyak tersenyum dan bahagia seperti ini, dia sudah jauh dari Salsa sejak dia kecil dan setelah Salsa kembali kerumah ini dia sudah berjanji akan selalu membuat Salsa bahagia.


" Kamu nggak kuliah sayang. ? " tanya bu Rina


" Kuliah bu tapi berangkat nya siang, kebetulan di kampus lagi ada acara. " jawab Salsa sambil memakan habis nasi goreng nya.


Tepat jam 8.30 Gilang datang untuk menjemput Salsa, mereka akan berangkat bersama.


Gilang mengambil ponsel milik nya dan menghubungi Salsa.


" Sayang cepat kamu keluar hubby tunggu di depan.. " kata Gilang setelah panggilan nya tersambung.


" Ok. " jawab Salsa di seberang sana.


Salsa pun segera mengambil tas nya yang berada di kamar lalu berpamitan kepada ibu dan juga kakak iparnya.

__ADS_1


Karena Denis dan ayah nya sudah pergi ke kantor masing - masing.


Di dalam mobil Gilang dapat melihat Salsa berlari kecil menuju ke arah mobilnya dan langsung masuk.


" Pagi by.. " sapa Salsa


" Pagi juga sayang, sudah siap.. ? " tanya Gilang sambil mengelus rambut Salsa.


" oh iya sudah.. " jawab Salsa sambil tersenyum manis kepada Gilang.


Mereka pun mulai meninggalkan rumah Salsa, sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol dan bercanda, sungguh Gilang sangat merindukan saat - saat seperti ini.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat lama akhirnya mereka sampai juga di kampus, Gilang pun langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang biasa dia gunakan.


Ketika Salsa turun dari mobil Gilang banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, karena hari sudah siang di tambah di kampus juga akan ada acara jadi sudah pasti para mahasiswa sudah banyak yang berdatangan.


Tanpa Salsa sadari Gilang sudah menarik tangan Salsa dan mereka pun mulai meninggalkan parkiran.


" Udah kamu jangan pikirin mereka, cukup pikirin hubby aja. " bisik Gilang sambil tersenyum.


" Ih hubby apaan sih. " kata Salsa sambil memukul tangan Gilang yang sedang berada di genggaman nya.


Sepanjangan koridor kampus Gilang terus saja menggegam tangan Salsa, walaupun Salsa berusaha melepaskan nya tapi Gilang malah semakin mengeratkan genggaman nya itu.


" Memang nya kenapa toh kita nggak berbuat yang aneh - aneh. " jawab Gilang dengan santai nya.


" Ini loh by tangan akunya lepasin.. " tunjuk Salsa


" Kalau hubby nggak mau gimana. ? " goda Gilang sambil menaik turun kan alis nya.


" Iiih hubby aku kan malu.. " rengek Salsa


" Kenapa harus malu sih, harus nya hubby lakuin ini sejak dulu.. "


Salsa pun akhirnya menyerah dia tidak akan bisa menang melawan Gilang.


Mereka pun akhirnya berpisah di persimpangan, Gilang yang harus ke ruangan nya sedangkan Salsa ingin ke perpustakaan untuk mengembalikan buku.


" Jangan dengerin apa kata orang lagi, nanti kamu ke lapangan ya, ada kejutan untuk kamu. " kata Gilang sambil memainkan rambut Salsa.


" Apa by. ? " tanya Salsa penasaran.


" Nanti kamu juga tahu, makanya jangan telat nanti jam 10 kelapangan. " perintah Gilang.


" Siap, ya udah kalau gitu aku ke perpus dulu ya by.. Inget jangan tebar pesona sama cewek lain.. " sahut Salsa.

__ADS_1


" Hubby hanya tebar pesona sama satu wanita yaitu kamu. " bisik Gilang


" Gombal. " kata Salsa sambil mencubit perut Gilang.


" Aaaww.. Aaaaww.. Sakit sayang, ko hubby malah di cubit sih. Orang hubby bicara jujur ko.. " protes Gilang.


" Udah ah sana, nanti keburu telat aku balikin bukunya.. " kata Salsa mencoba melepaskan tangan nya dari Gilang.


" Ya udah tapi ntar jangan lupa ya jam 10 di lapangan jangan sampai telat. " kata Gilang mengingatkan.


" Iya hubby ku yang super duper bawel, aku pasti ingat ko jam 10 di lapangan.. " kata Salsa sambil tersenyum.


Akhirnya mereka pun berpisah dengan perasaan yang sangat bahagia, Salsa sangat beruntung memiliki Gilang dalam hidupnya.


Gilang adalah cinta pertama nya dan dia berharap Gilang akan menjadi cinta terakhirnya.


Salsa pun berjalan ke arah perpustakaan, dia langsung menyerahkan buku yang sempat di pinjam nya selama beberapa hari.


Setelah selesai dengan urusan nya dia pun segera ke kantin untuk menyusul teman - teman nya yang sudah lebih dulu pergi kesana.


" Sorry ya gue telat. " kata Salsa sambil menarik kursi yang berada di kantin.


" Iya nggak apa - apa kita juga baru datang ko.. " jawab Yesi


" Eh iya sa, kemaren pak Gilang bawa loe kemana.. ? " tanya Nina penasaran.


" Nggak kemana - mana ko.. " jawab Salsa sambil meminum minuman nya yang baru saja dia beli.


" Loe udah baikan sama dia.. ? " bisik Arini


" Udah.. " jawab Salsa sambil berbisik juga


" Loe berdua ngomong apaan sih ko bisik - bisik gitu " tanya Yesi yang penasaran dengan kedua sahabatnya ini.


" Nggak ada apa - apa ko.. " jawab Salsa dengan cepat


" Eh abis ini kita kelapangan yu, di sanakan ada bazar kita lihat - lihat siapa tahu ada barang yang bagus - bagus.. " ajak Nina


" Boleh, gue juga emang mau kesana.. " jawab Salsa


" Gue denger ada band kampus juga loh yang akan tampil, gue nggak sabar pengen lihat Dafa. " celetuk Yesi


" Loe suka sama Dafa.. ? " tanya Arini penasaran


" Eh nggak, cuma kagum aja udah ganteng terus suaranya juga bagus banget. " jawab Yesi sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2