PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁵⁸


__ADS_3

"ini mbak" suara zaki membuyarkan lamunan salsa.


"terimakasih" mereka pun mulai memakan makanan mereka masing-masing.


tapi baru saja beberapa suap salsa kembali membuka suara.


"ki, boleh saya bertanya sesuatu sama kamu...?" tanya salsa ragu


" silahkan mbak,memangnya mbak mau bertanya apa...?" kata zaki sambil melanjutkan acara makannya.


"apa perusahaan yang gilang tanggani saat ini sangat rumit.. kenapa sampai sekarang dia masih belum pulang juga....?" tanya Salsa dengan wajah yang menyedihkan


Zaki pun langsung diam ketika mendengar pertanyaan itu, dia juga sebenarnya tidak tahu seperti apa keadaannya disana, tapi yang dia tahu perusahan disana sedang mengalami masalah yang sangat serius.


"saya juga tidak tahu pasti tentang situasinya seperti apa, saya hanya tahu kalau perusahaan disana mengalami masalah yang sangat besar dan itu hanya bisa di selesaikan oleh mas Gilang sendiri" jawab Zaki


"lalu apa kamu tahu sampai kapan Gilang akan berada disana....?"


"maaf mbak kalau itu saya tidak tahu" kata Zaki sambil menunduk lesu.


"hmmmmm ya sudahlah tidak apa-apa" sahut salsa yang kembali memakan makanannya.


zaki diam-diam melirik ke arah salsa, dalam hati dia berdoa semoga gilang segera kembali ke rumah ini dan kembali berkumpul bersama salsa dan yang lainnya.


salsa selesai dengan makanannya, dia pun segera merapikan semua bekas makannya, tidak lupa dia juga berterimakasih kepada zaki.


"makasih ya ki buat makanannya.. saya mau ke kamar dulu" kata salsa sambil tersenyum.


"iya mbak sama-sama, mbak langsung tidur, biar besok tidak kesiangan" sahut zaki yang tersenyum ke arah salsa.


"iya tentu" setelah mengatakan itu salsa pun segera pergi ke kamarnya, dia akan berusaha mengistirahatkan dirinya dan melupakan tentang gilang sejenak.




"apa gilang masih belum ada kabar juga...?" tanya denis ketika salsa baru saja masuk ke ruangannya.



"belum bang, aku sangat khawatir dengan dia.. apalagi sudah beberapa hari ini dia juga tidak memberi kabar ataupun membalas pesan ku" sahut salsa dengan wajah yang sedih"



"apa kamu sudah menghubungi asisten gilang...?" tanya denis yang Mulai khawatir tentang keadaan sahabat sekaligus adik iparnya itu.



" hmmm dia malah tidak tahu apa-apa, seperti biasa jika gilang pergi dia selalu meninggalkan zaki di rumah untuk menjaga ku.." sahut salsa dengan lesu.



"bang aku khawatir kejadian dulu sebelum kami menikah terulang lagi, aku takut dia kenapa-napa" tambah salsa



denis pun seolah di ingatkan kembali dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, dimana dia menemukan sang sahabat dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.



entah kenapa denis merasa kini gilang juga dalam bahaya.



"begini saja, biar abang yang coba cek kesana.. dan selama abang pergi kamu jaga perusahaan dan juga jangan berbuat yang aneh-aneh yang bisa membahayakan diri kamu" kata denis dan tidak bisa di bantah lagi.



"tapi apa tidak apa-apa bang...?" kata salsa ragu


__ADS_1


"tentu saja tidak apa-apa, lagi pula abang kebetulan ada pekerjaan disana jadi biar sekalian abang cek saja" sahut denis sambil mengelus punggung salsa



"ya sudah kalau begitu, tapi abang disana juga hati-hati ya dan jangan lupa terus kabarin aku" sahut salsa yang kini langsung masuk kedalam pelukan denis.



"tentu abang juga akan sering-sering mengabari kamu, kamu tenang saja ya..." salsa pun langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban.



setelah pembicaraan mereka selesai denis pun segera menghubungi orang-orangnya untuk mencari keberadaan gilang disana, sedangkan dia sendiri segera memesan tiket pesawat untuk besok pagi.



"loe sebenarnya ada dimana...?" kata denis sambil menatap jauh ke depan sana.



keesokan paginya setelah berpamitan kepada semua orang denis pun segera berangkat, dia berharap sesampainya disana dia bisa langsung bertemu dengan gilang.



begitu juga dengan salsa dia berharap semoga kakak dan juga suaminya bisa kembali dengan selamat.



"mbak tenang saja mas gilang pasti baik-baik saja" kata haikal yang saat itu sedang berkunjung ke kantor denis.



"ya mbak juga berharap seperti itu" sahut salsa dengan senyum yang agak di paksakan.



selama gilang dan juga denis pergi haikal dan zaki lah yang bertugas menjaga salsa.




sudah hampir satu minggu denis pergi, tapi sampai sekarang dia masih belum bisa menemukan keberadaan gilang.



gilang seperti di telan oleh bumi sehingga dia sama sekali tidak bisa melacaknya. orang-orang yang membantu denis untuk mencari gilang pun sudah hampir menyerah.



sudah semua tempat mereka datangi, bahkan sampai ke tempat terpencil tapi masih belum mendapatkan titik terang.



denis benar-benar sangat frustasi dengan keadaan ini, apalagi dia mendengar sang adik kini sedang terbaring lemah.



"bagaimana...?" tanya denis kepada orang yang baru saja datang



" maaf bos tapi anak buah saya belum bisa menemukannya, semua bukti dan saksi juga ikut hilang"



"apa kalian sudah memeriksa cctv kantor dan juga hotel tempat gilang menginap...?"



"kami sudah memeriksanya berulang kali tapi tidak ada yang aneh, pada hari dimana pak gilang menghilang dia keluar dari hotel jam enam pagi dan tidak ada yang aneh dengan itu semua." lapor sang anak buah

__ADS_1



"lalu apa ada penjelasan kemana dia pergi...?" tanya denis lagi



"tidak ada bos, tapi yang aneh nya pada hari itu pak gilang sama sekali tidak masuk ke kantor padahal saat itu beliau ada meeting yang sangat penting sehingga meeting pun harus di batalkan"



"apa kalian sudah mengecek cctv setiap jalan yang menuju kantor gilang...?" tanya denis lagi memastikan.



"sudah bos, tapi hari itu pak gilang tidak lewat jalan yang biasa dia lewati"



denis pun memijit kepalanya, hilangnya gilang benar-benar menjadi misteri yang harus dia pecahkan.



denis juga tidak mungkin terus berada di negara ini apalagi dia juga memiliki sebuah perusahaan yang harus dia jalankan, terlebih lagi dengan kondisi salsa saat ini.



sementara itu di rumah salsa, seperti biasa salsa akan pergi ke kantor semalam dia sudah berbicara dengan denis tentang situasi disana dan hanya kabar buruk yang dia dapat sehingga dia tidak bisa tidur sama sekali.



tadi pagi saat dia bangun badannya terasa sangat tidak enak, tapi dia tidak mau berdiam diri saja di rumah itu akan membuatnya semakin mengingat gilang.



salsa pun berjalan menuruni setiap anak tangga dengan sangat hati-hati, kepalannya teras sangat berat dan juga pusing tapi dia tidak mau merasakan hal itu.



zaki yang baru saja keluar dari kamarnya terus saja melihat kearah salsa, dia tahu ada yang salah denga istri dari bosnya itu.



dan benar saja baru saja salsa berada di tengah tangga keseimbangannya mulai hilang, zaki yang melihat itu pun langsung berlari ke arah salsa.



"mbak salsaaaaa" panggil zaki sambil berlari dan itu membuat mbok ningrum dan pak sobri segera datang.



"ya allah mbak salsa" kata mbok ningrum yang melihat salsa hampir saja terjatuh kalau zaki tidak segera menahan tubuhnya.



"mbak tidak apa-apa...?" tanya zaki yang sudah berhasil menangkap tubuh salsa



"mbak tidak apa-apa ki, hanya sedikit pusing saja" sahut salsa yang kini berpegangan ke tangan zaki.



"ya allah mbak badan mbak panas sekali, mbak sedang deman"



"nanti siang juga baik lagi ki"



zaki pun menuntun salsa kembali ke kamarnya dan otomatis salsa tidak bisa menolak apalagi mbok ningrum juga berada di belakang zaki.

__ADS_1


__ADS_2