PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
6


__ADS_3

" Nikah aja belum apa lagi pacar " jawab Gilang sambil tersenyum


" Maaf pak " kata Salsa


Mereka pun mulai menghabiskan makanan mereka.


" Sa.. " panggil Gilang


" Iya pak.. ? " Salsa pun melihat ke arah Gilang


" iLItu di sudut bibir kamu ada.. " kata Gilang terhenti dan mulai memperagakannya.


Salsa yang mengerti langsung mengambil tisu yang ada di dekatnya.


" Ini pak.. ? " tanya Salsa


" Atas sedikit lagi "


Salsa pun mengikuti setiap arahan yang di berikan Gilang, karena Gilang sudah tidak tahan lagi dia pun segera mengambil tisu dari tangan Salsa dan mengelap ujung bibir Salsa dengan sangat lembut.


Untuk sekian detik mereka saling memandang satu sama lain.


" Maaf " kata gilang sambil menyerah kan lagi tisu ketangan Salsa.


Salsa pun hanya menganggukan kepalanya, setelah itu Gilang pun pamit dia akan membayar semua pesanannya tadi.


" Kenapa gue jadi deg - degan gini.. " kata Salsa sambil memegang dadanya


Setelah semua beres mereka pun segera melanjutkan perjalanan mereka, di sepanjang perjalan tidak ada yang berani membuka suara.


Situasinya sekarang menjadi sangat canggung sekali, tidak terasa mereka pun akhirnya sudah sampai di depan rumah Salsa.


" Terima kasih pak untuk hari ini, bapak sudah mau menolong saya, mentraktir saya makan dan sekarang mengantarkan saya pulang juga.. " kata Salsa sambil tersenyum

__ADS_1


" Iya sama - sama, saya juga terima kasih karena kamu sudah mau menemani saya makan.. "


" Iya pak, kalau gitu saya masuk dulu, Assalamualaikum " pamit Salsa sambil membuka pintu mobil


" Waalaikumsalam "


Setelah Salsa keluar Gilang pun segera pergi meninggalkan rumah Salsa.


" Assalamualaikum " salam Salsa sambil masuk kedalam rumah.


" Waalaikumsalam, kamu dari mana aja Sa mamah telepon tapi handphone kamu malah nggak aktif.. " tanya mamah khawatir


" Iya mah maaf tadi habis dari kampus Salsa langsung kerumah singgah dulu dan handphone Salsa mati " jelas Salsa


" Ya sudah kalau gitu, kamu mau langsung makan atau bersih - bersih dulu..? " tanya mamah lagi


" Kayanya aku langsung istirahat aja deh mah, lagian tadi di jalan aku juga sempat makan dulu " jelas Salsa.


Dia segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Salsa pun teringat kejadian tadi dimana Gilang mengelap mulut nya itu.


" Kenapa gue jadi mikirin dia ya.. " kata Salsa


Salsa pun memutuskan untuk bersih - bersih terlebih dahulu, sesudah itu dia akan segera menyelesaikan tugas nya.


Sudah lewat tengah malam dan tugas Salsa pun baru selesai.


" Ah, akhirnya selesai juga.. " kata Salsa sambil tersenyum


Dia pun segera berdiri dan mulai berjalan ke arah tempat tidur, hari ini badannya sangat lelah sekali dan tidak butuh waktu lama untuk dia bisa terlelap.


Selain itu di sisi gilang.


Setalah sampai rumah, Gilang di sambut oleh mbok Ningrum, mbok Ningrum ini adalah art yang bekerja di rumah Gilang dia bekerja bersama dengan suaminya.

__ADS_1


Karena Gilang selama ini tinggal seorang diri jadi dia sudah menganggap mbok Ningrum dan suaminya itu sebagai keluarga nya sendiri.


" Aden baru pulang, mau si mbok siapkan makan malamnya atau mau di buatkan sesuatu.. " tawar mbok Ningrum


" Makasih mbok tapi saya sudah makan, tolong buatkan saja saya kopi dan antar ke kamar saya ya mbok.. " pinta Gilang sambil tersenyum


" Baik den si mbok akan segera buat kan.. " mbok Ningrum pun segera meninggalkan Gilang.


Gilang melangkahkan kaki menuju ke kamarnya, dia langsung menyimpan tas serta duduk di sisi tempat tidurnya.


" Kenapa jadi kepikiran anak itu.. " kata Gilang sambil tersenyum


Dia pun mengingat kejadian saat dia bersama dengan Salsa dan itu membuat nya tersenyum bahagia.


Entah kenapa dia merasakan ada yang berbeda dengan gadis itu, pertama bertemu dengan Salsa dia berfikir kalau Salsa itu gadis yang manja tapi setelah melihat kejadian tadi dia menjadi merasa bersalah karena sudah beranggapan seperti itu.


" Tapi kalau di pikir - pikir dia cantik juga kalau lagi senyum gitu " kata Gilang pelan.


" Siapa yang cantik den.. ? " tanya mbok Ningrum yang datang tiba - tiba,


" ah, bukan apa - apa kok mbok, makasih kopinya mbok.. " kata Gilang sambil menerima secangkir kopi.


" Iya sama - sama, kalau gitu si mbok pamit ya mau tidur duluan. "


" Iya mbok "


Mbok Ningrun pun pergi meninggalkan Gilang.


" Udah ah ngapain juga aku harus mikirin cewek itu " Gilang pun segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai dia pun segera duduk di sofa yang ada di kamar nya, dia mengambil buku dan mulai membacanya sambil meminum kopi yang sudah mulai dingin.


Tepat jam 12 malam Gilang memutuskan untuk tidur karena besok dia ada kelas pagi.

__ADS_1


__ADS_2