PACARKU DOSEN TAMPAN

PACARKU DOSEN TAMPAN
⁴⁰


__ADS_3

Anak-anak pun langsung melambaikan tangan nya kepada Dafa.


"Hai kak Dafa" sapa anak-anak


"Hai semua nya, salam kenal ya dari kakak"


Setelah itu mereka pun mulai kembali belajar, tentu saja Dafa dan juga Salsa ikut mengajar mereka. Dafa sangat senang berada di sini, apalagi ini kali pertama dia mengunjungi tempat seperti ini.


Sesaat dia melihat ke arah Salsa yang sedang tertawa lepas bersama anak-anak, sungguh dia akan sangat beruntung jika dapat memiliki gadis cantik yang ada di hadapan nya ini.


Tapi sayang, dia sudah ada yang punya.


Cukup lama mereka berada di tempat itu, Salsa dan Dafa pun segera pamit untuk pulang mereka juga berjanji akan datang kembali jika ada waktu luang. Bahkan Salsa mengundang mereka ke acara pernikahan nya bersama Gilang.


di perjalanan pulang mereka terus saja mengobrol tentang rumah singgah yang di miliki oleh Salsa, Dafa juga meminta ijin untuk bisa mengajar anak-anak itu lagi.


Bahkan dia akan rutin datang kesana untuk mengajari mereka bahasa Inggris, Salsa yang mendengar itu tentu saja sangat senang. Di sana memang sedang kekurangan staf pengajar, hanya ada satu guru tetap yang selalu setia mengajar di sana dan sisa nya hanya relawan yang kebanyakan tidak hadir nya.


"Jadi udah oke nih ya, aku boleh kesana lagi buat ngajarin mereka.. ?" tanya Dafa


"Iya boleh, lagian aku juga seneng kali ada orang yang mau ngajarin mereka apalagi kan kamu tahu aku akhir-akhir ini pasti sibuk banget dan nggak mungkin juga sering-sering datang kesana"


"Iya aku tahu deh yang bentar lagi mau melepas masa lajang nya" ledek Dafa sambil melirik kearah Salsa yang sedang tersenyum manis.


"Diih apaan tau ih, nggak jelas banget" sahut Salsa sambil tersenyum


Mereka pun terus mengobrol sampai tidak terasa kalau mereka sudah sampai di depan rumah Salsa.


"Makasih ya tumpangan nya, "

__ADS_1


"Iya sama-sama, aku langsung pulang ya, bye"


"Iya hati-hati.. bye"


Salsa langsung turun dari mobil Dafa dan masuk kedalam rumah nya, hari juga sudah hampir sore dia sangat lelah dan ingin langsung beristirahat.


Tapi baru saja akan menaiki anak tangga yang pertama ada sebuah suara yang menghentikan langkah kaki nya.


"Di anter sama siapa tuh?"


Salsa pun langsung melihat ke arah belakang, di sana sudah berdiri sang kakak yang sedang melihat nya dengan tajam.


"Temen bang" jawab Salsa sekena nya


"Oh, ngomong-ngomong Gilang apakabar?" tanya Denis lagi


"Aku nggak tahu bang, aku pikir Abang tahu.. Kan Abang temen nya dia, kalau ada apa-apa kan dia suka cerita ma abang " jawab Salsa dengan wajah yang agak sedih


"Udah lama juga Abang nggak ketemu atau teleponan ma dia, lagian masa kamu calon istri nya nggak tahu kabar dia kaya gimana ?" tanya Denis sambil melihat kearah Salsa.


Salsa menarik nafas dan membuang nya dengan kasar, lalu dia pun melihat kakak nya itu dan menyadarkan kepalanya di bahu sang kakak.


"Kenapa kalian berantem..?"tanya Denis penasaran


"Nggak ko" sahut Salsa dengan cepat


"Terus..??"


"Aku nggak tahu bang, udah dua hari ini dia susah banget buat di hubungi, ponsel nya juga nggak aktif.. terakhir kita teleponan tuh pas dia baru nyampe sana, sampe sekarang nggak ada kabar apa-apa lagi"

__ADS_1


Denis pun diam sebentar sambil memikirkan sesuatu, dia pun mengelus rambut Salsa dengan penuh sayang.


" Sabar ya, Gilang pasti punya alasan nya sendiri kenapa dia tidak menghubungi kamu, mungkin saja kan dia sangat sibuk sampai-sampai tidak ada waktu.. Lagian dia juga cuma pergi satu Minggu kan, ini aja udah tiga hari dia disana tinggal bentar lagi"


"Iya sih bang aku juga sempet mikir kaya gitu, tapi masa iya malem juga dia tetap kerja kan kalau malam dia pasti istirahat dan ada di hotel.."


"Salsa adik Abang yang paling cantik, dengerin abang ya, abang tahu siapa Gilang, orang nya gimana jadi abang percaya dia nggak akan macem-macem di sana, mungkin dia hanya sedang sibuk saja dan belum memiliki waktu untuk menghubungi kamu.. Dan nanti Abang akan coba bantu hubungin dia ya "


Salsa pun menganggukan kepala nya sebagai jawaban, lalu dia memeluk Denis dengan sangat erat.


" Makasih ya bang" kata Salsa sambil tersenyum


"Iya sayang sama-sama, sekarang lebih baik kamu istirahat gih calon pengantin jangan kecapean biar nanti pas hari H nya seger"goda Denis dan itu sukses membuat Salsa tersenyum.


" Ya udah aku ke kamar dulu ya bang"


"Iya"


Salsa pun bangun dan mulai berjalan ke arah kamar nya, Denis terus saja melihat kepergian adik nya itu sampai salsa menghilang di balik pintu kamar nya.


Setelah memastikan Salsa sudah tidak terlihat dia pun mulai berjalan ke arah taman belakang, dia ingin mencoba menghubungi Gilang.


Sesampainya di sana dia langsung menghubungi Gilang dan benar saja ponsel Gilang tidak aktif sama sekali, tidak biasanya Gilang seperti ini.


Biasanya sesibuk apapun dia ponsel nya selalu dalam mode aktif, Denis mulai memikirkan hal-hal yang tidak di inginkan, dia benar-benar takut terjadi sesuatu dengan sahabat nya itu.


Tapi dia tidak tahu harus menghubungi siapa lagi, bahkan untuk menghubungi asisten nya Gilang saja dia tidak bisa karena tidak memiliki nomer nya.


Dia benar-benar sangat pusing saat ini memikirkan adik dan sahabatnya itu, Denis berharap Gilang baik-baik saja disana dan akan segera kembali secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2