
Sudah dua hari ini Salsa berangkat dan pulang dari kampus tidak di temani Gilang, karena jadwal Salsa yang berbeda dari Gilang.
Pertemuan mereka juga hanya sebentar saja, itu pun kalau Gilang sedang tidak sibuk, sejujurnya Salsa sangat merindukan sosok Gilang yang sudah dua hari ini jarang di temui nya.
Malam ini setelah selesai makan malam Salsa tidak langsung pergi ke kamarnya, dia memutuskan untuk duduk di taman belakang.
Salsa duduk di sebuah bangku sambil melihat bintang, Salsa pun membuang nafas nya dengan sangat kasar.
" By, aku kangen.. " guman Salsa
" Hubby juga kangen sama kamu.. " kata seseorang dari arah belakang Salsa.
Salsa yang mendengar suara orang yang sangat di rindukan nya beberapa hari ini segera melihat ke arah belakang.
Dan benar saja Gilang sedang berdiri sambil tersenyum ke arah Salsa, Salsa langsung berdiri dan menghampiri Gilang.
Tanpa malu - malu dia langsung memeluk tubuh Gilang, Gilang juga tidak mau kalah dia membalas pelukan Salsa dengan sangat erat.
" Hubby kok nggak ngabarin dulu kalau mau kesini.. ? " tanya Salsa setelah mereka cukup lama berpelukan.
" Sengaja, Hubby pengen tahu pacar ku yang cantik ini lagi ngapain.. " kata Gilang sambil menarik hidung Salsa.
" Iiihh Hubby sakit.. " rengek Salsa dengan mulut di tekuk
Gilang yang melihat itu merasa gemas tanpa babibu dia langsung mengecup bibir Salsa dengan sangat lembut.
" Iihh hubby curang, masa main nyosor aja.. " protes Salsa
" Biarin sama pacar sendiri ini.. " jawab Gilang sambil tersenyum
Akhirnya mereka kembali duduk di bangku taman sambil menikmati malam yang cerah dan penuh dengan bintang.
Salsa menyandarkan kepalanya di bahu Gilang, sedangkan Gilang sendiri merengkuh wanitanya agar lebih dekat lagi.
" Bunny... " panggil Gilang
" Hmmmm "
" Besok kamu libur nggak.. ? " tanya Gilang sambil sesekali mengecup rambut Salsa
" Besok masuk, cuma ada satu kelas aja, jadi jam 9nan juga udah bebas.. Memang kenapa By.. ? "
" Kalau Hubby ajak jalan mau..? "
" Jalan kemana.. ? Memang besok Hubby nggak ngajar.. ? "
__ADS_1
" Besok Hubby libur, makanya mau ngajak kamu jalan.. "
" Beneran By.. ? " Salsa langsung melihat ke arah Gilang
" Iya beneran lah Bunny masa Hubby bohong.. " kata Gilang sambil mencubit pipi Salsa.
" Iiih Hubby mah, sakit tahu.. "
Gilang langsung mengusap pipi Salsa yang tadi di cubit nya tidak lupa dia juga mengecup pipi itu.
Tidak terasa malam pun tiba Gilang harus segera pulang, setelah berpamitan kepada semua anggota keluarga yang lainnya barulah dia meninggalkan rumah pujaan hatinya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Pagi ini Gilang menjemput Salsa, seperti biasa dia akan mengantarkan Salsa ke kampus nya.
" Assalamualaikum.. " salam Gilang sambil masuk ke dalam rumah
" Waalaikumsalam.. " jawab semua orang rumah secara serempak.
Gilang pun mencium tangan mamah dan papah Salsa secara bergantian.
" Tumben pagi - pagi sudah kesini Lang, mau ketemu Denis...? Kebetulan Denis nya belum pulang.. " kata papah Salsa
" Nggak om, Gilang bukan mau ketemu Denis tapi Salsa.. " jelas Gilang
" Pagi semua.. " sapa Salsa
" Pagi sayang.. " jawab mamah dan papah bersamaan.
" Kamu udah lama By.. ?? " tanya Salsa sambil duduk di samping Gilang.
" Baru aja nyampe.. " jawab Gilang sambil tersenyum
" Lang kamu mau kopi.. " tawar mamah Salsa
" Nggak usah tan, saya sudah ngopi tadi di rumah.. " jawab Gilang
Salsa pun langsung meminum susu nya hingga habis, setelah itu dia pun mengambil roti lapis yang sudah di siapkan mamah untuk nya.
" By berangkat sekarang yu, aku udah telat.. " ajak Salsa sambil membenarkan tas yang akan di bawanya.
" Iya ayo.. " jawab Gilang
" Mah, pah kami berangkat dulu ya.. " pamit Salsa sambil mencium tangan mamah dan papahnya secara bergantian di susul oleh Gilang yang melakukan hal yang sama.
__ADS_1
" Iya hati - hati ya sayang, Lang nitip Salsa ya.. " kata mamah sambil tersenyum
" Iya tante, Salsa pasti aman. Oh iya sekalian saya mau ijin, nanti siang saya mau ngajak Salsa jalan.. " kata Gilang sambil melihat ke arah kedua orang tua Salsa.
" Boleh kok, kali - kali biarin Salsa menghirup udara segar jangan di kamar terus.. " kini papah Salsa yang menjawab.
" Terima kasih tante, om, kalau gitu saya pamit dulu.. "
Mereka berdua pun mulai meninggalkan rumah, Gilang langsung mengantarkan Salsa ke kampus.
Sesampainya di parkiran kampus Gilang segera memarkirkan mobilnya
" Makasih ya By udah mau anterin aku.. " kata Salsa sambil tersenyum
" Iya sama - sama, oh iya nanti kamu pulang jam berapa.. ? " tanya Gilang
" Paling jam 9 lewat.. " jawab Salsa
Gilang melihat jam yang berada di tangan nya kemudian dia pun tersenyum.
" Ya sudah nanti kalau sudah selesai langsung ke parkiran saja ya, Hubby tunggu di sini.. "
" Kamu serius mau nunggu aku disini... ? Dua jam lebih loe By.. " tanya Salsa meyakinkan
" Iya Hubby yakin, ya sudah sana masuk nanti telat lagi.. "
Dalsa pun akhirnya pergi menuju kelas nya, sepanjang jalan dia berfikir apa Gilang serius ingin menunggunya di parkiran.
" Sa.. " panggil Arini
" Ah iya kenapa.. ? " jawab Salsa kaget
" Lagian loe kenapa dari tadi ngelamun terus, dosen killer itu macem - macem sama loe..? "
selidik Arini
" Gue nggak apa - apa, cuma lagi kepikiran dosen killer dia beneran nunggu gue di parkiran apa ningalin ya.. " bisik Salsa
" Dia ngapain di parkiran.. ? " tanya Arini heran.
" Ya kan tadi pagi dia jemput gue dan katanya dia mau nunggu gue di parkiran sampai kelas gue selesai.. "
" Serius loe.. "
" Iya gue serius, makanya kepikiran dari tadi.. "
__ADS_1
Mereka pun menghentikan obrolan mereka karena takut ketahuan oleh dosen, mereka berdua kembali memperhatikan dosen menjelaskan materi di depan.
Salsa berusaha fokus dan melupakan sosok Gilang untuk sesaat, dia tidak ingin membuat masalah hari ini.